Penyebab Kepala Bayi Peyang dan Cara Mengatasinya dengan Aman

Kepala bayi peyang bisa kembali normal terutama bila ditangani sebelum usia 1 tahun. Misalnya dengan rutin tummy time, variasikan posisi tidur, fisioterapi, atau terapi helm.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
kepala bayi peyang-bebeclub


 

Kepala bayi peyang mungkin membuat Bapak Ibu bertanya-tanya. Bentuk kepala bayi yang tampak tidak seimbang ini bisa dikarenakan posisi tidur yang sama terus-menerus maupun gangguan otot leher (tortikolis).

Apa Itu Kepala Peyang?

Kepala peyang atau sindrom kepala datar (flat head syndrome) adalah bentuk kepala bayi yang terlihat datar pada satu sisi tertentu sehingga tampak tidak simetris.

Kepala peyang rentan terjadi pada anak usia di bawah 1 tahun karena tengkoraknya masih lunak. Jadi, bentuknya mudah berubah bila ada tekanan ringan.

Perbandingan Bentuk Kepala Bayi Normal dan Tidak Normal (Peyang)

Berikut perbandingan bentuk kepala normal dan peyang pada bayi:

 

Aspek Perbandingan

Bentuk Kepala Bayi Normal

Kepala Bayi Peyang (Plagiocephaly/ Brachycephaly)

Bentuk Umum Kepala

Simetris kanan dan kiri

Tidak simetris, tampak rata di satu sisi atau bagian belakang

Dilihat dari Atas

Bulat atau sedikit lonjong

Tampak miring atau melebar

Posisi Telinga

Telinga kanan dan kiri sejajar

Salah satu telinga tampak lebih maju ke depan

Bagian Belakang Kepala

Membulat secara merata

Rata di satu sisi (plagiocephaly) atau rata di tengah (brachycephaly)

Dahi

Proporsional dan seimbang

Bisa tampak lebih menonjol di salah satu sisi atau pipih melebar

Rambut Kepala

Tumbuh merata

Lebih tipis di area kepala yang sering tertekan

Pengaruh ke Otak

Tidak ada

Umumnya tidak memengaruhi perkembangan otak

Penyebab Umum

Pertumbuhan alami

Posisi tidur yang sama, kurang tummy time, tortikolis

Perlu Penanganan?

Tidak

Ya, jika tidak membaik dengan perubahan posisi

Bisa Kembali Normal?

Bisa, terutama jika ditangani sebelum usia 1 tahun

Jenis Kepala Peyang

Ternyata, ada beberapa jenis kepala bayi peyang, yaitu plagiocephaly dan brachycephaly. Keduanya sama-sama kepala datar, tetapi ada pembeda yang khas. Berikut penjelasannya.

1. Plagiocephaly

Plagiocephaly adalah kondisi kepala bayi peyang pada salah satu sisi kanan atau kiri sehingga kepala terlihat asimetris.

Kondisi ini membuat posisi kedua telinga terlihat tidak sejajar dan kepala tampak tidak rata bila dilihat dari atas.

2. Brachycephaly

Sementara itu, brachycephaly adalah kepala bayi peyang pada bagian belakang. Kondisi ini membuat kepala bayi tampak melebar hingga terkadang dahinya menonjol ke depan.

Bila dilihat dari atas, bentuk kepala bayi ini tampak lebih pipih.

Penyebab Kepala Peyang pada Bayi

Umumnya, plagiocephaly dan brachycephaly disebabkan oleh tekanan yang berpusat pada 1 sisi tertentu. Nah, tekanan in biasanya terjadi akibati:

  • Posisi tidur bayi telentang atau miring berjam-jam setiap hari.
  • Terlalu lama bersandar di car seat, ayunan, gendongan, atau stroller.
  • Otot leher kaku (torticollis).
  • Kurang tummy time.
  • Bayi lahir prematur.

Apakah Kepala Bayi Peyang Berbahaya?

Dalam sebagian besar kasus, sindrom kepala datar ini tidak memengaruhi lingkar kepala bayi atau perkembangan dan pertumbuhan otak. 

Kondisi ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia si Kecil, terutama ketika ia sudah mulai banyak waktu untuk duduk, merangkak, dan berdiri. 

Sindrom kepala datar dianggap lebih sebagai kondisi fisik daripada masalah medis. Namun, ketika diikuti leher kaku, keadaan ini dapat memperlambat perkembangan awal.

Baca Juga: Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 18 Bulan

Cara Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Posisi telentang memang dianjurkan untuk cegah risiko sindrom kematian bayi mendadak. Namun, durasi terlalu lama malah picu kepala peyang. Jika sudah telanjur, berikut yang bisa dilakukan:

1. Tummy Time

Salah satu cara perawatan bayi peyang adalah dengan meluangkan lebih banyak tummy time. Aktivitas ini membantu menormalkan bentuk bagian belakang kepala si Kecil.

Selain itu, tummy time juga membantu bayi memperkuat otot leher dan membantu si Kecil belajar mendorong dan mengangkat lengan.

Ini membantu mengembangkan otot yang dibutuhkan untuk merangkak dan duduk.

2. Variasi Posisi Tidur & Aktivitas

Kebanyakan orang tua yang tidak kidal menggendong bayi di lengan kiri dan membaringkannya dengan kepala di sebelah kiri. Dalam posisi ini, bayi harus menoleh ke kanan untuk melihat ke dalam ruangan.

Untuk itu, cobalah ganti arah gendongan menggunakan lengan agar tekanan tidak berpusat ke satu sisi saja. 

Setelah diturunkan dari gendongan, letakkan ia di boks bayi kepalanya bisa melakukan gerakan memutar ke sisi yang tidak rata. Goyangkan perlahan agar tidak menjadi penyebab anak susah tidur.

3. Kurangi Waktu di Permukaan Datar

Permukaan datar akan memberi tekanan pada salah satu sisi kepala. Untuk itu, cobalah menggendong bayi menggunakan lengan kanan dan kiri berganti-gantian.

Selanjutnya, coba biarkan si Kecil berbaring di dada Bapak Ibu agar tekanan di kepalanya lebih merata.

4. Fisioterapi

Bila kepala bayi peyang akibat tortikolis, ia perlu fisioterapi. Terapi ini membantu meregangkan otot leher ke sisi yang berlawanan dengan kemiringan.

Lama kelamaan, otot leher akan semakin panjang, leher akan tegak dengan sendirinya. Latihannya memang sederhana, tetapi harus dilakukan dengan fisioterapis.

5. Terapi Helm (Kasus Tertentu)

Dalam beberapa kasus plagiocephaly atau brachiocephaly, dokter mungkin menyarankan terapi helm yang bernama cranial helmet.

Helm ini dibuat khusus untuk mengurangi tekanan di bagian kepala bayi yang rata sehingga bisa tumbuh normal. Cranial helmet akan menekan lembut kepala bayi agar lebih simetris.

Sampai Umur Berapa Kepala Peyang Bisa Diperbaiki?

Waktu terbaik untuk memperbaiki kepala bayi peyang adalah sebelum bayi berusia 4 bulan.

Meski begitu, bentuk kepala bayi akan tampak simetris dalam usia 1–2 tahun karena tengkoraknya bertumbuh dan ia semakin jarang berbaring. Maka, perawatan sindrom kepala rata umumnya tidak diperlukan.

Penggunaan helm hanya efektif pada bayi usia 4–8 bulan. Helm harus dikenakan selama 22–23 jam sehari dalam rentang waktu 3 bulan hingga ia mencapai usia 1 tahun.

Baca Juga: 5 Ukuran Kepala Bayi dan Cara Mengukur Lingkar Kepala Normal

Kapan Harus ke Dokter?

Kepala bayi peyang umumnya tidak menimbulkan masalah otak ataupun pertumbuhan tengkorak. Meski begitu, segera bawa ke dokter bila timbul berbagai gejala berikut:

  • Peyang semakin jelas.
  • Timbul masalah rahang.
  • Bayi sulit menoleh ke satu sisi.
  • Perkembangan motorik terlambat.
  • Menunjukkan gejala gangguan penglihatan.

Kepala bayi peyang umum terjadi sebelum usia 1 tahun karena tengkoraknya masih lunak. Kondisi ini disebabkan adanya tekanan yang terpusat pada satu sisi. Jadi, rutinkan tummy time sebagai pencegahan ya, Bu!

Kini, Ibu bisa memantau berat dan tinggi badan si Kecil dengan lebih praktis menggunakan AI Growth Tracker. Cukup dari foto handphone, Ibu sudah bisa mendapatkan gambaran tumbuh kembang si Kecil kapan saja tanpa perlu alat khusus.

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Editorial Staff. (2025, May 7). Brachycephaly: What It Is, Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/brachycephaly
  2. Editorial Staff. (2017, October). Flat head syndrome (plagiocephaly and brachycephaly). NHS website. https://www.nhs.uk/conditions/flat-head-syndrome-plagiocephaly-brachycephaly/
  3. Editorial Staff. (2017, August 23). Plagiocephaly, Positional Plagiocephaly, Flat Head Syndrome: Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10691-plagiocephaly-flat-head-syndrome
  4. Editorial Staff. (2026). Plagiocephaly. Boston Children’s Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/plagiocephaly
  5. Editorial Staff. (2023, September). Torticollis (Wryneck): Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22430-torticollis#symptoms-and-causes
  6. Editorial Staff. (2017, October). Flat head syndrome (plagiocephaly and brachycephaly). NHS Website. https://www.nhs.uk/conditions/flat-head-syndrome-plagiocephaly-brachycephaly/


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun