10 Contoh Kegiatan Motorik Kasar untuk Anak Usia 4-5 Tahun

Bermain adalah kegiatan yang pasti sangat disukai si Kecil. Tapi tahukah Ibu? Selain membuat hatinya gembira, bermain juga dapat seka...

4 min
12 Aug 2022
Sambil bermain, ajak si Kecil melakukan beberapa contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun.

4 ibu tandai artikel ini bermanfaat

 

Bermain adalah kegiatan yang pasti sangat disukai si Kecil. Tapi tahukah Ibu? Selain membuat hatinya gembira, bermain juga dapat sekaligus melatih keterampilan motorik kasar anak, lho! Nah memasuki usia 4-5 tahun, anak memiliki kendali fisik tubuh yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ini artinya, keterampilan motorik kasar anak semakin teruji. 

Lantas, apa saja contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun yang bisa dilakukan sambil bermain? Namun sebelum itu, mari ketahui dulu manfaat keterampilan motorik kasar untuk anak dalam artikel ini. Yuk, cari tahu bersama, Bu! 

Manfaat Kemampuan Motorik Kasar untuk Anak

Kemampuan motorik kasar adalah segala tindakan yang melibatkan gerakan otot besar seperti otot lengan, kaki, atau otot di seluruh tubuhnya. 

Keterampilan motorik kasar meliputi keterampilan lokomotor atau gerakan berpindah tempat, kontrol objek, dan keseimbangan. Keterampilan motorik kasar memungkinkan si Kecil untuk duduk, merangkak, berdiri, berjalan, menendang, hingga berlari. 

Ibu mungkin bertanya-tanya, apa pentingnya melatih dan menstimulasi kemampuan motorik kasar si Kecil. Bukankah pada waktunya ia pasti akan bisa berdiri, berjalan, berlari, dan melompat dengan sendirinya?

Ternyata, ada beberapa alasan mengapa kemampuan yang satu ini harus dilatih sejak dini. Berikut adalah beberapa manfaat kemampuan motorik kasar untuk anak.

1. Mendukung Aktivitas Anak

Untuk bisa duduk atau berdiri dengan stabil serta melakukan gerakan lainnya, si Kecil tentu harus punya keterampilan motorik kasar yang baik3. Sebab, gerakan motorik kasar adalah fondasi yang kuat dalam mendukung aktivitas bermain dan belajar si Kecil.

2. Membuat Anak Lebih Mandiri

Jika sebelumnya si Kecil harus dipegangi saat berjalan atau naik turun tangga, seiring dengan meningkatnya keterampilan motorik kasarnya, si Kecil pun bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang tua atau pengasuhnya. Hal ini akan membuatnya menjadi lebih mandiri. 

3. Menanamkan Sikap Percaya Diri

Dengan perkembangan motorik kasar yang normal, memungkinkan si Kecil untuk bermain serta bergaul dengan teman sebayanya. Ia bisa melakukan apa pun yang sesuai dengan usianya, sehingga akan membuatnya menjadi lebih percaya diri.

Keterlambatan dalam keterampilan motorik kasar dapat menyebabkan masalah pada kemampuan motorik halus si Kecil. Misalnya, memengaruhi kemampuannya untuk menulis.

Menulis adalah keterampilan motorik halus, tetapi banyak aspeknya bergantung pada gerakan motorik kasar. Anak dengan perkembangan motorik kasar yang buruk mungkin mengalami kesulitan dengan aktivitas seperti menulis,

Untuk itu, memantau perkembangan motorik anak sejak dini juga penting, karena perkembangan motorik kasar dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan motorik anak seiring bertambahnya usia. 

Dalam satu penelitian yang berjudul Research in Developmental Disabilities menemukan bahwa keterampilan motorik kasar yang buruk sering kali dikaitkan dengan keterlambatan belajar, termasuk masalah membaca dan matematika.

Perlu diingat juga bahwa perkembangan motorik kasar tiap anak berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, Bu. Ini tergantung stimulasi dan pertumbuhan fisik si Kecil. Maka agar keterampilan motorik kasar si Kecil berkembang sesuai dengan usianya, penting bagi Ibu untuk melatih dan menstimulasi kemampuan motorik kasar mereka.

Contoh Kegiatan Motorik Kasar untuk Anak Usia 4-5 Tahun

Usia dini merupakan masa emas, dan ini merupakan waktu yang paling penting untuk merangsang kemampuan motorik kasar si kecil, Bu. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak bergerak aktif. 

Meski di usia 4-5 tahun keterampilan motorik kasar si Kecil tampaknya sudah berkembang dengan baik, Ibu tak boleh lengah dan membiarkannya tak terstimulasi, ya. Pasalnya, anak yang hanya bermain secara pasif, seperti bermain dengan layar sentuh (gadget), mereka akan mengalami penurunan kemampuan motorik kasarnya.

Berikut adalah contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun yang bisa dilakukan si Kecil. Yuk, ajak si Kecil untuk melakukannya, Bu! Supaya lebih menyenangkan, lakukan sambil bermain, ya!

1. Bermain Lompat Tali

Salah satu contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun adalah dengan bermain lompat tali. Bermain lompat tali sangat baik untuk membantu meningkatkan keterampilan lokomotor, yaitu ketika si Kecil melompat dengan kedua kakinya. 

Lebih lanjut, permainan ini juga mampu mengembangkan kemampuan koordinasi antara bagian tubuh. Tak hanya itu, permainan ini juga mampu membakar kalori, sehingga mencegah si Kecil dari kondisi berat badan berlebih atau obesitas.

anak bermain lompat tali

Baca Juga: Perkembangan Motorik Umum yang Dicapai Anak Usia 4 Tahun

2. Berjalan di Trotoar Kecil

Tak ada salahnya Ibu mengajak si Kecil ke luar rumah dan berjalan-jalan di pagi dan sore hari. Ajak ia untuk berjalan di bagian pinggir trotoar yang kecil. Minta agar ia menyeimbangkan tubuhnya dan berusaha agar tidak terjatuh saat menginjak jalanan. 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, keseimbangan merupakan salah satu aspek dalam keterampilan motorik kasar yang harus dikuasai si Kecil, Bu. 

Selain berjalan di trotoar kecil, Ibu dan Ayah juga bisa menggunakan papan atau garis, dan meminta anak untuk berjalan di atasnya. Kegiatan ini dapat melatih otot kaki, melatih keseimbangan anak dalam berjalan, dan juga melatih tingkat konsentrasi anak.

3. Melompat dengan Satu Kaki

Si Kecil sudah mahir melompat dengan dua kakinya, Bu? Nah, sekarang ajak ia untuk melompat dengan satu kaki! 

Supaya lebih menyenangkan, ajak si Kecil bermain tapak gunung atau engklek, dan gambarlah kotak-kotak di lantai yang harus ia injak dengan cara melompat menggunakan satu kaki. Selain melatih keseimbangan, aktivitas ini juga melatih kekuatan kakinya.  

4. Menirukan Gerakan Binatang

Ada banyak aspek motorik kasar yang bisa dilatih si Kecil dari permainan ini, termasuk keterampilan lokomotor dan non-lokomotor atau gerakan yang tidak berpindah tempat. 

Ibu bisa pilih satu jenis hewan dan meminta si Kecil untuk menirukan gerakannya. Misalnya, kelinci yang melompat, kuda yang harus berlarian, atau ikan yang harus meliuk-liukkan tubuh. 

5. Memasukkan Bola ke Keranjang

Bermain bola dan memasukkannya ke keranjang berguna untuk melatih keterampilan motorik manipulatifnya, yaitu gerakan ketika si Kecil bermain dengan objek tertentu. 

Ibu cukup sediakan bola-bola kecil plastik dan ember kecil untuk membantunya berlatih memasukkan bola ke keranjang, ya! 

6. Bermain Sepak Bola

Jika si Kecil suka bermain di luar ruangan, atau memiliki ketertarikan untuk bermain bola, cobalah ajak mereka bermain sepak bola. Meski sederhana, permainan ini dapat melatih motorik kasar anak secara signifikan. 

Ada banyak aspek yang bisa dilatih dari bermain sepak bola, di antaranya keterampilan lokomotor saat si Kecil mengejar bola, serta keterampilan manipulatif ketika ia harus menggiring bola dan menendangnya. Menendang bola juga bisa membantu mengasah kemampuan koordinasi mata dan tangan. 

Walaupun identik dengan permainan anak laki-laki, anak perempuan juga sah-sah saja, kok, diajak bermain sepak bola, Bu. Ibu juga bisa mengganti permainan sepak bola menjadi main tangkap bola dengan tangan.

Anak perempuan juga boleh bermain bola untuk melatih keterampilan motorik kasarnya, Bu!

7. Main Sepatu Roda

Di usia 4 tahun sampai 5 tahun, si Kecil bisa mulai diajarkan bermain sepatu roda ataupun menaiki sepeda roda dua. Mungkin butuh waktu yang sedikit lebih lama untuk membuatnya mahir. 

Tapi, tak apa-apa, perlahan-lahan saja, Bu. Proses pembelajaran main sepatu roda ini akan melatih keseimbangan dan kemampuan lokomotor si Kecil, lho!

Baca Juga: 10 Pilihan Mainan untuk Anak Usia 5 Tahun

8. Bermain di Playground

Bermain di playground menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak. Tidak hanya itu, anak juga dapat sekaligus melatih perkembangan motorik kasarnya, lho!

Umumnya, permainan-permainan di playground yang ada berupa ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, atau monkey bar. Permainan tersebut melibatkan banyak gerakan dan otot tubuh anak sebagai bagian dari motorik kasar. 

9. Menari

Tahukah Ibu? Menari juga merupakan contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun yang direkomendasikan bagi si Kecil. Kegiatan ini diketahui dapat melatih kekuatan dan fleksibilitas otot tangan, kaki, leher, dan otot tubuh lainnya. 

Terlebih, dalam menari terdapat gerakan-gerakan yang mengharuskan berbagai otot bekerja sehingga sejak kecil menari dapat diperkenalkan pada anak.

Agar anak tidak merasa canggung menari sendirian, coba ajak teman-teman lainnya untuk menari bersama. Ibu juga bisa masukkan si Kecil ke sanggar tari terdekat jika memungkinkan.

10. Berenang

Ide kegiatan motorik kasar lain untuk anak usia 4-5 tahun lainnya adalah berenang. Berenang dapat melatih berbagai otot tubuh baik tangan dan kaki. Ibu bisa melatihnya sejak dini dengan memasukkan si Kecil ke club renang atau diajarkan sendiri oleh orang tua yang bisa berenang.

Dengan berenang selain melatih otot-otot anak juga membuat badan anak lebih bugar dan tidak mudah untuk terserang penyakit musiman seperti flu maupun batuk.

Klik untuk download Flash Card Latihan Kombinasi Motorik Kasar dan Halus

Selain memberikan ragam ide kegiatan untuk menstimulasi motorik halusnya, Ibu bisa bantu melengkapi kebutuhan asupan nutrisi harian anak dengan memberikan susu pertumbuhan yang difortifikasi seperti susu Bebelac 4 GroGreat+ sebanyak 2-3 gelas tiap hari. 

Susu Bebelac 4 adalah partner Ibu Hebat untuk tumbuhkan Anak Hebat karena kini sudah dilengkapi dengan formula baru, yaitu GoGreat+ yang mengandung Triple A (AHA, ALA, dan DHA) dengan DHA lebih tinggi serta asam lemak omega 3 dan omega 6 untuk mendukung perkembangan daya pikir kreatif si Kecil memasuki masa prasekolah (happy brain).

Sebagai awal kehebatan anak, susu Bebelac 4 juga mengandung FOS:GOS dalam rasio 1:9 yang satu-satunya teruji klinis untuk mendukung kesehatan saluran cerna anak (happy tummy), serta 12 vitamin dan 4 mineral yang terdiri dari vitamin C, kalsium, zat besi, dan iodium untuk mendukung kehebatan tumbuh kembang si Kecil.

Dengan asupan nutrisi yang baik dan stimulasi yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang ceria (happy heart) dan bersemangat untuk bermain dan mengeksplorasi hal-hal baru di sekitarnya bersama teman-teman.

Baca Juga: 6 Ide Permainan Outbound yang Seru dan Edukatif untuk Anak

Nah, itulah tadi berbagai manfaat dan kegiatan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Kalau Ibu ingin dapatkan lebih banyak lagi informasi terbaru seputar tumbuh kembang anak dan tips mendukung kesehatannya, yuk bergabung di Bebeclub sekarang. Ibu juga bisa dapatkan berbagai promo dan penawaran menarik seputar susu Bebelac, lho!

Yuk, ajak si Kecil melakukan tujuh contoh kegiatan motorik kasar untuk anak usia 4-5 tahun di atas, dan pastikan si Kecil tumbuh hebat dengan nutrisi yang tepat!


Reference:

  1. Iis. Verawati. 2018. Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Tradisional Tambi-Tambian. Diambil dari:  https://www.researchgate.net/publication /335397878_PENINGKATAN_KETERAMPILAN _MOTORIK_KASAR_ANAK _USIA_4-5_TAHUN_MELALUI_PERMAINAN _TRADISIONAL_TAMBI-TAMBIAN _PENELITIAN_TINDAKAN_PADA _KELOMPOK_A_DI_TK_NASIONAL_KPS _BALIKPAPAN_TAHUN_2018 [Diakses 5 Juli 2022]
  2. Panggung Sutapa, et al. 2021. Improving Motor Skills in Early Childhood through Goal-Oriented Play Activity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC8625902/ [Diakses 5 Juli 2022]
  3. Dwi Febri Hardiyaningrum. 2012. Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Bermain Engklek Pada Anak Kelompok B TK Chuzaemah Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Diambil dari:  http://repository.ump.ac.id/6357/1/DWI %20FEBRI%20HARDIYANINGRUM%20- %20COVER.pdf [Diakses 5 Juli 2022]
  4. Verywell. (2022). Could Your Child Have Gross Motor Skill Delays? Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-gross-motor-skills-2162137
  5. Westendorp, M., Hartman, E., Houwen, S., Smith, J., & Visscher, C. (2011). The relationship between gross motor skills and academic achievement in children with learning disabilities. Research in Developmental Disabilities, 32(6), 2773–2779. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2011.05.032


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait