Kembali ke Ibu Perlu Tahu

5 Cara Seru Ajarkan Anak Mengenal Warna Sejak Dini

Yang namanya dunia anak-anak pasti penuh warna, ya, Bu. Mulai dari baju, mainan, krayon dan spidol, sampai peralatan makan khusus anak-a...

4 min
10 Jan 2023

Artikel ini belum diulas

Yang namanya dunia anak-anak pasti penuh warna, ya, Bu. Mulai dari baju, mainan, krayon dan spidol, sampai peralatan makan khusus anak-anak, semuanya selalu colorful. Ternyata, pemilihan warna ini ada alasannya, lho! Umumnya mainan dan baju anak memang sengaja dirancang berwarna-warni untuk menarik minat visual si Kecil sejak dini.

Nah, karena anak terbiasa dikelilingi dengan benda warna-warni, ia pun akan mulai terbiasa membedakan macam-macam warna. Lalu, adakah cara seru untuk mengenalkan warna kepada anak? Yuk, simak info lengkapnya di sini!

Kapan Anak Mulai Kenal Warna?

Secara umum, diyakini bahwa anak mulai mampu melihat warna pada usia 4-5 bulan. Di usia ini, anak sudah bisa melihat warna hijau dan merah cerah selain warna hitam, putih, dan abu-abu. Meski begitu, anak yang berusia kurang dari 1 tahun memang masih belum bisa melihat rona atau nuansa warna sejelas orang dewasa.

Barulah ketika usianya menginjak 2 tahun, si Kecil dapat mengenali setidaknya satu warna baru pada usia ini, umumnya salah satu dari warna primer (merah, kuning, atau biru). Kebanyakan anak akan dapat mengidentifikasi setidaknya 2 warna ketika mereka berusia 3 tahun. 

Akan tetapi, seberapa cepat anak-anak bisa mengenal dan membedakan warna sangat bervariasi alias tidak ada patokan umur yang pasti. Beberapa anak bisa mengenali warna lebih banyak dan cepat dari yang lain, sementara beberapa anak pada awalnya mungkin bingung membedakan corak warna yang berbeda.

Perbedaan ini normal, kok! Yang paling penting, Ibu dan Ayah selalu mendampingi si Kecil dalam setiap tahap perkembangannya untuk membantunya belajar mengenal warna dengan cara yang menyenangkan.

Jangan terlalu memaksakan, ya, Bu. Justru, membiarkan anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri dapat membantu si Kecil meningkatkan kemampuan mereka menyelesaikan tugas-tugas lain yang lebih kompleks di masa mendatang.

Lalu, apa pentingnya untuk anak bisa belajar mengenal warna sejak dini? 

Mengapa Anak Perlu Belajar tentang Warna?

Mempelajari warna adalah salah satu tonggak milestone pada anak usia dini yang bukan hanya mewakili perkembangan penglihatannya, tapi juga berhubungan langsung dengan pemahaman atau keterampilan kognitif

Membantu anak belajar mengenal dan membedakan berbagai macam warna akan warna mengembangkan persepsi visual mereka, yang merupakan kemampuan otak untuk menafsirkan apa yang dilihat matanya dengan benar. Ini adalah keterampilan yang penting dimiliki anak sebelum ia bisa belajar membaca.

Warna juga membantu meningkatkan rentang perhatian anak untuk memahami informasi tertentu, yang membantu informasi tersebut dipermanenkan dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang sehingga meningkatkan kesempatan mereka untuk mengingat informasi tersebut.

Mengenal warna juga mengajari anak-anak tentang dunia di sekitar mereka untuk memahami simbol-simbol visual yang penting dan mengaitkannya dengan konteks yang ada. Misalnya, melihat lampu merah sewaktu jalan-jalan di luar dan memahami bahwa warna merah pada konteks ini artinya “berhenti”, sementara warna hijau artinya “jalan terus” dan kuning “hati-hati” atau “pelan-pelan”. 

Baca Juga: 8 Ide Sensory Play untuk Anak 1-3 Tahun di Rumah, Seru Banget!

Bagaimana Cara Mengenalkan Warna pada Anak Usia Dini?

Warna ada di sekitar kita dan menjadi bagian erat dari kehidupan sehari-hari anak. Jadi, cara terbaik untuk anak-anak mulai belajar mengenal dan membedakan warna adalah dengan bermain.

Yang perlu dipahami, anak-anak usia dini umumnya baru memahami konsep warna primer sehingga ia akan cenderung lebih mudah mempelajari warna-warna primer seperti merah, kuning, atau biru terlebih dahulu sebelum warna turunannya, seperti hijau, merah muda, atau ungu. Jadi, mulailah dengan mengenalkan warna-warna primer dulu dan perlahan kembangkan pengetahuan warnanya ke warna yang gelap dan terang dari waktu ke waktu.

Berikut adalah beberapa pilihan aktivitasnya:

1. Permainan Detektif Warna

Permainan ini sangat mudah dilakukan sehingga bisa dimainkan di mana saja, baik itu di rumah, dalam perjalanan mobil, di taman kota, di mall atau restoran, dan banyak situasi lainnya.

Cara bermainnya, Ibu mulai dengan memberikan petunjuk mengenai deskripsi suatu benda di sekitar yang bisa dilihat oleh anak. Carilah benda yang bersifat permanen atau tidak bisa bergerak dan berpindah tempat supaya si Kecil tidak kesulitan mencarinya. 

Misalnya, benda yang Ibu maksud adalah celana kuning yang Ibu kenakan. Ibu bisa berkata, "Apakah kamu melihat benda berwarna kuning di badan Ibu?”. Kemudian, biarkan anak menjawab dengan "ya" atau "tidak” lalu minta dirinya menunjuk benda apa yang dimaksud. Jika anak masih kebingungan, tambahkan petunjuk yang lebih deskriptif, seperti, "Hurufnya dimulai dengan huruf C, lho!" 

Contoh lainnya ketika Ibu sekeluarga sedang terjebak macet yang cukup lama di jalanan, coba tanyakan si Kecil ada berapa mobil yang berwarna biru. Selain tentunya bisa membantu anak belajar mengenali warna, permainan ini juga mengusir rasa bosan si Kecil, lho!

2. Permainan Lantai Lava

Yang namanya anak-anak pasti sangat suka berimajinasi dan bermain peran. Nah, Ibu bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan anak tentang warna-warni di rumah.

Ajak anak berpura-pura menjadi seorang petualang fiktif layaknya Indiana Jones yang sedang menjelajah kawah gunung berapi. Sebelum mulai bermain, siapkan dulu beberapa lembar kertas lebar dengan warna-warni berbeda dan buat “jalur batu” menggunakan kertas-kertas tersebut.

Beri tahu anak bahwa gunung berapi sudah meletus dan ia harus menyelamatkan diri dengan menyeberangi ruangan tapi jangan sampai menginjak lantai karena ceritanya lantai rumah sudah digenangi lava panas. Ia hanya bisa menyeberang dengan menginjakkan kaki pada “batu berwarna” sesuai instruksi Ibu.

Misalnya, Ibu bisa mengaba-aba “Yuk, lompat ke batu warna merah!” Setelah anak berhasil melangkahkan kaki ke atas kertas berwarna, ganti arahan ke warna yang lain, “Sekarang, pindah ke batu warna kuning!”

Kalau si Kecil tampak ragu atau kebingungan mengenali warnanya, Ibu bisa berikan petunjuk dengan mendeskripsikan warna yang dimaksud. Misal, “Nak, lompatnya ke batu yang warnanya sama seperti baju kamu,” atau “lompat ke batu yang warnanya sama kayak mainan mobil kesayangan kamu, Nak!”

3. Berburu Warna

Permainan ini mirip dengan permainan detektif warna, tapi akan jauh lebih seru kalau dimainkan di luar rumah, lho, Bu! Karena, anak akan bisa melihat hal-hal baru yang mungkin jarang atau tidak begitu familiar dilihatnya. Caranya, sediakan beberapa keranjang atau ember kecil yang diberi label dengan warna-warna berbeda.

Selanjutnya, Ibu bisa mengarahkan anak untuk mencari benda-benda di sekitar yang mewakili setiap warna pada ember tersebut, misalnya dengan berkata “Nak, coba cari di sekitar sini ada nggak benda-benda yang berwarna kuning, merah, dan biru?” Kemudian minta si Kecil menaruh setiap benda yang ia temukan di keranjang yang benar. “Kalau kamu nemu benda warna merah, taruh di keranjang yang mana, hayo?”

Setelah anak berhasil mengumpulkan cukup banyak benda, coba cek bersama-sama apakah si Kecil sudah mengelompokkannya dengan benar atau ada yang masih tercampur-campur. 

Permainan berburu warna ini tidak hanya bagus untuk membuat anak bergerak aktif sembari belajar tentang warna, tapi juga sekaligus mengasah kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

Supaya si Kecil makin bersemangat mainnya, beri tahu bahwa akan ada hadiah kecil-kecilan jika ia berhasil menyelesaikan misinya, ya, Bu!

Lalu, bagaimana jika cuaca sedang tidak mendukung anak bermain di luar? Tenang, Bu, permainan ini bisa dilakukan di indoor juga, kok, misalnya di rumah atau ketika pergi ke supermarket bersama si Kecil. Misalnya dengan minta anak mengambilkan 2 buah apel yang warnanya merah dan 3 buah pisang yang warnanya kuning.

Bahkan, sesekali Ibu juga bisa menyiasati permainan ini dengan mencari gambar-gambar tertentu yang ada di majalah atau buku anak, jika ingin menjaga kondisi rumah tetap rapi selama anak bermain.

Baca Juga: 9 Contoh Permainan untuk Melatih Sosial Emosional Anak Usia Dini

4. Tarik Warna

Untuk membantu anak belajar membedakan warna sekaligus mengasah keterampilan motorik halusnya, cobalah permainan yang satu ini, Bu.

Cara membuatnya cukup mudah. Ibu tinggal sediakan beberapa helai kain berbeda warna, misalnya kain hijab warna kuning, kain waslap warna merah, selendang warna biru, dan seterusnya. Usahakan setiap kain hanya terdiri dari satu warna dan tidak ada motif atau corak lainnya.

Taruh kain-kain ini dalam sebuah wadah secara acak, dan minta anak untuk mengambil kain satu per satu sesuai arahan warna dari Ibu. Permainan ini sangat cocok untuk membantu si Kecil mengasah keterampilan tangannya dengan mencoba menggali dan menarik kain-kain tersebut keluar dari dalam wadah.

5. Bermain Kereta Warna

Permainan ini dapat membantu anak-anak mengenali warna sekaligus mulai belajar berhitung.

Caranya, Ibu deretkan beberapa lembar kertas berbeda warna selayaknya gerbong kereta dan sejumlah pion kecil yang warnanya mewakili setiap “gerbong kereta” tersebut. Jika tidak ada mainan orang-orangan, Ibu bisa membuat bola-bola kecil dari plastisin yang warnanya sama seperti gerbong-gerbong tersebut.

Kemudian, umumkan bahwa kereta sudah siap berangkat dan beri tahu anak bahwa ia harus membantu penumpang-penumpang ini masuk ke dalam gerbong yang benar. Jadi, bola atau pion berwarna kuning ditempatkan di atas kertas kuning, pion atau bola plastisin warna biru tempatnya di gerbong biru, dan seterusnya.

Namun, Ibu bisa tingkatkan “level kesulitan” permainan ini dengan menginstruksikan anak berapa jumlah penumpang yang hanya bisa diangkut setiap gerbong. Misalnya, “Nak, gerbong kuning hanya cukup untuk 3 orang. Coba hitung dulu jumlah penumpangnya, ya!” atau “2 orang masuk ke gerbong biru, Nak.”

Baca Juga: 10 Cara Belajar Membaca lewat Lagu untuk si Kecil

Selain beberapa ide permainan di atas, Ibu juga bisa unduh flashcard edukatif seru untuk menemani anak belajar sambil bermain, lho! Nah sementara mendampingi si Kecill bermain, jangan lupa penuhi kebutuhan gizinya lewat segelas susu Bebelac 3 GroGreat+ yang menjadi partner Ibu Hebat untuk tumbuhkan Anak Hebat.

Susu Bebelac 3 GroGreat+ memiliki keunggulan berupa Triple A dengan kandungan DHA yang lebih tinggi serta Asam Alfa Linolenat (ALA) dan Asam Linoleat (LA), untuk mendukung si Kecil berpikir lebih kreatif (happy brain). 

Bebelac 3 juga memiliki kombinasi serat FOS dan GOS dengan rasio 1:9 yang satu-satunya teruji klinis untuk mendukung saluran cerna si Kecil (happy tummy). Ketika pencernaannya baik, anak juga akan bisa lebih aktif, ceria, dan bersemangat untuk bermain sambil belajar (happy heart).

Tertarik mencoba? Jangan lupa mendaftar jadi member Bebeclub untuk menikmati promo dan fitur menarik lainnya ya, Bu!


Referensi:

  1. Baby Center. https://www.babycenter.com/toddler/development/when-will-my-child-know-his-colors_6717 Diakses pada 1 September 2022
     
  2. Romper. https://www.romper.com/p/when-do-toddlers-learn-colors-experts-say-theres-not-a-hard-rule-19437581 Diakses pada 1 September 2022
     
  3. Kids Activities. https://kidactivities.net/when-do-kids-learn-colors/ Diakses pada 1 September 2022
     
  4. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/how-to-teach-color-for-toddlers-learning-benefits-tips_00788111/ Diakses pada 1 September 2022


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait