Ibu Wajib Tahu, Ini 5 Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

Ibu Wajib Tahu, Ini 5 Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Selain tumbuh sehat, setiap orang tua menginginkan si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas. Kecerdasan anak tak terbatas pada kemampuannya berpikir atau belajar, tetapi juga mencakup kemampuannya dalam memahami lingkungan di sekitarnya, problem solving, serta mencari tahu apa yang harus dilakukannya1[JJ1] .

Secara garis besar, faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor genetik atau keturunan, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan, stimulasi, gaya belajar, dan nutrisi. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Genetik

Sama seperti sifat manusia lainnya, kecerdasan setiap anak berbeda-beda. Banyak yang menganggap bahwa kecerdasan anak diwariskan dari orang tua yang cerdas. Istilahnya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tapi, benarkah faktor gen atau keturunan menentukan kecerdasan anak?

Sebagian besar penelitian memperkirakan bahwa faktor genetik berperan sekitar 30 sampai 75 persen dalam menentukan kecerdasan anak1. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan sama pentingnya dalam hal kecerdasan anak. Disebutkan, anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan kecerdasannya (tidak diberi ASI, malnutrisi, serta terpapar polusi), tidak akan berkembang maksimal meski ia memiliki faktor genetik yang baik1.

2. Lingkungan

Faktor lingkungan, seperti tempat tinggal, juga berdampak pada kecerdasan anak. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa anak yang tinggal di area yang memiliki fasilitas baik, melakukan aktivitas fisik lebih dari 5 jam per minggu. Mereka yang mempunyai orang tua berpendidikan tinggi, juga akan cenderung memiliki IQ yang tinggi1.

Disebutkan peneliti, jika anak tinggal di kota dengan fasilitas pendidikan yang terbatas mungkin membuat potensi kecerdasan anak tidak berkembang semaksimal anak-anak yang tinggal di kota besar.

3. Stimulasi

Interaksi Ibu dengan si kecil di tahun-tahun pertama kehidupannya akan sangat menentukan perkembangan kognitif anak2 . Jadi, sering-seringlah mengajak si kecil bermain, mengobrol, membaca buku, menonton tayangan edukatif, serta berbagai aktivitas lain yang merangsang imajinasi dan rasa ingin tahunya. Stimulasi seperti ini dapat meningkatkan kecerdasan anak, lho.

4. Kesesuaian Gaya Belajar

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang gaya belajarnya visual atau lewat gambar, ada yang gaya belajarnya auditori atau mengandalkan pendengaran untuk menerima informasi, dan ada juga anak yang gaya belajarnya kinestetik atau belajar melalui gerakan tubuh3,6. Nah, tahukah Ibu seperti apa gaya belajar si Kecil? 

Gaya belajar yang sesuai akan membuat si Kecil lebih mudah menyerap informasi baru dibandingkan jika ia belajar menggunakan metode lain3,6. [JJ6] 

5. Nutrisi

Tak bisa dipungkiri, nutrisi berperan penting dalam perkembangan otak si Kecil. Itu sebabnya, penting untuk memberi si Kecil beragam jenis makanan dengan gizi seimbang sejak ia pertama kali mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI.

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, si Kecil juga membutuhkan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro yang terdiri dari berbagai vitamin dan mineral.

Salah satu nutrisi yang penting untuk meningkatkan kecerdasan adalah omega 3. Nutrisi ini berperan dalam proses kerja otak sehingga dapat mempengaruhi fungsi kognitif, membantu si Kecil untuk fokus, mudah memahami pelajaran, dan memiliki kemampuan komunikasi dan sosial yang baik4,7

Ada banyak sumber omega 3 yang berasal dari makanan dan bisa Ibu berikan pada si Kecil sejak ia mulai mendapatkan MPASI pertamanya. Misalnya berbagai jenis ikan berlemak seperti ikan salmon5, ikan makarel, ikan sarden, ikan tuna; beberapa jenis sayuran seperti bayam, brokoli, dan kembang kol; serta susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan omega 3.

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang penting untuk kecerdasan anak, Ibu juga bisa memberinya Bebelac 3 tiga gelas setiap hari. Formula barunya mengandung minyak ikan omega 3 dan omega 6 yang lebih tinggi daripada formula sebelumnya, FOS:GOS yang telah dipatenkan, serta 13 vitamin dan 5 mineral, Bebelac 3 membantu melengkapi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk kecerdasan anak.

Setelah mengetahui faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak, tugas Ibu tinggal memastikan semuanya terpenuhi. Baik faktor internal maupun eksternalnya. Semangat mencetak anak cerdas, ya, Bu!

 

 

Referensi

1. Archita Makharia, et al. 2016. Effect of environmental factors on intelligence quotient of children. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5479093/. [Diakses 23 November 2020]

2. Luca Ronfani, et al. 2015. The Complex Interaction between Home Environment, Socioeconomic Status, Maternal IQ and Early Child Neurocognitive Development: A Multivariate Analysis of Data Collected in a Newborn Cohort Study. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4440732/. [Diakses 23 November 2020]

3. Chen Lee Wan, et al. 2014. The Compatibility of Intelligence and Learning Styles: A Case Study among Malaysian Preschoolers. RetrIeved from: https://www.researchgate.net/publication/263219914_The_Compatibility_of_Intelligence_and_Learning_Styles_A_Case_Study_among_Malaysian_Preschoolers. [Diakses 23 November 2020]

4. Francisca Echeverría González and Rodrigo Valenzuela Báez. 2017. In Time: Importance of Omega 3 in Child Nutrition. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/#:~:text=In%20conclusion%2C%20n%2D3%20LCPUFA,health%2C%20improving%20blood%20pressure%3B%20and. [Diakses 23 November 2020]

5. Angela M. Zivkovic, et al. 2011. Dietary omega-3 fatty acids aid in the modulation of inflammation and metabolic health. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4030645/#:~:text=Walnuts%2C%20flax%20seeds%20and%20salmon,be%20beneficial%20to%20human%20health. [Diakses 23 November 2020]

6. Scott, C. (2010). The Enduring Appeal of ‘Learning Styles.’ Australian Journal of Education, 54(1), 5–17.  Retrieved from: https://doi.org/10.1177/000494411005400102 . [Diakses 23 November 2020]

7. Kuratko, C. N., Barrett, E. C., Nelson, E. B., & Salem, N., Jr (2013). The relationship of docosahexaenoic acid (DHA) with learning and behavior in healthy children: a review. Nutrients, 5(7), 2777–2810. https://doi.org/10.3390/nu5072777. [Diakses 23 November 2020]

Tag