5 Kebiasaan yang Jadi Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil, Jangan Sering Dilakukan, Ya!

Kaki bengkak memang sering dikaitkan dengan kehamilan. Jadi, jangan heran ketika memasuki trimester ketiga, Ibu akan merasakan sepatu da...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
12 Aug 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Cari tahu penyebab kaki bengkak pada ibu hamil, yuk!


Kaki bengkak memang sering dikaitkan dengan kehamilan. Jadi, jangan heran ketika memasuki trimester ketiga, Ibu akan merasakan sepatu dan sandal mendadak kekecilan dan tak nyaman lagi dipakai. Tapi, jangan buru-buru beli sepatu baru, Bu! Cari tahu dulu, yuk, penyebab kaki bengkak pada ibu hamil. Siapa tahu, kaki bengkak yang Ibu alami hanyalah sementara, sehingga tak perlu membeli sepatu baru dengan ukuran yang lebih besar.

Kebiasaan yang Jadi Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Kaki bengkak pastilah membuat tidak nyaman, ya, Bu. Bengkak yang biasanya menyerang bagian tungkai, pergelangan kaki, hingga jari ini bisa membuat Ibu merasakan nyeri, kram, pegal, kesemutan, hingga sulit berjalan.1

Berdiri terlalu lama dan terlalu banyak jalan kaki bisa memicu kaki bengkak, lho!

Kaki bengkak atau yang biasa disebut edema ini dipicu oleh peningkatan  penumpukan cairan yang berhubungan dengan perubahan fisik dan hormonal yang terjadi selama kehamilan, terutama di trimester ketiga. Rahim yang semakin membesar akan  menambah beban di kaki Ibu, yang kemudian memicu terjadinya gangguan sirkulasi pada pembuluh darah balik di kaki.1

Selain itu, ternyata beberapa aktivitas yang sering Ibu lakukan sehari-hari, bisa memicu kaki jadi bengkak, lho. Misalnya saja, jalan kaki terlalu jauh, berdiri terlalu lama, duduk terlalu lama, atau posisi duduk sambil menggantung kaki. Coba diingat-ingat, apakah Ibu suka melakukan salah satu di antaranya? Yuk, simak pembahasannya satu per satu di bawah ini.

1. Konsumsi terlalu banyak makanan tinggi garam 

Apakah Ibu suka ngemil keripik, makanan olahan, ataupun makanan kaleng saat hamil? Jika ya, ada baiknya untuk segera membatasinya, ya, Bu. Pasalnya, makanan-makanan tersebut merupakan makanan olahan yang tinggi garam atau natrium. Peningkatan konsentrasi natrium dalam darah bisa menyebabkan tubuh menahan air lebih banyak, sehingga memicu kaki jadi bengkak.2

Untuk menghindari atau mengurangi pembengkakan yang terjadi selama kehamilan, yuk mulai batasi konsumsi garam dan perbanyak minum air putih untuk membantu membuang kelebihan natrium di dalam tubuh. 

2. Berdiri terlalu lama

Beberapa kegiatan yang Ibu lakukan mungkin menuntut Ibu untuk berdiri dalam waktu lama. Misalnya, bekerja, jalan-jalan di mal, menunggu transportasi umum, dan lainnya. Nah, terlalu lama berdiri ini dapat meningkatkan risiko kaki ibu hamil jadi bengkak, lho. 

Pasalnya, selama hamil, jumlah cairan tubuh semakin banyak terutama di akhir trimester kedua hingga trimester ketiga. Dan disebabkan oleh gaya gravitasi, maka cairan tubuh tersebut akan tertarik dan berkumpul di bagian bawah tubuh, menyebabkan kaki Ibu jadi membengkak.3

Untuk mengatasinya, pastikan untuk sering-sering beristirahat duduk sambil meluruskan kedua kaki, ya, Bu. Atau bisa juga dengan berbaring sambil meninggikan posisi kedua kaki. Tujuannya, agar cairan yang terkumpul di bagian bawah bisa kembali terdistribusi ke seluruh bagian tubuh.4

3. Duduk terlalu lama

Volume cairan tubuh yang meningkat selama kehamilan seharusnya mengalir secara merata ke seluruh bagian tubuh. Namun, kalau Ibu kelamaan duduk saat hamil, cairan tubuh ini justru akan mengumpul di bagian tubuh tertentu, terutama bagian bawah tubuh seperti kaki, dan mengakibatkan bengkak.4

Berbaring sambil meninggikan kedua kaki bisa membantu meredakan kaki bengkak.

Dan tidak hanya duduk di kursi, duduk bersila di lantai dalam waktu yang lama juga tidak dianjurkan, karena bisa memberi tekanan pada kaki dan pergelangan kaki, yang dapat menghambat sirkulasi darah.4

Untuk menghindari masalah kaki bengkak, cobalah untuk berdiri dan berjalan-jalan setiap setengah jam Ibu duduk. Kalau perlu, pasang alarm untuk mengingatkan, ya, Bu.  

4. Kurang minum air putih

Kaki bengkak paling sering disebabkan oleh kelebihan cairan yang menumpuk di bagian bawah tubuh. Tapi, kenapa kurang minum justru bisa memicu kaki semakin bengkak? 

Jika Ibu kurang minum, tubuh akan mengira sedang mengalami dehidrasi sehingga menahan lebih banyak cairan untuk mengimbanginya. Akibatnya, Ibu akan jarang buang air kecil, dan kelebihan cairan di dalam tubuh akan tetap tertahan.5 

Ibu hamil membutuhkan tambahan 300 ml air dibandingkan perempuan tidak hamil yang membutuhkan 2,250 ml air. Jadi, cobalah penuhi seluruh kebutuhan cairan pada ibu hamil, dengan minum setidaknya 10-11 gelas setiap hari, ya, Bu.6 Tak sekadar mencegah kaki bengkak, tapi juga untuk menjaga kesehatan ginjal dan membuang racun-racun di dalam tubuh. 

5. Kepanasan

Berpanas-panasan juga dapat memicu kaki bengkak, lho, Bu. Terlebih jika Ibu sebelumnya berada di lingkungan dengan cuaca yang sejuk, misalnya ruangan ber-AC. Ketika tubuh kepanasan, sebagian besar pembuluh darah melebar. Pelebaran pembuluh darah ini tujuannya untuk mendinginkan tubuh.7

Tapi, Ibu tak perlu panik. Segeralah mencari tempat yang sejuk untuk berteduh, dan perlahan kaki dan bagian tubuh lainnya yang bengkak akan mengecil dengan sendirinya.7

Nah, itulah lima hal yang bisa jadi penyebab kaki bengkak pada ibu hamil, dan mungkin sering Ibu lakukan selama kehamilan. Yuk, mulai kurangi kebiasaan tersebut!

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Sawitry, et al. 2020. Manfaat Rendaman Air Hangat dan Garam dalam Menurunkan Derajat Edema Kaki Ibu Hamil Trimester III. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication /347828054_Manfaat_Rendaman_Air_Hangat _dan_Garam_dalam_Menurunkan_Derajat _Edema _Kaki_Ibu_Hamil_Trimester_III [Diakses 18 Juli 2022]
     
  2. Priya Soma-Pillay, et al. 2016. Physiological changes in pregnancy. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC4928162/  [Diakses 18 Juli 2022]
     
  3. Thomas R. Waters and Robert B. Dick. 2015. Evidence of Health Risks Associated with Prolonged Standing at Work and Intervention Effectiveness. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC4591921/ [Diakses 18 Juli 2022]
     
  4. Fahad Tanveer and Sana Shahid. 2015. Frequency of Lower Extremity Edema during 3rd Trimester of Pregnancy. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication /315526404_Frequency_of_Lower_Extremity _Edema_during_3rd_Trimester_of_Pregnancy  [Diakses 18 Juli 2022]
     
  5. Joshua E. Brinkman, et al. 2022. Physiology, Body Fluids. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books /NBK482447/  [Diakses 18 Juli 2022]
     
  6. Permenkes Republik Indonesia No 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Diambil dari:


Artikel Terkait