manfaat-zat-besi-untuk-anak

5 Manfaat Zat Besi untuk Anak yang Penting Ibu Ketahui

detail-fb detail-wa detail-twitter

Ibu, jangan heran jika dokter anak selalu mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi bagi si kecil sehari-hari. Ini karena selain membuat anak tumbuh lebih optimal dan kuat, harapannya, anak juga tidak akan mudah terserang penyakit.

Dari semua vitamin dan mineral, ada satu kandungan yang tak boleh ketinggalan untuk disajikan pada piring si Kecil, yaitu zat besi. Zat besi terkandung terutama dalam hemoglobin (Hb) darah merah yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah1,2. Seperti yang telah kita pahami, peranan zat besi ini sangat krusial karena Hb berperan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh beserta nutrisi makanan yang dikonsumsi si Kecil. Dengan kata lain, jika zat besi cukup, makan sirkulasi oksigen dan nutrisi dalam tubuh si Kecil bisa lebih lancar.

Manfaat zat besi memang tidak main-main, Bu. Sebuah studi menyebutkan, zat besi memiliki manfaat penting dalam tiap tahapan kehidupan manusia, khususnya untuk perkembangan anak1. Wah, penasaran nggak bu apa saja manfaatnya? Kita lihat, yuk!

Manfaat Zat Besi yang Penting bagi Anak

Si Kecil sudah waktunya kembali beraktivitas ataupun bersekolah? Nah, meski masih dilakukan secara daring, Ibu tentu tetap ingin agar ia tetap bisa konsentrasi saat belajar ataupun beraktivitas lain dengan kondisi tubuh yang fit. Nah, di sinilah manfaat zat besi memegang peran penting mulai dari mendukung fungsi kognitif sampai perilakunya. Cukup luas juga ya? Yuk kita lihat satu per satu.

Manfaat Zat Besi untuk Fungsi Kognitif Anak

Seperti Ibu ketahui, Hb dalam sel darah merah bertugas mengantarkan oksigen ke seluruh organ tubuh, termasuk ke otak. Untuk itu, si Kecil memerlukan kadar zat besi yang cukup, agar produksi sel darah optimal dan otak mendapat cukup oksigen sesuai kebutuhannya. Di sinilah manfaat zat besi untuk menunjang fungsi kognitif si Kecil, Bu.3

Apa dampak kekurangan zat besi terhadap fungsi kognitif si Kecil? Menurut studi, defisiensi nutrisi yang berperan dalam perkembangan dan fungsi otak, terutama zat besi, bisa menurunkan IQ anak setidaknya hingga 10 poin lho, Bu4. Sementara itu, studi lain menemukan bahwa tercukupinya zat besi dapat memperbaiki konsentrasi, inteligensi, memori, dan prestasi belajarnya1.

Menunjang Tumbuh Kembang Fisik

Selain pada Hb, zat besi juga banyak terdapat pada mioglobin di dalam otot1. Oleh sebab itu, tak hanya penting untuk otak, zat besi juga berperan menunjang perkembangan fisik si Kecil, terutama pertumbuhan otot dan jaringan tubuhnya1,5 Jadi, untuk menunjang pertumbuhan otot dan perkembangan fisiknya, yuk, pastikan si Kecil mendapat cukup zat besi setiap hari, Bu.

Menunjang Imunitas Tubuh

Zat besi ternyata penting lho, Bu, untuk menunjang imunitas atau kekebalan tubuh si Kecil terhadap infeksi agar ia tidak mudah sakit2. Selain itu, zat besi juga berperan untuk memicu respons imun yang efektif5. Ibu pastinya ingin anak tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki imunitas yang baik, terlebih di masa pandemi seperti sekarang, ya, Bu.

Mendukung Perkembangan Psikomotorik

Masih terkait dengan manfaat zat besi untuk otak, zat besi tidak hanya penting untuk fungsi kognitif si Kecil, Bu, melainkan juga psikomotoriknya. Studi menemukan, defisiensi zat besi bisa turut memengaruhi aktivitas motorik anak, sehingga ia akan terlihat mudah lelah ataupun tak antusias saat bermain, belajar atau beraktivitas lain. Menurut sebuah penelitian, anak yang kekurangan zat besi terbukti memiliki nilai yang lebih rendah pada tes perkembangan psikomotorik3.

Mendukung Perilaku yang Baik

Si Kecil cenderung tantrum ketika mengerjakan tugas dari guru? Coba cek, bisa jadi selain mood-nya sedang tidak bagus, ia juga kekurangan zat besi. Ternyata, zat besi juga penting untuk mendukung perilaku si Kecil, Bu. Menurut literatur, anak yang mengalami defisiensi zat besi cenderung mudah marah, tidak bersemangat, acuh tak acuh, dan nafsu makannya cenderung terganggu3.

Menyajikan Zat Besi dalam Menu Sehari-hari

Mengingat pentingnya zat besi untuk si Kecil, yuk, Bu, kita sama-sama belajar cara untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut angka kecukupan gizi Kementerian Kesehatan, anak usia 4-9 tahun membutuhkan 10 mg zat besi setiap hari6. Kebutuhan ini dapat dicukupi dengan mengonsumsi aneka bahan makanan yang kaya akan zat besi, baik dari sumber hewani maupun nabati.

Zat besi dari sumber hewani dapat berupa daging merah, hati, dan telur. Sedangkan zat besi dari sumber nabati, antara lain adalah kacang-kacangan, serta aneka sayuran seperti bayam, kangkung, selada, brokoli, dan buncis2. Contohnya, untuk menu sarapan si Kecil, Ibu bisa menyajikan sandwich telur dan bayam, yang praktis dan tentu saja lezat dan kaya zat besi.

Selanjutnya, untuk makan siang, Ibu bisa membuat beef katsu mozzarella yang pastinya disukai si Kecil. Selain itu, sebagai tambahan, salad selada dan telur bisa menjadi pelengkap menu yang juga kaya akan zat besi.

Di samping itu, untuk melengkapi kebutuhan zat besi sehari-hari si Kecil, Ibu juga bisa memberinya susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi zat besi, seperti Bebelac 5 yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah. Bebelac 5 mengandung zat besi, minyak ikan, serat pangan inulin, serta berbagai vitamin dan mineral.

Dengan asupan harian yang bernutrisi tepat dan lengkap, Ibu bisa membantu si Kecil mendapatkan manfaat zat besi yang optimal untuk tumbuh kembangnya.


 

Referensi

  1. Carla Cerami. 2017. Iron Nutriture of the Fetus, Neonate, Infant, and Child. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6143763/ [Diakses 15 Juli 2021]
  2. Hikari Ambara Sjakti. 2014. Anemia Defisiensi Besi pada Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-anak [Diakses 15 Juli 2021]
  3. Cochrane Database Systematic Review. 2013. Iron therapy for improving psychomotor development and cognitive function in children under the age of three with iron deficiency anaemia. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7064814/ [Diakses 15 Juli 2021]
  4. Stephanie J.B. Fretham, et al. 2011. The Role of Iron in Learning and Memory. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3065765/ [Diakses 15 Juli 2021]
  5. Andrew E. Armitage, Diego Moretti. 2019. The Importance of Iron Status for Young Children in Low- and Middle-Income Countries: A Narrative Review. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6631790/ [Diakses 15 Juli 2021]
  6. Peraturan Menteri Kesehatan RI. 2019. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 15 Juli 2021]