ciri-ciri-bayi-alergi

Alergi pada Si Kecil: Ciri-ciri Bayi Alergi dan Penanganannya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu pasti khawatir saat si Kecil sering batuk, diare atau mengalami gatal dan kemerahan pada kulit. Apakah ini ciri-ciri bayi alergi? Ya, semua bayi, dapat mengalami alergi. Faktanya, dari 30-40% populasi dunia yang mengalami alergi, jumlah terbesarnya adalah anak-anak dan dewasa muda1.

Penyebab dan reaksi alergi yang dialami setiap orang pun sangat beragam. Agar si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat terhadap reaksi alerginya, mari simak jenis-jenis alergi pada bayi dan cara penanganannya.

Penyebab Alergi pada si Kecil 

Alergi pada bayi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Faktor genetik. Sebanyak 40% bayi yang lahir dari Ibu yang mengalami alergi akan mengalami alergi pula di kemudian hari2. 
  • Faktor makanan dan minuman. Biasanya, makanan dan minuman yang mengandung susu sapi, cokelat, minuman dingin, dan mengandung pengawet bisa menjadi pencetus alergi pada bayi3.  Pada si kecil yang mengonsumsi ASI, biasanya bisa terpapar alergen melalui bahan makanan yang dikonsumsi oleh Ibu menyusui2.  

Baca Juga: Susu Soya sebagai Alternatif Anak Alergi Susu Sapi

Apabila Ibu menemukan si Kecil mengalami tanda alergi setelah menyusui dan Ibu ternyata baru mengonsumsi makanan yang mengandung alergen misalnya susu sapi atau produk berbahan dasar susu sapi,  maka Ibu perlu menghindari konsumsi semua makanan yang mengandung protein susu sapi dan produk turunannya, seperti keju, yogurt, dan mentega4. Namun, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mengetahui penyebab alergi yang dialami. Ibu juga bisa memberikan anak susu formula dengan kandungan soya. Bebelac Gold Soya adalah susu dengan formula isolat kedelai untuk anak 1 tahun ke atas.

  • Faktor pencetus hirupan. Banyak anak yang alergi terhadap serpihan kulit hewan, air liur kering hewan berbulu, tungau dan debu, asap rokok, bau menyengat dari parfum cat, dan pencetus lainnya3.   
  • Faktor lain yang ikut berkontribusi adalah polusi udara dan cuaca. Misalnya, bila anak alergi udara dingin, maka pakaikan si Kecil baju tebal saat cuaca dingin serta batasi aktivitas fisik anak yang terlalu melelahkan agar tidak memancing gejala batuk atau sesak napas3

Ciri-ciri Bayi Alergi

Reaksi alergi bisa timbul secara cepat atau lambat. Reaksi alergi yang timbul dengan cepat adalah bila gejala muncul dalam satu jam setelah terpapar alergen. Ciri-cirinya adalah gatal-gatal, kesemutan atau gatal di sekitar mulut atau bibir, pembengkakan pada lidah, bibir atau tenggorokan, batuk, sesak napas, muntah, kulit kemerahan dan biduran4

Baca Juga: 4 Perbedaan Susu Soya dan Susu Formula Anak

Sementara itu, reaksi lambat adalah reaksi alergi yang muncul berjam-jam atau berhari-hari setelah terpapar alergen. Ciri alergi yang termasuk reaksi lambat adalah diare, kram perut, sakit perut, hematokezia atau munculnya darah pada feses, kolik4

Ada pula reaksi alergi berat atau disebut anafilaksis yang ditandai dengan sesak napas, saluran udara menyempit, gatal, serta bengkak pada tenggorokan, kelopak mata, bibir, atau lidah4.

Cara Mengatasi Bayi Alergi

Si Kecil dapat terhindar dari alergi dengan cara menjauhkannya dari faktor pencetus alergi. Misalnya, dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi Ibu dan menjaga kebersihan lingkungan.   

Setelahnya, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan bantuan medis ketika gejala tetap tidak membaik. Dengan konsultasi ke dokter, Ibu juga bisa mengetahui dengan pasti faktor pencetus alergi pada si Kecil.  Karena tim medis bisa melakukan tes alergi seperti tes uji tempel kulit, pemeriksaan pengukuran kadar imunogobulin E (IgE) dalam darah, atau skin prick test (SPT)5.

Setelah mengetahui ciri-ciri bayi alergi, kini Ibu lebih tenang untuk melakukan langkah pencegahan dan penanganannya. Tetap semangat mendampingi tumbuh kembang anak sesuai dengan kondisinya ya, Bu! 


Referensi:

  1. Gatot Soegiarto, Mai Shihah Abdullah, Luki Agustina Damayanti, Arief Suseno, Chaerul Effendi. 2019. The prevalence of allergic diseases in school children of metropolitan city in Indonesia shows a similar pattern to that of developed countries.  Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6494661/   [Diakses 3 September 2021] 
  2. Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K). 2013. Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak.  Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak [Diakses 3 September 2021] 
  3. Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A. 2017. Tips Penghindaran Pencetus Alergi.  Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apa-ya-penghindaran-pencetus-ini  [Diakses 3 September 2021] 
  4. Christopher W. Edwards; Mohammad A. Younus. 2021. Cow Milk Allergy. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542243/  [Diakses 3 September 2021] 
  5. Dina Muktiarti (Divisi Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM). 2015. Perlukah Tes Alergi? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/perlukah-tes-alergi  [Diakses 3 September 2021] 
Tag