8 Cara Mendidik Anak Supaya Pintar dan Penurut, Tanpa Bentakan

Cara mendidik anak supaya pintar dan penurut adalah dengan membuat aturan jelas, rutinitas terprediksi, hingga menjadi teladan untuknya. Hindari teriakan karena bisa membuatnya membangkang.

Cara mendidik anak-bebeclub


Cara mendidik anak memang jadi tantangan tersendiri. Apalagi saat balita, ia memiliki rasa penasaran tinggi dan mulai tahu apa yang ia inginkan. Tenang Bu, berikut tips mendidik anak tanpa bentakan.

Kenapa Anak Sulit Nurut pada Orang Tua?

Anak yang terlihat tidak nurut bukan berarti nakal, melainkan mencerminkan pola asuh orang tua dan bagian dari proses perkembangannya.

Oleh karenanya, penting bagi Ibu dan Bapak memahami pola pengasuhan yang tepat agar anak belajar bersikap kooperatif.

Saat anak sulit menurut pada orang tuanya, ada beberapa faktor yang mendasarinya, yaitu:

  • Sedang belajar mandiri
  • Aturan tidak konsisten
  • Kurang didengar
  • Terlalu sering dimarahi

Cara Mendidik Anak agar Penurut dan Disiplin

Mendidik anak bertujuan agar anak patuh karena ia memahami aturannya, bukan karena takut. Berikut cara mendidik anak supaya pintar dan penurut, serta disiplin tanpa perlu bentakan.

1. Buat Aturan Jelas dan Konsisten

Anak perlu memiliki batasan yang jelas untuk mengarahkan perilaku mereka. Bersama Bapak, susunlah aturan apa saja yang perlu ia taati.

Melansir British Journal of Developmental Psychology (2016), aturan juga harus konsisten karena ini adalah cara paling efektif agar anak memahaminya.

Sebagai contoh, Ibu memberikan peraturan untuk tidak bermain di luar sebelum sarapan. Meski anak tantrum, tegas pada aturan yang sudah dibuat membuatnya belajar untuk disiplin.

2. Bangun Rutinitas Harian yang Terprediksi

Dengan adanya rutinitas, anak akan belajar untuk mengatur waktu dan kegiatannya dengan lebih baik dan terprediksi.

Dengan begitu, anak bisa tahu kegiatan apa yang perlu dilakukannya setelah ia melakukan aktivitas tertentu. Hal ini mengurangi risiko ia membantah dan tantrum.

Untuk itu, buatlah jadwal harian mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi dan lakukan secara konsisten setiap hari untuk mendisiplinkan anak.

3. Jadilah Contoh, Bukan Hanya Pemberi Perintah

Anak adalah peniru ulung. Ia akan belajar dengan melihat keseharian Ibu dan Bapak di rumah. Alih-alih memerintah, contohkan sikap disiplin dalam aktivitas sehari-hari.

Cara mendidik anak satu ini sebenarnya paling mudah tetapi sering kali luput dari ingatan.

Misal, jika Ibu ingin anak rajin beribadah, maka Ibu dan Bapak harus memberinya contoh setiap hari agar ia tahu bahwa ini juga kewajiban untuknya.

Baca Juga: 5 Cara Kreatif Mengajarkan Anak Kerja Sama Sejak Dini

4. Gunakan Pujian Spesifik, Bukan Berlebihan

Pujian bantu memotivasi si Kecil untuk melakukan perilaku positif lainnya. Gunakan pujian spesifik agar ia tahu perilaku mana yang benar.

Contohnya, “Anak Ibu pintar sekali sudah bisa membereskan tempat tidur sendiri” atau “Hebat sekali, Nak, mainannya dibereskan tanpa disuruh.”

5. Nasehati Anak dengan Nada Tenang dan Empatik

Berteriak tidak akan membuat anak nurut. Sebaliknya, cobalah mendekat, rendahkan tubuh Ibu setinggi mata anak, dan lakukan kontak mata.

Kemudian, gunakan kalimat “Ibu merasa…”. Jangan lupa, cara menasehati anak yang efektif yaitu fokuslah pada perilaku yang ingin dikoreksi dan jangan melabelinya.

Sebagai contoh, “Ibu merasa, kamu lagi sering lupa taruh piring kotor di dapur sehabis makan. Mulai hari ini, ingat-ingat lagi ya, sayang.”

6. Hindari Teriakan dan Hukuman Fisik

Berteriak atau membentak bisa membuat anak menjadi trauma dan takut. Cara mendidik anak yang satu ini membuat si Kecil justru semakin tidak mau nurut.

Selain itu, berteriak dan bersikap kasar juga akan mengajarkan anak bahwa menyakiti seseorang itu diperbolehkan.

Ibu bisa bicara seperti, “Adik, kalau selesai mandi lap kakinya di keset, ya. Nanti licin loh lantainya, kalau nanti ada yang jatuh karena licin kan sakit, Nak.”

Baca Juga: Mengajarkan Anak Belajar dari Kegiatan Sehari-Hari

7. Luangkan Quality Time Setiap Hari

Sesibuk apa pun kita sebagai orang tua, jangan pernah mengabaikan waktu bermain bersama si Kecil.

Sebab, anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya akan coba mencari perhatian dengan berperilaku buruk karena dengan begitu ia akan mulai diperhatikan.

Untuk itu, Ibu bisa mengatur waktu untuk berkumpul bersama dan berikan positive attention. Misalnya, setiap pagi buat rutinitas sarapan bersama atau main sepeda di sore hari.

8. Terapkan Konsekuensi Logis, Bukan Ancaman

Anak lebih mudah patuh ketika ia merasa aman dan dihargai. Ibu dan Bapak bisa menjelaskan jika ia melakukan sesuatu yang merugikan, akibatnya akan ada hal merugikan lainnya. 

Jangan mengancamnya saat ia menolak melakukan sesuatu karena bisa membuat anak takut. Menakutinya bukanlah disiplin yang baik dan disiplin tidak harus selalu dikerasi.

Contoh: “Kalau kamu tidak mau makan siang, perut kamu akan sakit karena tidak ada makanan yang masuk. Kalau sakit, kamu tidak bisa main sama teman deh.”

Baca Juga: Panduan Lengkap Belajar Sambil Bermain, Manfaat, dan Aktivitas Seru untuk Anak

Dampak Anak Sering Dimarahi atau Dibentak

Penelitian menunjukkan bahwa pola disiplin yang keras, seperti membentak dan memarahi anak ternyata berdampak besar pada perilaku bahkan kesehatan anak. Berikut penjelasannya:

  • Bentakan tidak benar-benar memperbaiki perilaku, justru bisa membuat anak makin membangkang, sehingga orang tua makin sering marah.
  • Marah dan teriakan dari orang tua bisa mengubah cara otak anak berkembang, karena otak lebih mudah menyerap hal-hal negatif dibanding yang positif.
  • Anak bisa merasa takut, sedih, dan terluka, bahkan berisiko mengalami masalah psikologis seperti depresi sampai dewasa.
  • Stres karena dimarahi sejak kecil bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan di masa depan, seperti sakit kepala, nyeri leher dan punggung, hingga nyeri kronis lainnya.

Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Makin Tidak Nurut

Sebagai orang tua, Ibu dan Bapak mungkin tidak sadar bahwa ada beberapa kesalahan yang membuat anak makin sulit diatur. Berikut faktor-faktornya:

  • Terlalu sering mengancam
  • Tidak konsisten
  • Membandingkan anak
  • Menuntut tanpa memberi contoh

Cara mendidik anak yang baik agar penurut memang tidak mudah. Namun, semua ini mungkin dilakukan dengan cara-cara yang sudah dipaparkan. Tetap semangat ya, Bu!

Yuk Bu, daftar jadi member Bebeclub untuk akses ratusan konten parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline BebeCare terdiri dari ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Koç, A. (2023). Curiosity of Preschool Children (4–6 Years of Age) about Religious and Moral Issues. Religions, 14(2), 260. https://doi.org/10.3390/rel14020260
  2. Florit, E., Roch, M., Gianmarco Altoè, & Levorato, M. C. (2009). Listening comprehension in preschoolers: The role of memory. British Journal of Developmental Psychology, 27(4), 935–951. https://doi.org/10.1348/026151008x397189
  3. ‌Sanvictores, T., & Mendez, M. D. (2022, September 18). Types of Parenting Styles and Effects on Children. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK568743/
  4. ‌Team, E. (2018, November 5). What’s the Best Way to Discipline My Child? HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx
  5. Florit, E., Roch, M., Gianmarco Altoè, & Levorato, M. C. (2009). Listening comprehension in preschoolers: The role of memory. British Journal of Developmental Psychology, 27(4), 935–951. https://doi.org/10.1348/026151008x397189
  6. Team, E. (2023). 13 Reasons Why Your Child Doesn’t Listen. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-beyond-power/202307/13-reasons-why-your-child-doesnt-listen
  7. Borman, A. (2025, August 2). Top 5 Critical Child Rearing Mistakes Every Parent Must Avoid Immediately. American SPCC. https://americanspcc.org/top-5-critical-child-rearing-mistakes-every-parent-must-avoid-immediately/
  8. Sisterhen, L. L., & Ann, P. (2023, February 4). Temper Tantrums. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544286/


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun