11 Fakta Tentang Berhubungan Seks Saat Hamil

Banyak pasangan yang ragu berhubungan seks saat hamil, karena alasan keamanan. Namun, sebenarnya hubungan seks saat hamil tidak dilarang, tetapi memang ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui agar hubungan seks tidak membahayakan janin dan kesehatan ibu. Coba lihat beberapa fakta ini yuk, Bu!

Penurunan gairah sewaktu-waktu

Gairah seks ibu sewaktu-waktu bisa saja menurun, terutama di trimester pertama. Penurunan gairah seks ini diakibatkan oleh perubahan hormon kehamilan, kelelahan, dan rasa mual. Gairah seks juga menurun saat tubuh ibu mulai membesar dan menjelang hari persalinan.

Penurunan hasrat seksual pada suami

Beberapa calon ayah ternyata juga mengalami penurunan hasrat seksual ketika istri mereka sedang hamil lho, Bu! Mereka mungkin saja cenderung khawatir jika kegiatan seks akan menyakiti bayinya, bukan semata-mata karena perubahan tubuh yang dialami ibu selama hamil.

Konsultasi dengan dokter

Jika Ibu pernah mengalami keguguran atau riwayat masalah kehamilan, konsultasi dengan dokter sebelum berhubungan seks. Beberapa ibu hamil yang mengalami masalah kehamilan mungkin akan diminta untuk membatasi atau malah menghindari hubungan seks selama kehamilan, tergantung tingkat keparahan masalah kehamilan.

Posisi Spooning lebih direkomendasikan

Posisi misionaris kurang direkomendasikan bagi ibu hamil. Cobalah posisi spooning, di mana Anda berdua berbaring menghadap satu sisi, lalu posisi suami meringkuk di belakang Ibu, seperti sendok. Ibu juga bisa mencoba posisi women on top, untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

Payudara dan vagina menjadi lebih sensitif

Tingginya kadar progesteron dan estrogen selama kehamilan akan membuat payudara dan vagina Ibu menjadi lebih sensitif. Itu sebabnya, Ibu akan lebih cepat dan sering mengalami orgasme.

Bayi akan tidak bergerak untuk sementara waktu

Setelah orgasme, beberapa ibu akan merasakan bayi Anda tidak bergerak untuk sementara waktu. Hal ini terjadi karena kontraksi dalam rahim yang disebabkan oleh orgasme sang ibu. Hindari penetrasi yang terlalu dalam karena berisiko bagi kehamilan.

Orgasme lebih mudah dicapai ketika bangun tidur

Beberapa ibu hamil mungkin akan lebih mudah orgasme setelah bangun tidur. Karena itu, pagi hari akan menjadi waktu terbaik untuk melakukan seks. Beberapa ibu hamil bahkan merasakan orgasme saat mereka tertidur, lho!

Bayi laki-laki lebih meningkatkan libido Ibu hamil

Menurut para ilmuwan Inggris yang dikutip dari sumber Mother&Baby UK, bayi laki-laki menghasilkan lebih banyak androgen, yaitu hormon seks yang meningkatkan libido sang ibu. Jadi, jika libido Ibu begitu memuncak saat hamil, bisa jadi calon bayi Ibu berjenis kelamin laki-laki.

Hubungi dokter jika Ibu mengalami pendarahan berat

Jika setelah melakukan hubungan seks Ibu mengalami pendarahan berat, merasakan sakit, atau kontraksi hingga lebih dari 30 menit, hubungi dokter segera!

Rangsangan seksual dapat menyebabkan kolostrum

Pada akhir trimester kehamilan, rangsangan seksual dapat menyebabkan kolostrum, yaitu kebocoran air susu yang menetes dari payudara ibu. Jangan panik! Hal tersebut alami terjadi. Namun, jika itu membuat Ibu tidak nyaman, hindari melakukan seks untuk sementara waktu.

Jika dihalangi alasan medis, ganti hubungan seks dengan aktivitas lain

Jika alasan medis tidak memperbolehkan Ibu berhubungan seks saat hamil, pijatan merupakan salah satu cara yang bagus untuk tetap menghangatkan hubungan Ibu dengan suami. Selain pijatan, berpelukan dan sentuhan lainnya juga bisa menggantikan aktivitas seks yang terbatas saat hamil.