Perut Begah saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Perut begah saat hamil merupakan keluhan yang normal. Penyebabnya, yaitu perubahan hormon, rahim yang membesar, serta tekanan dari janin ke saluran cerna.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 21 April 2022
Diperbarui: 16 April 2026
Perut begah saat hamil dialami banyak Ibu. Tak perlu khawatir, dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, Ibu tetap bisa menjalani kehamilan dengan nyaman.
Apa Itu Perut Begah Saat Hamil?
Perut begah ketika hamil adalah kondisi yang membuat perut terasa penuh dan kencang selama kehamilan.
Perut terasa penuh saat hamil berbeda dengan GERD atau kembung. Lantas, apa perbedaan perut begah, kembung, dan GERD?
|
Kondisi |
Ciri Utama |
Penyebab Umum |
Tingkat Bahaya |
|
Perut Begah |
Terasa penuh dan kencang, seperti makanan menyangkut di perut atau perut dipenuhi cairan |
Peningkatan hormon progesteron |
Tidak berbahaya |
|
Kembung |
Tampak membesar, terasa keras, sering sendawa/kentut |
Produksi gas berlebih |
Ringan |
|
GERD/Nyeri ulu hati |
Cairan lambung naik ke kerongkongan dan sensasi terbakar |
|
Perlu diobati |
Penyebab Perut Begah Saat Hamil (Per Trimester)
Setiap trimester, akan ada perubahan fisik yang memicu perut terasa penuh saat hamil. Lantas, apa sajakah penyebab di setiap trimester?
1. Trimester 1
Perut begah saat hamil trimester 1 terjadi karena peningkatan hormon progesteron. Hormon ini melemaskan otot saluran cerna sehingga memperlambat pengosongan lambung.
Efeknya, muncul perut begah. Kondisi ini juga membuat ibu hamil rentan sembelit dan kembung pada awal kehamilan.
2. Trimester 2
Seiring bertambah usia kehamilan, ukuran janin semakin membesar hingga menekan lambung dan usus. Lambung dan usus terasa penuh dan menyebabkan perut begah saat hamil trimester 2.
Di usia kehamilan ini, ukuran rahim juga membesar dan menekan rektum. Akibatnya, kontrol otot rektum terganggu, perut lebih bergas, dan Ibu lebih sering kentut.
3. Trimester 3
Ukuran rahim dan janin paling besar pada trimester 3. Jadi, tekanan janin dan rahim ke saluran cerna akan semakin intens. Ruang di saluran cerna pun berkurang sehingga perut mudah begah.
Umumnya, perut begah saat hamil trimester 3 juga akibat GERD. Janin dan rahim menekan lambung sehingga cairan lambung naik ke kerongkongan dan membuat perut terasa penuh.
Baca Juga: 3 Jenis Makanan untuk Mengurangi Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil, Bisa Sehatkan Janin Juga, Lho!
Faktor Lain yang Menyebabkan Perut Begah Selama Hamil
Selain pertambahan usia kehamilan, ada beberapa faktor penyebab perut begah saat hamil. Apa sajakah itu?
1. Pola Makan Besar Sekaligus
Banyak ibu hamil percaya “makan untuk dua orang” sehingga melipatgandakan porsi makannya. Hal ini membuat perut terasa sangat kenyang hingga begah.
Padahal, ibu hamil hanya perlu menambah 300–500 kkal per hari pada trimester 2 hingga trimester 3. Ibu harus fokus dengan makanan bergizi, bukan cuma menambah jumlah makanan.
2. Makanan Tinggi Lemak
Lemak merupakan kandungan yang paling sulit dicerna sehingga membuat pengosongan lambung melambat. Akibatnya, perut terasa penuh dan begah selama hamil.
Karena proses mencerna lemak lebih lama, tubuh pun menghasilkan cairan asam lambung lebih banyak. Hal ini juga bisa memicu GERD dengan gejala perut begah.
3. Makanan Pemicu Gas
Beberapa jenis makanan ternyata bisa memicu gas sehingga perut terasa kembung dan begah. Makanan ini biasanya tinggi tepung dan serat.
Tepung menghasilkan gas saat dicerna. Sementara, serat tidak bisa dicerna, tetapi bereaksi dengan bakteri di usus dan menghasilkan gas.
Namun, makanan pemicu gas saat hamil tidak terbatas pada tepung dan serat saja. Berikut daftar detailnya.
|
Makanan Pemicu Begah |
Alasan |
Alternatif Aman |
|
Kubis, brokoli, kembang kol |
Menghasilkan gas |
Bayam, wortel |
|
Soda |
Menghasilkan gas |
Infused water |
|
Gorengan |
Tinggi lemak, sulit dicerna |
Makanan kukus/rebus/panggang |
|
Makanan pedas |
Perlambat saluran cerna |
Makanan dengan rasa ringan dan lembut |
|
Susu sapi |
Mengandung laktosa, picu kembung bila intoleransi |
Susu kedelai |
|
Roti putih |
Mengandung gluten, picu kembung jika intoleransi |
Roti dari tepung singkong (mocaf) |
4. Cairan Menumpuk di Pencernaan
Saat hamil, produksi darah meningkat untuk membantu tumbuh kembang janin. Nah, hal ini berdampak pada penumpukan cairan di tubuh, termasuk saluran cerna.
Kehamilan juga meningkatkan kadar hormon aldosteron dan kortisol yang membuat cairan menumpuk. Akibatnya, perut begah selama kehamilan tak dapat dihindari.
