fungsi fos gos, pengertian fos gos

Yuk, Kenali Fungsi FOS GOS untuk Kesehatan Pencernaan si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu pasti sudah paham sistem pencernaan yang baik sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Hal ini tidak terlepas dari peran bakteri baik di usus. Namun, yang tak kalah penting untuk diketahui adalah peran prebiotik yang menjadi makanan bakteri baik tersebut. Nah, dua jenis prebiotik yang paling penting adalah FOS dan GOS1. Yuk kenali fungsi FOS GOS bagi kesehatan pencernaan si Kecil yang sudah teruji oleh berbagai penelitian  secara ilmiah.

Bermacam-macam Fungsi FOS GOS

Sebelumnya, tentu Ibu perlu memahami dulu pengertian FOS dan GOS. Pada dasarnya, FOS dan GOS adalah karbohidrat jenis oligosakarida yang tidak bisa dicerna. FOS (fructo-oligosaccharides) secara alami terdapat pada tanaman2, sedangkan GOS (galacto-oligosaccharides) adalah oligosakarida yang secara alami terdapat pada susu3.  Berikut ini beberapa fungsi FOS GOS untuk kesehatan si Kecil.

Menumbuhkan Bakteri Baik di Usus

Sesuai pengertiannya, FOS dan GOS tidak bisa dicerna di lambung dan diserap di usus. Namun, FOS dan GOS akan difermentasi oleh bakteri baik di usus untuk menjadi makanan mereka. Nah, menariknya hanya bakteri baik yang bisa melakukan fermentasi pada FOS dan GOS, sehingga fungsi spesifik keduanya  adalah untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik saja4. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir karena memberi si Kecil asupan makanan dan minuman yang mengandung FOS dan GOS karena tidak akan menambah populasi bakteri jahat di ususnya.

Selain itu, hasil fermentasi FOS dan GOS juga menghasilkan asam. Asam inilah yang akan menurunkan pH usus sehingga menjadi lebih asam. Hal ini akan menyingkirkan bakteri jahat yang tidak tahan asam sehingga jumlah bakteri jahat di usus pun semakin berkurang1.

Menghasilkan Asam Lemak Rantai Pendek

Hasil fermentasi FOS dan GOS oleh bakteri baik juga akan menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short chain fatty acid (SCFA)1, seperti asetat, propionat, dan butirat5. Selain menjadi sumber energi bagi sel-sel usus besar, butirat juga memiliki efek antiperadangan. SCFA juga membantu melindungi usus sehingga bakteri jahat tidak bisa melewati dinding usus6. Uniknya, karena ukuran molekul SCFA sangat kecil, ia bisa melewati dinding usus dan masuk ke aliran darah sehingga manfaat baiknya juga akan dirasakan di seluruh tubuh, tidak hanya di saluran cerna1.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Penelitian yang ada menunjukkan manfaat FOS dan GOS untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain bekerja secara langsung meningkatkan sistem imun tubuh, FOS dan GOS juga bekerja secara tidak langsung dengan meningkatkan jumlah bakteri baik dan mengurangi jumlah bakteri jahat di usus7.

Mencegah dan Mengatasi Konstipasi

Dalam sebuah penelitian, ditemukan jika pemberian FOS dan GOS pada anak mampu meningkatkan frekuensi BAB dan membuat feses lebih lembut8. Diduga ini berasal dari efek langsung FOS dan GOS sebagai serat pangan yang meningkatkan populasi bakteri baik sehingga menghasilkan produksi SCFA, serta merangsang gerak motilitas usus.

Sumber FOS dan GOS Apa saja Ya?

Nah sekarang, pasti Ibu penasaran, apa saja sih makanan atau minuman yang mengandung FOS dan GOS? Seperti sudah disebutkan, FOS adalah karbohidrat yang banyak terdapat dalam makanan. Ada sekitar 3.600 tanaman yang mengandung FOS, seperti gandum, madu, bawang putih, sereal, pisang, serta sayuran dan aneka buah lainnya2,3. Sedangkan untuk GOS, sumber utamanya adalah susu.

Namun demikian, kandungan FOS dan GOS pada bahan makanan tidak cukup untuk memberi efek prebiotik. Untuk itu, para ahli berusaha menghasilkan FOS dan GOS untuk kepentingan industri, di mana FOS dihasilkan dari sukrosa, sedangkan GOS bisa dihasilkan dari laktosa atau gula susu1,3. Agar lebih simpel, Ibu bisa memberi si Kecil asupan FOS dan GOS melalui susu, seperti Bebelac 3 yang kaya kandungan FOS GOS dengan perbandingan 1:9 yang telah dipatenkan serta diperkaya dengan 13 vitamin dan5 mineral, termasuk zat besi, zinc, iodium, vitamin A, dan kalsium sebagai nutrisi lengkap si Kecil.

 


Referensi

  1. Dorna Davani-Davari. (2019). Prebiotics: Definition, Types, Sources, Mechanisms, and Clinical Applications. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6463098/ [Diakses 23 November 2020].
  2. V Sridevi, et al. (2014). Fructooligosaccharides – Type Prebiotic: A Review. Retrieved from: https://www.researchgate.net/publication/301693191_Fructooligosaccharides_-_type_prebiotic_A_Review [Diakses 23 November 2020].
  3. Seema A Belorkar, AK Gupta. (2016). Oligosaccharides: a boon from nature’s desk. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5047869/ [Diakses 23 November 2020].
  4. Bingyong Mao, et al. (2018). Effects of Different Doses of Fructooligosaccharides (FOS) on the Composition of Mice Fecal Microbiota, Especially the Bifidobacterium Composition. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6115998/ [Diakses 24 November 2020].
  5. Daniela Parada Venegas. (2019). Short Chain Fatty Acids (SCFAs)-Mediated Gut Epithelial and Immune Regulation and Its Relevance for Inflammatory Bowel Diseases. Retrieved from: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fimmu.2019.00277/full [Diakses 20 November 2020].
  6. Edward S Chambers, et al. Role of Gut Microbiota-Generated Short-Chain Fatty Acids in Metabolic and Cardiovascular Health. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6244749/ [Diakses 24 November 2020].
  7. Shokryazdan P, et al. Effects of prebiotics on immune system and cytokine expression. Retrieved from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27704207/ [Diakses 26 November 2020].
  8. Petra AMJ Scholtens, et al. (2014). Stool characteristics of infants receiving short-chain galacto-oligosaccharides and long-chain fructo-oligosaccharides: A review. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4188896/ [Diakses 24 November 2020].
Tag