Mengenal Metode Montessori untuk Kegiatan Belajar Anak di Rumah

Metode montessori adalah cara belajar sambil bermain yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Maria Montessori pada awal tahun 1900. ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
21 Sep 2022
Anak bermain permainan montessori


Metode montessori adalah cara belajar sambil bermain yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Maria Montessori pada awal tahun 1900. Metode ini kian populer karena dipercaya dapat mengembangkan kemandirian dan keaktifan anak dengan membiarkannya mengeksplorasi berbagai kegiatan tanpa banyak intervensi dari orang tua atau guru. Ibu tertarik mengenalkan cara belajar sambil bermain ini di rumah sebelum si Kecil benar-benar masuk sekolah? Tenang, karena ada banyak kegiatan seru yang mengadaptasi metode ini dan bisa Ibu coba bersama si Kecil di rumah. Lalu, apa saja manfaat tersebut dan ide kegiatannya untuk si Kecil di rumah? 

Intip bersama-sama melalui artikel ini, ya! 

Apa Itu Metode Montessori?

Metode montessori adalah cara belajar sambil bermain untuk anak berumur 3 sampai 5 tahun yang mengasah kemandirian, keaktifan, serta kreativitas mengeksplorasi melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Metode pembelajaran ini juga fokus terhadap aspek perkembangan anak-anak secara keseluruhan, seperti sosial, emosional, kognitif, hingga fisik.

Lewat metode montessori, anak-anak bisa memilih sendiri apa yang akan ia pelajari dan akan belajar secara mandiri tanpa banyak intervensi dari guru. Sedikit berbeda dengan kurikulum sekolah yang selama ini mungkin sudah Ibu kenal sejak lama, ya? Dr. Montessori percaya bahwa anak-anak akan belajar lebih baik ketika mereka bisa memilih sendiri apa yang mau dipelajari.

Di sekolah yang menerapkan metode montessori, guru umumnya akan bertindak sebagai pengawas yang menawarkan pilihan materi atau aktivitas yang sesuai dengan usia dan preferensi anak. Kemudian, anak-anak akan dibiarkan untuk mengulik, menganalisis, dan mengeksplor dengan kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan aktivitas tersebut.

Selain itu, melalui metode ini pun anak dapat memecahkan masalah dan mengoreksi dirinya sendiri. Alhasil, si Kecil bisa merasa lebih puas ketika sukses melewati halang rintang dan meningkatkan kualitas yang ada pada dirinya.

Maka sebagai pengawas, guru di kelas atau Ibu di rumah tidak hanya mengamati aktivitas si Kecil selama belajar sambil bermain. Ibu juga dianjurkan membantu memandu, memperkaya pengetahuan, dan memberi penilaian sehingga si Kecil diharapkan dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sebagai pembelajar yang aktif dan mandiri.

Mereka pun cenderung tidak memerlukan motivasi dari pendidiknya. Itu sebabnya, sekolah dengan metode ini tidak mengenal adanya reward (hadiah) untuk anak dan punishment (hukuman) untuk anak.

Apa Manfaat Montessori Bagi Perkembangan Anak?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, metode montessori anak berbeda dengan kurikulum pendidikan konvensional.

Satu hal yang paling membedakan adalah montessori membiarkan anak memilih sendiri apa yang ingin ia pelajari daripada hanya memberikan instruksi. Hal inilah yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak yang berumur 3 sampai 5 tahun. 

Adapun beberapa manfaat yang lain yang bisa didapat si Kecil dari metode pendidikan montessori, antara lain: 

1. Melatih Memecahkan Masalah Sendiri

Dalam pendidikan montessori, anak diizinkan untuk memilih kegiatan mereka dan mengerjakannya dengan cara mereka sendiri. 

Lewat pilihan kegiatan yang Ibu tawarkan, anak akan mendapatkan kebebasan untuk bereksplorasi sesuka hati.

Di sinilah kreativitas si Kecil akan lebih terasah, karena ia ditantang untuk menemukan jalan keluar dan menyelesaikan masalah sendiri tanpa didikte orang dewasa.

2. Mengasah Potensi Anak

Menerapkan metode montessori di rumah artinya Ibu membebaskan anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Nah semakin sering anak bermain sambil belajar, potensi si Kecil pun akan jadi lebih terlihat.

Dengan metode montessori, misalnya, Ibu jadi tahu kalau si Kecil senang melukis. Untuk semakin mengembangkan potensinya ini, Ibu bisa memfasilitasi si Kecil dengan peralatan atau kegiatan yang serupa sampai ia mahir di bidang yang ia sukai.

Misalkan dengan menyediakan kanvas baru, cat lukis dengan koleksi warna yang lebih variatif, atau mengajaknya melukis dengan cara-cara baru, seperti melukis di kain atau melukis menggunakan tangan dan kaki.

3. Mengajarkan Cara Berinteraksi

Di metode montessori, anak akan lebih dibiasakan untuk bisa belajar bekerja sama, berbagi, dan memecahkan masalah bersama-sama dengan teman sekelasnya. Sebab, peran guru atau orang dewasa di metode montessori sebetulnya lebih untuk mengawasi, bukan mengatur atau memerintah. 

Jadi karena sudah dilatih untuk bisa aktif dan mandiri sejak kecil, anak yang tumbuh besar dengan metode montessori biasanya lebih kreatif, cepat berbaur, kooperatif, dan memiliki sikap toleransi yang tinggi.

4. Melatih Kemandirian

Montessori juga memiliki materi belajar khusus yang dikenal dengan istilah practical life. Di metode ini, anak akan diperkenalkan dengan pekerjaan yang sehari-hari umumnya dilakukan orang dewasa. Contohnya, menyapu, membersihkan jendela, mengikat tali sepatu, atau mengepel.

Meskipun hasilnya mungkin kurang bersih, setidaknya anak bisa belajar mandiri dan tidak bergantung dengan orang tuanya.

5. Meningkatkan Mood

Tahukah Ibu kalau belajar itu sebaiknya tidak selalu mementingkan hasil? Anak-anak ternyata akan bisa lebih meningkatkan kapasitas dirinya (self improving) jika ia juga belajar dari prosesnya. 

Nah, fokus pendidikan montessori selalu mementingkan proses daripada hasil. Melalui metode ini, anak diajak untuk lebih menikmati setiap proses belajar tanpa harus memikirkan seperti apa hasilnya nanti.

Dengan berfokus pada proses, si Kecil pun akan makin semangat belajar dan mau mengeksplor sendiri. 

6. Meningkatkan Keterampilan Kognitif

Dalam prinsip Montessori, interupsi dari orang dewasa yang terlalu sering atau banyak saat belajar dapat memengaruhi kemampuan kognitif si Kecil.

Perkembangan kognitif sendiri meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan.

Membiarkan anak memilih pembelajaran dan menyelesaikan tugas dengan caranya sendiri, justru dapat semakin mengasah cara berpikir si Kecil.

Baca Juga: Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun

Hal Penting Sebelum Memasukkan si Kecil ke Sekolah Montessori

Montessori ternyata memberi banyak manfaat bagi perkembangan si Kecil ya, Bu! Oleh karena itu, sah-sah saja apabila Ibu ingin menyekolahkan si Kecil di sekolah montessori. 

Yuk Bu, cek terlebih dahulu beragam aktivitas yang ada di sekolah montessori!

Dilansir dari American Montessory Society, aktivitas yang umumnya sering dilakukan dalam kelas montessori antara lain:

  • Waktu belajar dibagi menjadi 2-3 jam dan anak-anak bisa memilih aktivitas berdasarkan minat.

  • Pelajaran "wajib"nya mencakup cara membaca, matematika, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah.

  • Kurikulumnya juga menyertakan pembelajaran mengenai cara menyayangi tumbuhan dan binatang, tata krama, dan cara menyelesaikan konflik.

Selain itu, sekolah montessori juga terbagi berdasarkan kategori usia untuk menyesuaikan jenis pelajaran dengan tahapan tumbuh kembang anak. Adapun kategori usia tersebut meliputi:

  • Bayi: baru lahir sampai 18 bulan.

  • Balita: 15 bulan sampai 3 tahun.

  • Anak usia dini: usia 2.5 sampai 6 tahun.

  • Sekolah Dasar awal bawah: usia 6-9 tahun.

  • Sekolah Dasar lanjut atas: usia 9-12 tahun (atau gabungan Sekolah Dasar bawah dan atas, usia 6–12 tahun).

  • Sekunder: usia 12-15 dan 15-18, atau 12-14, 14-16, dan 16-18.

Contoh Ide Kegiatan Montessori di Rumah

Untuk memperkenalkan metode ini kepada si Kecil, tak harus lewat jalur formal, lho! Ibu bisa menyediakan berbagai permainan dan kegiatan yang terinspirasi dari metode montessori untuk si Kecil coba di rumah.

Contoh ide permainan montessori di rumah yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil meliputi:

1. Sink or Float

Permainan ini mengedukasi anak untuk mengenal perbedaan sifat benda.

Seperti namanya sink or float, Ibu perlu menyiapkan benda-benda yang kiranya bisa mengapung dan tenggelam, serta kolam kecil berisi air. 

Untuk memulai kegiatan ini, minta si Kecil melemparkan benda–katakanlah gelas plastik ke dalam air–kemudian lontarkan pertanyaan “Apakah benda ini akan mengapung atau tenggelam?”.

Jika sudah, biarkan ia melihat hasilnya dan jelaskan secara sederhana mengapa benda tersebut bisa mengapung bukan tenggelam.  

2. Menyortir Warna

Gunakan kancing dalam beberapa warna untuk memainkan permainan ini bersama si Kecil. Mulai dari warna merah, kuning, hijau, sampai biru.

Usahakan jumlahnya masing-masing minimal 5.  

Sediakan mangkuk untuk menadahi setiap kancing tersebut. Kemudian, minta si Kecil untuk menyortirnya berdasarkan warna dengan memasukkannya ke dalam mangkuk.

Misalnya, mangkuk 1 untuk warna merah, mangkuk 2 untuk warna kuning, dan seterusnya sampai semua warna tersortir dengan benar.

3. Meronce Kartu

Meronce dapat melatih konsentrasi, ketangkasan, sekaligus kesabaran si Kecil. Untuk melakukan aktivitas ini, Ibu cukup menggunakan dua bahan, yaitu kartu remi dan tali. 

Bolongkan 5-7 lembar kartu remi tersebut di bagian tengah, lalu minta si Kecil untuk memasukkan tali ke dalam kartu sampai habis. 

4. Sortir Barang dari Besar ke Kecil

Kegiatan montessori di rumah juga bisa Ibu isi dengan permainan menyortir barang dari besar ke kecil. Permainan ini akan membantu si Kecil mengenal perbedaan ukuran suatu benda. 

Sediakan beragam jenis bola olahraga dari berbagai ukuran, mulai dari basket, sepakbola, tenis, hingga bola golf untuk memulai permainan ini.

5. Pretend Play

Bermain pretend play dapat membantu Ibu untuk melihat potensi dan minat anak sedari kecil.

Selain itu, permainan ini juga menjadi wadah agar si Kecil dapat menyalurkan kemampuan yang dimilikinya secara langsung. 

Misalnya, untuk bermain jual-beli ala di supermarket, berarti si Kecil akan belajar konsep jual-beli, mempromosikan barang, hingga berhitung.

6. Mystery Bag

Permainan mystery bag akan sangat disukai anak-anak. Kemampuan sensori akan dilatih dalam kegiatan montessori ini.

Aturan bermainnya gampang. Ibu hanya perlu memberikan si Kecil kotak berisi benda yang tak boleh dilihat apa isinya.

Kemudian, biarkan ia hanya meraba dan menebak apa isi dari kotak tersebut. 

7. Origami

Bu, sudah sering dengar tentang origami, kan? Nah ternyata, bermain melipat kertas warna-warni ini juga bisa menjadi ide kegiatan montessori untuk si Kecil di rumah, lho!

Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan bermain origami dapat mempengaruhi keterampilan motorik halus anak usia dini. Sebuah penelitian dari Journal of Maternal and Child Health Science (JMCHS) tahun 2021 juga melaporkan bahwa anak-anak yang menerima stimulasi motorik dari permainan origami menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus.

Ini karena origami melibatkan keterampilan gerakan jari-jari anak untuk membentuk sesuatu dari selembar kertas. Dalam hal ini, koordinasi antara tangan dan mata anak juga dilatih untuk bisa melipat sesuai pola dan arahan yang benar, sehingga merangsang otot motorik halus mereka.

Jika Ibu merasa anak masih terlalu dini untuk melipat kertas origami, coba berikan sehelai kain lebar dan tipis yang gampang dilipat, seperti sarung bantal. Secara bertahap, ganti ukuran kainnya menjadi lebih kecil, misalkan serbet atau waslap, untuk melatih keterampilan tangan anak.

Kegiatan montessori ini juga akan mengajarkan si Kecil tentang kemandirian dan kerapihan, lho! Sebab, anak akan jadi terlatih untuk melipat baju dan menyusunnya ke dalam lemari sendiri

8. Memandikan Boneka

Memberi kegiatan montessori di rumah untuk si Kecil, bisa juga dilakukan melalui aktivitas memandikan boneka.

Kegiatan montessori ini termasuk ke dalam practical life yang mengajarkan si Kecil untuk aware terhadap kebersihan dan kesadaran dalam merawat barang.

Cukup siapkan boneka yang terbuat dari plastik atau karet, spons dan sabun cair, serta ember berisi air. 

Setelah itu, biarkan si Kecil memandikan boneka tersebut dengan menggosokkan spons lalu membilasnya ke dalam ember.

Jangan lupa, berikan handuk kecil untuk mengeringkan boneka tersebut juga, Bu.

9. Mencocokkan Kaus Kaki

Melibatkan anak dalam kegiatan domestik juga menjadi bagian dari prinsip montessori.

