Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil agar Terhindar dari Anemia
Ibu hamil dengan anemia bisa tampak lemas, pucat, hingga pusing. Cegah anemia saat hamil dengan makan sumber zat besi, asam folat, vitamin B12, serta dukung dengan vitamin C.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 06 Maret 2026
Diperbarui: 06 Maret 2026
Makanan penambah darah untuk ibu hamil meliputi berbagai sumber zat besi, asam folat, vitamin B12, serta vitamin C. Apa saja pilihan terbaiknya untuk ibu hamil? Yuk, cek di bawah ini, Bu!
Mengapa Ibu Hamil Rentan Kekurangan Darah?
Ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah (anemia) karena tubuh butuh lebih banyak zat besi dan hemoglobin untuk menyuplai oksigen ke Ibu dan mendukung pertumbuhan janin.
Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, tubuh Ibu akan kesulitan memproduksi sel darah merah yang cukup sehingga berisiko mengalami anemia.
Tanda anemia pada ibu hamil bisa berupa mudah lelah, pusing, kulit pucat, jantung berdebar cepat, mudah memar, hingga sesak napas.
Jika tidak ditangani, anemia dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, serta membahayakan kesehatan ibu hamil. Ibu juga berisiko mengalami perdarahan saat persalinan dan rentan terkena infeksi.
Nutrisi Utama Penambah Darah yang Dibutuhkan Ibu Hamil
Ibu bisa mencegah anemia saat hamil dengan mencukupi asupan nutrisi harian yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Berikut sumber nutrisinya:
1. Zat Besi (Heme & Non-Heme)
Zat besi merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Zat besi heme berasal dari sumber hewani seperti daging merah tanpa lemak, hati sapi/ayam, unggas, ikan, sedangkan zat besi non-heme berasal dari sumber nabati seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan.
2. Asam Folat
Asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan membantu mencegah anemia selama kehamilan.
Nutrisi ini juga sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin, terutama pada awal kehamilan.
Makanan penambah darah untuk ibu hamil yang bersumber dari asam folat dapat diperoleh dari sayuran hijau, kacang-kacangan, buah jeruk, serta suplemen sesuai anjuran dokter.
3. Vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsinya tetap normal.
Nutrisi bagi ibu hamil ini juga membantu kerja sistem saraf, sehingga kekurangannya dapat menyebabkan Ibu mengalami anemia dan mudah lelah.
Vitamin B12 banyak ditemukan pada makanan hewani seperti daging, telur, ikan, susu, kerang, serta sumber lain seperti tempe, sayur bayam buah pisang, dan buah stroberi.
4. Vitamin C sebagai Pendukung Penyerapan
Vitamin C berperan sebagai pendukung agar penyerapan zat besi lebih optimal.
Dengan bantuan vitamin C, zat besi lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga pembentukan sel darah merah menjadi lebih optimal.
Ibu hamil bisa memperoleh vitamin C dari buah jeruk, stroberi, kiwi, tomat, jambu biji, dan sayuran segar seperti bayam, brokoli serta kembang kol.
Baca Juga: Cara Mengatasi Mual Saat Hamil, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Bisa Ibu Konsumsi
Daftar Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil
Berikut pilihan makanan untuk menambah darah ibu hamil sehari-hari:
1. Sumber Hewani (Zat Besi Heme)
Zat besi yang bersumber dari hewani meliputi:
- Hati ayam/sapi.
- Daging merah.
- Ikan.
- Telur.
- Daging unggas, seperti ayam dan bebek.
- Udang.
- Kerang.
2. Sumber Nabati (Zat Besi Nonheme)
Makanan penambah darah untuk ibu hamil yang tinggi zat besi dari sumber serat dan nabati di antaranya:
- Bayam.
- Kangkung.
- Kacang-kacangan.
- Tahu.
- Tempe
- Buah bit.
- Ubi jalar.
- Brokoli.
- Kale.
Baca Juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil Muda
3. Buah Penambah Darah yang Aman untuk Ibu Hamil
Ada juga buah sebagai selingan makanan penambah darah untuk ibu hamil, seperti:
- Stroberi.
- Semangka.
- Kismis.
- Kurma.
- Buah Ara.
- Prun.
- Aprikot Kering.
- Persik Kering.
- Jeruk.
- Kiwi.
Cara Mengonsumsi Makanan Penambah Darah agar Lebih Efektif
Selain mengetahui makanan penambah darah untuk ibu hamil, Ibu juga bisa optimalkan cara konsumsinya agar penyerapannya lebih efektif.
1. Kombinasikan dengan Vitamin C
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi, terutama dari sumber nabati seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan.
Itu sebabnya, konsumsi makanan penambah darah sebaiknya disertai buah atau minuman tinggi vitamin C.
Misalnya, Ibu bisa makan bayam dengan perasan jeruk atau minum jus buah setelah makan untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi secara alami.
2. Hindari Teh & Kopi Setelah Makan
Teh dan kopi mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu makan atau secara berlebihan, tanin dalam teh/kopi dapat mengikat zat besi dan mencegah penyerapannya, sehingga mengurangi jumlah zat besi yang diterima tubuh.
Sebaiknya beri jeda sekitar 1-2 jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh atau kopi agar penyerapan zat besi tetap optimal ya, Bu.
3. Atur Jadwal Makan & Camilan
Pola makan yang teratur membantu tubuh menyerap nutrisi lebih optimal. Ibu hamil disarankan untuk tidak melewatkan waktu makan dan menambahkan camilan sehat di sela-sela waktu makan utama.
Memiliki jadwal makan yang teratur membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan zat besi dan nutrisi pendukungnya lebih baik untuk mendukung pembentukan sel darah merah.
Contoh Menu Harian Penambah Darah untuk Ibu Hamil
Dari beragam sumber makanan penambah darah untuk ibu hamil, berikut rekomendasi susunan menu hariannya:
- Sarapan: Nasi atau roti gandum, telur rebus, tumis bayam, dan segelas jus jeruk atau jambu biji.
- Makan siang: Nasi, daging sapi atau ayam, sayur brokoli atau bayam, serta tahu atau tempe sebagai lauk pendamping.
- Camilan: Yogurt atau susu ibu hamil, potongan buah seperti pisang atau pepaya, dan kacang almond.
- Makan malam: Nasi, ikan atau ayam panggang, sayur kangkung, serta buah semangka segar sebagai penutup.
Baca Juga: 5 Makanan Harus Dihindari untuk Mencegah Perut Begah saat Hamil
Kapan Ibu Hamil Perlu Suplemen Penambah Darah?
Ibu hamil disarankan untuk minum suplemen penambah darah bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar feritin rendah, hemoglobin rendah, dan tes darah lainnya merujuk ke anemia defisiensi besi.
Saat Ibu sudah berusaha meningkatkan produksi sel darah merah dari makanan, tapi hasil pemeriksaan menunjukkan masih kurang, maka dokter dapat menganjurkan konsumsi rutin suplemen penambah darah.
Tips Aman Mencegah Anemia Selama Kehamilan
Ibu bisa menjaga kehamilan tetap sehat dengan mencegah anemia melalui cara berikut:
- Terapkan pola makan teratur.
- Makan aneka makanan penambah darah untuk ibu hamil.
- Minum suplemen sesuai anjuran dokter.
- Rutin cek kadar hemoglobin dalam darah.
- Konsumsi makanan atau minuman kaya zat besi bersamaan dengan sumber vitamin C.
Yuk, jadi member Bebeclub untuk mengakses ratusan artikel parenting dan informasi gizi anak yang lengkap serta terverifikasi ahli. Sebagai member, Ibu juga bisa menikmati fitur eksklusif untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis sekarang!
