5 Fakta Seputar Metode Montessori, Bantu Anak Capai Potensi Terbaik

Ibu, apakah sedang mencari prasekolah untuk si Kecil? Bingung memilih metode pendidikan mana yang cocok untuk si Kecil? Coba pertimbangk...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 Aug 2022
Metode montessori kian populer dalam pendidikan anak usia dini.


Ibu, apakah sedang mencari prasekolah untuk si Kecil? Bingung memilih metode pendidikan mana yang cocok untuk si Kecil? Coba pertimbangkan metode montessori, Bu!

Saat ini, sistem pendidikan montessori mulai akrab di telinga sebagian orang tua, terutama orang tua yang memiliki anak usia prasekolah. Apa itu metode montessori, dan apa keunggulannya bagi pendidikan si Kecil? Yuk, cari tahu bersama, Bu!

Fakta Seputar Metode Montessori

Metode montessori dikembangkan lebih dari 100 tahun yang lalu oleh seorang dokter bernama Maria Montessori. Pekerjaannya sebagai dokter saat itu mempertemukannya dengan anak-anak, dan membuat ia tertarik dengan dunia pendidikan. 

Metode montessori kemudian dikembangkan sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami gangguan mental. Dan hingga saat ini, metode montessori telah digunakan oleh lebih dari puluhan ribu sekolah negeri dan swasta di seluruh dunia.1,2 

Penasaran dengan metode montessori? Berikut ini adalah fakta-fakta seputar metode pendidikan montessori yang perlu Ibu tahu:

1. Anak belajar secara mandiri 

Di dalam kelas montessori, terdapat banyak pilihan permainan dan kegiatan yang bisa dipilih oleh anak. Kemudian, anak akan memilih sendiri apa yang akan ia pelajari. Anak bisa belajar sendiri atau berkelompok dengan materi atau kegiatan yang dipilihnya. Sementara guru akan mengamati, memandu, memperkaya pengetahuan, dan memberi penilaian.2

Metode montessori kian populer dalam pendidikan anak usia dini.

Dengan cara ini, anak-anak diharapkan dapat menemukan, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi maksimalnya masing-masing. Anak-anak pun diharapkan dapat menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri serta siap menghadapi dunia nyata.2

2. Tidak mengenal reward

Ibu mungkin terbiasa memberi reward atau hadiah kepada si Kecil saat ia berhasil melakukan sesuatu. Tapi, tidak demikian dengan metode montessori, Bu. Metode pendidikan ini tidak mengenal reward atau bahkan punishment (hukuman).3

Dengan kata lain, setiap anak yang mengikuti metode pembelajaran ini tidak memerlukan motivasi dari gurunya. Hal ini berangkat dari pemikiran dan prinsip Dr. Montessori yang percaya bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika mereka memilih sendiri apa yang akan dipelajari. Dan hal ini juga mendukung sifat alami anak yang serba ingin tahu. 

3. Belajar keterampilan sehari-hari

Daripada melakukan aktivitas pura-pura (pretend play) seperti bermain jadi polisi atau dokter, di kelas montessori anak-anak akan lebih banyak diajarkan berbagai keterampilan sehari-hari yang membuatnya menjadi mandiri, misalnya cara menggunakan kaos kaki, sepatu, baju, dan celana. Mereka juga diajarkan cara memegang piring dan gelas, serta makan sendiri selayaknya orang dewasa.2 

4. Menggunakan materi konkret 

Saat mempelajari konsep abstrak seperti angka, metode montessori akan menggunakan materi konkret yang akan memperjelas tentang apa abstraksi itu. Misalnya, menggunakan kacang-kacangan untuk belajar mengenai angka, penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.2 Dengan begitu, si Kecil akan lebih mudah memahami materi yang diberikan. 

Metode montessori memungkinkan si Kecil belajar menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya.

5. Belajar dengan kelompok multi-usia

Berbeda dengan metode pendidikan konvensional yang menyatukan anak-anak yang berusia sama dalam satu jenjang kelas, ruang kelas montessori adalah lingkungan belajar yang multi-usia.4 

Jadi, anak-anak bisa saja belajar dengan teman-teman yang usianya lebih muda ataupun lebih tua darinya. Anak-anak yang lebih muda akan belajar dengan mengamati dan terus berlatih secara mandiri. Sedangkan anak-anak yang lebih besar melatih keterampilan seperti kepemimpinan dan mengembangkan nilai-nilai dengan membantu teman-temannya yang lebih muda.

Bagaimana, Bu, apakah tertarik memilih metode montessori sebagai metode pendidikan untuk membantu si Kecil mencapai potensi terbaik? Yang perlu Ibu ingat, potensi terbaik si Kecil juga harus didukung oleh nutrisi yang tepat, misalnya dari susu Bebelac 3 yang memiliki keunggulan berupa Triple A, yaitu DHA dan LA + ALA (minyak ikan), di mana kandungan minyak ikan ini 23% lebih tinggi daripada formula sebelumnya, dengan disertasi stimulasi yang tepat dukung perkembangan kognitif si Kecil.

Selain itu, Bebelac 3 juga memiliki kombinasi serat yang tepat dari FOS dan GOS sebanyak 1:9, untuk mendukung saluran cernanya. Kandungan vitamin dan mineralnya terdiri dari 14 vitamin dan 9 mineral, yang di antaranya adalah vitamin C, kalsium, zat besi, dan iodium. 

Metode montessori yang didukung dengan asupan nutrisi tepat, akan bantu si Kecil memiliki saluran cerna yang baik (happy tummy, agar membantunya menjadi lebih senang (happy heart) saat berkonsentrasi belajar (happy brain), Bu!  


 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Chloë Marshall. 2017. Montessori education: a review of the evidence base. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6161506/ [Diakses 27 Juli 2022]
     
  2. Angeline S. Lillard, et al. 2021. An Association Between Montessori Education in Childhood and Adult Wellbeing. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8656358/. [Diakses 27 Juli 2022]
     
  3. Edouard Gentaz and Sylvie Richard. 2022. The Behavioral Effects of Montessori Pedagogy on Children’s Psychological Development and School Learning. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8870616/ [Diakses 27 Juli 2022]
     
  4. Montessori.org. Montessori Programs. Diambil dari: https://montessori.org.au/montessori-programmes [Diakses 27 Juli 2022]


Artikel Terkait