Ajak si Kecil untuk mencocokkan beberapa pasang kaus kaki antara kiri dan kanan. Pastikan motif dari setiap pasang kaus kaki tersebut juga seragam ya, Bu.

Kegiatan montessori ini bagus untuk melatih kejelian si Kecil dalam melihat, serta mengajarkan ia untuk bertanggung jawab.  

10. Membuat Bubble

Bermain bubble tentu amat menyenangkan bagi si Kecil. Namun, kali ini jangan hanya mengajaknya bermain saja.

Awali dengan kegiatan membuat bubble, sehingga anak memahami suatu proses bagaimana mainan tersebut itu bisa tercipta. 

Adapun bahan-bahan yang Ibu butuhkan adalah mangkuk, air, sabun cuci piring, dan tongkat peniup bubble.

Minta si Kecil mencampurkan sabun dan air hingga merata, lalu biarkan ia membuat gelembung dari campuran sabun tadi.

Jangan lupa sisipkan pelajaran tanggung jawab dengan biasakan si Kecil untuk membereskan berberes alat dan bahan setelah digunakan. permainan selesai.

Psstt… Bebeclub juga punya kanal eksklusif berisi modul-modul cara belajar di rumah yang kreatif untuk anak, lho! Cek di sini, ya, Bu!

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Anak Malas Sekolah

Seperti itulah ulasan seputar manfaat montessori dan contoh ide kegiatannya yang bisa Ibu lakukan bersama si Kecil di rumah.

Meskipun terlihat sederhana, tapi dampaknya begitu luar biasa bagi perkembangan anak.

Dari beberapa aktivitas di atas, Ibu bisa lanjut menerapkan metode montessori ini ke dalam kehidupan sehari-hari, lho. Ya! Di sinilah manfaat nyata dari memperkenalkan si Kecil dengan metode montessori.

Pilih kegiatan montessori yang berkaitan dengan practical life. Misalnya saja, jika melihat daftar kegiatan di atas, Ibu bisa membuat aktivitas menyocokkan kaus kaki atau melipat pakaian menjadi kebiasaan si Kecil. 

Di samping memberi kegiatan montessori yang bermanfaat, jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil setiap hari, ya, Bu. Kombinasi dari asupan nutrisi dan stimulasi yang tepat berperan penting untuk mengoptimalkan perkembangan si Kecil.

Maka, berikanlah si Kecil makanan bergizi dan Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil dengan susu Bebelac 4 GroGreat+. Susu Bebelac 4 GroGreat+ dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) agar si Kecil tumbuh hebat dengan pencernaan yang sehat (happy tummy), akal kreatif (happy brain), dan hati yang besar (happy heart)!

Jangan lupa, ibu juga bisa dapatkan lebih banyak informasi dan tips seputar kehebatan tumbuh kembang si Kecil dengan mendaftar jadi member Bebeclub!

 

Temukan Topik Lainnya

Referensi tambahan:

  1. Montessori Education — Montessori Northwest. (2014). Montessori Northwest. Montessori Northwest. https://montessori-nw.org/about-montessori-education 
  2. 10 Benefits of a Montessori Preschool. (2012, August 7). Education.com. Education.com; Education.com. https://www.education.com/magazine/article/10-benefits-montessori-preschool/
  3. The Montessori Approach. (2023). Urban Montessori Charter School. https://www.urbanmontessori.org/the_montessori_approach
  4. 49 Indoor Montessori Activities for Kids - Motherly. (2020, January 6). Motherly. https://www.mother.ly/child/child-learn-play/indoor-montessori-activities/
  5. How we montessori. (2022). How We Montessori. https://www.howwemontessori.com/how-we-montessori/
  6. Moss, W. (2022, August 9). 30 Montessori Activities To Keep Toddlers Busy At Home. MontiKids; MontiKids. https://montikids.com/blogs/blog/montessori-activities-toddlers-home 
  7. Core Components of Authentic Montessori Education. (2023). Amshq.org. https://amshq.org/About-Montessori/What-Is-Montessori/Core-Components-of-Montessori#using-montessori-materials
  8. Vikaspedia. (2023). Vikaspedia.in. https://vikaspedia.in/health/nutrition/nutrition-and-growth
  9. Probiotics may help boost mood and cognitive function - Harvard Health. (2023, March 22). Harvard Health; Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/probiotics-may-help-boost-mood-and-cognitive-function
  10. Praise. (2023). Montessori Parenting. https://montessoriparenting.org/praise/
  11. ‌Exploring the Pros and Cons of Montessori Education. (2019). Rasmussen University. https://www.rasmussen.edu/degrees/education/blog/pros_cons_montessori_education/
  12. Montessori Method of Education Explained. (2022, November 3). Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/montessori-method-of-education.html


Artikel Terkait