susu untuk alergi susu sapi

Soya sebagai Susu Alergi Susu Sapi: Penyebab dan Tanda Alergi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Hai Ibu! Sebagai orang tua, tentu Ibu ingin memberikan nutrisi baik lewat makanan bergizi dan dilengkapi dengan susu pertumbuhan.  Namun, penting untuk tahu kalau ternyata tidak semua susu pertumbuhan itu sama lho Bu! Sebab, sebagian besar susu pertumbuhan adalah formula dari susu sapi, yang tentunya tidak bisa dinikmati anak dengan alergi susu sapi.

Tanda alergi susu sapi pada bayi

Biasanya Bu, anak yang alergi susu sapi akan menunjukkan antara lain beberapa tanda-tanda berikut ini[1],[2], baik segera setelah minum susu sapi atau beberapa jam setelahnya:

  • Hidung meler
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kulit merah
  • Gatal-gatal
  • Dalam beberapa kasus, bengkak pada bagian tubuh tertentu seperti tangan

Nah, kalau si Kecil menunjukkan tanda-tanda ini, jangan panik dulu ya Bu! Yang bisa Ibu lakukan adalah menghentikan pemberian susu sapi, lalu berkonsultasi kepada dokter anak atau tenaga kesehatan untuk penanganan yang tepat.

Penyebab alergi susu sapi pada bayi

Sebenarnya, apa ya yang membuat si Kecil alergi terhadap susu sapi? Alergi susu sapi pada anak sebenarnya disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem imun anak secara normal sehingga menganggap protein dalam susu sapi sebagai sesuatu yang asing dan perlu dilawan[3].

Tidak normalnya sistem imun ini kemudian dipicu oleh faktor risiko baik dari internal atau eksternal bayi[4]. Faktor internal adalah faktor genetik (salah satu atau kedua orang tua mengalami alergi dan hal ini diturunkan pada anak); faktor eksternal misalnya ibu mengonsumsi makanan yang berpotensi menimbulkan alergi yang kemudian masuk ke dalam ASI, atau lingkungan yang kotor di sekitar si Kecil seperti asap rokok, bulu binatang peliharaan, polusi, atau kualitas udara.

Susu formula untuk anak yang alergi susu sapi

Kalau anak benar alergi susu sapi, apa ini berarti dia tidak bisa minum susu dengan bahan susu sapi? Benar Bu, dan anak akan butuh susu formula alternatif sebagai pengganti, namun tetap harus ditentukan setelah didiagnosa dokter anak ya! Biasanya Bu, susu formula yang bisa jadi alternatif formula dari susu sapi biasa[5] adalah formula hidrolisat ekstensif, formula asam amino, dan formula isolat protein soya. Formula hidrolisat ekstensif masih mengandung protein susu sapi, namun sudah dipecah jadi komponen yang lebih kecil, sementara formula asam amino terbuat dari asam amino, bentuk protein paling sederhana.

Sesuai namanya, formula soya terbuat dari isolat protein soya yang bersumber dari biji kedelai sebagai pengganti susu sapi. Lalu, apa yang membedakannya dari susu soya biasa? Bedanya, formula soya juga mengandung nutrisi lain yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak, seperti serat, vitamin dan mineral, asam amino esensial, dan fish oil.

Nanti, dokter anak akan menentukan jenis susu formula alternatif yang paling cocok untuk si kecil sesuai dengan tingkat alergi, usia, dan faktor-faktor lainnya. Nah, kalau ternyata si Kecil dianjurkan untuk minum formula isolat protein soya, pilih formula soya dengan nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan rasa yang enak, seperti Bebelac Gold Soya.

Bebelac Gold Soya adalah inovasi baru dari Nutricia yang mengandung semua kebaikan nutrisi susu sapi, pembedanya hanya jenis protein saja, yaitu menggunakan isolat protein soya. Bebelac Gold Soya adalah formula soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia. Selain kandungan tinggi seratnya, Bebelac Gold Soya juga dilengkapi nutrisi penting lainnya untuk anak:

  • 9 asam amino esensial untuk dukung tumbuh kembang anak
  • Advansfibre Soy+ tinggi serat dengan FOS Inulin untuk dukung fungsi saluran cerna perut hebat anak
  • Fish oil, omega 3, & omega 6 untuk dukung daya pikir anak
  • 13 vitamin & 9 mineral untuk dukung pertumbuhan optimal, dilengkapi kalsium dan vitamin D untuk dukung pertumbuhan tulang.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang formula soya sebagai alternatif untuk anak alergi susu sapi, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan ya Bu!