Penyebab Perut Kembung Saat Hamil dan Cara Mengatasinya
Perut kembung saat hamil umumnya disebabkan oleh perubahan hormon yang membuat proses metabolisme melambat serta ukuran janin yang bertambah besar.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 21 April 2022
Diperbarui: 15 Januari 2026
Perut kembung saat hamil biasanya terjadi karena hormon progesteron membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat sehingga gas mudah menumpuk. Selain itu, pertumbuhan janin ikut menekan area perut sehingga menimbulkan rasa penuh atau kram. Kondisi ini umumnya dapat dikurangi dengan makan dalam porsi kecil namun sering, membatasi makanan pemicu gas seperti kol, brokoli, dan minuman bersoda, memperbanyak minum air, serta rutin olahraga ringan.
Penyebab Perut Kembung Saat Hamil
Perut kembung sangat wajar saat hamil. Malah ini bisa jadi salah satu tanda awal kehamilan, sebab tubuh Ibu mengalami perubahan hormon yang memengaruhi fungsi tubuh.
Berikut ini adalah beberapa penyebab perut kembung di setiap trimester kehamilan.
1. Perut Kembung di Trimester 1
Kembung di trimester 1 paling utama disebabkan oleh perubahan hormon drastis, terutama progesteron. Progesteron berfungsi untuk memperkuat dinding rahim di awal kehamilan.
Namun, progesteron ini juga membuat pencernaan melambat. Akibatnya, Ibu mengalami sembelit saat hamil. Sembelit ini membuat gas menumpuk yang menyebabkan kembung.
Selain itu, di trimester awal, Ibu mungkin juga lebih sering mual muntah sehingga berpotensi menelan udara lebih banyak. Ini juga dapat menyebabkan perut kembung saat hamil.
2. Perut Kembung di Trimester 2
Ukuran janin di trimester dua akan semakin membesar. Hal ini akan membuat rahim semakin menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk usus.
Hal tersebut dapat membuat pergerakan usus menjadi lebih lambat sehingga membuat Ibu jadi mudah sembelit.
Ketika sembelit, feses jadi lebih lama ada di dalam usus dan terus menghasilkan gas. Gas itulah yang menumpuk dan membuat perut kembung selama hamil.
Ukuran bayi juga membuat aktivitas Ibu mulai menurun sehingga gerak usus untuk mengeluarkan gas jadi lebih lama.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Panas Saat Hamil
3. Perut Kembung di Trimester 3
Semakin berkembangnya janin di trimester 3, semakin rahim mendesak organ pencernaan lain.
Ini akan membuat Ibu tidak hanya mengalami perut kembung saat hamil, tapi juga konstipasi bahkan heartburn.
Heartburn dan sakit maag juga dapat membuat Ibu merasa kembung dan begah saat hamil.
4. Pola Makan Kurang Tepat
Perubahan hormon dan ukuran bayi yang makin besar jadi penyebab utama Ibu mengalami perut kembung, tapi pola makan tidak tepat juga dapat memperburuk gejalanya.
Perut kembung dan begah saat hamil dapat makin memburuk jika Ibu sering mengonsumsi makanan yang memicu gas, makan terlalu cepat, dan makan dalam jumlah banyak.
Ini akan membuat produksi asam lambung meningkat dan menciptakan gas yang membuat perut jadi kembung ketika hamil.
Gejala Perut Kembung Saat Hamil
Biasanya perut kembung di masa kehamilan juga disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
- Perut terasa kencang, penuh, atau begah
- Sering sendawa
- Sering buang angin
- Sembelit atau konstipasi
- Sakit perut ringan
- Suara gemuruh di perut
Baca Juga: 6 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil
Cara Mengatasi Perut Kembung Saat Hamil yang Aman dan Efektif
Ada beberapa hal yang dapat Ibu lakukan di rumah untuk mengatasi perut kembung selama kehamilan, di antaranya:
1. Makan Porsi Kecil tetapi Sering
Makan dalam porsi besar dan cepat sering kali membuat udara lebih mudah masuk. Akibatnya, udara menumpuk dan membuat perut kembung.
Maka itu, untuk membantu mengatasi perut kembung saat hamil bisa dengan makan perlahan dan porsinya lebih kecil.
Menurut Harvard Health Publishing, makan dalam porsi yang kecil meminimalisir jumlah udara yang masuk ke lambung.
2. Hindari Makanan Pemicu Gas
Beberapa jenis makanan dapat memicu gas sehingga membuat perut semakin kembung, seperti:
|
Makanan Pemicu Kembung |
Alasan Pemicu Gas |
Alternatif Aman |
|
Brokoli, kol, kubis, kembang kol, bawang bombai |
Mengandung gula dan serat yang sulit dicerna |
Bayam, sawi hijau, wortel |
|
Minuman bersoda |
Air berkarbonasi memicu peningkatan gas |
Infused water atau jus buah asli tanpa tambahan gula |
|
Gorengan |
Lambat dicerna |
Makanan kukus, rebus, tumis, atau panggang |
|
Makanan bertepung atau mengandung gluten |
Tubuh mungkin kekurangan enzim untuk memecahnya sehingga menciptakan gas saat terjadi fermentasi di usus |
Pilih nasi atau jagung daripada karbohidrat dari tepung gandum |
|
Susu sapi (pada ibu sensitif laktosa) |
Fermentasi di usus |
Yogurt atau susu nabati |
|
Kacang-kacangan tertentu, seperti buncis, kacang merah, kacang hitam |
Tinggi raffinose (jenis serat yang sulit dicerna) |
Kacang almond, edamame |
|
Makanan pedas dan asam |
Berisiko mengiritasi lambung |
Gunakan bumbu yang ringan |
3. Minum Air Hangat untuk Merelaksasi Otot Pencernaan
Air hangat bisa membantu merangsang gerak usus dan membantu membawa sisa makanan agar dapat keluar dari tubuh.
Ditambah lagi, cukup minum akan membantu feses lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan.
Dengan demikian, ini bisa membantu mengatasi sembelit saat hamil dan gas juga lebih sedikit terbentuk.
4. Jalan Santai Setelah Makan
Untuk mengatasi perut kembung ketika hamil, Ibu juga bisa berjalan santai setelah makan atau secara rutin setiap harinya.
Sebaiknya, Ibu bisa membiasakan untuk tetap aktif bergerak selama 20-30 menit.
Olahraga ringan saat hamil bisa membantu merangsang gerak usus sehingga bisa mengatasi sembelit dan mengatasi kembung saat hamil.
5. Jangan Makan Terlalu Cepat
Makan terburu-buru cenderung meningkatkan jumlah udara yang ikut ditelan. Hal ini akan membuat perut jadi cepat kembung dan begah saat hamil.
Ibu bisa makan perlahan dalam porsi kecil untuk mengatasi sekaligus mencegah perut kembung selama kehamilan.
Baca Juga: 20 Cara Mengatasi Maag saat Hamil dengan Ampuh
6. Konsumsi Probiotik Alami
Probiotik alami, seperti yogurt, juga bisa membantu mengatasi perut kembung ketika hamil.
Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutic membuktikan bahwa pemberian yogurt dapat membantu mengurangi kembung dan begah.
Selain itu, yogurt juga bisa membantu BAB lebih lancar saat hamil dan mencegah sembelit.
7. Atur Posisi Tidur
Posisi tidur juga bisa membantu mengatasi perut kembung. Cobalah tidur miring ke kiri untuk membantu melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan ke janin.
Selain itu, menurut World Journal of Clinical Cases (2023), tidur menghadap kiri membuat asam lambung tidak terpicu naik. Jadi, gejala kembung juga mereda.
Selain miring ke kiri, Ibu juga bisa mengganjal perut atas dengan bantal atau menjepitnya di antara kedua kaki.
8. Kompres Hangat
Kompres hangat di bagian perut atau bahkan punggung dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat perut kembung selama hamil.
Sebab, menurut Japan Journal of Nursing Science, kompres hangat bisa membantu mengatasi konstipasi yang dapat menyebabkan kembung saat hamil.
9. Hindari Pakaian Ketat
Menggunakan pakaian ketat akan menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Sebab, ini akan memberikan tekanan pada area perut sehingga membuat kembung semakin parah.
Apakah Perut Kembung Saat Hamil Berbahaya untuk Janin?
Perut kembung selama hamil adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, Ibu perlu waspada jika perut kembung ketika hamil juga disertai:
- Sakit perut hebat
- Muntah terus-menerus pada ibu hamil
- BAB berdarah
- Tidak BAB selama lebih dari 3 hari
- Demam
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Walau perut kembung ketika hamil tidak berbahaya, Ibu tetap perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika:
- Berat badan turun
- Sakit perut menusuk, terutama di perut bagian atas
- Tidak BAB selama lebih dari 3 hari
- Kembung disertai mual dan diare
- Mual muntah sampai tidak bisa makan atau minum
Baca Juga: 4 Penyebab Diare Saat Hamil yang Harus Ibu Ketahui
Yuk, Bu, gabung jadi member Bebeclub untuk mendapatkan cara mengatasi perut kembung saat hamil atau kondisi ketika hamil lainnya.
Dengan menjadi member, Ibu juga berkesempatan mendapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
