cara menerapkan pola hidup sehat, pola hidup sehat anak

Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

detail-fb detail-wa detail-twitter

Kesehatan pencernaan dan perkembangan otak anak merupakan salah satu prioritas penting bagi setiap orang tua, karena anak yang  dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, baik fisik maupun kecerdasannya. Itu sebabnya, kita sebagai orang tua perlu memahami cara menerapkan pola hidup sehat pada anak. 

Pola hidup seperti ini perlu diperkenalkan sejak dini. Idealnya adalah setelah anak berusia 1 tahun dan sebelum ia berusia 6 tahun, yang merupakan masa-masa awal kehidupan anak, dimana fisik dan otaknya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat1

Namun, membiasakan pola ini tentu bukanlah hal yang mudah ya, Bu. Kita perlu cara menerapkan pola hidup sehat yang tetap menyenangkan untuk anak agar ia tidak merasa terbebani. Beberapa poin berikut bisa kita coba. Yuk, kita simak satu persatu.

Olahraga Teratur 

Tidak hanya disarankan untuk orang dewasa, olahraga teratur juga penting dilakukan oleh si Kecil, lho. Olahraga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Tak hanya memberi manfaat secara fisik, tetapi juga memberi manfaat pada kesehatan mental dan perkembangan sosial anak2.

Lalu, olahraga seperti apa yang cocok untuk si Kecil? Mulailah dari aktivitas kesukaan anak-anak, salah satunya adalah lari. Rasanya, hampir semua anak suka berlarian, kan? Ibu bisa mulai memperkenalkan jenis olahraga lari ini kepada si Kecil. Lari bersama di sekitar kompleks pada pagi atau sore hari, pasti seru dan menyenangkan.

Untuk si Kecil yang terbiasa bergerak aktif secara fisik, Ibu juga bisa mengajaknya melakukan jenis olahraga lain, seperti sepak bola. Anak laki-laki maupun perempuan, pasti suka menendang bola. Bermain sepak bola dapat membantu memperkuat otot anak, fleksibilitas, koordinasi mata dan kaki, keseimbangan, serta mengajarkan anak untuk disiplin dan bekerja sama.

Pastikan olahraga menjadi kegiatan rutin sebagai salah satu cara menerapkan pola hidup sehat anak. Supaya si Kecil tak bosan, kuncinya satu: Ibu harus kreatif mengajaknya melakukan olahraga yang bervariasi dan memastikan si Kecil senang melakukannya.

Konsumsi Makanan Sehat yang Variatif

Si Kecil mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung bersama-sama dan saling terkait. Kedua proses ini dipengaruhi oleh banyak faktor, dan salah satunya adalah faktor nutrisi yang berasal dari makanan dan minuman yang diasupnya sehari-hari.

Anak membutuhkan energi yang berasal dari sumber karbohidrat, lemak, dan protein. Kemudian, ia juga membutuhkan deretan zat gizi mikro untuk membantu metabolisme energi di dalam tubuh, yaitu vitamin B1, B2 dan B6, serta beberapa zat gizi lainnya dapat mencegah terjadinya infeksi, seperti vitamin A dan vitamin C. Selain itu, dibutuhkan kalsium dan vitamin D untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tulangnya3.

Untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tersebut, tentu si Kecil harus mengonsumsi makanan yang bervariasi. Namun, tantangannya anak-anak sering kali menolak makanan tertentu dan memilih untuk hanya menyantap makanan yang disukainya saja.

Situasi ini sangat menantang ya, Bu? Tapi coba Ibu perhatikan, momen apa sih yang paling membuat si Kecil semangat makan? Apakah makan di restoran? Makan saat sedang piknik? Atau makan bersama-sama sekeluarga di meja makan? Manfaatkan momen favorit tersebut untuk memberinya menu sehat dan bergizi seperti zucchini stick. Dijamin, si Kecil tak akan menolak makanan bernutrisi yang Ibu berikan.

Istirahat yang Cukup

Anak-anak membutuhkan lebih banyak istirahat dibandingkan orang dewasa. Tak hanya berguna untuk mengembalikan energi, istirahat yang cukup juga berperan penting dalam kemajuan proses tumbuh kembang anak4.

Waktu istirahat ideal yang dibutuhkan anak berbeda-beda, tergantung umur dan tahap perkembangannya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, batita usia 1-3 tahun membutuhkan durasi tidur rata-rata 12 jam dalam sehari, yang dibagi menjadi satu kali tidur siang 1,5 - 3,5 jam dan tidur malam. Kemudian anak prasekolah (usia 3-6 tahun) membutuhkan total durasi tidur 11-12 jam4.

Anak susah diajak tidur atau beristirahat? Coba lakukan beberapa rutinitas sebelum tidur, seperti membacakan dongeng, mandi air hangat, atau mematikan lampu kamar. Atau, jika anak biasanya menolak tidur karena melihat anggota keluarga yang lain belum tidur, Ibu bisa siasati dengan tidur bersama di sebelah si Kecil.

Menjaga Kebersihan 

Hidup bersih akan membantu melindungi si Kecil dari serangan kuman dan penyakit. Menjaga kebersihan bukan berarti membuat si Kecil kelewat steril dan melarangnya bermain kotor-kotoran, ya, Bu. Hal terpenting adalah memberi pemahaman tentang konsep menjaga kebersihan kepada si Kecil agar ia terbiasa merawat dan membersihkan tubuhnya sendiri. Misalnya, membiasakannya mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, sesudah makan, dan setelah dari kamar mandi.

Tambahkan Nutrisi dalam Asupan Hariannya

Penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan makanan yang bergizi, ya, Bu. Lengkapi kebutuhan seratnya dengan Bebelac Gold yang mengandung pati jagung, Advansfibre dan prebiotik FOS GOS, minyak ikan, omega 3, dan omega 6. Bebelac Gold juga mengandung prebiotik FOS GOS yang membantu anak memiliki saluran cerna yang hebat.

Jika si Kecil tidak cocok susu sapi, jangan takut ia akan kekurangan nutrisi. Ibu bisa memberikan Bebelac Gold Soya mengandung kebaikan yang sama dengan Bebelac Gold, bedanya hanya pada jenis proteinnya saja, Bu. Bebelac Gold Soya juga dapat dikonsumsi oleh anak yang tidak memiliki riwayat tidak cocok dengan susu sapi, jika Ibu ingin menerapkan pola makan plant-based untuk keluarga.

Demikian lima cara yang bisa kita lakukan bersama untuk membuat si Kecil memiliki pola hidup yang sehat. Pastikan untuk melakukannya dengan rutin dan jadikan kebiasaan, ya. Atau, Ibu punya cara menerapkan pola hidup baik yang lain? Apa pun itu, selama dijalankan bersama semua anggota keluarga, pasti seru dan menyenangkan! Simak tips lainnya tentang gaya hidup dan kesehatan anak di sini.

 


Referensi:

  1. Veramyta Maria Martha Flora Babang. 2015. Aktivitas Pendidikan Jasmani bagi Anak Usia Dini. Diambil dari: http://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/motion/article/download/525/415/ [Diakses Februari 2021]
  2. Rubiyatno. 2014. Peranan Aktivitas Olahraga bagi Tumbuh Kembang Anak. Diambil dari: https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/olahraga/article/download/138/135#:~:text=Dari%20aspek%20fisik%20olahraga%20bagi,tumbuh%20kembang%20nya%20secara%20jasmani.&text=Kegiatan%20seperti%20bersepeda%2C%20bermain%20lompat,gerak%20agar%20menjadi%20lebih%20baik. [Diakses Fenruari 2021]
  3. Saptawati Bardosono, et al. 2018. Peran Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang dan Kesehatan Saluran Cerna. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/327012375_Peran_Nutrisi_Untuk_Tumbuh_Kembang_dan_Kesehatan_Saluran_Cerna [Diakses Februari 2021]
  4. 4. Rini Sekartini. 2015. Ikatan Dokter Anak Indonesia: Pola Tidur pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pola-tidur-pada-anak  [Diakses Februari 2021]