6 Cara Mengatasi Lelahnya Ibu yang Bekerja

Gampang marah, mudah menangisi hal sepele, overthinking, dan jadi tidak acuh dengan sekitar adalah tanda-tanda lelahnya seorang ibu. Yuk, segera pulihkan diri!

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
01 Apr 2024
Ibu lelah - Bebeclub


Ibu tentu tahu seberapa lelahnya menjadi seorang ibu. Selain harus menyeimbangkan kehidupan di kantor dan di rumah, Ibu juga harus bisa meluangkan waktu untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri. Sering kali, ketidakseimbangan dalam tiga dunia ini membuat Ibu merasa burn out dan kelelahan. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi lelahnya seorang ibu rumah tangga yang bekerja? Yuk, simak tipsnya dalam artikel ini untuk Dukung Awal Semua Kehebatan Ibu!

Tanda Ibu Lelah Secara Fisik dan Mental

Urusan rumah, keluarga, dan pekerjaan di kantor seolah tidak ada habisnya. Meski begitu, belum tentu orang lain bisa memahami seberapa lelahnya seorang ibu. 

Berikut adalah beberapa tanda ibu lelah secara fisik dan mental:

  • Lebih gampang sensitif dan marah-marah.

  • Tiba-tiba merasa sedih

  • Menangisi hal-hal sepele.

  • Overthinking.

  • Lebih banyak diam.

Secara umum, sensitif itu emosi yang wajar. Tapi kalau Ibu jadi sering marah-marah karena hal sepele, ini tandanya Ibu sudah kelelahan secara mental. Apalagi kalau mood jadi cepat berubah padahal sedang tidak ada masalah apa-apa. Ini tandanya Ibu harus melakukan sesuatu untuk “memulihkan” jiwa.

Begitu pula jika Ibu tiba-tiba lebih banyak diam, tidak peduli dengan urusan rumah tangga, dan bahkan tidak pernah marah-marah saat melihat kekacauan di rumah.

Semua ini tandanya Ibu sudah sangat lelah tapi tidak memiliki saluran pelampiasan emosi yang sehat, sehingga butuh intervensi yang tepat. Sebab, ketidakpedulian Ibu nantinya akan sangat berpengaruh pada si Kecil.

Cara Mengatasi Lelahnya Menjadi Ibu Bekerja

Tidak sedikit Ibu yang lelah sampai mengalami burn out karena harus juggling mengerjakan pekerjaan rumah, mengasuh anak, mengurus suami, hingga bekerja sekaligus. 

Namun, Ibu tak perlu khawatir. Sebab, ada berbagai cara mengatasi lelahnya menjadi seorang ibu rumah tangga yang bekerja. Berikut penjelasannya:

1. Pastikan Cukup Istirahat

Saran ini mungkin terdengar klise dan “basi”. Tapi, benar-benar tidak bisa disangkal bahwa salah satu cara ampuh mengatasi lelahnya mengurus rumah dan keluarga adalah istirahat. 

Istirahat di sini artinya tidur. Tidur yang cukup sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan, membuat pikiran lebih jernih, memperbaiki suasana hati (mood), dan mengembalikan energi.

Jadi, sesibuk apa pun, jangan sampai Ibu begadang semalaman. Pastikan Ibu tidur minimal 7 jam setiap malam, dan lakukan secara teratur. Jadi, mulai tidur pada pukul yang sama, dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan atau hari libur.

Selama di kantor, gunakan waktu istirahat untuk makan dan kosongkan pikiran sejenak. Di hari libur, coba sempatkan tidur siang barang 20–30 menit. Mintalah Ayah menemani si Kecil bermain atau mengajaknya ke luar rumah agar waktu istirahat Ibu bisa optimal.

2. Selalu Sempatkan Me Time 

Menjadi Ibu yang happy akan membuat anak juga terbawa happy. Maka di tengah kesibukan Ibu, sempatkanlah waktu untuk me time. Meluangkan waktu untuk “menyendiri” bukan keputusan yang egois kok, Bu. Me time justru tindakan pertolongan pertama yang efektif untuk membahagiakan diri sendiri dan mencegah stres. 

Lakukanlah hal-hal yang Ibu sukai dan membuat rileks, baik secara fisik maupun mental, dan usahakan tidak diganggu dengan kegiatan lainnya. Misalnya, berkebun, journaling, atau olahraga dan relaksasi seperti berenang, meditasi, atau yoga. 

Kalau kebutuhan Ibu sebagai seorang wanita terpenuhi, Ibu akan merasa lebih happy dan enjoy mengemban tugas mulia dari dua dunia ini. 

3. Curahkan Isi Hati

Jika Ibu memiliki teman yang juga working mom, saling sharing pengalaman akan sangat membantu mengangkat beban mental dari lelahnya menjadi sesama ibu. Kalau memungkinkan, Ibu juga bisa bergabung dengan komunitas ibu-ibu bekerja.

Hal-hal tersebut setidaknya bisa membuat Ibu lebih kuat karena tidak merasa sendirian. Karena, Ibu akan melihat bahwa ada banyak wanita yang bisa melakukan peran ganda ini dengan sukses.

Jika memang perlu, Ibu juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk curahkan isi hati bila masih mengalami kesulitan mengendalikan stres. Ini penting untuk memastikan kesehatan mental dan fisik Ibu dalam bekerja serta mengurus rumah tangga.

4. Minta Bantuan Pasangan dan Keluarga

Bu, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan dari pasangan ataupun anggota keluarga lainnya. Baik itu untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan menjaga si Kecil.

Bahkan, kehadiran mereka juga penting untuk sekadar menjadi shoulder to lean on, tempat Ibu mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah. 

5. Delegasikan Tugas

Untuk mengatasi lelahnya menjadi ibu bekerja adalah dengan mendelegasikan tugas-tugas rumah tangga. Bagikanlah tugas-tugas yang Ibu rasa berat untuk dikerjakan seorang diri kepada asisten rumah tangga.

Misalnya, ART yang meng-handle urusan cuci-pel-menyapu, tapi Ibu yang menjadi “PIC” dalam urusan memasak. Di weekend, Ayahlah yang bertugas mengepel dan menyapu rumah.

Ajak anak-anak juga untuk membantu dengan tugas-tugas sederhana sesuai dengan usia mereka. Mengajarkan tanggung jawab kepada anggota keluarga dapat meredakan beban Ibu dan memberikan pelajaran berharga kepada anak-anak.

6. Bahagiakan Diri Sendiri dengan Self Reward

Menghadiahkan diri sendiri setelah kerja keras mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas kantor juga bisa membuat Ibu lebih semangat lagi. Perasaan bahagia setelah menghadiahi diri sendiri bisa membuat segala jerih payah Ibu setimpal dengan segala lelah fisik dan mental yang dirasakan selama ini.

Misalnya setelah Ibu berhasil memenangkan pitching di kantor, coba traktir diri sendiri dengan membeli make up baru, makanan enak, merawat diri di salon, atau nonton konser idola favorit yang sudah lama diincar. Begitu juga jika si Kecil meraih pencapaian tersendiri. Hadiahi si Kecil dan diri sendiri juga, ya!

Ibu juga bisa, lho, gabung di Bebeclub sekarang untuk mendapatkan beragam hadiah eksklusif yang Dukung Awal Semua Kehebatan Ibu. Ada perlengkapan dapur, voucher e-commerce, sampai saldo e-wallet menanti Ibu, lho!


Referensi:

  1. The Stress of Being a Housewife. (2018, July 27). Exploring Your Mind. https://exploringyourmind.com/stress-being-housewife/
  2. Mom Burnout: Symptoms, Causes, & How to Recover. (2023). Choosing Therapy. https://www.choosingtherapy.com/mom-burnout/
  3. Dr Suhasini Inamdar. (2022, August 10). Feeling the working mom burnout? Know the warning signs and how to fix it. Healthshots; Healthshots. https://www.healthshots.com/how-to/tips-to-fix-your-working-mom-burnout/


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait