Anak Terlambat Bicara? Ini Cara Melatih dan Mengatasinya

Sekitar 5-8% anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara. Mulai sekarang, kurangi screen time, rutin ajak anak bicara, bacakan buku cerita, hingga lakukan stimulasi suara.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
cara mengatasi anak terlambat bicara-bebeclub


Cara mengatasi anak terlambat bicara (speech delay) dapat dilakukan dengan memberikan stimulasi bahasa secara konsisten, seperti mengajak anak berbicara, membacakan buku, bernyanyi, serta membatasi penggunaan gadget atau screen time. Jika pada usia 2 tahun anak belum mampu mengucapkan sekitar 50 kata, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau terapis wicara agar mendapatkan penanganan dini yang tepat.

Apa Itu Speech Delay pada Anak?

Speech delay merujuk pada keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa pada anak dibandingkan dengan usia sebayanya. 

Tanda-tandanya bisa berupa keterbatasan kosakata, kesulitan memahami perintah sederhana, atau belum mampu berbicara dengan jelas saat memasuki usia 2 tahun.

Padahal, idealnya perkembangan bicara anak mengikuti tahapan ini:

  • usia 12–18 bulan sudah bisa mengucapkan 2–3 kata sederhana
  • usia 18–24 bulan sekitar 50 kata
  • usia 24 bulan mulai menggabungkan dua kata menjadi kalimat sederhana.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5–8% anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara atau bahasa. 

Apa Penyebab Anak Terlambat Bicara?

Keterlambatan bicara pada anak (speech delay) biasanya dipicu oleh minimnya stimulasi komunikasi dua arah yang bersifat interaktif, gangguan pada pendengaran, serta faktor lingkungan seperti paparan gadget yang terlalu sering. Selain itu, kondisi perkembangan tertentu seperti autisme atau disabilitas intelektual juga dapat menjadi penyebab. 

Berikut adalah beberapa penyebab umum anak terlambat bicara:

  • Kurang stimulasi, karena lingkungan yang tidak mendorong anak untuk berbicara atau minim interaksi dua arah.
  • Terlalu banyak menonton gawai (screen time), lebih dari 2 jam per hari meningkatkan risiko keterlambatan bicara. 
  • Gangguan pendengaran yang membuat anak sulit meniru suara karena tidak mendengar dengan jelas.
  • kelainan pada struktur mulut (misalnya lidah atau langit-langit), seperti tongue-tie atau kelainan pada langit-langit mulut, yang menghambat artikulasi saat bicara.
  • Gangguan perkembangan, termasuk gangguan spektrum autisme (ASD), keterbelakangan mental, atau gangguan saraf/neurologis (cerebral palsy, trauma pada otak).
  • Faktor riwayat keluarga yang juga mengalami keterlambatan bicara. 
  • Riwayat kelahiran prematur.

Setiap fase tumbuh kembang si Kecil membutuhkan perhatian yang tepat. Daftar sebagai member Bebeclub dan dapatkan panduan sesuai usia serta insight ahli untuk mendampingi setiap milestone anak.

Baca Juga: Perkembangan Bicara Anak 1 Tahun dan Cara Melatihnya

Apakah Anak Speech Delay Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Pada beberapa anak, keterlambatan bicara bisa membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, terutama jika hanya termasuk late talker

Jika anak mendapatkan penanganan sejak dini, ia bisa mengejar ketertinggalannya dan berkembang sesuai usianya. Namun, penting untuk terus memantau tumbuh kembang anak dan tidak menyepelekan setiap keterlambatan, Bu. 

Jika tanda speech delay menetap atau disertai kesulitan lain, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau terapis. Semakin cepat penanganannya, semakin membantu perkembangan bicara anak jadi lebih optimal.

Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara di Rumah

Peran Ibu dan Bapak sangat penting untuk melancarkan kemampuan bicara dan komunikasi anak. Berikut cara mengatasi anak terlambat bicara yang bisa dilakukan lewat kegiatan sehari-hari:

1. Ajak Anak Berbicara Sesering Mungkin

Cara paling sederhana untuk melatih kemampuan bicara anak adalah dengan mengajaknya berkomunikasi sesering mungkin dalam keseharian. 

Mulai dari bahasan yang ringan, seperti menceritakan apa yang sedang Ibu Bapak lakukan atau sebutkan nama benda di sekitarnya.

Misalnya, saat memasak, Ibu bisa bisa bilang “Ini timun, warnanya hijau” atau saat bermain “Adik tahu ini apa? Ini bola, bentuknya bulat.” Kebiasaan kecil ini membantu si kecil mengenal kosakata baru secara alami setiap harinya.

Ajak juga si Kecil bermain tanya jawab sederhana, misalnya “Apa nama hewan yang bertanduk ini? Namanya rusa.” Interaksi dua arah seperti ini sangat efektif melatih kemampuan komunikasinya.

2. Membacakan Buku Cerita

Membacakan buku cerita tak hanya seru, tapi juga bisa menjadi cara mengatasi anak terlambat bicara karena memperkaya kosakatanya. 

Sambil membaca, Ibu bisa tunjuk gambar yang ada di buku dan sebutkan namanya dengan jelas dan ekspresif. 

Jadikan membaca buku sebagai rutinitas harian, misalnya di pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Konsistensi inilah yang lama-lama akan membuat kemampuan bahasa si Kecil berkembang dengan pesat. 

3. Mengajak Anak Bernyanyi

Cara seru lainnya untuk melatih anak lancar bicara adalah dengan bernyanyi bersama. Irama dan pengulangan kata dalam lagu membantu otak anak menyerap dan mengingat kosakata baru dengan lebih mudah.

Ibu bisa pilih lagu-lagu sederhana dengan lirik yang pendek dan berulang, lalu nyanyikan bersama si Kecil dengan ekspresi yang ceria. Semakin sering dilakukan, semakin cepat si kecil terbiasa menirukan kata-kata yang ia dengar.

4. Mengurangi Screen Time

Menurut WHO, anak di bawah usia 5 tahun sebaiknya menggunakan perangkat digital maksimal 1 jam per hari. Hal ini bukan tanpa alasan, screen time yang berlebihan berisiko memengaruhi perkembangan bahasa anak. 

Sebab layar tidak bisa menggantikan interaksi nyata yang dibutuhkan si Kecil untuk berkomunikasi dua arah, mendengar percakapan, dan belajar merespons.

Coba batasi screen time secara bertahap dan gantikan dengan aktivitas yang lebih interaktif, Bu. Mulai dari bermain, mengobrol, atau sekadar jalan-jalan di sekitar rumah.

5. Stimulasi Suara

Melatih kepekaan anak terhadap suara adalah langkah penting dalam mendukung kemampuan bicaranya. Salah satu cara yang paling menyenangkan adalah dengan menirukan suara-suara hewan bersama sambil bermain atau membaca buku. 

Sebagai contoh, Ibu bisa bilang “Sapi itu bunyinya moo, kalau kucing itu suaranya meow” sembari menunjuk satu per satu gambar hewan di buku atau flashcards

Ajak juga si Kecil untuk menunjuk objek yang Ibu sebutkan untuk melatih kemampuan merespons dan interaksinya. Lakukan stimulasi suara ini secara rutin dan konsisten setiap hari.

Baca Juga: Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 Tahun dan Stimulasinya

Selain memantau milestone anak, jangan lupa memperhatikan kesehatan pencernaannya. AI Poop Tracker dari Bebeclub dapat membantu memantau kondisi pup si Kecil dengan lebih praktis. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik.

Ibu juga bisa lebih mudah memahami arti pup si Kecil dengan mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile. Tak hanya itu, Ibu bisa menikmati berbagai keuntungan membership, termasuk mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah menarik. Yuk, coba sekarang!

Pilihan Terapi untuk Anak Lambat Bicara yang Bisa Dilakukan

Selain melatih anak di rumah agar lebih cepat bicara, ada beberapa kondisi yang membutuhkan bantuan terapi khusus sesuai kebutuhan si Kecil. Berikut pilihan terapi sebagai cara mengatasi anak terlambat bicara:

1. Terapi Wicara (Speech Therapy)

Terapi wicara adalah jenis terapi yang paling umum direkomendasikan untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara. 

Di sini, si kecil akan dibimbing oleh terapis wicara profesional untuk melatih kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan berkomunikasi secara bertahap.

Terapis akan menggunakan berbagai metode yang menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan selama proses latihan. Biasanya, anak akan diajak bermain. 

Misalnya melalui permainan menyusun urutan atau permainan yang melibatkan kata dan bahasa, sehingga anak belajar bicara dengan cara yang menyenangkan. 

2. Terapi Bermain

Sesuai dengan namanya, terapi bermain memanfaatkan aktivitas bermain sebagai media utama untuk melatih kemampuan komunikasi anak. Misalnya dengan menggambar, bercerita, atau bermain peran. 

Melalui permainan yang dirancang khusus, terapis membantu anak belajar mengekspresikan diri, memahami instruksi, dan berinteraksi dengan orang lain. Anak pun tanpa sadar jadi belajar karena semuanya terasa seperti bermain biasa.

3. Terapi Interaksi Orang Tua dan Anak

Orang tua adalah orang yang paling sering berinteraksi dengan anak. Karena itu, terapi ini menempatkan orang tua sebagai bagian aktif dalam proses perkembangan bahasa anak. 

Kebiasaan komunikasi dari Ibu dan Bapak akan menjadi stimulasi yang konsisten setiap harinya. Menariknya lagi, terapi ini juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Meski setiap anak berkembang dengan cara dan waktu yang berbeda-beda, tapi Ibu perlu tahu tanda bahaya untuk segera memeriksakan anak ke dokter terkait perkembangan bahasanya, seperti:

  • Di usia 12 bulan belum menggunakan bahasa isyarat, seperti menunjuk atau melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.
  • Di usia 18 bulan lebih menyukai isyarat daripada bahasa untuk berkomunikasi, dan kesulitan menirukan suara, dan memahami perintah.
  • Di usia 2 tahun hanya dapat meniru ucapan atau tindakan tapi belum mengucapkan kata apa pun.
  • Di usia 2 tahun belum mampu mengucapkan dua kata membentuk kalimat.
  • Di usia 2 tahun tidak dapat mengikuti arahan sederhana.
  • Di usia 2 tahun memiliki nada suara yang tidak biasa, seperti serak atau sengau.

Pada intinya, memahami penyebab anak mengalami speech delay penting agar penanganannya tepat. 

Peran Ibu dan Bapak dalam memberikan stimulasi dan dukungan sehari-hari juga sangat berpengaruh dalam membantu perkembangan bicara si Kecil agar lebih optimal. 

Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.

Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Marketing and Communication. (2025, June 2). Child Not Talking Yet? When to Worry About a Speech Delay. University of Utah Health | University of Utah Health. https://healthcare.utah.edu/healthfeed/2025/06/child-not-talking-yet-when-worry-about-speech-delay
  2. Delayed Speech or Language Development. (2022). Kidshealth.Org. https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html
  3. IDAI | Keterlambatan Bicara. (2019). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
  4. Screen Time and Speech Delays in Toddlers. (2023, November 15). University of Utah Health | University of Utah Health. https://healthcare.utah.edu/the-scope/kids-zone/all/2023/11/screen-time-and-speech-delays-toddlers
  5. Parents from Action for Children Editorial Team. ‌(2025, December 3). Speech delay in toddlers and children - causes and support. Support for Parents from Action For Children. https://parents.actionforchildren.org.uk/early-parenting/speech-communication/child-speech-delay/
  6. ‌Alamri, M. M., Alrehaili, M. A., Albariqi, W., Alshehri, M. S., Alotaibi, K. B., & Algethami, A. M. (2023). Relationship Between Speech Delay and Smart Media in Children: A Systematic Review. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.45396
  7. ‌Liv Hospital. (2026). Post Title. Liv Hospital. https://int.livhospital.com/parents-speech-delay-in-toddlers/
  8. Cleveland Clinic Editorial Team. (2017, September 12). Developmental Delay in Children: Symptoms, Causes & Outlook. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14814-developmental-delay-in-children
  9. NHSwebsite Editorial Team. (2020, December). Help your baby learn to talk. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/babys-development/play-and-learning/help-your-baby-learn-to-talk/
  10. New WHO guidance: Very limited daily screen time recommended for children under 5. (2019). Aoa.Org. https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/public-health/screen-time-for-children-under-5
  11. ‌Clinic, C. (2022, February 11). Speech therapy is a treatment that improves your ability to talk and use other language skills. It helps children and adults manage communication disorders. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22366-speech-therapy
  12. ‌Watmore, A. (2025, June 10). What is Play Therapy? | Shore Psychology. Shore Psychology. https://www.shorepsychology.co.uk/what-is-play-therapy/
  13. ‌Verywell Mind Editorial Team. (2026). What Is Parent-Child Interaction Therapy?. https://www.verywellmind.com/parent-child-interaction-therapy-definition-techniques-and-efficacy-5195464


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun