Carame_3

Cara Mengatasi Alergi Makanan Supaya Nutrisi Si Kecil Tetap Terpenuhi

Ibu pernah merasa bingung ketika si Kecil tiba-tiba mengalami alergi makanan? Gejalanya bisa berupa diare, muntah, nyeri perut, atau ruam pada kulit. Jika ya, coba perhatikan lagi bahan makanan yang dikonsumsi si Kecil – baik itu makanan rumah, restoran, atau makanan kemasan. 

Salah satu cara mengurangi risiko alergi adalah melakukan diet eliminasi atau menyajikan hidangan yang merupakan pengganti bahan makanan yang membuat alergi. Ada tujuh jenis bahan makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada si Kecil, yaitu susu, telur, kacang tanah, kacang pohon (misalnya almond dan walnut), seafood, biji gandum, dan kacang kedelai.

Ibu perlu mencari substitusi atau pengganti bahan makanan yang membuat si Kecil alergi, karena menghindari bahan-bahan makanan di atas dalam jangka waktu panjang dapat membuat si Kecil berisiko kekurangan gizi. Salah satu efeknya berupa gangguan pertumbuhan seperti stunting atau tubuh yang pendek.

Cara Mengatasi Alergi Makanan dengan Substitusi Makanan   

Untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan zat gizi dan menjaga pertumbuhan si Kecil tetap optimal, ada empat tahap substitusi makanan yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah alergi.

1. Kenali Zat Pemicu Alergi pada Si Kecil

Alergi terhadap salah satu bahan makanan berarti alergi terhadap semua makanan dan produk olahan yang mengandung zat pemicu alergi (alergen) tersebut. Itulah kenapa Ibu perlu mengetahui zat gizi apa saja yang terkandung di dalam bahan makanan penyebab alergi, sehingga Ibu dapat mengatur strategi dalam memilih bahan makanan penggantinya.

Mari kenali kandungan zat pada bahan-bahan makanan yang disebutkan di atas dapat menyebabkan alergi pada anak: 

  • Susu: protein, lemak, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, fosfor, dan terutama kalsium yang dibutuhkan untuk menguatkan tulang. Meniadakan susu tanpa memberikan penggantinya dapat mengakibatkan si Kecil kekurangan zat-zat gizi tersebut. 
  • Telur: protein, lemak, vitamin B12, dan mineral. 
  • Kacang-kacangan: protein, vitamin E, vitamin B3, magnesium.  
  • Ikan dan udang: protein, vitamin B3, fosfor, iodium, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin E. 
  • Gandum: vitamin B2, zat besi, folat, biotin, dan selenium. 
  • Kacang kedelai: protein, vitamin B1, vitamin B2, fosfor, magnesium, folat, zat besi, kalsium, dan vitamin B6. 

2. Ketahui Sumber Pengganti Kebutuhan Zat Gizi Anak

Sesudah Ibu mengetahui kandungan alergen, ini saatnya memilih bahan makanan pengganti untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang terdapat pada alergen tersebut. Misalnya, kita tahu bahwa protein bisa didapat dari telur, susu, daging merah, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan kedelai. Seandainya si Kecil alergi telur, maka protein dalam telur dapat digantikan dengan pilihan daging ayam, daging sapi, ikan atau kacang-kacangan.

Contoh lain, Ibu tahu bahwa kalsium didapat dari susu sapi. Jika si Kecil ternyata alergi susu sapi, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk alternatif agar tetap bisa memenuhi kebutuhan zat gizinya ya Bu. 

Memperkenalkan produk terbaru dari Nutricia, Bebelac Gold Soya  formula soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dilengkapi nutrisi penting lainnya seperti Fish oil, omega 3, & 6 untuk dukung daya pikir anak, Advansfibre Soy+ FOS Inulin untuk dukung perut hebat anak, serta 13 vitamin, 9 mineral dan isolat protein soya untuk dukung pertumbuhan optimal. Bebelac Gold Soya tersedia dalam rasa vanila lezat yang pasti disukai si Kecil. Untuk mendapatkan hasil optimal, berikan formula soya tinggi serat ini tiga gelas sehari sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil makin terlengkapi.

3. Buat Daftar Menu Pengganti

Buat daftar makanan yang memicu alergi pada si Kecil dan makanan yang dapat dikonsumsi sekaligus disukai olehnya. Dengan begitu, Ibu dapat memilih bahan makanan pengganti yang tepat dan aman.

Perhatikan toleransi si Kecil terhadap makanan yang disajikan, sebab alergi terhadap satu jenis bahan makanan terkadang dapat disertai alergi bahan makanan lainnya. Misalnya, si Kecil yang alergi ikan juga memiliki risiko alergi yang lebih besar terhadap bahan makanan seafood lainnya, seperti udang atau kerang.

4. Variasikan Menu Makanan Supaya Si Kecil Tak Bosan

Ibu bisa membuatkan variasi menu dari daftar bahan makanan yang aman untuk si Kecil dan sesuai dengan seleranya. Sebagai contoh, kalau ia tak banyak makan sayuran, sajikan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineralnya.

Semakin bervariasi makanan yang diberikan pada si Kecil, semakin banyak zat gizi yang terpenuhi. Namun, jumlahnya tentu harus diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Setelah Ibu mengetahui semua hal ini, tidak perlu bingung lagi, kan

 


 

Referensi:

1. Berry MJ, Adams J, Voutilainen H, Feustel PJ, Celestin J, Järvinen KM. (2015). Impact of elimination diets on growth and nutritional status in children with multiple food allergies. Pediatr Allergy Immunol.

2. Boyce JA, Assa’ad A, Burks AW, Jones SM, Sampson HA, Wood RA, Plaut M, et al. (2010). Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States: Summary of the NIAID-Sponsored Expert Panel Report. J Allergy Clin Immunol.

3. Groetch M, Henry M, Feuling MB, Kim J. (2013). Guidance for the nutrition management of gastrointestinal allergy in pediatrics. J Allergy Clin Immunol Pract.