Delayed Milestone pada Anak: Tanda, Penyebab, dan Kapan Perlu Waspada

Delayed milestone adalah kondisi ketika anak belum mencapai satu atau lebih tahapan perkembangan sesuai usia yang diharapkan. Ini artinya perkembangan motorik, bahasa, kognitif, atau sosial anak lebih lambat dibanding anak lain di usianya.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Delayed milestone adalah-Bebeclub


 

Delayed milestone adalah kondisi ketika anak terlambat mencapai satu atau lebih tahapan perkembangan dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Kurang stimulasi, asupan nutrisi kurang, atau riwayat kelahiran prematur bisa jadi penyebabnya. 

Apa Itu Delayed Milestone?

Delayed milestone adalah kondisi ketika anak belum mencapai satu atau lebih tahap perkembangan (milestone) sesuai usianya. Misalnya, belum bisa duduk, belum bisa berjalan, atau belum bisa berbicara di usia yang seharusnya.

Milestone adalah tahapan perkembangan kemampuan anak yang mencakup aspek kognitif, motorik, sosial-emosional, serta bahasa dan komunikasi. Setiap aspek ini berkembang secara bertahap sesuai proses tumbuh kembang anak.

Pencapaian milestone dapat berbeda pada setiap anak dan tidak selalu terjadi di usia yang sama. Oleh karena itu, variasi waktu perkembangan masih tergolong normal selama berada dalam rentang usia yang wajar. 

Delayed milestone tidak selalu berarti gangguan permanen. Namun, waspada jika ada beberapa "red flags" atau tanda bahaya yang muncul secara bersamaan, bukan hanya satu keterlambatan kecil. 

Baca Juga: Tumbuh Kembang Anak Usia Dini yang Ideal, seperti Apa?

Penyebab Anak Mengalami Delayed Milestone

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab delayed milestone di antaranya:

  • Faktor genetik. 
  • Kurang stimulasi. 
  • Gizi buruk. 
  • Lahir prematur. 
  • Berat badan lahir rendah (BBLR).
  • Kekurangan oksigen saat lahir.
  • Paparan racun sebelum lahir, seperti alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Paparan racun setelah lahir, seperti keracunan timbal.
  • Kondisi kesehatan seperti infeksi telinga kronis dan masalah penglihatan.
  • Trauma berat, termasuk penganiayaan anak.

Ciri-Ciri Anak Terlambat Tumbuh Kembang 

Beberapa ciri anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang atau delayed milestone adalah:

Motorik

  • 6 bulan: belum bisa mengangkat kepala dengan stabil, belum berguling, tidak berusaha meraih benda di dekatnya, dan tidak menyatukan kedua tangan.
  • 9 bulan: belum bisa duduk dengan mandiri dan belum bisa memindahkan beda dari satu tangan ke tangan lainnya.
  • 12 bulan: belum bisa berpindah dengan merambat atau mulai merangkak, serta belum bisa berdiri dengan bantuan.
  • 24 bulan: belum bisa berjalan sendiri dan belum bisa berjalan naik dan turun tangga dengan berpegangan.

Bahasa

  • 6 bulan: belum babbling “aaahhh” “ooohhh” atau jarang bersuara.
  • 9 bulan: tidak merespons saat dipanggil namanya serta tidak menggunakan isyarat (seperti menunjuk, melambaikan tangan).
  • 12 bulan: belum mengucapkan kata bermakna seperti “mama” atau “papa”.
  • 24 bulan: belum ada kata baru lagi yang bisa diucapkan dan belum bisa mengucapkan dua kata sederhana, seperti “mau makan”, “naik mobil”, dan lainnya.

Sosial-emosional

  • 6 bulan: jarang tersenyum, kurang kontak mata, dan tidak berinteraksi dengan orang lain.
  • 9 bulan: kurang tertarik berinteraksi dengan orang sekitar yang melibatkan kontak mata dan ekspresi wajah. 
  • 12 bulan: tidak memperhatikan orang baru, tidak menunjuk atau melambaikan tangan, serta tidak tertarik main permainan bergiliran seperti cilukba atau menggelindingkan bola.
  • 24 bulan: tidak meniru atau bermain sederhana dengan orang lain, serta cenderung membanting, menjatuhkan, atau melempar mainan dibanding memainkan sesuai fungsinya (misalnya, boneka peluk, balok susun).

