Menjag_2

Menjaga Pola Makan Seimbang dan Alergi pada Anak

Sebagai orang tua, kita pasti pernah merasakan tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Pertama-tama, Ibu perlu memahami nutrisi apa saja yang diperlukan untuk menjaga tumbuh kembang anak. Komposisi nutrisi yang seimbang terdiri dari 50%-60% karbohidrat, 15%-20% protein, dan 25%-30% lemak. 

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan banyak permasalahan kesehatan, lho, Bu. Misalnya, jika si Kecil terlihat lemah dan kurang energi, bisa jadi tubuhnya kekurangan asupan nutrisi seperti karbohidrat dan protein. Kekurangan vitamin dan mineral juga bisa mengganggu kekebalan tubuh si Kecil.

Memenuhi Kebutuhan Nutrisi dengan Pola Makan Seimbang

Secara sederhana, Ibu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan mengikuti porsi “Piring Makanku” – sebuah istilah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Di dalam piring makan si Kecil, setengahnya harus terisi buah dan sayur, dan sisanya makanan pokok dan lauk-pauk. Makanan pokok ini berupa sumber karbohidrat yang menjadi energi utama bagi tubuh si Kecil. Ukuran satu porsi makanan pokok kira-kira sebesar satu kepalan tangan. 

Untuk lauk-pauk, berikan satu porsi lauk hewani (ikan, telur, atau daging) dan satu porsi lauk nabati (tempe atau tahu). Lauk-pauk yang mengandung protein dan lemak dapat menyumbang energi tambahan untuk tubuh si Kecil, Bu. 

Selain itu, berikan juga sayur dan buah yang kaya vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang memengaruhi proses kelancaran sistem pencernaan dan penyerapan pada usus. Nah, kesehatan usus bermanfaat untuk menjaga sistem imun si Kecil.

Terapkan beberapa hal praktis di bawah ini untuk menjaga kekebalan tubuh si Kecil:

1. Batasi Gula, Garam, dan Minyak 

Komposisi masing-masing bahan makanan ini yaitu maksimal 4 sendok makan (50g) gula, 1 sendok teh (5g) garam, dan 5 sendok makan (67g) minyak per hari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko obesitas pada si Kecil. Obesitas akan memicu peradangan dan menurunkan fungsi sistem imun tubuh anak, sehingga meningkatkan risiko alergi pada tubuhnya.

2. Minum Air Cukup 

Selain makanan bernutrisi seimbang, air mineral yang cukup akan melancarkan metabolisme tubuhnya. Anak berusia 4-8 tahun biasanya memerlukan 5-6 gelas per hari dan akan meningkat seiring ia bertambah usia. Air yang dikonsumsi termasuk air dari kuah atau buah, ya, Bu.  

3. Buat Jadwal Makan Teratur

Jadwal makan si Kecil yang dianjurkan adalah tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan. Makan utama merupakan makanan lengkap si Kecil dimulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Sedangkan, makan selingan diberikan antara sarapan dan makan siang, serta antara makan siang dan makan sore. 

Sebaiknya pilih makanan utama yang mengandung beragam jenis bahan makanan yang dianjurkan dalam “Piring Makanku”. Kenalkan juga bahan makanan yang sering kita temui sebagai pencetus reaksi alergi sedini mungkin kepada si Kecil, misalnya kacang-kacangan. Meski tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini, kiat ini bisa membantu mencegah terjadinya alergi pada anak.

Sebagai makanan selingan, Ibu bisa memberikan buah dengan susu atau yogurt, dan jus buah. Nah, jika Ibu tahu si Kecil memiliki alergi susu sapi, ini saatnya mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Memperkenalkan produk terbaru dari Nutricia, Bebelac Gold Soya [insert hyperlink product page here] formula soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dilengkapi nutrisi penting lainnya seperti Fish oil, omega 3, & 6 untuk dukung daya pikir anak, Advansfibre Soy+ FOS Inulin untuk dukung perut hebat anak, serta 13 vitamin, 9 mineral dan isolat protein soya untuk dukung pertumbuhan optimal. Bebelac Gold Soya cocok untuk anak usia 1-5 tahun. Tersedia dalam rasa vanila lezat yang pasti disukai si Kecil. Untuk mendapatkan hasil optimal, berikan formula soya tinggi serat ini tiga gelas sehari sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil makin terlengkapi.

4. Jaga Kebersihan Makanan

Makanan si Kecil wajib diolah dengan cara yang sehat dan higienis. Hal ini akan mencegah masuknya kuman penyakit yang dapat memicu reaksi alergi. Oleh karena itu, cuci tangan Ibu setiap sebelum dan sesudah mempersiapkan makanan. Ajari juga si Kecil untuk mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan agar menjadi kebiasaan sehatnya. 

5. Pantau Tumbuh Kembang si Kecil 

Salah satu indikasi kebutuhan nutrisi si Kecil tercukupi adalah adanya kanaikan pada berat dan tinggi badannya. Jika berat badan si Kecil tidak naik selama dua bulan berturut-turut atau malah turun, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. [ENDS]

 


 

Referensi  

1. A Marcos, E Nova, dan A Montero. (2003). Changes in the immune system are conditioned by nutrition. EJCN.

2. Ibrahim, K.S. dan El-Sayed, E.M. (2016). Potential role of nutrients on immunity. International Food Research Journal.

3. Hersoug LG dan Linneberg A. (2007). The link between the epidemics of obesity and allergic diseases: does obesity induce decreased immune tolerance?. US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17845592. [Diakses 15 Mei 2020]

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Sehat Berawal dari Piring Makanku. Diambil dari http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/eat-food-forum/20171026/4423501/sehat-berawal-piring-makanku/ [Diakses 15 Mei 2020]