Gemuk Belum Tentu Sehat, Ini 8 Penyebab Obesitas pada Anak
Obesitas pada anak disebabkan oleh asupan kalori yang berlebih dibanding yang dibakar tubuh. Pemicunya bisa pola makan tidak sehat, kurang gerak, faktor keturunan, dan kondisi emosi anak.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 01 Juli 2026
Diperbarui: 01 Juli 2026
Penyebab obesitas pada anak adalah kelebihan kalori, yang jumlahnya lebih besar dibanding energi yang dibakar tubuh. Pemicunya antara lain pola makan tak seimbang, kurang aktivitas fisik, faktor keturunan, serta gaya hidup dan kebiasaan makan dalam lingkungan keluarga.
Penyebab Obesitas pada Anak yang Paling Umum
Obesitas pada anak ditandai dengan kelebihan berat badan jika dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO. Kenali faktor penyebabnya agar Ibu lebih cermat menangani kasusnya.
1. Kebanyakan Makanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Jenuh
Makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh kalorinya pasti tinggi. Maka, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam serta berlemak bisa membuat anak rentan obesitas.
Masalahnya, makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh biasanya rendah akan zat gizi penting. Akibatnya, anak mungkin jadi minta makan terus karena sebetulnya tubuhnya belum mendapatkan nutrisi yang cukup.
Contoh makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh antara lain makanan cepat saji, gorengan, dan makanan kemasan yang telah melalui berbagai macam proses industri (UPF).
2. Minuman Manis dan Susu Tinggi Gula
Minuman manis seperti minuman rasa buah atau susu dalam kemasan biasanya mengandung gula tambahan yang tinggi.
Kebanyakan gula dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak. Inilah yang menjadi penyebab obesitas pada anak.
3. Anak Kurang Bergerak
Penyebab obesitas pada anak terjadi saat jumlah kalori yang masuk tidak seimbang dengan kalori yang dibakar. Sedangkan tubuh akan membakar kalori ketika anak beraktivitas dan bergerak.
Itulah mengapa kurang gerak bisa menyebabkan penumpukan kalori sehingga anak berisiko kelebihan berat badan.
Jadi, Ibu harus hati-hati kalau tiap hari anak kebanyakan screen time karena main game di HP, tablet, atau TV serta mengonsumsi konten seperti video, film, dan lainnya.
4. Kebiasaan Ngemil Berlebihan
Anak memang butuh camilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi selama masa pertumbuhannya.
Akan tetapi, ada beberapa kasus di mana orang tua, sering kali tanpa disengaja, memberikan camilan yang berlebihan pada anak. Misalnya:
- Khawatir anak kelaparan, jadi terus-terusan ditawari camilan.
- Memberikan camilan kesukaan si Kecil ketika ia rewel atau bosan.
- Anak susah makan, hanya mau ngemil terus-terusan.
- Terbiasa ngemil sambil menonton televisi atau menggunakan gadget.
- Menghadiahi anak dengan camilan atau jajanan kalau perilakunya baik atau sebagai cara menunjukkan kasih sayang.
Kebiasaan ini tanpa disadari bisa membuat anak rentan kelebihan berat badan dan sudah terlalu terbiasa ngemil, sehingga akan susah untuk direm atau diubah polanya.
Baca Juga: Ukuran Lingkar Perut Anak yang Normal dan Cara Mengukurnya
5. Pola Tidur yang Buruk
Kurang tidur, atau kebiasaan tidur terlalu larut malam pada anak juga bisa jadi faktor penyebab obesitas pada anak.
Ini karena saat tidur, hormon dalam tubuh anak bekerja untuk mengatur nafsu makan dan metabolisme.
Nah, kalau jadwal tidur anak kacau atau ia sering kurang tidur, metabolismenya juga ikut terganggu dan anak mungkin jadi lebih sering lapar.
6. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Faktor genetik dapat menjadi penyebab obesitas pada anak, terutama jika ada riwayat keluarga dengan berat badan berlebih.
Namun, bukan berarti anak yang punya gen ini sudah pasti akan obesitas ya, Bu. Faktor lain seperti pola makan dan aktivitas si Kecil juga amat berpengaruh terhadap pertumbuhannya.
