10 Manfaat Tolong Menolong untuk Kebaikan Hati si Kecil

Cara bersosialisasi yang baik perlu diajarkan pada anak sejak usia dini untuk membentuk hubungan positif terhadap sesama. Oleh karena it...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
28 Oct 2022
Jadikan menolong sesama menjadi kebiasaan si Kecil sejak dini.


Cara bersosialisasi yang baik perlu diajarkan pada anak sejak usia dini untuk membentuk hubungan positif terhadap sesama. Oleh karena itu, sedari dini si Kecil perlu memahami pentingnya sikap tolong menolong dan berbuat baik terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. 

Manfaat Sikap Tolong Menolong bagi Keterampilan Sosial Anak

Tahukah Ibu kalau setiap anak sejatinya terlahir dengan sikap kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan hidup orang lain? Bahkan, rasa peduli ini sudah bisa si Kecil tunjukkan mulai di usia 2 tahun. 

Oleh karena itu, sejak anak memasuki usia dua tahun Ibu dapat membantu si Kecil untuk meningkatkan rasa kepeduliannya lewat berbagai kegiatan sederhana.

Contohnya, dengan melibatkan anak melakukan berbagai kegiatan rumah tangga seperti membantu Ibu memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci. Pada lain waktu, coba ajak anak untuk ikut kerja bakti di lingkungan rumah. Dengan begitu, ia bisa belajar bahwa pertolongannya dapat mempermudah pekerjaan orang lain. 

Bagaimana, Bu, sudah siap membiasakan si Kecil menolong orang lain? Ini, lho, beberapa manfaat yang akan ia dapatkan: 

1. Membuat Mood Anak Lebih Baik

Tolong-menolong merupakan sikap yang memberikan dampak positif ke kedua belah pihak yang terlibat, baik yang diberi pertolongan maupun yang memberi pertolongan. 

Ketika melihat orang yang ditolong merasa bahagia, secara otomatis, bagian otak yang menciptakan rasa penghargaan serta rasa nyaman akan aktif.

Dan hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, lho, Bu, tetapi juga pada anak-anak. Dalam sebuah studi bahkan disebutkan bahwa anak-anak di bawah usia dua tahun mengalami kebahagiaan yang lebih besar ketika ia memberikan hadiah kepada orang lain daripada menerima hadiah.

Luar biasa sekali ya, Bu, kekuatan dari sikap tolong-menolong bagi si Kecil!

2. Mudah Berteman

10 Manfaat Tolong Menolong untuk Kebaikan Hati si Kecil - Bebeclub

Selain membuat hati dibanjiri dengan perasaan bahagia, sikap tolong-menolong juga membuat si Kecil lebih mudah dalam menjalin hubungan pertemanan. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa anak yang kerap melakukan kebaikan (menolong orang lain), mengalami peningkatan penerimaan dari teman sebayanya. Selain itu, mereka juga menjadi lebih populer diantara teman sebayanya lho, Bu. 

Memiliki banyak teman sangat berguna bagi kehidupan sosial si Kecil, salah satunya adalah menghindari terjadinya perundungan. 

3. Anak Jadi Lebih Bersyukur

Terkadang si Kecil menangis hanya karena roti yang hari ini disajikan oleh Ibu tidak diberi tambahan keju. 

Bukan karena Ibu tidak mau membelikan, namun stok keju di rumah memang sedang habis dan Ibu belum sempat untuk membeli lagi. Akhirnya si Kecil ngambek dan mogok makan. 

Hal ini umum terjadi karena si Kecil belum mampu memahami bahwa roti yang tersaji di depannya belum tentu bisa dinikmati orang lain dengan mudah. 

Nah, dengan membantu orang lain, makan bersama anak-anak panti asuhan misalnya, si Kecil akan mengetahui bahwa tidak semua orang bisa makan roti yang lezat ditemani segelas susu hangat di pagi hari.  

Hal ini akan membuat si Kecil menghargai kehidupan yang sedang ia jalani dan menyadari betapa beruntungnya ia. Kesadaraan tersebut akan membuat si Kecil tumbuh menjadi sosok yang selalu bersyukur.

4. Mengajarkan Konsep Selflessness

Saat si Kecil menolong teman, ada kalanya sebagian dari kepentingan pribadi si kecil harus dikorbankan. 

Misalnya menunda waktu untuk bermain atau merelakan barang kepunyaannya untuk diberikan kepada teman yang membutuhkan. Itulah kenapa sikap tolong-menolong dapat membuat anak menjadi sosok yang lebih selfless. 

5. Menumbuhkan Rasa Empati

Menolong juga bisa mengasah kemampuan empati si Kecil.

Hampir semua anak memiliki naluri untuk berbuat baik dan berempati pada seseorang. Namun, umumnya rasa empati si Kecil terbatas hanya pada orang-orang terdekatnya seperti Ayah, Ibu, kakak, atau adik. 

Tugas Ibu di sini adalah membuat si Kecil menumbuhkan rasa berempati dan bersikap baik kepada orang lain. Salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran tersebut adalah dengan mengajak si Kecil menolong orang lain. 

Contohnya ketika si Kecil bercerita pada Ibu bahwa ada anak baru yang kesulitan untuk menyesuaikan diri di sekolahnya. 

Ibu bisa mengarahkan si Kecil untuk membantu teman barunya untuk mengenal lingkungan sekolah dengan melakukan mini tour dan membantunya berkenalan dengan teman lain. 

Saat menolong temannya, ia bisa belajar melihat dunia melalui perspektif yang baru dan muncul pertanyaan, ”Bagaimana seandainya jika aku yang berada di posisi anak baru tersebut?”

6. Membuat Anak Merasa Diperlukan Kehadirannya

Ketika si Kecil berhasil meringankan beban orang lain dengan melakukan suatu pekerjaan hingga selesai, contohnya menolong Ibu memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci, anak akan merasa kehadirannya berguna bagi orang lain sehingga ia merasa hidupnya lebih berarti. 

7. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Menolong teman, dengan cara apa pun, akan menimbulkan kesadaran pada si Kecil bahwa dirinya memiliki ‘kekuatan’ untuk membuat seseorang merasa lebih baik.

Ketika si Kecil memilih untuk terlibat ke dalam kehidupan sosial yang di dalamnya terkandung unsur-unsur kebersamaan, kerja sama, kooperatif, dan mengutamakan kepentingan orang lain, tanpa sadar ia sedang memenuhi salah satu kebutuhan dasar psikologisnya. 

Ia akan merasa mampu melakukan suatu hal dengan baik dan merasa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan orang lain. Hasilnya anak menjadi sosok yang lebih percaya diri. 

8. Mempelajari Keahlian Baru

Saat menolong orang lain, terkadang si Kecil harus berusaha melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Contohnya, si Kecil belum pernah membuka bungkus makanan ringan tanpa bantuan Ayah atau Ibu. 

Tapi karena temannya kesusahan membuka bungkus makanan ringan, maka ia menawarkan bantuan dan mencoba berbagai macam cara untuk membukanya. 

Setelah melakukan percobaan yang kesekian kali, pada akhirnya si Kecil bisa membuka bungkus makanan ringan sendiri. 

9. Meningkatkan Optimisme Anak

Ketika dapat menolong orang lain, si Kecil merasa menjadi sosok yang bermanfaat sehingga suasana hatinya menjadi lebih baik. Pada akhirnya suasana hati tersebut membuat anak menjadi sosok yang lebih optimis dan positif. 

10. Membuat Dunia Jadi Lebih Baik

Ibu pernah mendengar kata-kata kindness is contagious, bukan? Nah, dengan mengajarkan si Kecil untuk senantiasa berbuat baik, artinya ia turut membuat dunia yang ditempatinya, paling tidak lingkungan si Kecil tumbuh, bermain dan belajar, menjadi tempat yang lebih baik.  

Tindakan baik si Kecil bisa saja menghangatkan hati dan menginspirasi orang lain untuk turut peduli pada sekitarnya. Jadi, dunia yang lebih baik dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.  

Itulah beberapa manfaat yang akan diperoleh si Kecil saat ia terbiasa menerapkan sikap tolong-menolong dalam kehidupan sehari-harinya. Namun perlu diingat juga ya Bu, menolong orang lain bukan berarti menelantarkan kebutuhan diri-sendiri. 

Jadi, selain mengajari si Kecil untuk peduli pada orang lain, Ibu juga harus mengajari si Kecil untuk mengetahui batas kemampuannya. Jangan sampai si Kecil jadi justru menomorsekiankan kesejahteraannya sendiri untuk mendahulukan orang lain. Misalkan, sampai jatuh sakit karena semua bekal makan siangnya diberikan kepada teman lain yang dianggap lebih membutuhkan.  

Pendampingan yang Ibu lakukan ini bisa membantu anak belajar bagaimana cara yang benar berinteraksi secara positif untuk menolong orang lain. 

Selain itu, jangan lupa juga untuk senantiasa mendampingi si Kecil belajar sambil bermain dengan memberikan si Kecil susu Bebelac 3 GroGreat+ setiap pagi dan malam sebelum tidur untuk mengoptimalkan asupan nutrisinya.

Sebab, ingat ya, Bu, anak tidak hanya memerlukan stimulasi dari aktivitas sehari-hari untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Melanjutkan pemenuhan asupan nutrisi yang lengkap dari susu pertumbuhan terfortifikasi DHA dan makanan sehat bergizi juga sangat penting untuk anak di usia prasekolah ini.

Nah, Bu, Bebelac 3 GroGreat+ kini sudah dilengkapi dengan formula baru yang mengandung Triple A (AHA, LA, dan DHA lebih tinggi) untuk mendukung perkembangan daya pikir kreatif dan keterampilan sosio-emosional si kecil memasuki masa prasekolah. Daya pikir kreatif akan membuat si Kecil menemukan lebih banyak cara untuk membantu orang lain, bahkan dari perspektif yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Ibu.

Susu Bebelac 4 juga diperkaya dengan FOS:GOS 1:9 yang satu-satunya teruji klinis untuk mendukung kesehatan kesehatan saluran cerna anak (happy tummy), serta 12 vitamin dan 4 mineral yang terdiri dari vitamin C, kalsium, zat besi, dan iodium. 

Dengan asupan nutrisi yang baik dan stimulasi yang tepat , anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakal kreatif (happy brain) ceria (happy heart) sehingga makin bersemangat untuk bersosialisasi dan mengeksplorasi hal-hal baru di lingkungannya.

Jangan lupa juga daftarkan diri Ibu di Bebeclub untuk dapatkan lebih banyak lagi tips dan informasi terbaru untuk menemani masa prasekolah si Kecil, ya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Robert Hepach, et al. 2012. Young children are intrinsically motivated to see others helped. Diambil dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22851443/ [Diakses 18 Agustus 2022]
  2. Lara B. Aknin, et al. 2012. Giving Leads to Happiness in Young Children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC3375233/ [Diakses 18 Agustus 2022]
  3. Kristin Layous, et al. 2012. Kindness Counts: Prompting Prosocial Behavior in Preadolescents Boosts Peer Acceptance and Well-Being. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC3530573/ [Diakses 18 Agustus 2022]
  4. Mega Permata Sari dan Delfi Eliza. 2021. Pelaksanaan Penanaman Sharing Behaviour Terhadap Karakter Peduli Sosial Anak. Diambil dari: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php /tunascendekia/article/download/1984 /1480 [Diakses 18 Agustus 2022]
  5. Fitria Khairunnisa dan Fidesrinur. 2021. Peran Orangtua dalam Mengembangkan Perilaku Berbagi dan Menolong pada Anak Usia Dini. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication /354216464_PERAN_ORANG_TUA_DALAM _MENGEMBANGKAN_PERILAKU_BERBAGI _DAN _MENOLONG_PADA_ANAK_USIA _DINI [Diakses 18 Agustus 2022]
  6. Kucirkova N (2019). How Could Children’s Storybooks Promote Empathy? A Conceptual Framework Based on Developmental Psychology and Literary Theory. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles /PMC6370723/. [Diakses 18 Agustus 2022]


Artikel Terkait