3 Makanan yang Tidak Sehat untuk Anak Ini Harus Dihindari, Apa Saja?

Sudah bukan rahasia lagi jika makanan yang sehat akan memberikan dampak baik pada tubuh, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini pun menjadi alasan kenapa setiap orang tua patut waspada terhadap makanan yang tidak sehat karena adanya beragam dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Lantas, apa saja makanan yang harus dihindari oleh si Kecil? Simak 3 di antaranya berikut ini!

Makanan dengan Banyak Garam

Asupan pertama yang termasuk ke dalam jenis makanan yang tidak sehat bagi si Kecil adalah makanan dengan banyak garam. Pasalnya, garam tidak baik untuk ginjal seorang anak. Ketika menyiapkan makanan untuk si Kecil, Ibu tidak perlu menambahkan garam.[1]

Beberapa contoh makanan yang tidak butuh tambahan garam yakni antara lain makanan berkaldu,  bersaus, sosis, kerupuk, hingga makanan siap saji  karena makanan seperti ini biasanya telah mengandung garam.

Makanan dan Minuman yang Mengandung Gula

Pada dasarnya, anak-anak tidak memerlukan makanan dan minum yang mengandung gula. Hal ini disebabkan oleh keberadaan gula alami yang bisa ditemukan di berbagai jenis makanan mulai dari sayur, buah, hingga nasi.

Sayangnya, senyawa ini sering kali ditambahkan ke dalam makanan yang disangka tidak mengandung gula seperti roti, sup instan, kecap, serta makanan cepat saji. Makanan dengan tambahan gula hanya akan menambah kalori yang dapat berakhir pada gangguan kesehatan seperti anak menjadi hiperaktif, gangguan suasana hati, kegemukan, hingga diabetes.[2] Maka dari itu, salah satu makanan yang harus dihindari adalah gula agar tubuh tetap sehat.

Makanan dengan Kandungan Lemak Jenuh

Terakhir, salah satu jenis makanan yang tidak sehat yakni makanan dengan kandungan lemak jenuh di dalamnya. Beberapa contoh makanan dengan lemak jenuh yang tinggi antara lain keripik, biskuit, dan kue-kue kering.

Dengan memeriksa label nutrisi pada kemasan produk makanan akan membantu Ibu memilih makanan dengan lemak jenuh yang rendah. Sebaliknya, lemak tidak jenuh wajib menjadi menjadi bagian penting dari makanan si Kecil sehari-hari.

Pasalnya, lemak jenis ini bermanfaat untuk otak, bisa meningkatkan daya ingat, serta memperbaiki suasana hati si Kecil. Adapun makanan yang mengandung lemak tidak jenuh yaitu alpukat, kacang-kacangan, labu, hingga ikan salmon.

Nah, itu tadi beberapa informasi terkait makanan yang tidak sehat untuk anak. Jika si Kecil menginginkan camilan, selalu sediakan camilan yang bergizi dengan kandungan karbohidrat, protein, serta asupan gizi seimbang.

Beberapa camilan sehat untuk si Kecil dapat berupa bubur kacang hijau, puding susu, roti gandum selai kacang, atau makaroni panggang yang diolah dan disajikan secara higienis. Cermati pula komposisi bahan dari produk kemasan yang Ibu berikan kepada anak agar si Kecil tidak mengonsumsi gula berlebih.[3]

Bagi anak dengan status gizi berlebih atau obesitas, camilan bisa menjadi sarana untuk mengontrol asupan kalorinya supaya bisa tetap kenyang. Untuk camilan anak dengan obesitas bisa diberikan buah-buahan yang rasanya manis misalnya mangga, jeruk, atau pepaya yang telah dipotong-potong terlebih dahulu.

Biasakan pula si Kecil minum air putih setiap harinya untuk menghindari kebiasan minum minuman manis seperti teh manis, teh botol, minuman berperisa, dan minuman bersoda. Selain untuk memaksimalkan proses tumbuh kembang si Kecil, menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat akan membentuk kebiasaan makannya yang baik bahkan saat Ibu tidak bersamanya.

 

[1] Foods to avoid giving babies and young children. (2017, December 21). Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/

[2] Familydoctor.org editorial staff. (2000, September 1). Nutrition Tips for Kids. Retrieved from https://familydoctor.org/nutrition-tips-for-kids/

[3] Tips Memilih Snack Sehat Untuk Anak. (n.d.). Retrieved from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-memilih-snack-sehat-untuk-anak