6 Cara Menurunkan Demam pada Anak Tanpa Obat

Anak-anak sering sekali demam. Si Kecil di rumah juga begitu, Bu? Demam memang salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering dialami an...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

not yet estimated
03 Jul 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Anak-anak sering sekali demam. Si Kecil di rumah juga begitu, Bu? Demam memang salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering dialami anak kecil. Kondisi ini pun bisa muncul tiba-tiba, misalnya usai ia bermain atau pulang sekolah. Tak ayal bila orang tua sering kali merasa panik saat mengetahui tubuh anaknya terasa panas saat dipegang. Alhasil yang terpikirkan adalah cepat-cepat memberikan obat penurun demam atau membawanya langsung ke dokter.

Tapi tunggu dulu, Bu, ada banyak cara menurunkan demam pada anak yang bisa Ibu dan Ayah lakukan di rumah. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini!

Apa Penyebab Anak Demam?

Pada dasarnya, demam adalah kondisi yang wajar dialami oleh anak kecil. Ini karena demam adalah respon tubuh normal saat sistem imun anak untuk melawan infeksi. Daya tahan tubuh si Kecil memang masih belum sempurna, Bu. Tak heran, begitu ia mengalami infeksi atau kondisi tertentu (seperti kelelahan, dehidrasi, dan lain-lain), suhu tubuhnya akan mudah meningkat di atas suhu normal. 

Ketika mikroorganisme seperti bakteri maupun virus masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mengeluarkan zat kimia yang disebut sitokin dan sel kekebalan alami lainnya. Untuk membantu melawan infeksi, maka bagian otak yang bernama hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh.

Saat dahi si Kecil terasa hangat, sebaiknya Ibu lakukan pengukuran suhu untuk memastikan bahwa ia memang terkena demam. Si Kecil dapat dikatakan demam apabila pengukuran suhu menunjukkan angka sebagai berikut:

  • Di atas 38° Celsius bila diukur dengan alat termometer yang diletakkan di dubur. 
  • Di atas 37,8° Celsius bila diukur dengan alat termometer yang diletakkan di mulut.  
  • Di atas 37,2° Celsius bila diukur dengan alat termometer yang diletakkan di ketiak.

Meski demikian, tidak semua demam menandakan gejala penyakit yang serius kok, Bu.  Kenaikan suhu tubuh yang dialami anak juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lain, seperti kepanasan, penggunaan pakaian yang terlalu tebal, efek samping setelah imunisasi, serta akibat anak sedang tumbuh gigi.

Baca Juga: Ketahui Suhu Normal Bayi serta Cara Tepat Mengukurnya

Cara Menurunkan Demam pada Anak Tanpa Obat

Ketika anak demam, pertama-tama Ibu bisa terus memantau kondisi tubuh si Kecil. Jika ia masih mau makan, minum, dan tetap lincah bermain dan beraktivitas seperti biasanya, kemungkinan ia belum membutuhkan obat penurun demam. 

Meski demikian, baiknya Ibu memberikan pengobatan secara alami terlebih dahulu untuk mengatasi demam dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Berikut beberapa cara menurunkan demam pada anak tanpa harus menggunakan obat yang bisa Ibu dan Ayah lakukan di rumah. 

1. Kompres Air Hangat

Salah satu cara mengatasi demam pada anak yang paling penting dan mudah dilakukan adalah melakukan kompres air hangat di bagian leher dan ketiak. Kompres hangat bekerja dengan cara mengeluarkan panas tubuh lewat pori-pori kulit.

Ibu bisa menyiapkan wadah atau baskom berisi air hangat suam-suam kuku dan handuk waslap bersih. Kemudian, basahi handuk waslap dengan air hangat, peras, dan tempelkan di leher dan ketiak anak agar panas tubuhnya cepat turun. 

Ketika handuk waslap sudah mendingin, angkat kompres lalu basahi ulang dan tempelkan lagi sampai suhu tubuhnya stabil. 

Namun perlu diingat, Bu, jangan gunakan air dingin untuk mengompres anak yang sedang demam, ya. Kompres dingin justru akan membuat si Kecil menggigil. Alih-alih panasnya mereda, suhu tubuhnya justru makin naik. 

Selain itu, hindari pula memberikan kompres menggunakan cairan alkohol karena berisiko terhirup, atau bahkan mengiritasi kulit anak.

2. Mandi Air Hangat

Selain memberikan kompres hangat, Ibu juga bisa turunkan demam si Kecil dengan mengajaknya mandi pakai air hangat suam-suam kuku. 

Hindari memandikan anak dengan air dingin, ya, karena bisa membuatnya menggigil sehingga berakibat pada meningkatnya suhu tubuh si Kecil.

Jika si Kecil tidak mau mandi, jangan khawatir. Coba cara alami menurunkan panas pada anak lainnya dengan membersihkan tubuhnya menggunakan handuk hangat.

Cukup basahi kain atau handuk kecil, lalu gosokkan pelan pada tubuh anak. Hal ini bisa membuat tubuhnya jadi lebih nyaman, rileks, dan membantu meredakan demam.

3. Kenakan Pakaian Adem dan Nyaman

Jika anak sudah mandi, segera keringkan tubuhnya menggunakan handuk lembut dan pakaikan pakaian yang nyaman sebagai cara mengatasi demam tinggi pada anak. Pilihlah pakaian yang berbahan tipis dan adem, supaya panas dari tubuh anak bisa cepat keluar. 

Sebaiknya, hindari memakaikan pakaian tebal atau berlapis-lapis, misalnya jaket atau menutup badannya dengan selimut tebal karena malah akan membuat suhu badannya makin naik. Kenapa begitu? Karena bahan tebal ini justru akan memerangkap panas dalam tubuh si Kecil bersama dengan keringat. 

Untuk itu, yang bisa Ibu lakukan adalah mengenakan baju berbahan katun atau kaos yang tipis dan bisa menyerap keringat sehingga panasnya bisa lebih mudah keluar. 

Kalau si Kecil merasa kedinginan, Ibu bisa memberikan selimut sampai ia merasa hangat lagi.

4. Pastikan Anak Banyak Minum Cairan

Anak yang demam sangat berisiko dehidrasi karena tubuhnya kehilangan banyak cairan. Bila dibiarkan, dehidrasi pada anak sangat berbahaya.

Oleh sebab itu, pastikan anak terus mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Hindari memberikan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, atau minuman bersoda. Karena jenis minuman ini justru bisa membuat anak buang air kecil terus-menerus sehingga anak lebih cepat kehilangan cairan tubuh.

5. Biarkan Anak Istirahat Cukup 

Saat anak demam, sangat penting lho untuk membiarkan ia banyak tidur dan istirahat agar panas tubuhnya cepat turun. Ini karena selama ia tidur, sistem kekebalan tubuh anak akan bekerja paling optimal untuk melawan infeksi yang menyebabkan demam. Selain itu, aktivitas yang berlebihan bisa membuat demam anak tidak kunjung turun. 

Oleh karena itu, cobalah mengurangi aktivitas dan waktu bermainnya sementara waktu sampai anak kembali pulih seperti sedia kala sebagai cara meredakan panas anak.

6. Buat Kamar Si Kecil Terasa Sejuk

Cara cepat menurunkan panas pada anak tanpa obat lainnya adalah membuat kamar tidurnya tetap sejuk agar si Kecil tetap merasa nyaman.

Ibu dapat menyetel kipas angin untuk memastikan sirkulasi udara kamar si Kecil tetap lancar dan supaya ia tidak merasa kepanasan ataupun kedinginan.

7. Gosok Pakai Bawang Merah

Kalau Ibu masih punya stok bawang merah segar di dapur, coba cara ini yuk untuk turunkan demam si Kecil.

Cukup siapkan sebanyak 2-3 siung bawang merah yang telah dikupas kulitnya. Bawang merah dapat diiris, dihaluskan, atau diparut, kemudian campur dengan minyak telon atau minyak kayu putih. 

Setelah itu, Ibu bisa balurkan minyak bawang merah di punggung si Kecil sambil memijat ringan tubuhnya. Sebaiknya, lakukan cara ini saat si Kecil sedang tidur lelap ya, agar ia tidak terganggu dengan bau bawang atau sensasi pedasnya.

Lantas, apakah menurunkan demam anak menggunakan bawang merah sudah terbukti? Bawang merah memang pernah diteliti mengandung sejumlah antioksidan penting, seperti saponin, quercetin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang menunjukkan efek positif dalam penyembuhan berbagai penyakit yang berhubungan dengan peradangan dan gangguan imun. Demam salah satunya.

Mengutip Journal of Health Science, mengoleskan bawang merah ke tubuh juga bisa membantu melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah sehingga perpindahan panas dari tubuh ke kulit dapat terjadi lebih cepat.

Gejala Demam yang Perlu Diwaspadai

Nah, itu dia cara mengatasi demam pada anak yang mudah Ibu dan Ayah lakukan di rumah. 

Jika demam si Kecil hanya disebabkan karena ia kelelahan, dehidrasi, atau flu ringan, biasanya akan mereda setelah Ibu melakukan langkah-langkah di atas. 

Ketika anak mengalami demam, jangan lupa Ibu harus memperhatikan aktivitas si Kecil secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, serta perhatikan pula buang air kecilnya setiap 3-4 jam. 

Bila anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, sebaiknya Ibu perlu waspada dan segera membawanya ke dokter. 

Tak hanya itu, Ibu dan Ayah juga perlu memeriksakan si Kecil ke dokter apabila demam pada anak tidak berangsur mereda walaupun sudah melakukan berbagai cara mengatasi demam pada anak di atas. 

Segera periksakan anak ke dokter apabila si Kecil menunjukkan gejala di bawah ini:

  • Muntah atau diare.
  • Mulut kering. 
  • Nyeri telinga atau telinga berair. 
  • Demamnya hilang dan pergi.
  • Anak rewel dan merasa lemas.
  • Pucat dan kejang.
  • Sakit kepala berat.
  • Demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja.
  • Memiliki penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal.
  • Demam disertai ruam.
  • Anak tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak.
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir, lidah, dan kuku si Kecil tampak berwarna kebiruan.
  • Ubun-ubun terlihat cekung.
  • Ada kekakuan di leher anak.
  • Nyeri kepala hebat.
  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah.
  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar.
  • Anak tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum.
  • Anak tampak gelisah.
  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur.
  • Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang.

Baca Juga: Penyebab Anak Demam Disertai Muntah dan Cara Mengatasinya

Semoga si Kecil cepat sembuh dan aktif seperti sedia kala ya, Bu! Jangan lupa Ibu juga bisa berkonsultasi kepada Tim BebeCare yang hadir 24 jam menjawab pertanyaan Ibu terkait tumbuh kembang dan kesehatan si Kecil. Yuk, coba sekarang!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Fever (High Temperature) In Kids (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  2. Fever in babies and kids: Causes, treatment, and when to worry. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/fever-and-your-baby-or-child_84#how-to-treat-a-fever-in-your-baby-or-child
  3. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  4. (n.d.). JOURNAL OF UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA. Retrieved 21 June 2023, from https://journal2.unusa.ac.id/index.php/JHS/article/download/2048/1441/10613
  5. A review of anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory effects of Allium cepa and its main constituents. (2021). Pharmaceutical Biology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13880209.2021.1874028
  6. IDAI | Penanganan Demam pada Anak. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
  7. Jarvis, S. (2020, February 18). Fever in Children (High Temperature). Patient.info. https://patient.info/childrens-health/fever-in-children-high-temperature


Artikel Terkait