Kognitif

  • 6 bulan: tidak tertarik pada mainan atau benda di sekitarnya.
  • 9 bulan: tidak mencari benda yang jatuh atau disembunyikan dan belum bisa memberikan benda yang sedang ia pegang.
  • 12 bulan: sulit mengikuti perintah sederhana.
  • 24 bulan: tidak mengenali fungsi benda sederhana, kesulitan memecahkan masalah sederhana, belum bisa makan sendiri pakai sendok.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan yang Perlu Diketahui

Apakah Delayed Milestone Bisa Dikejar?

Delayed milestone masih bisa dikejar, tergantung penyebab keterlambatan perkembangannya. Stimulasi yang tepat, dilakukan rutin, dan dipantau secara berkala dapat membantu anak mengejar kemampuan sesuai usianya.

Jika si Kecil ada pada kondisi ini, penting bagi Ibu dan Bapak untuk melakukan intervensi sedini mungkin saat didiagnosis dengan keterlambatan perkembangan, terutama di rentang usia 0-5 tahun yang merupakan golden period anak. 

Penanganan sejak awal dapat mengoptimalkan perkembangan dan mencegahnya keterlambatan berlanjut. 

Cara Menstimulasi Anak Sesuai Area Perkembangan

Stimulasi anak untuk mengejar tumbuh kembangnya dapat dilakukan dengan fokus ke berbagai aktivitas praktis di rumah. Cara menstimulasi anak untuk mengejar delayed milestone adalah berikut ini:

1. Motorik

Bu, untuk membantu perkembangan motorik bayi, aktivitas seperti tummy time sangat dianjurkan. 

Tummy time dapat dimulai sejak lahir dan membantu memperkuat otot leher, punggung, dan bahu, yang penting untuk kemampuan berguling, duduk, dan merangkak.​ 

Selain itu, membiarkan bayi bermain di lantai dengan mainan yang menarik dapat merangsang gerakan aktif dan eksplorasi. 

Lingkungan bermain yang aman dan bebas dari pembatasan, seperti penggunaan kursi bayi yang berlebihan, mendukung perkembangan motorik yang optimal.

2. Bahasa dan Kognitif

Interaksi verbal dengan bayi, seperti berbicara langsung dan membacakan buku, sangat penting untuk perkembangan bahasa dan kognitifnya. 

Studi menunjukkan bahwa bayi yang sering mendengar bahasa yang diarahkan langsung kepada mereka memiliki kosakata yang lebih banyak pada usia 24 bulan.

Kegiatan lain seperti membaca bersama dan bermain dapat memperkuat hubungan orang tua dan anak serta mendukung perkembangan kognitifnya.​

3. Sosial-emosional

Bu, membangun ikatan yang kuat dengan bayi melalui respons yang konsisten terhadap kebutuhan emosionalnya sangat penting. Ikatan ini dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional yang sehat.​

Selain itu, mengajak bayi berinteraksi dengan lingkungan sosial, seperti bermain dengan anggota keluarga lain, juga dapat memperkaya pengalaman sosialnya. 

Pengalaman sosial awal yang positif dapat membentuk dasar untuk hubungan interpersonal yang sehat di masa depan.​

Cara Memantau Milestone Anak Secara Rutin

Memantau milestone anak sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai usia anak dengan memperhatikan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional yang seharusnya mulai muncul pada rentang usia tertentu. 

Bandingkan juga perkembangan anak dengan kurva pertumbuhan atau milestone perkembangan anak dari IDAI maupun panduan resmi lainnya. 

Jika terdapat keterlambatan atau tidak ada progres, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut tumbuh kembang si Kecil dengan dokter spesialis anak.

Kini, Ibu bisa memantau berat dan tinggi badan si Kecil dengan lebih praktis menggunakan AI Growth Tracker. Cukup dari foto handphone, Ibu sudah bisa mendapatkan gambaran tumbuh kembang si Kecil kapan saja tanpa perlu alat khusus.

Baca Juga: Pertumbuhan Berat Badan Bayi Usia 0-12 Bulan yang Ideal

Perbedaan Delayed Milestone dan Keterlambatan Perkembangan Umum (Global Developmental Delay)

Global developmental delay adalah kondisi keterlambatan perkembangan anak pada beberapa atau seluruh area perkembangan dibandingkan anak seusianya. 

Delayed milestone berbeda dengan global developmental delay. Delayed milestone artinya keterlambatan yang masih dapat dikejar dengan stimulasi, sedangkan GDD merupakan kondisi medis yang memerlukan evaluasi dan intervensi khusus.

Aspek Perbandingan

Delayed Milestone

Global Developmental Delay (GDD)

Pengertian

Keterlambatan pencapaian satu atau beberapa milestone dibanding anak seusianya.

Keterlambatan perkembangan signifikan pada dua atau lebih area perkembangan.

Jumlah area yang terdampak

Biasanya 1 area.

Bisa ≥ 2 area.

Area Perkembangan

Motorik/bahasa/sosial (salah satunya).

Motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, sosial-emosional.

Contoh kasus

Belum bisa duduk di usia 9 bulan, kemampuan lain sesuai usia.

Belum duduk, belum babbling, dan kurang respons sosial.

Sifat keterlambatan

Biasanya bersifat sementara.

Cenderung menetap bila tidak ada penanganan.

Penyebab umum

Variasi normal, kurang stimulasi, prematur.

Faktor genetik, gangguan saraf, metabolik, komplikasi kehamilan.

Dampak jangka panjang

Umumnya bisa menyusul milestone.

Berisiko memengaruhi kemampuan belajar & fungsi sehari-hari.

Penanganan

Stimulasi rutin dan pemantauan perkembangan.

Evaluasi medis menyeluruh dan terapi multidisiplin.

Perlu ke dokter?

Ya, bila tidak ada progres.

Wajib konsultasi ke dokter dan spesialis tumbuh kembang, terapis wicara, terapis okupasi, bahkan fisioterapis.

Kemungkinan kondisi anak nantinya

Bervariasi, tergantung penyebab dan kecepatan intervensi

Bervariasi, tergantung penyebab dan kecepatan intervensi

Kapan Orang Tua Harus Konsultasi ke Dokter?

Segera konsultasikan kondisi si Kecil ke dokter bila mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Tidak ada progres perkembangan meski sudah diberikan stimulasi sesuai usia.
  • Kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai sebelumnya (regresi perkembangan).
  • Anak tampak kurang responsif, jarang kontak mata, atau tidak merespons suara di sekitarnya.
  • Keterlambatan terjadi di lebih dari satu area perkembangan, misalnya motorik dan bahasa.
  • Fokus hanya menggunakan salah satu sisi tubuh.
  • Tidak tertarik berinteraksi atau bermain dengan orang sekitar.
  • Perilaku sangat berbeda dari anak seusianya, seperti sangat pasif atau sangat mudah marah.

Jika Ibu mengamati salah satu dari tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak atau spesialis perkembangan anak sebagai bentuk intervensi dini, ya!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Cleveland Clinic Editorial Team. (2017, September 12). Developmental Delay in Children: Symptoms, Causes & Outlook. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14814-developmental-delay-in-children
  2. ‌Clinic, C. (2021, June 3). Child Development: Milestones & Stages. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21559-child-development
  3. Children’s Hospital of Philadelphia Editorial Team. (2026). Developmental Milestones. Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/primary-care/developmental-milestones
  4. Southcampton City Council Editorial Team. (2026). ‌What is global developmental delay? Southampton.gov.uk. https://www.southampton.gov.uk/schools-learning/send-local-offer/intro-send/send-conditions/global-developmental-delay/
  5. ‌Children's Health Queensland. (2024, September 12). Red Flags Early Identification Guide (Birth to 5 years) brochure. Children’s Health Queensland. https://www.childrens.health.qld.gov.au/resources/health-services/child-development-service/red-flags-early-identification-guide-birth-to-5-years-brochure
  6. Help Me Grow MN. (2026). Red Flags by Age for Referral of a Child. Helpmegrowmn.org. https://helpmegrowmn.org/HMG/GetHelpChild/WhenRefer/RedFlags/index.html
  7. National Center for Biotechnology Information. (2021). Developmental Delay. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557518/
  8. Centers for Disease Control and Prevention. Watch Me! Celebrating Milestones and Sharing Concerns – Module 2. https://www.cdc.gov/ncbddd/watchmetraining/module2.html
  9. KidsHealth. (2022). Your Baby’s Development: 4 Months. Nemours. https://kidshealth.org/en/parents/development-4mos.html
  10. Mayo Clinic. Infant development: Milestones from 4 to 6 months. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20047086
  11. Mayo Clinic. Infant development: Milestones from 10 to 12 months. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20047380
  12. Centers for Disease Control and Prevention. Important Milestones: Your Child by One Year. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
  13. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
  14. Hasson, M.D. What Causes Developmental Delays in Kids? https://www.hassonmd.com/blog/what-causes-developmental-delays-in-kids
  15. St. Jude Children’s Research Hospital. (n.d.). How Illness May Affect Early Childhood Development. https://together.stjude.org/en-us/emotional-support-daily-life/early-childhood-development/how-illness-may-affect-early-childhood-development.html
  16. Zimmermann, M. B., & Hurrell, R. F. (2021). Nutritional iron deficiency. The Lancet, 397(10270), 233–248. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8416914/


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun