Cara Anak Belajar Warna Sesuai Usia dan Tahap Perkembangannya
Belajar warna melatih kemampuan kognitif anak dan penting untuk pelajaran membaca di kemudian hari. Ajarkan pelajaran warna dari aktivitas dan permainan harian anak.
Belajar warna penting untuk melatih kemampuan visual anak. Lalu, adakah cara seru supaya anak lebih mengenal warna? Yuk, simak info lengkapnya di sini!
Kenapa Anak Perlu Belajar Mengenal Warna Sejak Dini?
Mempelajari warna mengasah keterampilan kognitif dan bahasa. Mengenal dan membedakan warna membantu otak menafsirkan apa yang dilihat dengan mata. Kemampuan ini penting untuk belajar membaca.
Warna juga meningkatkan perhatian anak. Dengan begitu, informasi disimpan dalam jangka panjang dan ia akan lebih mengingat informasi tersebut.
Manfaat belajar mengenal warna penting untuk memahami simbol-simbol penting dan mengaitkannya dengan konteks yang ada. Misalnya, lampu merah di jalan berarti berhenti.
Ingat, belajar warna bukan hanya sekadar menyebut warna dengan benar.
Kapan Anak Mulai Mengenal Warna? Ini Tahapannya
Memperkenalkan berbagai warna bisa dimulai sedini mungkin. Sebelum memberikan stimulasi warna, Bapak Ibu perlu memahami tahapan kemampuan mengenal warna pada anak. Berikut penjelasannya.
1. Usia <1 Tahun
Anak mulai mampu melihat warna pada usia 4–5 bulan. Di usia ini, anak sudah bisa melihat warna hijau dan merah cerah selain warna hitam, putih, dan abu-abu.
Meski begitu, anak yang berusia kurang dari 1 tahun memang masih belum bisa melihat rona atau nuansa warna sejelas orang dewasa.
2. Usia 1–2 tahun
Memasuki usia 2 tahun, si Kecil mengenali setidaknya satu warna baru. Umumnya, anak mengenal salah satu warna dasar, yaitu merah, kuning, atau biru.
Anak juga mulai bisa mengerti instruksi sebanyak 2 langkah, seperti “pilih piring warna kuning, lalu masukkan ke kardus”
3. Usia 3 tahun
Kebanyakan anak akan dapat mengidentifikasi sekitar 2–4 warna di usia 3 tahun. Anak mulai mengaitkan warna dengan objek di sekitarnya, seperti langit berwarna biru atau rumput berwarna hijau.
Akan tetapi, cepat lambatnya mengenal dan membedakan warna sangat bervariasi. Beberapa anak bisa mengenali warna lebih banyak dan cepat.
Perbedaan ini normal, kok! Salah sebut warna pun masih normal. Selalu dampingi si Kecil dalam setiap tahap perkembangannya untuk membantu mengenal warna dengan cara yang menyenangkan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Belajar Sambil Bermain, Manfaat, dan Aktivitas Seru untuk Anak
Tanda Anak Sudah Siap Belajar Warna
Ajak anak mempelajari berbagai warna apabila ia sudah menunjukkan tanda-tanda berikut.
1. Mulai Menunjuk Benda
Saat menunjuk benda, si Kecil menunjukkan ketertarikannya pada suatu hal. Ia pun akan mencoba meraihnya jika bisa. Biasanya, kemampuan ini muncul pada usia 6–8 bulan.
Selain menunjuk dan mencoba meraih benda, ia juga akan bertepuk tangan bila sedang senang melihat benda-benda yang disukai.
2. Meniru Kata Sederhana
Belajar warna bisa dimulai bila ia mulai meniru kata-kata dan gerakan orang lain. Ia juga akan bersuara tanpa arti, seperti “mamama” dan mencoba menjawab obrolan orang tuanya.
Ia juga akan merespon orang lain dengan mengangguk atau menggeleng. Kemampuan ini ada pada anak usia 9–11 bulan.
3. Bisa Mengikuti Instruksi Sederhana
Pembelajaran tentang warna tidak akan optimal bila anak masih kesulitan memahami instruksi sederhana. Untuk itu, ajak mempelajari warna bila ia sudah bisa merespon dan mengikuti perintah.
Kemampuan ini sudah dimulai sejak usia 1 tahun dan biasanya anak sudah bisa mengikuti 2 instruksi sederhana.
