Penyebab Sembelit Saat Hamil dan Cara Mengatasi yang Aman
Tak hanya kurang serat, penyebab sembelit saat hamil adalah perubahan hormon, kurang gerak, hingga penyakit bawaan sebelum hamil. Pahami cara alami yang aman untuk atasinya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 21 April 2022
Diperbarui: 02 Maret 2026
Penyebab sembelit saat hamil sangat beragam, mulai dari meningkatnya hormon progesteron hingga tekanan berlebih pada usus. Jangan sembarangan minum obat Bu, yuk pahami cara aman mengatasinya!
Penyebab Sembelit Saat Hamil (Trimester 1, 2, dan 3)
Bingung kenapa semenjak hamil Ibu jadi sering sembelit? Berikut penyebab sembelit pada ibu hamil di tiap trimesternya.
Trimester 1
Saat hamil, peningkatan hormon progesteron membuat kerja usus melambat. Hal ini membantu tubuh menyerap nutrisi dan cairan dari makanan secara optimal.
Namun, karena makanan terlalu lama berada di usus, cairan bisa terserap berlebihan. Akibatnya, feses menjadi kering dan lebih sulit dikeluarkan.
Hal inilah yang membuat sembelit saat hamil muda sering kali terjadi.
Trimester 2
Janin di trimester 2 terus bertumbuh, jadi rahim pun kian membesar.
Hal ini membuat adanya tekanan berlebih pada usus, sehingga menyulitkan sisa pencernaan untuk keluar dari tubuh.
Gaya hidup ikut memengaruhi sembelit, Bu. Banyak ibu hamil kurang serat dan kurang minum, sehingga pencernaan jadi lambat dan sulit buang air besar.
Trimester 3
Menurut penelitian International Journal of Clinical and Experimental Medicine (2020), kekuatan otot perut cenderung menurun meskipun tekanan janin meningkat. Padahal, buang air besar memerlukan bantuan otot.
Perut yang membesar juga membuat ibu hamil di trimester 3 cenderung kurang aktif. Hal ini membuat membuat feses akhirnya makin sulit dikeluarkan.
Selain itu, memiliki wasir, fisura ani, atau fistula ani sebelum kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya sembelit selama kehamilan dan bisa jadi penyebab sembelit ketika hamil.
Gejala Sembelit Saat Hamil yang Harus Dikenali
Saat sembelit, buang air besar jadi terasa tidak nyaman yang ditandai dengan gejala seperti:
- Buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali seminggu
- Feses keras dan kering
- Sulit mengejan
- Perut terasa kembung dan penuh
Baca Juga: 5 Jenis Camilan Sehat untuk Ibu Hamil yang Wajib Dikonsumsi
Cara Alami Mengatasi Sembelit Selama Hamil yang Aman
Cara mengatasi sembelit saat hamil tidak bisa dengan sembarangan minum obat. Berikut cara alami yang aman untuk Ibu coba:
1. Perbanyak Minum Air (minimal 2–3 liter/hari)
Apa pun penyebab sembelit saat hamil, minum 2-3 liter atau sekitar 10-12 gelas per hari membantu feses melunak sehingga mudah dikeluarkan.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Serat adalah makanan untuk sembelit ibu hamil yang sangat direkomendasikan. Konsumsilah 25-30 gram serat setiap hari agar tinja lebih mudah dikeluarkan.
Berikut sumber serat saat hamil yang dianjurkan:
- Pepaya
- Pir
- Alpukat
- Oatmeal
- Sayur hijau
- Pisang matang
- Oatmeal
- Kacang-kacangan
- Sayur hijau
- Chia seeds
Untuk mengatasi sembelit, konsumsi 5 porsi buah dan sayur setiap harinya dan 1 mangkuk oatmeal per hari.
3. Olahraga Ringan
Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, senam hamil, dan prenatal yoga bantu merangsang kerja usus agar lebih lancar.
Ibu dianjurkan untuk melakukannya selama 20-30 menit sebanyak 3 kali seminggu.
4. Perbaiki Pola Makan
Saat hamil, usahakan untuk makan porsi kecil tapi sering agar tidak membuat perut begah ya, Bu.
Sebagai contoh, Ibu bisa 3 kali makan utama dengan porsi kecil dan 3 kali camilan.
Selain itu, usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan cepat saji ya, Bu.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Panas Saat Hamil
5. Minum Air Hangat Pagi Hari
Minum air hangat di pagi hari membantu melancarkan pergerakan usus sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.
Ini adalah cara BAB lancar untuk ibu hamil yang mudah dilakukan tanpa perlu usaha lebih.
6. Gunakan Posisi BAB yang Benar
Posisi BAB saat hamil agar lancar ada tipsnya. Duduk di posisi yang tepat membantu Ibu buang air besar lebih nyaman.
Caranya, condongkan tubuh sedikit ke depan.Kemudian, gunakan bangku kecil untuk menopang kaki.
Sandarkan siku di lutut dan tarik napas panjang perlahan agar otot perut rileks tanpa perlu mengejan.
Baca Juga: Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Trimester 1, 2, 3 dan Tips Memenuhinya
7. Konsultasi Dokter Bila Butuh Laksatif
Jika keluhan masih berlanjut, dokter biasanya meresepkan suplemen serat atau obat pencahar.
Meski aman, obat pencahar bisa menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, jenis dan dosisnya harus atas anjuran dokter.
Untuk memudahkan Ibu memahami penyebab dan solusinya, berikut rangkumannya.
|
Penyebab |
Penjelasan |
Solusi Aman untuk Ibu Hamil |
|
Hormon progesteron naik |
Memperlambat pergerakan usus |
Minum air lebih banyak, tambah serat |
|
Tekanan rahim membesar |
Rahim menekan usus besar |
Olahraga ringan 20-30 menit/hari |
|
Kurang cairan |
Dehidrasi membuat feses mengeras |
Minum 2-3 liter/hari |
|
Kurang serat |
Sayur dan buah kurang membuat BAB keras |
Konsumsi pepaya, pir, alpukat, oatmeal |
|
Vitamin prenatal (zat besi) |
Zat besi mengeraskan tinja |
Konsumsi vitamin setelah makan, tambah serat. Konsultasi bila parah |
|
Kurang aktivitas |
Usus lambat bergerak |
Jalan kaki, prenatal yoga |
|
Perubahan pola makan |
Nafsu makan berubah saat hamil |
Makan porsi kecil tapi sering |
Kapan Sembelit Saat Hamil Berbahaya?
Sembelit ketika hamil sudah masuk kategori berbahaya, jika:
- BAB berdarah
- Perut sangat sakit
- Tidak BAB lebih dari 7 hari
- Adanya muntah dan demam akibat sembelit
- Penurunan nafsu makan yang drastis
Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika menemukan satu atau lebih gejala tersebut ya, Bu.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
