Anak Alergi Makanan? Ini Cara Aman Mengatasinya
Gejala alergi muncul beberapa menit sampai dua jam setelah makan makanan pemicu. Gejalanya bisa berupa ruam, gatal, hidung berair, hingga muntah-muntah tergantung tingkat keparahannya.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 02 Februari 2022
Diperbarui: 27 Maret 2026
Tahukah Ibu? Alergi makanan merupakan salah satu jenis alergi yang dialami sekitar 8% anak di bawah usia 5 tahun. Sebagai cara mengatasi alergi makanan pada anak, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghindari makanan pemicu alergi. Hindari melakukan eliminasi makanan secara sembarangan tanpa arahan medis.
Agar penanganannya lebih tepat dan menyeluruh, yuk baca selengkapnya di artikel ini!
Anak Muncul Ruam, Muntah, atau Sesak Setelah Makan, Apakah Ini Alergi?
Ya, ruam, muntah, atau sesak napas yang muncul dalam hitungan menit hingga 1–2 jam setelah makan kemungkinan bisa menjadi tanda kuat alergi makanan.
Reaksi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak keliru mengenali protein tertentu dalam makanan sebagai ancaman.
Akibatnya, tubuh memicu respons alergi yang dapat berupa ruam atau biduran, gangguan pencernaan seperti mual, muntah atau diare, hingga gangguan pernapasan seperti hidung berair.
Bedanya dengan keracunan makanan adalah, alergi bersifat individual dan hanya selalu muncul setiap anak mengonsumsi alergen. Keracunan makanan biasanya dialami beberapa orang sekaligus akibat makanan yang terkontaminasi.
Gejala Alergi Makanan pada Anak yang Paling Umum
Alergi makanan adalah kondisi ketika tubuh mengalami reaksi imun yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu. Gejalanya muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tertentu.
- Ruam atau bentol merah di kulit: biasanya terasa gatal dan muncul dalam waktu singkat setelah makan.
- Gatal di mulut atau bibir: anak bisa tampak sering menggosok atau menggaruk area mulut dan menjadi lebih rewel.
- Mual, muntah, atau diare: gangguan pencernaan ini kerap disalahartikan sebagai masuk angin atau keracunan ringan.
- Pembengkakan ringan di bibir atau kelopak mata: umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dipantau perkembangannya.
- Masalah pernapasan: gejala alergi bisa menimbulkan bersin, mengi, tenggorokan terasa sesak, batuk, hidung tersumbat, dan pilek.
Jika gejalanya ringan dan cepat mereda, Ibu dan Bapak dapat melakukan pemantauan dan penanganan awal di rumah. Pastikan anak juga tidak makan makanan pemicu alergi kembali.
Baca Juga: 8 Jenis Alergi dan Cara Mengenalinya
Tanda Alergi Makanan yang Berbahaya & Harus Segera ke IGD
Alergi makanan dapat memicu reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang mengancam jiwa, seperti:
- Sesak napas atau napas berbunyi.
- Pembengkakan pada lidah, mulut, atau tenggorokan. Pembengkakan di tenggorokan berisiko menyebabkan kesulitan bernapas.
- Anak tampak sangat lemas, pucat, atau sulit dibangunkan.
- Mengalami syok dengan penurunan tekanan darah yang drastis.
- Penurunan kesadaran.
Syok anafilaksis merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera. Jika reaksi alergi si Kecil menimbulkan salah satu tanda di atas, jangan tunda untuk segera ke rumah sakit ya, Bu.
Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak
Sebagian besar gejala alergi makanan bisa ditangani dengan perawatan rumahan yang tepat. Berikut cara mengatasi alergi makanan pada anak yang bisa Ibu dan Bapak terapkan di rumah:
1. Hentikan dan Jauhkan Anak dari Makanan Pemicu
Salah satu cara mengatasi alergi makanan pada anak yang harus segera dilakukan adalah dengan menjauhkannya dari pemicu alergi, Bu. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi agar gejalanya tidak semakin parah dan mengganggu si Kecil.
Jadi, segera hentikan pemberian makanan yang dicurigai sebagai penyebab alergi pada anak. Hindari paparan ulang karena dapat memicu reaksi alergi yang lebih berat. Pastikan juga anak tidak mengonsumsi produk lain yang mengandung bahan pemicu serupa.
Jika Ibu tidak tahu apa faktor pemicu yang membuat bayi mengalami alergi ini, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan tes alergi guna mengidentifikasi pemicu alergi makanan yang anak alami.
2. Amati dan Catat Gejala yang Muncul
Penting untuk mengamati setiap gejala yang muncul setelah anak mengonsumsi makanan tertentu. Lalu, Ibu bisa catat jenis makanan yang dimakan dan kapan gejalanya mulai terlihat.
Perhatikan juga bentuk gejalanya, seperti ruam, muntah, atau bengkak, serta berapa lama keluhan tersebut berlangsung. Informasi sederhana ini bisa sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis.
Baca Juga: Biar Nggak Gampang Sakit, Ini 5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak yang Alergi
3. Berikan Penanganan Awal Sesuai Gejala
Cara mengatasi alergi makanan pada anak selanjutnya yang tak kalah penting adalah dengan memberikan penanganan awal sambil memantau kondisi si Kecil.
Jika gejala alergi yang muncul tergolong ringan, Ibu Bapak dapat melakukan penanganan awal di rumah sambil memantau kondisi anak. Berikut penanganan awal untuk mengatasi alergi makanan pada anak:
- Pastikan anak tetap cukup minum agar tidak dehidrasi, terutama jika mengalami muntah atau diare.
- Jika muncul ruam atau gatal, bantu anak agar tidak menggaruk supaya kulit tidak semakin iritasi atau terluka.
- Amati perkembangan gejala selama 24 jam untuk memastikan kondisinya membaik.
Waspadai tanda-tanda alergi parah seperti ruam di sekujur tubuh, muntah-muntah, diare parah, pembengkakan di lidah atau bibir, denyut nadi lemah, pusing dan sangat lemas, hingga susah bernapas atau menelan.
Segera cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, Bu.
4. Jangan Eliminasi Makanan Secara Sembarangan
Sebelum benar-benar mengetahui makanan penyebab alergi anak, sebaiknya jangan langsung menghilangkan banyak jenis makanan sekaligus. Menghindari terlalu banyak makanan justru bisa membuat asupan gizi anak menjadi tidak seimbang.
Ibu perlu melakukan eliminasi makanan secara terarah dan berdasarkan diagnosis dokter. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup sambil menghindari makanan pemicu alergi secara aman.
Salah satu alternatif nutrisi untuk si Kecil yakni susu nabati. Bebelac Gold Soya adalah susu soya dengan prebiotik yang terbukti klinis, diperkaya kandungan serat FOS inulin dan formula 100% bebas laktosa. Nutrisi tepat untuk dukung pencernaan si Kecil yang tidak cocok susu sapi.
5. Konsultasikan ke Dokter untuk Diagnosis Lanjutan
Bu, jika gejala alergi makanan diabaikan tanpa penanganan yang tepat, tumbuh kembang anak berisiko terganggu. Jadi, jika Ibu curiga bayi alergi makanan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk melihat kadar antibodi IgE dan uji tusuk kulit (skin prick test) untuk mengetahui apakah anak Ibu mengalami alergi makanan tertentu atau tidak.
Selain itu, dokter juga dapat menilai kebutuhan nutrisi anak dan membantu menyusun pola makan yang aman dalam jangka panjang. Langkah ini penting agar alergi dapat terkelola dengan baik tanpa mengganggu tumbuh kembang anak.
Semoga informasi ini bermanfaat, Bu!
Jangan lupa daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
