Kembali ke Ibu Perlu Tahu

5 Penyebab Napas Bayi Seperti Sesak, Apakah Normal?

Saat bayi baru lahir, Ibu mungkin akan melihat napas bayi seperti sesak, dan kadang tampak tersengal-sengal. Tak perlu buru-buru panik d...

4 min
17 Jun 2022

11 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Saat bayi baru lahir, Ibu mungkin akan melihat napas bayi seperti sesak, dan kadang tampak tersengal-sengal. Tak perlu buru-buru panik dan membawa si Kecil ke dokter, ya, Bu. Karena ini adalah hal yang wajar terjadi pada bayi baru lahir. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Napas Bayi Seperti Sesak

Bayi baru lahir sering kali memiliki pola pernapasan yang tidak teratur, dan hal ini kerap menjadi pertanyaan para orangtua baru. Selain bernapas dengan cepat, bayi baru lahir juga mengambil jeda yang lama di antara napas, dan membuat suara yang tidak biasa saat bernapas, seperti mendengkur, atau mengi1.

Hal ini karena paru-paru bayi masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dan dapat bernapas dengan baik, sehingga wajar jika napasnya menjadi tidak teratur1. Frekuensi napas normal bayi baru lahir adalah sekitar 30-60 kali per menit. Kemungkinan, akan melambat hingga 20 kali per menit saat ia tidur1.

Pada bayi baru lahir yang normal, penyebab napas seperti sesak bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut1:

  1. Si Kecil bernapas lebih banyak melalui lubang hidung daripada mulut

  2. Jalur pernapasan bayi jauh lebih kecil dan lebih mudah terhalang

  3. Dinding dada bayi baru lahir lebih lentur daripada orang dewasa karena sebagian besar terbuat dari tulang rawan

  4. Pernapasan bayi baru lahir belum sepenuhnya berkembang karena mereka masih harus belajar menggunakan paru-paru dan otot-otot pernapasan yang terkait

  5. Si Kecil mungkin masih memiliki cairan ketuban dan mekonium di saluran udara tepat setelah lahir

Gangguan pernapasan pada bayi baru lahir dapat menyebabkan komplikasi.

Meski tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi Ibu pasti sangat mencemaskan kondisi di mana napas bayi seperti sesak, kan? Yuk, berhenti merasa cemas, Bu. Ada cara mudah untuk mengetahui apakah napas bayi yang seperti sesak itu adalah hal normal atau sebuah gangguan pernapasan.

Perbedaan Sesak Napas yang Normal dengan Gangguan Pernapasan 

Tidak dipungkiri, ada kondisi tertentu di mana sesak napas pada bayi baru lahir merupakan masalah yang serius. Faktanya, gangguan pernapasan dapat memengaruhi hingga 7% dari semua bayi baru lahir cukup bulan, dan angkanya semakin meningkat pada bayi prematur2. Bila tidak segera diketahui atau ditangani, gangguan pernapasan pada bayi baru lahir dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang, menyebabkan penyakit paru-paru, gagal napas, dan bahkan kematian2. Lalu, bagaimana cara Ibu mengetahui apakah napas bayi seperti sesak itu merupakan hal yang normal atau bukan?

Inilah beberapa hal yang harus Ibu perhatikan:

1. Pelajari pola pernapasan bayi baru lahir yang normal

Seperti telah disebutkan sebelumnya, frekuensi napas normal bayi baru lahir adalah sekitar 30-60 kali per menit saat ia bangun, dan kemungkinan akan melambat hingga 20 kali per menit saat ia tidur1. Ibu perlu curiga si Kecil mengalami gangguan pernapasan jika napasnya begitu cepat, yaitu lebih dari 60 kali napas per menit. Atau sebaliknya, kurang dari 30 kali per menit1. Selain itu, waspada juga apabila si Kecil berhenti bernapas lebih dari 20 detik atau disebut sebagai apnea, karena ini bisa menjadi hal yang serius3.

2. Dengarkan suara napasnya

Bayi baru lahir akan mengeluarkan bunyi pada saat bernapas. Hal tersebut adalah hal yang normal, dan disebabkan oleh adanya lendir dalam hidung yang terjebak, sehingga menghambat aliran udara3.  Beberapa jenis suara yang normal terjadi pada bayi saat bernapas, di antaranya adalah suara seperti cegukan, suara siulan, atau suara mengendus. Di luar itu, yaitu suara mengi atau mendengkur, patut Ibu curigai2,3.

3. Perhatikan tanda-tanda lainnya

Lubang hidung bayi mengembang saat bernapas menunjukkan ia sedang berusaha untuk bernapas. Kondisi ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan saluran napas seperti pneumonia3. Ibu juga bisa memerhatikan warna kulit bayi. Jika terjadi perubahan warna kulit menjadi kebiruan, itu bisa jadi pertanda ia tidak mendapatkan cukup oksigen3.

perhatikan tanda-tanda ketika napas bayi seperti sesak

Nah, jika Ibu menemukan kecurigaan bahwa napas sesak pada si Kecil mengindikasikan gangguan pernapasan, dan bukan lagi sesuatu yang normal, segeralah bawa si Kecil ke dokter untuk observasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat. 

Dan jika memang tak ada masalah yang serius menurut dokter, sebagian besar ketidakteraturan pernapasan bayi baru lahir dapat teratasi dengan sendirinya. Jadi, tak perlu lagi khawatir dengan napas bayi seperti sesak ya, Bu. 


Reference:

  1. Karen Gill. 2020. Is My Newborn’s Heavy Breathing Normal? Diambil dari: https://www.healthline.com/health/newborn-breathing [Diakses 23 April 2022]
     
  2. Suzanne Reuter, et al. 2014. Respiratory Distress in the Newborn. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4533247/#:~:text=(1)(15)%20Normally%2C,than%2060%20breaths%20per%20minute.  [Diakses 23 April 2022]
     
  3. David J. Gallacher, et al. 2016. Common respiratory conditions of the newborn. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4818233/  [Diakses 23 April 2022]
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait