Kembali ke Tumbuh Kembang

10 Ide Kegiatan Montessori agar Anak Tumbuh Aktif dan Mandiri

Montessori adalah metode pendidikan yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Maria Montessori. Dalam praktiknya, metode ini mengutama...

4 min
21 Sep 2022
Anak bermain permainan montessori

Artikel ini belum diulas

Montessori adalah metode pendidikan yang ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Maria Montessori. Dalam praktiknya, metode ini mengutamakan aktivitas pembelajaran langsung untuk mengasah sifat mandiri dan kolaboratif.

Ada banyak kegiatan seru yang mengadaptasi metode montessori untuk mendorong perkembangan anak. Nah, apa saja manfaat tersebut dan ide kegiatannya untuk si Kecil di rumah? 

Intip bersama-sama melalui artikel ini, ya! 

Manfaat Montessori bagi Perkembangan Anak

Metode Montessori berbeda dengan kurikulum pendidikan konvensional.

Satu hal yang paling membedakan adalah montessori membiarkan anak memilih sendiri apa yang ingin ia pelajari daripada hanya memberikan instruksi. Hal ini yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak usia dini. 

Beberapa manfaat yang lain yang bisa didapat si Kecil dari metode pendidikan montessori, antara lain: 

1. Melatih anak memecahkan masalah sendiri

Dalam pendidikan montessori, anak diizinkan untuk memilih kegiatan mereka dan mengerjakannya dengan cara mereka sendiri. 

Lewat pilihan kegiatan yang Ibu tawarkan, anak akan mendapatkan kebebasan untuk bereksplorasi sesuka hati.

Di sinilah kreativitas si Kecil akan lebih terasah, karena ia ditantang untuk menemukan jalan keluar dan menyelesaikan masalah sendiri tanpa didikte orang dewasa.

2. Potensi anak lebih terasah

Menerapkan metode montessori di rumah artinya Ibu membebaskan anak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Nah semakin sering anak bermain sambil belajar, potensi si Kecil pun akan jadi lebih terlihat.

Dengan metode montessori, misalnya, Ibu jadi tahu kalau si Kecil senang melukis. Untuk semakin mengembangkan potensinya ini, Ibu bisa memfasilitasi si Kecil dengan peralatan atau kegiatan yang serupa sampai ia mahir di bidang yang ia sukai.

Misalkan dengan menyediakan kanvas baru, cat lukis dengan koleksi warna yang lebih variatif, atau mengajaknya melukis dengan cara-cara baru seperti melukis di kain atau melukis menggunakan tangan dan kaki.

3. Mudah bersosialisasi

Di metode montessori, anak akan lebih dibiasakan untuk bisa belajar bekerja sama, berbagi, dan memecahkan masalah bersama-sama dengan teman sekelasnya. Sebab, peran guru atau orang dewasa di metode montessori sebetulnya lebih untuk mengawasi, bukan mengatur atau memerintah. 

Jadi karena sudah dilatih untuk bisa aktif dan mandiri sejak kecil, anak yang tumbuh besar dengan metode montessori biasanya lebih kreatif, cepat berbaur, kooperatif, dan memiliki sikap toleransi yang tinggi.

4. Anak lebih mandiri

Montessori juga memiliki materi belajar khusus yang dikenal dengan istilah practical life.

Di metode ini, anak akan diperkenalkan dengan pekerjaan yang sehari-hari umumnya dilakukan orang dewasa. 

Contohnya menyapu, membersihkan jendela, mengikat tali sepatu, atau mengepel.

Meskipun hasilnya mungkin kurang bersih, setidaknya anak bisa belajar mandiri dan tidak bergantung dengan orangtuanya.

5. Terhindar dari stres

Fokus pendidikan montessori selalu mementingkan proses daripada hasil.

Melalui metode ini, anak diajak untuk lebih menikmati setiap proses belajar, tanpa terlalu memikirkan seperti apa hasilnya nanti.

Dengan berfokus pada proses, si Kecil pun terhindar dari stres dan rasa malas belajar. 

6. Meningkatkan kemampuan kognitif

Dalam prinsip Montessori, interupsi dari orang dewasa saat belajar dapat mempengaruhi kemampuan kognitif si Kecil.

Perkembangan kognitif sendiri meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan.

Membiarkan anak memilih pembelajaran dan menyelesaikan tugas dengan caranya sendiri, justru dapat semakin mengasah cara berpikir si Kecil.

Baca Juga: Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun

Pertimbangan memasukkan si Kecil ke sekolah Montessori

Montessori ternyata memberi banyak manfaat bagi perkembangan si Kecil ya, Bu. Oleh karena itu, sah-sah saja apabila Ibu ingin menyekolahkan ia di sekolah montessori. 

Yuk Bu, cek terlebih dahulu beragam aktivitas yang ada di sekolah montessori.

Dilansir dari American Montessory Society, aktivitas yang umumnya sering dilakukan dalam kelas montessori antara lain:

  • Waktu belajar dibagi menjadi 2-3 jam dan anak-anak bisa memilih aktivitas berdasarkan minat.

  • Pelajaran "wajib"nya mencakup cara membaca, matematika, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah

  • Kurikulumnya juga menyertakan pembelajaran mengenai cara menyayangi tumbuhan dan binatang, tata krama, dan cara menyelesaikan konflik.

Selain itu, sekolah montessori juga terbagi berdasarkan kategori usia untuk menyesuaikan jenis pelajaran dengan tahapan tumbuh kembang anak. Adapun kategori usia tersebut meliputi:

  • Bayi: baru lahir sampai 18 bulan

  • Balita: 15 bulan sampai 3 tahun

  • Anak Usia Dini: Usia 2½ 2.5 sampai 6 tahun.

  • Sekolah Dasar Awal Bawah: Usia 6-9 tahun.

  • Sekolah Dasar Lanjut Atas: Usia 9-12 tahun (atau gabungan Sekolah Dasar Bawah dan Atas, usia 6–12 tahun)

  • Sekunder: Usia 12-15 dan 15-18, atau 12-14, 14-16, dan 16-18.

10 Ide Kegiatan Montessori di Rumah

Untuk memperkenalkan metode ini kepada si Kecil, tak harus lewat jalur formal, lho!

Ibu bisa menyediakan berbagai permainan dan kegiatan yang terinspirasi dari metode montessori untuk si Kecil coba di rumah.

Ide permainan montessori di rumah yang bisa Ibu berikan kepada si Kecil meliputi:

1. Sink or float

Permainan ini mengedukasi anak untuk mengenal perbedaan sifat benda.

Seperti namanya sink or float, Ibu perlu menyiapkan benda-benda yang kiranya bisa mengapung dan tenggelam, serta kolam kecil berisi air. 

Untuk memulai kegiatan ini, minta si Kecil melemparkan benda–katakanlah gelas plastik ke dalam air–kemudian lontarkan pertanyaan “Apakah benda ini akan mengapung atau tenggelam?”.

Jika sudah, biarkan ia melihat hasilnya dan jelaskan secara sederhana mengapa benda tersebut bisa mengapung bukan tenggelam.  

2. Menyortir warna

Gunakan kancing dalam beberapa warna untuk memainkan permainan ini bersama si Kecil. Mulai dari warna merah, kuning, hijau, sampai biru.

Usahakan jumlahnya masing-masing minimal 5.  

Sediakan mangkuk untuk menadahi setiap kancing tersebut. Kemudian, minta si Kecil untuk menyortirnya berdasarkan warna dengan memasukkannya ke dalam mangkuk.

Misalnya mangkuk 1 untuk warna merah, mangkuk 2 untuk warna kuning, dan seterusnya sampai semua warna tersortir dengan benar.

3. Meronce kartu

Meronce dapat melatih konsentrasi, ketangkasan, sekaligus kesabaran si Kecil.

Untuk melakukan aktivitas ini, Ibu cukup menggunakan dua bahan yaitu kartu remi dan tali. 

Bolongkan 5-7 lembar kartu remi tersebut di bagian tengah, lalu minta si Kecil untuk memasukkan tali ke dalam kartu sampai habis. 

4. Sortir barang dari besar ke kecil

Kegiatan montessori di rumah juga bisa Ibu isi dengan permainan menyortir barang dari besar ke kecil.

Permainan ini akan membantu si Kecil mengenal perbedaan ukuran suatu benda. 

Sediakan beragam jenis bola olahraga dari berbagai ukuran, mulai dari basket, sepakbola, tenis, hingga bola golf untuk memulai permainan ini.

5. Pretend play

Bermain pretend play dapat membantu Ibu untuk melihat potensi dan minat anak sedari kecil.

Selain itu, permainan ini juga menjadi wadah agar si Kecil dapat menyalurkan kemampuan yang dimilikinya secara langsung. 

Misalnya untuk bermain jual-beli ala di supermarket, berarti si Kecil akan belajar konsep jual-beli, mempromosikan barang, hingga berhitung.

6. Mystery bag

Permainan mystery bag akan sangat disukai anak-anak. Kemampuan sensori akan dilatih dalam kegiatan montessori ini.

Aturan bermainnya gampang. Ibu hanya perlu memberikan si Kecil kotak berisi benda yang tak boleh dilihat apa isinya.

Kemudian, biarkan ia hanya meraba dan menebak apa isi dari kotak tersebut. 

7. Origami

Bu, sudah sering dengar tentang origami, kan? Nah ternyata, bermain melipat kertas warna-warni ini juga bisa menjadi ide kegiatan montessori untuk si Kecil di rumah, lho!

Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan bermain origami dapat mempengaruhi keterampilan motorik halus anak usia dini. Sebuah penelitian dari Journal of Maternal and Child Health Science (JMCHS) tahun 2021 juga melaporkan bahwa anak-anak yang menerima stimulasi motorik dari permainan origami menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus.

Ini karena origami melibatkan keterampilan gerakan jari-jari anak untuk membentuk sesuatu dari selembar kertas. Dalam hal ini, koordinasi antara tangan dan mata anak juga dilatih untuk bisa melipat sesuai pola dan arahan yang benar, sehingga merangsang otot motorik halus mereka.

Jika Ibu merasa anak masih terlalu dini untuk melipat kertas origami, coba berikan sehelai kain yang cukup lebar dan tipis sehingga gampang untuk dilipat, seperti sarung bantal. Secara bertahap, ganti ukuran kainnya menjadi lebih kecil, misalkan serbet atau waslap, untuk melatih keterampilan tangan anak.

Kegiatan montessori ini juga akan mengajarkan si Kecil tentang kemandirian dan kerapihan, lho! Sebab, anak akan jadi terlatih untuk melipat baju dan menyusunnya ke dalam lemari sendiri

8. Memandikan boneka

Memberi kegiatan montessori di rumah untuk si Kecil, bisa juga dilakukan melalui aktivitas memandikan boneka.

Kegiatan montessori ini termasuk ke dalam practical life yang mengajarkan si Kecil untuk aware terhadap kebersihan dan kesadaran dalam merawat barang.

Cukup siapkan boneka yang terbuat dari plastik atau karet, spons dan sabun cair, serta ember berisi air. 

Setelah itu, biarkan si Kecil memandikan boneka tersebut dengan menggosokkan spons lalu membilasnya ke dalam ember.

Jangan lupa, berikan handuk kecil untuk mengeringkan boneka tersebut juga, Bu.

9. Menyocokkan kaus kaki

Melibatkan anak dalam kegiatan domestik juga menjadi bagian dari prinsip montessori.

Ajak si Kecil untuk menyocokkan beberapa pasang kaus kaki antara kiri dan kanan. Pastikan motif dari setiap pasang kaus kaki tersebut juga seragam ya, Bu.

Kegiatan montessori ini bagus untuk melatih kejelian si Kecil dalam melihat, serta mengajarkan ia untuk bertanggung jawab.  

10. Membuat bubble

Bermain bubble tentu amat menyenangkan bagi si Kecil. Namun, kali ini jangan hanya mengajaknya bermain saja.

Awali dengan kegiatan membuat bubble, sehingga anak memahami suatu proses bagaimana mainan tersebut itu bisa tercipta. 

Adapun bahan-bahan yang Ibu butuhkan adalah mangkuk, air, sabun cuci piring, dan tongkat peniup bubble.

Minta si Kecil mencampurkan sabun dan air hingga merata, lalu biarkan ia membuat gelembung dari campuran sabun tadi.

Jangan lupa sisipkan pelajaran tanggung jawab dengan biasakan si Kecil untuk membereskan berberes alat dan bahan setelah digunakan. permainan selesai.

Psstt… Bebeclub juga punya kanal eksklusif berisi modul-modul cara belajar di rumah yang kreatif untuk anak, lho! Cek di sini, ya, Bu!

Menerapkan Montessori dalam Kehidupan Sehari-hari

Dari beberapa aktivitas di atas, Ibu bisa lanjut menerapkan metode montessori ini ke dalam kehidupan sehari-hari, lho. Ya! Di sinilah manfaat nyata dari memperkenalkan si Kecil dengan metode montessori.

Pilih kegiatan montessori yang berkaitan dengan practical life. Misalnya saja jika melihat daftar kegiatan di atas, Ibu bisa membuat aktivitas menyocokkan kaus kaki atau melipat pakaian menjadi kebiasaan si Kecil. 

Tak lupa, membersihkan ruangan seperti menyapu dan mengepel juga termasuk ke dalam practical life. Maka, jangan ragu untuk selalu melibatkan si Kecil dalam kegiatan tersebut agar ia terbiasa sampai dewasa.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Anak Malas Sekolah

Seperti itulah ulasan seputar manfaat montessori dan kegiatannya yang bisa Ibu lakukan bersama si Kecil di rumah.

Meskipun terlihat sederhana, tapi dampaknya begitu luar biasa bagi perkembangan anak.

Peran FOS:GOS dan Triple A dalam Susu Bebelac 3 untuk Tumbuh Kembang Anak

Di samping memberi kegiatan montessori yang bermanfaat, jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil setiap hari, Bu. 

Nutrisi dan stimulasi berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Maka, berikanlah si Kecil makanan bergizi dan lengkapi asupan nutrisinya dengan Bebelac 3. 

Bebelac 3 GroGreat+ dengan Triple A merupakan gabungan dari DHA dan LA+ALA (minyak ikan) 23% lebih tinggi, yang baik untuk mendukung perkembangan kognitif si Kecil.

Selain itu, Bebelac 3 mengandung prebiotik probiotik FOS:GOS 1:9 dan serat pangan yang bagus untuk menjaga pencernaan si Kecil. Nah, tahukah Ibu bahwa peran saluran pencernaan juga penting dalam proses belajar Si Kecil? Hal ini karena proses perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh kesehatan pencernaan anak.

Saluran cerna anak ternyata memiliki jalur komunikasi dua arah yang terhubung langsung dengan pusat emosi dan kognitif otak, lho Bu! Masih bingung?

Sederhananya begini, Bu. Di dalam perut terdapat lebih dari 100 juta sel saraf yang mengatur rasa kenyang dan lapar. Saluran cerna kita juga memproduksi 90% hormon serotonin yang dipercaya memunculkan perasaan bahagia dan tenang.

Jadi, ketika kita merasa lapar atau kekurangan nutrisi, perut akan menyampaikan pesan ke otak lewat jalur komunikasi tersebut. Itu sebabnya saat kita kelaparan, suasana hati kita pasti akan kacau dan jadi sulit juga untuk fokus beraktivitas, kan?

Nah, hal yang sama kurang lebih bisa terjadi juga pada Si Kecil ketika lapar. Ia bisa menjadi lebih rewel dan lemas, serta kurang tanggap karena komunikasi antar perut dan otak tidak berjalan baik.

Kemampuan untuk dapat cepat tanggap, rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi dapat didukung oleh adanya hormon serotonin. Terlebih, otak pun sebetulnya membutuhkan asupan nutrisi dari perut agar bisa berfungsi dengan optimal.

Itu kenapa usus sering juga disebut sebagai “otak kedua” anak, sehingga sangat penting bagi Ibu menjaga kesehatan pencernaan anak dengan memberikan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai di tiga tahun pertamanya.

Secara tidak langsung, pemenuhan nutrisi melalui saluran cerna yang sehat juga mendukung perkembangan otak anak agar optimal.

Maka itu, yuk, Bu! Llengkapi nutrisi si Kecil dengan Bebelac 3 untuk mendukung kesehatan pencernaannya jadi lebih baik (happy tummy), sekaligus menjaga suasana hatinya tetap gembira (happy heart) yang akan mengoptimalkan kemampuan cara berpikir dan belajar si Kecil (happy brain).

Jangan lupa, ibu juga bisa dapatkan lebih banyak informasi dan tips seputar kehebatan tumbuh kembang si Kecil dengan mendaftar jadi member Bebeclub!


Sumber:

  1. Montessori Northwest. https://montessori-nw.org/about-montessori-education. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  2. Education. https://www.education.com/magazine/article/10-benefits-montessori-preschool/. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  3. Urban Montessori. https://www.urbanmontessori.org/the_montessori_approach. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  4. Motherly. https://www.mother.ly/parenting/montessori-1/. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  5. How We Montessori. https://www.howwemontessori.com/how-we-montessori/. Diakses pada 12 Juli 2022
     
  6. Monti Kids. https://montikids.com/montessori/montessori-activities-toddlers-home/. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  7. AMSHQ. https://amshq.org/About-Montessori/What-Is-Montessori/Core-Components-of-Montessori#using-montessori-materials. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  8. Vikas Pedia. https://vikaspedia.in/health/nutrition/nutrition-and-growth. Diakses pada 12 Juli 2022.
     
  9. Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/probiotics-may-help-boost-mood-and-cognitive-function. Diakses pada 12 Juli 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait