berat-bayi-usia-11-bulan

Ini Panduan Berat Badan Bayi Normal Usia 0-11 Bulan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu pasti pernah mendengar, 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah masa krusial bagi tumbuh kembang si Kecil. Dimulai sejak ia tumbuh dalam rahim Ibu, hingga usianya 2 tahun. Pada masa inilah terjadi pertumbuhan sel-sel otak yang demikian pesat, serta perkembangan organ-organ lainnya1. Bagaimana memastikan berat badan bayi normal dan pertumbuhannya sudah sesuai dengan usianya? Berikut beberapa panduannya, Bu.

Memantau Berat Badan Bayi Normal

Salah satu patokan yang umum digunakan untuk menilai berat badan bayi normal adalah: di usia 6 bulan, berat badannya sudah 2x lipat dari berat lahirnya; dan meningkat jadi 3x lipat berat lahir di usia 1 tahun2. Tentu saja, tiap anak memiliki kecepatan bertumbuh yang berbeda-beda. Namun ada kisaran normal yang dapat dijadikan sebagai panduan. Tumbuh kembang bayi ini dipantau menggunakan Kurva Pertumbuhan, yang diplot berdasarkan berat badan dan panjang badan bayi4. Di Indonesia, kita menggunakan pedoman dari WHO1.

Ibu bisa melihat panduan tumbuh kembang si Kecil sesuai tahapan usianya di Bebejourney. Yuk, simak penjelasan singkatnya di bawah ini:

Bayi Usia 0-6 bulan

Usia 0-6 bulan adalah masa ASI eksklusif2. Nah, pemantauan berat badan bayi di usia ini berguna untuk menilai  pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Ini tabel yang bisa Ibu gunakan untuk patokan berat badan bayi usia 1 bulan hingga usia 6 bulan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan3.

Umur Laki-laki (kg) Perempuan (kg)
Berat badan bayi 0 Bulan 2,5-3,9 kg 2,4-3,7 kg
Berat badan bayi 1 Bulan 3,4-5,1 kg 3,4-4,8 kg
Berat badan bayi 2 Bulan 4,3-6,3 kg 3,9-5,8 kg
Berat badan 3 Bulan 5,0-7,2 kg 4,5-6,6 kg
Berat badan ideal bayi 4 Bulan 5,6-7,8 kg 5,0-7,3 kg
Berat ideal badan bayi 5 Bulan 6,0-8,4 kg 5,4-7,8 kg
Ideal berat badan bayi 6 Bulan 6,4-8,8kg 5,7-8,2 kg

Bayi Usia 7-11 bulan

Di usia ini, si Kecil mulai mendapat MPASI (Makanan Pendamping ASI2). Pertumbuhan si Kecil perlu terus dipantau ya, Bu, agar bisa segera dideteksi seandainya ada yang tidak sesuai dengan grafik. Inilah panduan berat badan bayi normal pada usia 7-11 bulan3.

Umur Laki-laki (kg) Perempuan (kg)
berat badan bayi normal 7  bulan 6,7-9,2 kg 6,0-8,6 kg
berat bayi normal 8 bulan 6,9-9,6 kg 6,3-9,0 kg
berat badan bayi normal 9 bulan 7,1-9,9 kg 6,5-9,3 kg
berat bayi normal 10 bulan 7,4-10,2 kg 6,7-9,6 kg
berat badan bayi normal 11 bulan 7,6-10,5 kg 6,9-9,9 kg

Ukur Pertumbuhan Bayi Setiap Bulan

Selain mengukur berat badan, indikator lain yang biasa diukur pada bayi adalah tinggi badan, panjang badan dan lingkar kepala. Untuk lingkar kepala, pengukurannya dilakukan 3 bulan sekali hingga usia 1 tahun1.

Ibu bisa membawa si Kecil ke Posyandu atau dokter anak, agar bisa diukur dengan tepat. Sebabnya, mengukur panjang bayi perlu alat khusus Bu, tidak bisa dengan meteran biasa. Cara mengukurnya pun harus tepat. Hanya dokter, perawat, atau kader Posyandu yang bisa melakukannya.

Pengukuran ini harus dilakukan secara rutin agar bisa cepat dideteksi seandainya ada kelainan yang terjadi selama pertumbuhan si Kecil. Kekurangan nutrisi pada 1000 HPK bisa menyebabkan anak gagal tumbuh, atau bahkan stunting. Stunting bukan sekadar persoalan tubuh yang pendek, tapi kecerdasan anak pun akan terdampak. Untuk itu, pantau terus pertumbuhan si Kecil dengan Kurva Pertumbuhan setiap bulan ya, Bu.

Bila di Posyandu ditemukan kecurigaan bahwa penambahan berat badan dan panjang badan bayi tidak signifikan, Posyandu akan segera merujuk ke dokter anak untuk dievaluasi lebih jauh. Dokter anaklah yang memastikan, apakah betul pertumbuhan si Kecil tidak sesuai dengan Kurva Pertumbuhan. Bila ternyata memang demikian, dokter akan segera melakukan tindakan, untuk memperbaiki status nutrisi si Kecil. Yuk, Bu, selalu pastikan berat badan bayi normal dan tumbuh kembangnya optimal!


Referensi:

  1. Ireska T. Afifa, dkk. (2016). Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1 [Diakses 9 Juni 2021]
  2. Rini Sekartini, Jeanne-Roos Tikoalu. (2013). Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak [Diakses 9 Juni 2021]
  3. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. (2020). Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf [Diakses 9 Juni 2021]
  4. Lina Ninditya. (2016). Mencegah Anak Berperawakan Pendek. Diambildari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mencegah-anak-berperawakan-pendek [Diakses 9 Juni 2021]