5. Kurang Bergerak
Kurang bergerak bisa menyebabkan perut begah selama hamil. Aktivitas fisik bisa mempercepat proses pengosongan lambung.
Jika jarang bergerak, proses pengosongan lambung melambat sehingga perut terasa penuh lebih lama. Kurang bergerak juga melemahkan otot-otot perut yang membuat perut begah.
Gejala Perut Begah pada Ibu Hamil
Perut terasa penuh saat hamil memiliki gejala yang cukup khas, apa saja?
- Ada sensasi penuh dan perut kencang saat hamil.
- Sensasi penuh dan kencang semakin intens setelah makan.
- Sering sendawa atau kentut.
- Perut kram ringan.
- Sembelit.
- Sensasi kembung sepanjang hari.
Baca Juga: 11 Penyebab Nyeri Perut pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya
Cara Menghilangkan Perut Begah Saat Hamil (Aman & Efektif)
Ada beberapa cara mengatasi perut begah saat hamil yang bisa dilakukan di rumah, sudahkah Ibu mencobanya?
1. Makan Porsi Kecil, Tapi Sering
Cara menghilangkan perut begah saat hamil bisa dilakukan dengan makan sedikit, tetapi sering. Tujuannya, agar lambung tidak segera penuh karena terlalu banyak makan.
Terlebih, porsi kecil bantu mempercepat proses pengosongan lambung. Jadi, produksi asam lambung tidak melonjak dan mencegah GERD.
2. Hindari Makanan Pemicu Gas
Makanan penyebab perut begah pada ibu hamil yang perlu dihindari adalah makanan pemicu gas dan asam lambung berlebih.
Untuk itu, sebaiknya kurangi atau hindari kubis, brokoli, kembang kol, gorengan, dan soda saat perut begah.
Bila memiliki intoleransi laktosa atau gluten, hindari susu sapi, roti, dan olahan gandum lainnya.
3. Minum Air Hangat
Minum air sebanyak 6–8 gelas per hari bantu cukupi kebutuhan cairan harian yang membantu proses pencernaan. Cara ini juga sekaligue mencegah sembelit pada ibu hamil.
Sebaiknya, pilihlah air hangat untuk memberikan sensasi nyaman di perut.
4. Hindari Minum Saat Makan
Minum saat makan justru membuat perut begah, karena air mengurangi ruang di lambung sehingga perut terasa semakin penuh, padahal makanan belum juga habis.
Maka itu, minumlah beberapa saat setelah makan.
5. Jalan Kaki 20–30 Menit Setelah Makan
Jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang dianjurkan untuk atasi perut begah ketika hamil. Gerakan tubuh bisa menstimulasi otot saluran cerna sehingga mempercepat pengosongan lambung.
Sebaiknya, lakukan jalan kaki ringan saja. Jalan kaki terlalu intens justru bisa membuat perut terasa kram (side stitch).
Baca Juga: Mengatasi Perut Begah Saat Hamil, Ini 3 Aktivitas yang Bisa Ibu Lakukan
6. Hindari Pakaian Ketat
Hindari ikat pinggang, celana, atau baju yang ketat untuk mencegah perut begah selama hamil. Pakaian ketat akan memberikan ekstra tekanan ke perut sehingga perut terasa kencang.
Pilihlah pakaian longgar agar perut memiliki ruang yang lebih leluasa.
7. Atur Posisi Tidur untuk Mengurangi Begah
Sebaiknya, posisi tidur untuk mengatasi perut begah adalah miring kiri dengan lutut ditekuk.
Agar lebih nyaman, letakkan bantal di antara lutut atau di bawah perut untuk mengurangi tekanan pada punggung dan pinggul.
Hindari langsung berbaring setelah makan agar cairan lambung tidak naik ke kerongkongan yang memicu GERD.
8. Kompres Hangat di Area Perut
Perut begah bisa diatasi dengan kompres hangat di perut. Suhu hangat bisa melemaskan otot-otot di sekitar perut saat terasa kaku dan kram.
Saat otot terasa rileks, tubuh dapat mencerna makanan dengan nyaman.
9. Konsumsi Probiotik Alami
Makanan kaya probiotik akan menyeimbangkan jumlah bakteri baik di saluran cerna. Bakteri baik membantu meredakan masalah pencernaan saat hamil, seperti sembelit, kembung, dan begah.
Beberapa sumber probiotik alami yang aman untuk ibu hamil, yaitu yoghurt, kefir, dan tempe.
Apakah Perut Begah Saat Hamil Berbahaya?
Perut begah apakah berbahaya? Umumnya tidak berbahaya, kecuali jika disertai:
- Nyeri hebat.
- Muntah terus.
- Demam.
- Perut keras tiba-tiba.
- Batuk-batuk setelah makan atau sebelum tidur (kemungkinan GERD).
Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter?
Segera ke dokter bila perut begah selama hamil diikuti dengan gejala-gejala berikut:
- Muntah atau diare berdarah.
- Sembelit parah.
- Tidak bisa kentut.
- Berat badan turun tanpa sebab.
- Tanda-tanda anemia, seperti kelelahan dan badan terasa melayang.
Perut begah ketika hamil merupakan keluhan kehamilan yang sering terjadi. Normalnya, keluhan ini terjadi akibat perubahan hormon dan kondisi janin yang membesar.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
