Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Mudah Ibu Lakukan di Rumah! 5 Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi

Uhuk, uhuk. Mendengar si Kecil batuk berdahak, rasanya tidak tega, ya Bu. Segala informasi mengenai cara mengatasi batuk berdahak pada b...

4 min
11 Apr 2022
cara mengatasi batuk berdahak pada bayi

Artikel ini belum diulas

Uhuk, uhuk. Mendengar si Kecil batuk berdahak, rasanya tidak tega, ya Bu. Segala informasi mengenai cara mengatasi batuk berdahak pada bayi, pasti segera Ibu pelajari, agar batuk si Kecil cepat mereda dan ia kembali nyaman.


Namun tahukah Ibu, ternyata batuk itu ada manfaatnya, lho. Batuk adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang menempel pada lendir saluran napas. Meningkatnya intensitas batuk adalah tanda bahwa ada gangguan pada saluran napas. Nah, bila intensitas batuk cukup hebat, pasti akan mengganggu, ya, Bu. Si Kecil bisa kesulitan bernapas, dan tidurnya pun terganggu.


Yuk, Bu, kita cari tahu cara mengatasi batuk berdahak pada bayi, agar ia lebih nyaman.

Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi

Saat batuk, berikan si Kecil minum lebih banyak, ya Bu.

Virus dan kuman ada di mana-mana, Bu. Makin sering kita keluar rumah, tentu paparan terhadap virus dan kuman pun makin besar. Di masa pandemi ini, tentu kita ingin meminimalkan kemungkinan si Kecil terpapar penyakit. Bila ia mulai batuk-batuk, ada baiknya Ibu membatasi bepergian.

Selain itu, jika si Kecil terlanjur batuk, sebaiknya hindari memberikan obat batuk kepada bayi, ya, Bu, kecuali atas resep dokter. Obat batuk yang aman bagi anak-anak dan orang dewasa yang biasa kita gunakan sehari-hari, bisa menimbulkan efek serius pada anak di bawah 2 tahun. Untuk penanganan pertama, Ibu bisa melakukan 5 cara mengatasi batuk berdahak pada bayi berikut ini.  

1. Berikan minum lebih banyak

Saat batuk, si Kecil perlu minum lebih banyak. Cairan tambahan akan membantu lendir jadi lebih encer, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan.

Bila si Kecil masih berusia 6 bulan tetap berikan  ASI eksklusif, Ibu bisa lebih sering menyusuinya agar ia mendapat ekstra cairan. Pada bayi 6 bulan ke atas, Ibu bisa memberi si Kecil minum lebih banyak. Dapat diberikan ASI atau  air putih, dan bisa pula jus buah buatan sendiri. Cairan tersebut dapat diberikan lebih banyak daripada biasanya.

2. Nyalakan humidifier

Udara yang lembap akan menjaga lendir pada saluran napas tetap lembap dan tidak kering. Ini membuat si Kecil bernapas lebih mudah dan nyaman, serta mengurangi gatal pada tenggorokannya.

Ibu bisa menjaga kelembapan udara di kamar dengan menyalakan humidifier, khususnya ketika ia tidur. Humidifer model uap dingin dianggap lebih aman ketimbang yang menghasilkan uap. Jangan lupa bersihkan humidifier secara rutin, ya, Bu, untuk mencegah tumbuhnya lumut.

3. Tinggikan kepala bayi saat tidur

Posisi tidur yang datar bisa memperburuk batuk si Kecil, Bu. Untuk mengakalinya, Ibu bisa menggulung handuk dan meletakkannya di bawah kepala bayi, sehingga posisi kepalanya lebih tinggi saat tidur. Dengan posisi seperti ini, lendir lebih mudah mengalir ke arah yang seharusnya, yaitu kerongkongan, sehingga mencegah si Kecil tersedak oleh lendir, dan ia pun bisa tidur lebih nyaman.

4. Pastikan si kecil cukup istirahat

Istirahat (tidur) sangat penting untuk membantu pemulihan si Kecil. Pastikan si Kecil beristirahat cukup, ya, Bu, baik di siang hari maupun malam hari. Menyalakan humidifier dan meninggikan kepalanya saat ia tidur, bisa membantunya tidur lebih nyaman dan nyenyak.

5. Berikan makanan berkuah atau bertekstur lembut

Jika si Kecil sudah mendapat MPASI (Makanan Pendamping ASI), Ibu bisa melembutkan tekstur makanannya. Tenggorokan pasti terasa tidak nyaman saat batuk. Makanan bertekstur kasar akan lebih sulit ditelan karena bisa menimbulkan nyeri.

Untuk itu, Ibu bisa memberinya makanan berkuah atau, dengan makanan dengan tekstur yang lebih lembut. Untuk camilan, misalnya, Ibu bisa memberinya yogurt, atau membuatkan puding kesukaannya.

Kapan Perlu ke Dokter?

Madu baik untuk kesehatan, tapi tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun.

Batuk memang ada manfaatnya. Namun tetap perlu waspada ya Bu. Sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter bila ia menunjukkan tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Kesulitan bernapas 

  • Bernapas lebih cepat dari biasanya 

  • Kebiruan atau kehitaman pada bibir, wajah, atau lidah 

  • Demam tinggi khususnya bila batuk tidak disertai pilek atau hidung tersumbat 

  • Demam pada bayi < 3 bulan 

  • Napas berbunyi saat bernapas atau batuk 

  • Batuk berdarah 

  • Ada suara berisik saat menarik napas 

  • Bunyi mengi saat mengembuskan napas 

  • Bayi tampak lemah, rewel, atau gelisah 

  • Bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti pusing, mengantuk, mulut kering/lengket, mata cekung, menangis tanpa atau hanya sedikit air mata, pipis lebih jarang atau Ibu jadi lebih jarang mengganti popok 

Dan satu hal lagi yang perlu diingat, hindari memberi madu untuk si Kecil, ya. Meski Ibu cukup sering mendengar saran untuk memberi madu ketika anak batuk, tapi saran tersebut hanya berlaku untuk anak usia 1 tahun ke atas. Bayi di bawah 1 tahun belum boleh diberi madu. Madu tidak akan mengurangi gejala batuk pada bayi, malah bisa menimbulkan penyakit yang disebut botulisme pada bayi.

Bagaimana, sudah jelas, kan, Bu? Semoga lima cara mengatasi batuk berdahak pada bayi di atas dapat membantu, ya.


Referensi:

  1. Darmawan B Setyanto. (2015). Batuk: Kawan atau Lawan? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/batuk-lawan-atau-kawan  [diakses 10 Februari 2022] 

  2. WebMD. (Diulas secara medis oleh Renee A Alli, MD, 2020). Cough Remedies for Babies and Toddlers. Diambil dari https://www.webmd.com/cold-and-flu/cough-home-remedies-babies-toddlers

  3. Healthychildren.org. (Terakhir diperbarui 2018). Coughs and Colds: Medicines or Home Remedies? Diambil dari https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Coughs-and-Colds-Medicines-or-Home-Remedies.aspx

  4. Ellen Greenlaw – WebMD. (Diulas secara medis oleh Dan Brenann, 2015). Tips to Comfort Your Sick Baby. Diambil dari https://www.webmd.com/parenting/baby/features/comfort-sick-baby 

  5. Kidshealth.org. (Diulas secara medis oleh Patricia Solo-Josephson, MD). Diambil dari https://kidshealth.org/en/parents/childs-cough.html 

 



Artikel Terkait