kecerdasan anak, kecerdasan anak usia dini, macam macam kecerdasan anak

Macam-Macam Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Siapa bilang anak pintar hanya mereka yang pandai matematika? Ada macam-macam kecerdasan anak, lho, Bu. Ini disebut multiple intelligence atau kecerdasan majemuk. Tiap anak itu unik. Kecerdasan yang dimiliki tiap anak pun berbeda-beda, bahkan dengan saudara kandung atau saudara kembar sekalipun. Dalam sebuah studi dikatakan bahwa anak dengan tingkat IQ yang sama pun bisa menunjukkan profil kecerdasan yang berbeda2.

Macam-Macam Kecerdasan Anak

Pada dasarnya ada berbagai macam kecerdasan usia dini seperti kecerdasan matematika-logis, bahasa, spasial, dan lain-lainnya. Namun setiap memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing terkait kecerdasan ini. Ada sebagian kecerdasan berkembang tidak sebaik kecerdasan lain dan sebagian lainnya justru lebih menonjol1.

Kenali kecerdasan yang menonjol pada anak usia dini dari perilakunya sehari-hari. Semua kecerdasan bisa dirangsang dengan stimulasi sejak dini secara rutin, pada kelima indra (penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan)4.

Apa saja macam-macam kecerdasan anak dan bagaimana cara menstimulasinya? Yuk, simak pemaparan berikut ini.

Kecerdasan matematis

Kecerdasan anak usia dini dengan tipe kecerdasan logis matematis ditandai dengan kemampuan berpikir menggunakan logika untuk menganalisis dan memecahkan masalah, memiliki kemampuan yang baik dalam angka, serta memiliki pola pikir ilmiah dan matematis1,3. Cirinya antara lain: menyukai mainan puzzle, suka bertanya, kritis, dan suka bereksperimen3. Ibu bisa merangsang kecerdasan ini dengan mengajaknya, mengelompokkan, atau menyusun mainannya. Bisa pula dengan berbagai permainan seperti congklak, sempoa, teka-teki, permainan komputer, dan permainan angka4.

Kecerdasan linguistik/verbal

Si Kecil suka membaca, bercerita, mendengarkan cerita atau menyukai permainan kata? Sepertinya kecerdasan linguistiknya menonjol. Anak dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mempelajari bahasa, serta mempergunakan bahasa secara efektif untuk mengekspresikan dirinya1,3. Mengajak si Kecil mengobrol, membacakan cerita untuknya, memintanya bercerita, dan menyanyikan lagu untuk bisa merangsang kecerdasana anak dengan kemampuan linguistik yang dominan4.

Kecerdasan spasial

Jangan kaget, si Kecil yang yang memiliki kecerdasan spasial mampu menciptakan gambar dalam imajinasinya untuk memecahkan masalah1.Anak dengan kecerdasan spasial biasanya belajar dengan cara melihat dan mengamati warna, bentuk, benda-benda, wajah, hingga suasana.- Bila si Kecil senang menggambar, mewarnai,dan/atau melukis, bisa jadi ia memiliki kecerdasan ini, Bu3. Kecerdasan ini bisa dirangsang dengan mengajak si Kecil mengamati gambar dan foto, menggunting, menggambar, melipat, hingga merangkai dan membongkar lego atau balok4.

Kecerdasan musikal

Anak dengan kecerdasan musikal tinggi cenderung lebih tanggap terhadap musik, bunyi, ritme, dan nada. Ciri-cirinya, si Kecil sangat suka menyanyi, bersenandung, bersiul, serta menepuk-nepuk tangan dan kakinya3. Rangsanglah kecerdasan musikal si Kecil dengan mendengarkan musik, bermian musik, dan menyanyi bersama4.

Kecerdasan kinestetik-jasmani

Jangan langsung berpikir si Kecil hiperaktif lantaran ia tidak bisa diam ya, Bu. Mungkin, si Kecil memiliki kecerdasan kinestetik tinggi. Mereka memang suka bergerak, menjelajah, dan menyentuh. Tak heran, mereka girang sekali bila diajak menari, field trip, dan bermain yang melibatkan banyak gerakan2. Gerakana-gerakan tertentu seperti senam, berdiri di satu kaki, melompat, berjongkok, dan berjalan pada satu garis lurus adalah latihan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan ini4.

Kecerdasan interpersonal

Ibu mana yang tidak bangga melihat anaknya cakap memimpin, memiliki hubungan yang baik dengan teman-temannya, dapat berkomunikasi dengan baik, dan mudah beradaptasi? Jika beberapa ciri ini tampak menonjol pada si Kecil, ini merupakan tanda kecerdasan interpersonal3. Anak dengan kecerdasan ini mudah bekerja sama, dan umumnya lebih peka dengan perasaan dan kebutuhan orang lain1.

Bagaimana cara menstimulasi kecerdasan ini? Ajaklah si Kecil bermain dengan anak yang  berbeda usia dan latar belakang budaya. Biarkan mereka saling bercerita, berbagi, bekerja sama, dan mengendalikan diri4.

Kecerdasan intrapersonal

Ibu, jangan cemas bila si Kecil ternyata lebih senang bekerja sendiri daripada bekerja sama dengan teman-temannya. Mereka lebih senang berpikir ke dalam diri sendiri. Tak heran bila mampu mengenali perasaan, pikiran, serta kekuatan, dan kelemahan diri1,3. Hebat bukan? Biarkan si Kecil menceritakan perasaan, cita-cita, khayalan, dan pengalamannya4. Ini akan menstimulasi kecerdasan intrapersonal si Kecil.

Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis bisa dikenali dari ketertarikan si Kecil terhadap alam dan lingkungan. Misalnya, ia menyukai binatang, tanaman, senang meneliti alam, serta peduli dengan kondisi bumi3. Untuk menstimulasinya, Ibu bisa mengajak si Kecil menanam benih hingga tumbuh lalu merawat tanaman itu, memelihara binatang, dan bermain bebas di alam4.

Nutrisi untuk Kecerdasan Anak

Stimulasi dan nutrisi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam mendukung macam-macam kecerdasan anak. Stimulasi berperan membentuk hubungan antar sel otak, dan nutrisi diperlukan untuk membentuk sel-sel otak5. Mikronutrien seperti asam lemak omega 3, vitamin B12, asam folat, dan zat besi dapat memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif anak5.

Selain itu, saluran pencernaan dan otak saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain, yang dikenal dengan gut-brain axis. Saluran cerna memengaruhi kinerja otak dalam mengatur perilaku, emosi dan logika. Sebaliknya, otak akan memengaruhi saluran cerna saat menyerap setiap nutrisi yang masuk ke tubuh. Maka, saluran cerna yang terjaga baik akan mendukung kecerdasan anak6. Dan proses gut-brain axis dapat terwujud dengan kehadiran nutrisi utamanya yaitu prebiotik6.

Stimulasi dan nutrisi sepatutnya diberikan bersamaan pada anak. Misalnya, berikan segelas susu Bebelac 3 kesukaannya selagi Ibu membacakan cerita untuknya. Bebelac 3 mengandung minyak ikan, omega 3, omega 6 serta FOS GOS dengan rasio 1:9. Nutrisi tersebut mendukung si Kecil memiliki happy tummy (saluran cerna yang baik), happy brain (akal yang kreatif), dan happy heart (hati yang besar). Yuk, baca juga tips lain tentang merangsang kecerdasan anak di sini.

 


Sumber sitasi:

  1. Irma Marcela Gonzalez-Trevino, et al. (2020). Assessment of multiple intelligences in elementary school students in Mexico: An exploratory study. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7163067/ [Diakses 26 Januari 2021]
  2. Branton Shearer. (2018). Multiple Intelligences in Teaching and Education: Lessons Learned from Neuroscience. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6480719/ [Diakses 26 Januari 2021]
  3. Dila Fitriani, et al. (2014). Developing Multiple Intelligence s in Teaching English for Young Learners. Diambil dari http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jelt/article/view/4375/3433 [Diakses 27 Januari 2021]
  4. (2012). Pentingnya Stimulasi Bermain untuk Meransang KEcerdasan Multipel. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel [Diakses 26 Januari 2021]
  5. Nyaradi, A., Li, J., Hickling, S., Foster, J., & Oddy, W. H. (2013). The role of nutrition in children's neurocognitive development, from pregnancy through childhood. Frontiers in human neuroscience, 7, 97. Diambil dari https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnhum.2013.00097/full [Diakses pada 10 Februari 2021]
  6. Rita Ramayulis. (2020). Mengenal Istilah Gut-Brain Axis dalam Tumbuh Kembang Anak. Diambil dari: https://kumparan.com/kumparanmom/mengenal-istilah-gut-brain-axis-untuk-tumbuh-kembang-anak-1usDOkFVgZN [Diakses 18 Maret 2021]
  7. Kirby A dan Derbyshire E. (2018). Omega-3/6 Fatty Acids and Learning in Children and Young People: A Review of Randomised Controlled Trials Published in the Last 5 Years. Diambil dari https://www.longdom.org/open-access/omega36-fatty-acids-and-learning-in-children-and-young-people-a-review-of-randomised-controlled-trials-published-in-the-last-5-yea-2155-9600-1000670.pdf [Diakses 27 Januari 2021]
  8. Sarah E. Cusick dan Michael K. Georgieff. (2016). The Role of Nutrition in Brain Development: The Golden Opportunity of the “First 1000 Days”. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4981537/ [Diakses 27 Januari 2021]