Baca Juga: Manfaat Finger Painting untuk Anak dan Cara Aman Bermainnya
Prinsip Penting Mengajarkan Warna pada Anak
Agar bisa dipahami dengan optimal, ada beberapa prinsip penting yang perlu dilakukan, yaitu:
1. Mulai dari Warna Primer
Pertama-tama, perkenalkanlah warna-warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning. Ketiganya merupakan warna utama yang digunakan untuk membentuk warna-warna lainnya.
Sebelum mempelajari warna lain, anak perlu memahami warna dasar terlebih dahulu.
Selain itu, ketiga warna ini juga cukup kontras sehingga mudah dibedakan. Hal ini mempermudah anak mempelajari warna.
2. Satu Warna dalam Satu Waktu
Pelajaran akan lebih mudah bila dilakukan secara bertahap. Perkenalkanlah warna satu per satu agar anak bisa fokus memproses dan memahami suatu warna dengan optimal.
Dengan begitu, proses pembelajaran tidak membebani dan tidak membuat anak kewalahan.
3. Konsisten tapi Santai
Pembelajaran akan bisa dipahami bila si Kecil diberi kesempatan untuk terus mengulang berkali-kali. Inilah yang disebut konsistensi.
Untuk menghindari rasa bosan saat mengulang belajar warna, cobalah dengan cara yang santai tapi tetap seru.
Contohnya, bernyanyi, membacakan buku cerita, dan menyebut warna mainan saat si Kecil asyik bermain.
4. Fokus Pengalaman, Bukan Hafalan
Dengan pengalaman, ada berbagai kemampuan yang terstimulasi sehingga anak akan memahami warna dengan optimal.
Ajak anak mengenal warna dengan berbagai cara, seperti mencampur cat warna di atas kertas, mengelompokkan mainan berdasarkan warna, dan mencari benda di luar rumah sesuai warna yang ditentukan.
Proses pembelajaran ini membuat anak memahami sesuatu karena menemukan dan menyadari sesuatu, bukan sekadar menghafal. Jadi, pemahamannya lebih bermakna.
Cara Anak Belajar Warna Lewat Aktivitas Sehari-hari
Untuk mengajari berbagai macam warna pada si Kecil, coba perkenalkan dari kesehariannya. Berikut kegiatan harian yang bisa dicoba.
1. Belajar Warna dari Lingkungan Sekitar
Salah satu cara mudah memahami warna adalah lewat lingkungan sekitar. Coba ajak anak berjalan-jalan sambil menunjuk dan menyebut warna benda-benda di sekitarnya.
Misalnya, menunjuk daun yang berwarna hijau, bunga berwarna merah, atau kucing berwarna hitam.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), belajar dengan lingkungan sekitar sambil berjalan-jalan penting untuk merangsang kemampuan kognitif anak dalam mengenal warna.
2. Belajar Warna dari Makanan & Dapur
Sediakan sejumlah bahan makanan seperti paprika merah atau hijau, pisang, terong, brokoli, wortel, sawi hijau, bok choy, jeruk, semangka, dan lainnya. Lalu, ajak memilah sesuai warna.
Kemudian, ajak anak untuk menyebut nama-nama bahan makanan yang sudah disiapkan tersebut.
Tak hanya itu, ajak pula si Kecil bereksperimen di dapur. Misalnya, mencampurkan plain yoghurt, selai stroberi, beberapa buah blueberry sehingga menghasilkan satu warna baru.
3. Belajar Warna Lewat Lagu & Cerita
Coba gunakan lagu atau musik sebagai cara seru belajar mengenal warna bersama anak. Dengan demikian, anak akan bersemangat tanpa menyadari bahwa Ia sedang belajar.
Ajak anak untuk mendengar dan menyanyikan berbagai lagu anak yang memiliki lirik macam-macam warna, misalnya lagu “Balonku”, “Pelangi”, atau “Lihat Kebunku.”
Rutinlah memutar ulang lagu-lagu tersebut agar anak mengingat liriknya. Supaya anak lebih paham akan warna benda, coba bernyanyi sambil menunjukkan warna tersebut.
4. Belajar Warna Lewat Berpakaian & Rutinitas
Caranya belajar warna ini sangat mudah, lho. Cobalah ajak anak untuk menunjukkan beberapa pilihan warna pakaian, celana, rok, atau kaus kaki.
Kemudian minta mereka memilih mana pasangan pakaian yang memiliki warna mirip. Dengan begitu, anak lebih mudah paham dan mengerti mengenal warna.
Ide Permainan Seru untuk Membantu Anak Mengenal Warna
Selain aktivitas sehari-hari, ada berbagai ide bermain sekaligus memahami warna. Apa sajakah itu?
1. Permainan Observasi Warna
Berikan petunjuk deskripsi suatu benda di sekitar yang tidak berpindah tempat agar mudah dicari. Misalnya, Bapak Ibu ingin menggunakan warna kuning dalam permainan.
Lalu, Bapak Ibu bisa berkata, "Apakah kamu melihat benda berwarna kuning di badan Bapak atau Ibu?”
Kemudian, biarkan anak menjawab dengan "ya" atau "tidak”, lalu ajak anak menunjuk benda yang dimaksud.
2. Permainan Gerak & Imajinasi
Belajar warna juga bisa dilakukan dengan bermain peran. Ajak anak berpura-pura menjadi seorang petualang yang menjelajah kawah gunung berapi.
Sebelum mulai bermain, siapkan dulu beberapa lembar kertas lebar dengan warna-warni berbeda dan buat “jalur batu” menggunakan kertas-kertas tersebut.
Beri tahu si Kecil bahwa gunung berapi sudah meletus dan ia harus menyelamatkan diri dengan menyeberangi ruangan dengan menginjakkan kaki pada “batu berwarna” sesuai instruksi.
Misalnya, Bapak Ibu mengaba-aba “Yuk, lompat ke batu warna merah!” Setelah anak berhasil melangkahkan, ganti arahan ke warna yang lain, “Sekarang, pindah ke batu warna kuning!”
3. Permainan Klasifikasi & Mencocokkan
Permainan ini mirip dengan permainan detektif warna, tapi jenisnya bisa lebih beragam. Beberapa permainan klasifikasi dan mencocokkan yang bisa dicoba, di antaranya:
- Berburu warna: cari dan masukkan benda dengan warna sama ke satu ember.
- Tarik warna: belajar warna sekaligus asah motorik halus, sediakan 3 kain polos masing-masing beda warna, minta anak menarik kain sesuai warna yang disebut.
- Kereta warna: sediakan beberapa lembar kertas dengan warna berbeda sebagai “gerbong”, minta anak tempel bola plastisin ke warna yang disebut. Sebut juga jumlah bola plastisin agar anak belajar berhitung.
Baca Juga: 10 Cara Belajar Membaca lewat Lagu untuk si Kecil
Kesalahan Umum Saat Mengajarkan Warna pada Anak
Meski sudah konsisten belajar mengenal warna, ada beberapa kesalahan yang justru menghambat proses pemahamannya. Apa saja?
1. Memaksa Anak Menyebut Warna
Memaksa anak menyebut warna tidak membuat anak bisa langsung mengetahui nama dan jenis warna. Ia malah merasa tertekan.
Bila dilakukan berkepanjangan, anak akan rentan mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Ia akan enggan belajar karena menganggap kegiatan ini tidak menyenangkan untuknya.
2. Mengoreksi Terlalu Sering
Mengoreksi setiap kesalahan anak justru membuatnya tidak bereksplorasi banyak. Ia akan takut membuat kesalahan dan rasa ingin tahunya bisa hilang.
Ingat, kesalahan merupakan bagian dari pembelajaran warna. Terlalu sering mengoreksi anak hanya membuatnya fokus ke kesalahan, bukan eksplorasi warna.
3. Terlalu Cepat Mengenalkan Banyak Warna
Ingat, proses belajar selalu bertahap. Pastikan ia memahami satu atau dua warna terlebih dahulu sebelum memperkenalkan warna baru.
Terlalu cepat mengenalkan banyak warna bisa membuat anak kewalahan. Hal ini memicu overstimulasi sehingga anak rewel dan enggan melanjutkan pelajaran.
Belajar warna penting untuk mengasah kemampuan lain di kemudian hari. Namun, ingatlah bahwa proses belajar harus bertahap.
Lakukanlah pembelajaran dengan cara menyenangkan agar si Kecil tidak merasa terbebani dan menikmati kegiatan ini.
Jangan lupa, penuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk mendukung perkembangan otaknya. Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
