Masalah Terlambat Bicara Pada Si Kecil

Hampir semua Ibu pasti tak sabar ingin mendengar celotehan lucu dari sang buah hati. Ketrampilan yang satu ini memang penting sebagai mo...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
09 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Hampir semua Ibu pasti tak sabar ingin mendengar celotehan lucu dari sang buah hati. Ketrampilan yang satu ini memang penting sebagai modal si Kecil berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kadang sebagian anak bisa mulai mengucapkan suku kata sederhana seperti la-la, bu-bu saat memasuki usia 6 bulan. Namun, ada juga anak yang baru bisa mengucapkan beberapa kata saat berusia 1 tahun.

Kemampuan berbicara setiap anak memang tidak sama, Bu. Sehingga secara umum, tidak ada patokan usia khusus tentang kemampuan bicara. Ibu memang harus memperhatikan setiap tahapan perkembangan si Kecil, namun juga jangan terlalu khawatir saat si Kecil terlambat bicara.

Coba Ibu amati perkembangan ketrampilan si Kecil secara keseluruhan. Terkadang anak yang terlambat berbicara, justru telah memiliki perkembangan di area lain seperti kemampuan menyusun, mendorong, dan beberapa kemampuan lain yang berhubungan dengan motoriknya. Hal ini bisa saja terjadi, karena si Kecil terlalu fokus dengan kemampuan fisiknya tersebut. Yang terpenting, terus berikan stimulasi yang tepat agar si Kecil terdorong untuk belajar bicara.

Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Bagaimana cara mengatasi anak terlambat bicara dan cara stimulasi anak untuk belajar bicara?

  1. Tingkatkan kemampuannya berbahasa. Jika ia belum bisa mengucapkan satu kata dengan baik, cobalah untuk mengucapkannya dengan benar. Caranya dengan memberikan contoh pengucapan secara berulang-ulang. Agar tidak monoton, coba Ibu ucapkan sambil menggunakan irama nyanyian tertentu. Lagi-lagi, Ibu dituntut untuk selalu kreatif lho.
  2. Dengarkan setiap perkataannya, biasanya si Kecil akan bicara dengan kata yang kurang lengkap. Seperti makan, bisa saja ia mengucapkannya dengan "mam". Coba untuk memberikan kata yang benar untuk memperbaikinya. Namun, lakukan secara bertahap dan jangan ada unsur paksaan ya, Bu.
  3. Jangan terlalu sering menggunakan baby talk, sebab akan membingungkannya.
  4. Selalu ajak si Kecil untuk berbicara dan bercerita, agar ia terstimulasi. Meskipun mungkin ia tak langsung merespon dengan perkataan, tapi semua cerita dan perkataan Ibu sebenarnya meresap ke dalam ingatannya.
  5. Membaca buku bersama adalah stimulasi efektif untuk mengajarinya berbagai kosa kata baru. Cara menyenangkan ini pun akan mendorong si Kecil untuk belajar bicara.
  6. Jangan ragu untuk mengucapkan beberapa patah kata baru kepadanya setiap hari.
  7. Berikan pujian untuk kata atau kalimat yang penggunaannya benar.

Kapan Kondisi Terlambat Bicara Harus Diwaspadai?

Orang tua boleh mulai waspada akan kemampuan bicara si Kecil jika ia belum mengucapkan sepatah kata pun ketika menginjak usia 18 bulan. Beberapa kondisi atau gejala lain yang dapat menjadi indikasi terlambat bicara serius pada anak adalah:

  • Ibu atau suami atau keluarga lain memiliki latar belakang kesulitan berbicara ketika kecil.
  • Si Kecil kurang berinteraksi dengan Ibu dan tidak mengerti ketika diajak berbicara.
  • Si Kecil tidak mampu menggumamkan kata-kata.

Jika masalah terlambat bicara yang serius terjadi pada buah hati Ibu, jangan langsung panik. Cobalah berkonsultasi pada dokter atau psikolog anak. Tak perlu khawatir, saat ini telah tersedia berbagai metode terapi bicara untuk anak dengan berbagai kebutuhan khusus. Ibu juga harus terus berbesar hati, karena jika Ibu optimis maka si Kecil pun akan yakin untuk belajar bicara.

Setiap anak adalah anugerah, jadi nikmati semua tahapan perkembangannya dan atasi kendala dengan penuh kesabaran. A great mom always can get through it!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait