Kembali ke Ibu Perlu Tahu

6 Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi

Apa langkah pertama yang mesti Ibu lakukan agar demam bayi cepat turun? Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan semua orang tua ketika menc...

4 min
11 May 2022

6 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Apa langkah pertama yang mesti Ibu lakukan agar demam bayi cepat turun? Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan semua orang tua ketika mencari cara untuk mengatasi demam pada bayi. Demam memang menjadi salah satu masalah umum yang membuat banyak orang tua cemas.

Akan tetapi, demam itu sendiri tidak selalu berbahaya, kok, Bu! Tingginya suhu pada saat demam juga tidak selalu menandakan beratnya penyakit.³,⁴ Demam justru menjadi pertanda sistem imun si Kecil bekerja dengan baik untuk melawan infeksi penyebab penyakit. 

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menurunkan panas pada bayi? Yuk, simak tips dan caranya berikut ini!

Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi

Demam merupakan kondisi suhu tubuh yang meningkat di atas normal. Normalnya, suhu tubuh bayi yang sehat bisa berkisar antara 36°C hingga 37,8°C. Bayi baru bisa dikatakan demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih setelah diukur dengan termometer oral (mulut), rektal (anus), ataupun aksila (ketiak).

Nah, hampir semua demam disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi virus. Virus dapat menyebabkan infeksi 10 kali lebih banyak daripada bakteri. Beberapa contoh infeksi virus yang paling umum menyebabkan demam pada bayi adalah virus influenza. Meski begitu, demam juga bisa menjadi salah satu efek samping yang muncul setelah imunisasi atau saat bayi tumbuh gigi³.

Demam pun bisa terjadi pada bayi karena penggunaan baju yang tebal atau membedong saat udara yang panas. Kondisi ini dapat meningkatkan suhu tubuh di atas normal, tapi tidak terlalu tinggi.⁴ Jadi, meski badannya terasa hangat dan kulitnya memerah tapi termometer masih menunjukkan angka di bawah 38°, kondisi ini belum dikatakan demam, ya, Bu. Terutama jika tidak ada gejala-gejala penyerta sakit lainnya, seperti rewel atau menangis yang susah ditenangkan.

Setelah Ibu tahu penyebab demam si Kecil, tidak perlu khawatir berlebihan, karena pada sebagian besar anak, demam dapat dirawat sendiri rumah. 

Berikut ini adalah cara alami menurunkan demam pada bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah.

1. Kompres dengan Air Hangat

Hal paling pertama yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi demam pada bayi adalah dengan menempelkan kompres. Tapi, jangan pakai kompres dingin ya! 

Ini adalah cara menurunkan demam yang turun temurun dianjurkan sejak zaman nenek moyang kita, tapi ternyata tidak tepat, Bu.

Sebab, suhu dinginnya justru akan membuat tubuh anak “kaget” karena menganggap suhu tubuhnya turun drastis dan si Kecil sedang kedinginan. Jadi alih-alih turun, demam malah bisa semakin naik karena otak meresponnya dengan meningkatkan suhu tubuh untuk menghangatkan diri.

Oleh sebab itu, supaya demam anak cepat turun Ibu justru sangat dianjurkan menggunakan kompres air hangat. Suhu hangat dari kompres akan memicu otak untuk pelan-pelan menurunkan suhu tubuhnya agar tidak “kepanasan”. 

Kompres air hangat juga memicu tubuh untuk berkeringat sebagai cara mengeluarkan panas lewat pori-pori kulit lewat proses penguapan.

Cara menyiapkan kompres hangat ini sangat mudah, kok. Ibu tinggal isi baskom dengan air hangat suam kuku. Jangan terlalu panas atau bahkan mendidih, ya, karena air panas akan berisiko membakar kulit si Kecil. 

Kemudian, rendam kain waslap bersih di baskom tersebut dan peras sehingga terasa lembap dan tidak menetes-netes. Setelah itu, tempelkan kompres hangat di lipatan tubuh seperti leher dan ketiak si Kecil selama 10-15 menit. 

Jangan juga gunakan cairan alkohol gosok untuk kompres ya, Bu! Selain tidak efektif untuk menurunkan demam, uap alkoholnya bisa terhirup si Kecil dan ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan hipoglikemia, yaitu penurunan kadar gula darah drastis pada bayi baru lahir.²

2. Kenakan Baju Tipis yang Menyerap Keringat

Masih banyak yang mengira jika bayi sedang demam sebaiknya dijaga tetap hangat dengan selimut tebal supaya tidak menggigil kedinginan. Tapi, tahukah Ibu bahwa anggapan ini sebenarnya juga kurang tepat?

Seperti dijelaskan di atas, suhu tubuh bayi bisa meningkat jika pakaiannya terlalu tebal. Apalagi saat si Kecil demam. Mengenakan baju yang terlalu tebal atau melapisinya dengan selimut tebal justru membuat suhu tubuhnya semakin meningkat.⁴

Saat bayi demam, ganti pakaiannya dengan pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat. Kalaupun Ibu ingin memberinya selimut, pilih selimut tipis, ya. Bu. Jangan yang bahannya terlalu tebal dan bikin gerah, supaya si Kecil lebih nyaman dan bisa beristirahat dengan baik.

3. Lap Badan dengan Spons Hangat

Bayi yang sedang demam tetap boleh dimandikan, kok, Bu, jika memang sudah waktunya mandi. Tapi, prinsipnya sama dengan menggunakan kompres, yaitu hindari dulu memandikan bayi dengan air dingin. Cara memandikan bayi yang tepat selama sedang demam adalah menggunakan air hangat.

Isi bak mandi bayi dengan air hangat suam kuku (sekitar 29,4–32,2°Celsius) tapi tidak usah sampai penuh. Cukup isi setinggi 5 cm saja. Jika Ibu tidak memiliki termometer mandi, tes suhu airnya dengan punggung tangan atau pergelangan tangan Ibu, lalu baringkan si Kecil dengan bersandar di bak. Kemudian, basuh tubuhnya dengan menggunakan waslap atau spons bersih.

Jangan terlalu lama memandikan si Kecil, ya, karena air lama-lama akan mendingin dan membuat si Kecil menggigil. Namun, jika si Kecil menolak dimandikan, biarkan saja ia bermain sebentar di bak air hangat tersebut. Biasanya 30-45 menit saja sudah cukup efektif menurunkan suhu tubuh bayi, kok, Bu.

4. Atur Suhu Kamar Bayi

Jangan lupa atur suhu kamar ke suhu yang sejuk, jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas. Jika ruangan hangat atau pengap, letakkan kipas angin di dekatnya agar udara sejuk tetap mengalir.

5. Coba Berikan Makanan

Jika bayi Ibu sudah bisa makan makanan selain ASI, teruskanlah memberikan MPASI seperti biasa. Anak-anak yang sakit cenderung susah makan, tapi lidahnya bisa mentolerir makanan hambar dan bertekstur lembek dengan lebih baik, misalnya bubur nasi, oatmeal, atau pasta rebus tanpa bumbu-bumbu yang tajam.

Makanan memang tidak langsung menurunkan demam pada bayi. Akan tetapi, MPASI dapat menyediakan cadangan energi yang dibutuhkan tubuh bayi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit.

6. Pastikan Bayi Cukup Minum

Anjuran ini bukan tanpa alasan, lho. Faktanya, demam sangat rentan membuat si Kecil kehilangan cairan tubuh yang dapat mengakibatkan dehidrasi. Jika dibiarkan terus, dehidrasi dapat meningkatkan suhu tubuh.

Tanda si Kecil mengalami dehidrasi antara lain adalah berkurangnya produksi urin, urin berwarna pekat, mata cekung, tidak ada air mata saat menangis, turgor kulit yang buruk (saat permukaan kulit ditekan, lama kembali), serta penurunan kesadaran.³

Jadi, selalu pastikan bayi mendapat asupan cairan yang mencukupi selama ia sedang demam.

Caranya? Teruslah susui si Kecil sesuai dengan kebutuhannya. Susui ASI setiap kali bayi merasa lapar atau tampak kehausan. Jika bayi Ibu sudah berusia 6 bulan atau lebih, Ibu boleh coba selingi dengan memberikan air putih. 

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya demam pada bayi tidak memerlukan pengobatan yang khusus. Dengan memahami cara menurunkan demam pada bayi, Ibu dapat melakukan perawatan rumahan yang tepat.

Akan tetapi, Ibu juga harus memantau dan mewaspadai tanda-tanda demam yang mengharuskan si Kecil mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.4

Jadi, segera konsultasi ke dokter jika bayi demam disertai gejala atau kondisi seperti:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan. Demam yang terjadi dalam 3 bulan pertama usianya bisa menjadi pertanda sepsis, yaitu infeksi bakteri dalam darah yang berbahaya.

  • Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya.

  • Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi (≥39°C).

  • Anak semua usia yang suhunya >40°C.

  • Anak semua usia dengan kejang demam.

  • Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja.

  • Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal.

  • Anak yang demam disertai ruam.

  • Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak.

  • Kesulitan bernapas.

  • Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan.

  • Ubun-ubun terlihat menonjol atau cekung.

  • Ada kekakuan di leher.

  • Nyeri kepala hebat.

  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah.

  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar.

  • Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum.

  • Menangis terus menerus.

  • Anak gelisah.

  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur.

  • Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang.

Ibu juga bisa lho berkonsultasi langsung dengan Tim Bebecare yang siap menjawab pertanyaan dan kecemasan Ibu 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu tanpa perlu membuat janji.

Semoga si Kecil cepat sembuh dan bisa kembali ceria lagi, ya, Bu!


Referensi:

  1. Fever (0-12 Months). (2022). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/fever-0-12-months/
     
  2. When your baby or infant has a fever: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2019). Medlineplus.gov. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000319.htm
     
  3. Treating a Fever Without Medicine. (2022). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/Treating-a-Fever-Without-Medicine.aspx
     
  4. When Your Newborn Has a Fever. (2018). Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/family-resources-library/when-your-newborn-has-a-fever
     
  5. Fever: Home Treatment and When to See a Doctor. (2022). Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/fever
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait