8 Cara Jitu agar Si Kecil Menjadi Anak Penurut

Setiap orang tua pasti ingin si Kecil menjadi pribadi yang baik, pintar, dan disiplin. Namun, si Kecil tetaplah seorang anak-anak yang p...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
04 Jul 2023
Anak yang tidak penurut.


Setiap orang tua pasti ingin si Kecil menjadi pribadi yang baik, pintar, dan disiplin. Namun, si Kecil tetaplah seorang anak-anak yang penuh rasa penasaran dengan segala sesuatu di sekitarnya dan mulai mempunyai pendirian akan hal yang ia inginkan. 

Mungkin sebagian orang tua menganggap anak yang tidak nurut sebagai anak yang nakal. Padahal sebetulnya, sifat anak itu terbentuk karena pola asuh dari Ibu dan Ayah sebagai orang tua yang membimbingnya. Untuk itu, Ibu harus mengetahui bagaimana cara mendidik anak agar menjadi penurut. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, Bu! 

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Penurut

Bagi setiap orang tua, mendidik anak agar nurut dan patuh adalah hal yang sangat diinginkan. Orang tua merupakan sosok yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Namun, tidak semua anak mudah untuk menjadi penurut. Maka dari itu, peran orang tua dalam mendidik akan sangat bergantung pada bagaimana pola asuh yang dilakukan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Ibu terapkan agar anak nurut dan disiplin:

1. Membuat Aturan yang Jelas

Untuk mengajarkan anak supaya menjadi penurut dan disiplin, anak perlu memiliki batasan yang jelas untuk mengarahkan perilaku mereka. Jika Ibu membuat aturan yang jelas dan tegas, tentunya akan membantu si Kecil memahami tentang perilaku yang dapat diterima dan perilaku yang tidak dapat diterima. Sehingga, si Kecil akan belajar dalam mengambil keputusan yang tepat. 

Sebagai contoh, Ibu memberikan peraturan untuk tidak menonton TV sebelum selesai waktunya makan. Aturan-aturan yang dibuat juga haruslah konsisten dan Ibu harus memberikan contoh yang baik pada si Kecil.

2. Mengenalkan Rutinitas dan Kebiasaan

Menciptakan rutinitas dan kebiasaan juga dapat membantu mendidik si Kecil yang sulit diatur. Dengan adanya rutinitas, tentunya akan memberikan konsistensi dalam kehidupan sehari-hari anak, sehingga mereka akan belajar untuk mengatur waktu dan kegiatannya dengan lebih baik.

Ibu dapat memberikan penjelasan kepada si Kecil tentang aturan yang terkait dengan rutinitas. Pastikan juga anak memahami mengapa hal tersebut penting dan bagaimana hal itu dapat membantunya dalam kesehariannya. Mengajarkan rutinitas bisa dimulai dari kapan waktu untuk makan, mandi, dan bermain.

3. Memberikan Contoh pada Anak

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk sikap anak agar menjadi patuh dan disiplin. Sebab, anak itu akan belajar dengan meniru sikap yang Ibu dan Ayah lakukan. Maka dari itu, Ibu haruslah menunjukkan sikap yang baik ketika di depan si Kecil.

Ajarkan si Kecil rasa hormat, keramahan, kejujuran, kebaikan, dan toleransi. Ibu bisa mulai dengan membiasakan mengucapkan terima kasih dan memberikan pujian positif setiap si Kecil melakukan kebaikan. 

Ibu perlu berpikir dua kali ketika akan bersikap kasar pada si Kecil. Hal itu akan menjadi sifat buruk yang akan diikuti si Kecil hingga dewasa nanti.

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak dari Kegiatan Sehari-Hari

4. Berikan Pujian pada Anak

Jangan lupa untuk memberikan penghargaan dan pujian saat anak melakukan hal baik, Bu. karena hal ini akan memberikan motivasi positif bagi si Kecil untuk selalu melakukan perilaku yang baik. 

Ibu bisa memberikan penghargaan dan pujian dengan berbagai cara, seperti pujian secara verbal, memberikan hadiah kecil, memberikan waktu khusus bersama si Kecil, atau memberikan pujian tertulis dengan kartu ucapan. Namun, penting untuk memberikan pujian dengan bijaksana secara konsisten, dan sesuai dengan usaha si Kecil ya, Bu.

5. Hindari Berteriak dan Bersikap Kasar

Mendidik anak agar nurut sama orangtua bukan berarti harus membentak, ya, Bu. Hal itu merupakan cara yang buruk. Sebisa mungkin hindari berteriak atau membentak saat memberi perintah pada anak.

Hal ini malah akan membuat anak menjadi trauma dan takut, bahkan akan membuat anak semakin tidak mau nurut. Selain itu, berteriak dan bersikap kasar juga akan mengajarkan anak bahwa menyakiti seseorang itu boleh saja. 

Lakukan cara menasehati yang lebih lembut anak agar nurut, misalnya dengan beri contoh yang nyata soal kejadian di mana anak tidak mendengarkan omongan Ibu. 

Tanpa menyalahkan si Kecil, coba gambarkan bagaimana perasaan Ibu saat ia enggan menuruti perkataan Ibu dan beri tahu juga betapa bahagianya ketika ia mau mendengarkan.

6. Meluangkan Waktu untuk Anak

Sesibuk apa pun kita sebagai orang tua, jangan pernah mengabaikan waktu bermain bersama si Kecil . Sebab, memberikan sedikit waktu dengan anak sangatlah penting untuk membentuk perilaku yang baik baginya. Anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya akan coba mencari perhatian dengan berperilaku buruk karena dengan begitu ia akan mulai diperhatikan.

Untuk itu, Ibu bisa mengatur waktu untuk berkumpul bersama anak dan keluarga. Misalnya, di setiap pagi ajak Ayah dan si Kecil untuk sarapan bersama atau melakukan quality time setiap akhir pekan.

7. Menjalin Komunikasi yang Efektif

Penting untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anak agar terjalin hubungan yang baik antara orang tua dan si Kecil. Salah satu kunci utama dalam hal ini adalah dengan memberikan perhatian sepenuhnya kepada si Kecil ketika ia berbicara dan memberikan waktu yang cukup untuk ia mengekspresikan segala pikiran hingga perasaannya.

Ibu hanya cukup menjadi pendengar yang baik ketika si Kecil berpendapat. Dengan begitu, anak akan merasa bahwa pendapat dan perasaannya dapat didengar dan dihargai. Hal itu pun nantinya akan berbalik kepada Ibu saat berbicara padanya.

8. Memberikan Konsekuensi pada Anak

Untuk mendidik anak agar menjadi patuh dan mudah diatur adalah dengan menerapkan konsekuensi yang tepat. Ketika anak melakukan kesalahan, penting bagi Ibu untuk memberikan konsekuensi yang logis dan terarah.

Selain itu, penting juga untuk memberikan penjelasan yang tepat mengenai konsekuensi yang didapat si Kecil ketika melakukan kesalahan. Libatkan anak juga dalam sebuah diskusi yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami penyebab perilaku ia yang melanggar aturan. Hal ini dapat mengajarkan anak tentang rasa tanggung jawab dan memperluas pemahamannya tentang segala tindakan yang telah dilakukan.

Baca Juga: Cara Kreatif Mengajarkan Anak Kerja Sama Sejak Dini

Berapapun usia si Kecil saat ini, penting untuk konsisten dalam meningkatkan kedisiplinan anak. Jika Ibu dan Ayah tidak berpegang pada aturan dan konsekuensi yang telah diterapkan, si Kecil juga tidak akan menjadi anak penurut.

Maka dari itu, mulailah menjadi contoh yang baik bagi si Kecil jika ingin membentuk kepribadian yang baik padanya. Semoga artikel ini dapat membantu Ibu untuk membentuk kepribadian anak yang baik dan menjadi penurut ya, Bu!

Selain mengajarkan anak agar nurut dengan Ibu dan Ayah, Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil melalui pemberian susu Bebelac 3 GroGreat+ yang dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) untuk mendukung saluran cerna si Kecil (happy tummy). Ketika pencernaannya baik, anak juga akan bisa lebih aktif dan berpikir kreatif (happy brain), serta ceria dan bersemangat untuk melakukan berbagai kegiatan yang menunjang perkembangannya sambil bermain bersama teman-teman (happy heart).

Jangan lupa daftar menjadi member Bebeclub untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan tips seputar perkembangan tumbuh kembang si Kecil. 

Ibu juga bisa menstimulasi kognitif, fisik, sosial emosional si Kecil semakin tumbuh hebat dengan men-download flash card eksklusif Belajar di Rumah secara gratis! 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Disciplining Your Child (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2018). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/discipline.html
  2. ‌9 Steps to More Effective Parenting (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/nine-steps.html
  3. (2015). 5 Ways to Get Your Child to Listen. Parents. https://www.parents.com/kids/discipline/strategies/can-you-hear-me-now-5-ways-to-get-your-child-to-listen/
  4. ‌Menumbuhkan Disiplin Positif Melalui Kesepakatan Kelas & Konsekuensi Bersama (Pada Anak Usia Dini). (2021). GURU BERBAGI. https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/menumbuhkan-disiplin-positif-melalui-kesepakatan-kelas-konsekuensi-bersama-pada-anak-usia-dini/
  5. ‌Pendidikan, S., Tua, O., Pendidikan, K., & Kebudayaan, D. (n.d.). Disiplin Positif. Retrieved June 9, 2023, from https://repositori.kemdikbud.go.id/9731/1/DISIPLIN%20POSITIF%20%28TERBARU%29%203.pdf
  6. ‌Pembinaan, D., Keluarga, P., Pendidikan, K., Kebudayaan, D., Pendidikan, S., & Tua, O. (2017). Untuk informasi lebih lanjut tentang Pendidikan Keluarga dapat diperoleh di: Sahabat Keluarga Disiplin Positif. https://paudpedia.kemdikbud.go.id/uploads/pdfs/TINY_20211011_095057.pdf
  7. ‌What’s the Best Way to Discipline My Child? (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx
  8. Verywell. (2013). Teaching Kids Self-Discipline so They Can Grow Up to Reach Their Goals. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/teach-kids-self-discipline-skills-1095034


Artikel Terkait