7. Pola Makan Keluarga
Selain faktor biologis seperti gen, kebiasaan makan yang diterapkan dalam keluarga juga bisa diwariskan kepada anak.
Jadi, pola makan keluarga seperti jenis makanan dan minuman yang tersedia di rumah, jadwal makan, porsi makan, serta aturan soal makanan sangat menentukan juga apakah anak berisiko obesitas.
8. Faktor Psikologis dan Emosi Anak
Pada anak-anak, kondisi psikologis dan emosi mereka juga berpengaruh terhadap hormon dan metabolisme tubuhnya.
Jadi, stres yang tidak dikelola seperti karena pindah rumah, baru punya adik, atau kehilangan sosok penting dalam hidup si Kecil bisa memicu nafsu makan berlebih. Tanpa disadari, hal ini bisa menjadi penyebab obesitas pada anak.
Baca Juga: Cara Hitung Status Gizi Anak + Cara Membacanya
Selain memantau tumbuh kembang anak, jangan lupa memperhatikan kesehatan pencernaannya. AI Poop Tracker dari Bebeclub dapat membantu memantau kondisi pup si Kecil dengan lebih praktis. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik.
Ibu juga bisa lebih mudah memahami arti pup si Kecil dengan mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile. Tak hanya itu, Ibu bisa menikmati berbagai keuntungan membership, termasuk mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah menarik. Yuk, coba sekarang!
Dampak Obesitas pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Obesitas pada anak adalah kondisi kesehatan serius yang tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan, obesitas pada anak bisa berdampak pada hal-hal berikut ini:
- Diabetes tipe 2
- Tekanan darah tinggi
- Susah tidur dan/atau tidur mendengkur
- Gangguan pernapasan
- Mudah lelah
- Nyeri sendi dan gangguan pertumbuhan tulang
- Pubertas dini, terutama pada anak perempuan
- Kurangnya percaya diri, risiko depresi, dan gangguan makan (eating disorder)
- Risiko obesitas hingga dewasa
Berbagai dampak ini tentu akan menghambat tumbuh kembang anak hingga jangka panjang. Maka, makin cepat Ibu kenali penyebab obesitas pada anak dan menanganinya, makin baik.
Nah, sekarang Ibu bisa juga memantau berat dan tinggi badan si Kecil dengan lebih praktis lewat AI Growth Tracker. Cukup dengan foto dari HP, Ibu sudah bisa dapat gambaran tumbuh kembang si Kecil kapan saja, tanpa perlu alat khusus. Dicoba, yuk!
Cara Mengatasi Obesitas pada Anak
Cara mengatasi obesitas pada anak adalah menerapkan pola makan sehat, mengajak anak aktif bergerak, dan menjaga kebiasaan baik sehari-hari. Berikut penjelasan lengkapnya, Bu!
1. Perbaiki Pola Makan Anak Secara Bertahap
Pelan-pelan, ganti makanan kemasan dan siap saji dengan lebih banyak bahan pangan alami seperti sayur, buah, tempe, telur, dan daging segar.
Misalnya si Kecil hanya mau makan nasi dan 4 potong nugget. Sekarang, coba sajikan nasi dengan sepotong atau 2 potong nugget, sedikit sayur, dan dada ayam.
Bila sudah terbiasa, nugget bisa digantikan sepenuhnya dengan sumber protein lebih sehat yaitu telur, tempe, atau dada ayam. Porsi nasi juga bisa dikurangi, sayurnya yang ditambah.
Intinya, hindari yang ekstrem, baik itu diet ekstrem maupun perubahan yang terlalu drastis. Lebih baik fokus pada kemajuan yang sedikit-sedikit tapi konsisten dalam jangka panjang.
2. Batasi Minuman Manis dan Tinggi Gula
Anak makannya tidak terlalu banyak, tapi berat badannya naik terus? Perhatikan asupan kalori cairnya, Bu. Misalnya dari teh manis, minuman kemasan, atau susu tinggi gula.
Kurangi konsumsi minuman manis setiap harinya, apalagi kalau sudah mendekati jadwal makan anak agar tidak kekenyangan dari minum dan malah menolak makan makanan bergizi.
3. Biasakan Anak Lebih Aktif Bergerak
Supaya kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa terbakar dengan optimal, biasakan si Kecil untuk lebih banyak bergerak. Mulai pelan-pelan dulu saja, tidak harus langsung olahraga intens.
Yang penting anak tidak kelamaan duduk atau tiduran. Ajak jalan-jalan di taman atau tempat rekreasi, atau minta anak untuk ikut bantu kegiatan Ibu di rumah seperti menyiapkan makanan.
4. Terapkan Aktivitas Fisik Sesuai Usia Anak
Anak-anak dianjurkan untuk beraktivitas fisik selama paling tidak 3 jam tiap hari, termasuk bermain dan berolahraga.
Nah, Ibu bisa sesuaikan aktivitas fisik anak dengan tahapan perkembangannya. Sebagai contoh, aktivitas yang direkomendasikan untuk anak usia 1–3 tahun yaitu:
- Berlari
- Melompat
- Memanjat
- Lempar tangkap bola
- Menari
Sedangkan anak usia 3–5 tahun umumnya sudah bisa diajak:
- Naik sepeda
- Main sepak bola atau basket
- Bermain di playground
5. Batasi Screen Time
Screen time yang terlalu lama tiap hari bisa mengganggu jadwal tidur anak, membuatnya malas bergerak, atau malah membuatnya ingin ngemil terus karena bosan.
Bagi balita, WHO merekomendasikan orang tua untuk membatasi screen time anak maksimal satu jam setiap harinya. Semakin kurang waktu screen time anak, semakin baik.
6. Pastikan Anak Tidur Cukup
Kurang tidur menjadi penyebab obesitas pada anak karena mengacaukan hormon dan metabolisme si Kecil. Pastikan setiap hari anak tidur yang cukup dengan jadwal teratur.
Bangun rutinitas malam hari yang menenangkan supaya si Kecil siap istirahat dan tidak terganggu macam-macam.
7. Libatkan Seluruh Anggota Keluarga
Penyebab obesitas pada anak itu ada banyak faktor, jadi cara terbaik mengatasinya adalah menjalani perubahan menyeluruh bagi tiap anggota keluarga. Jangan membebani anak sendirian untuk berubah.
Anak tidak mungkin bisa mengubah kebiasaannya sendiri, apalagi menentukan makanan apa saja yang tersedia di rumah. Jadi, libatkan seluruh anggota keluarga dalam proses si Kecil.
Mulai dari yang kecil dulu seperti makan bersama sekeluarga dengan menu yang serupa atau olahraga bersama tiap hari.
8. Jangan Menghadiahi Anak dengan Makanan
Kalau makanan tidak sehat dijadikan hadiah, anak bisa menganggap makanan tersebut lebih istimewa dibanding makanan lain.
Misalnya mengatakan anak boleh makan permen kalau sayurnya sudah habis bisa membuat anak berpikir sayur itu cuma “tugas” dan “beban”, bukan makanan yang nikmat dan penting.
Baca Juga: 10 Cara agar Anak Suka Makan Sayur Tanpa Drama
Apakah Anak Obesitas Bisa Kembali ke Berat Ideal?
Perlu dicatat, Bu, tujuan utama menangani obesitas pada anak bukan untuk menurunkan berat badan secara cepat.
Fokusnya yaitu membantu anak tumbuh optimal dengan pola hidup yang lebih sehat dan seimbang dalam jangka panjang.
Lewat dukungan keluarga, perubahan konsisten, dan program medis yang tepat, anak yang obesitas berkesempatan untuk punya tubuh ideal sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Baca Juga: Pola Hidup Sehat untuk Anak: 10 Cara Memulai
Kapan Anak Obesitas Perlu Dibawa ke Dokter?
Dalam beberapa kasus yang serius, anak dengan berat badan berlebih membutuhkan penanganan medis khusus. Jangan ragu bawa anak ke dokter apabila:
- Berat badan anak naik sangat cepat
- Anak sesak saat beraktivitas
- Lingkar perutnya besar
- Mendengkur atau napasnya bunyi saat tidur
- Ada riwayat diabetes keluarga
- Anak sulit dikontrol makannya
Nah, sekarang Ibu sudah tahu apa saja penyebab obesitas pada anak dan cara mengatasinya dengan bijak. Ibu masih punya pertanyaan seputar perkembangan si Kecil?
Daftar gratis jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli, yuk!
Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac.
