355 X 240

5 Langkah Mudah Mengatasi Anak Malas Belajar

Bagi setiap orang tua, memiliki anak hebat adalah sebuah harapan sekaligus tantangan. Anak hebat yang cerdas tidak hanya dari sisi intelegensi, akan tetapi juga cerdas dari segi emosional.

Sayang disayang, terkadang untuk menumbuhkan anak hebat tak selalu mudah. Misalnya pada saat sang buah hati mengalami kemunduran dalam kegiatan belajarnya. Ia yang biasa semangat belajar, menjadi malas belajar dan lebih suka menonton TV atau main game.

Penyebab Anak Malas Belajar

Ibu, pasti ada satu atau sejumlah masalah yang dialami si kecil di sekolah ataupun lingkungan pergaulan yang membuat ia malas belajar. Beberapa penyebab mengapa anak malas belajar, antara lain:

  • Jenuh dengan kegiatan belajar yang monoton
    Apakah itu orang tua atau guru yang bersikap otoriter sehingga anak bosan dengan kegiatan belajar.
  • Cara belajar yang tidak efektif
    Seringkali anak dipaksa menghafalkan atau belajar secara pasif. Hal ini sangat mudah membuat anak jemu atau kehilangan gairah belajar hingga ia enggan belajar.
  • Suasana lingkungan yang tidak kondusif
    Bagi anak-anak, konsentrasi sangat mudah terbagi. Jika suasana rumah kurang nyaman atau lingkungan tidak harmonis, ia akan mencari kegiatan pengganti lainnya yang lebih menyenangkan ketimbang belajar.
  • Ada masalah sosial di lingkungan sekolah atau di rumah
    Anak merasa terintimidasi (bullying) atau dilecehkan oleh teman-temannya maupun bersitegang dengan anggota keluarga di rumah, semua turut berperan mengurangi gairah belajar anak.

Kalau sudah ada tanda-tanda anak malas belajar seperti wajah murung, tegang, cemberut, tidak semangat, atau kurang konsentrasi, ibu perlu mengambil tindakan agar masalah malas belajar buah hati tidak semakin serius. Yuk, kita cari tahu cara mengatasinya, Bu:

Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

Apabila sudah diketahui penyebab anak malas belajar baik di rumah maupun di sekolah, coba ikuti beberapa tips mengatasi anak malas belajar berikut ini:

Buat kegiatan belajar menjadi aktivitas yang gembira dan menyenangkan bagi anak

Apabila anak belajar dengan perasaan tulus dan gembira, ia lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. Misalnya, jika ia senang menggambar, ajak dulu ia menggambar baru kemudian mengajak belajar agar suasana hatinya ceria ketika belajar.

Terus memberikan motivasi positif

Tanamkan dalam pikiran anak bahwa ia mampu berbuat atau mempelajari sesuatu. Dampingi dan ingatkan anak dengan pertanyaan-pertanyaan menstimulasi minatnya pada pelajaran seperti: “Nak, sekarang kita belajar apa?”, “Mengapa sih kita perlu mempelajari itu, sayang?”, atau “Bagaimana cara mempelajarinya, kak?”

Mengajak anak aktif bertanya

Metode yang paling mudah namun efektif untuk belajar adalah aktif bertanya. Ajari ia untuk aktif bertanya yang baik secara detail kepada guru, teman sekolah maupun orang tua agar lebih memahami apa yang dipelajari.

Mengatur waktu belajar yang efektif

Ibu, belajar juga menguras tenaga dan pikiran lho! Makanya, sebisa mungkin waktu belajar terjadwal secara rutin. Misalnya, waktu belajar tidak berbenturan dengan waktu bermain atau waktu istirahat anak.

Perhatikan kondisi fisik dan psikis anak apakah ia sudah dalam kondisi siap belajar?

Anak dalam kondisi siap belajar jika keadaan fisik dan psikis dalam kondisi segar, bebas dari rasa lelah, mengantuk, rasa lapar, gangguan penyakit, rasa marah dan sebagainya. Waktu terbaik untuk belajar bisa dipilih sesuai jadwal rutin atau misalnya mulai pukul 19.00, saat anak selesai makan malam.

Mudah-mudahan informasinya berguna untuk mendidik anak yang malas belajar ya, Bu.