Kembali ke Tumbuh Kembang

Perkembangan Bayi 10 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Bayi 10 bulan bisa apa saja, ya? Seiring usia bayi bertambah, ia akan semakin banyak menunjukkan keterampilan baru yang mengagumkan, Bu....

4 min
06 Feb 2023

4 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Bayi 10 bulan bisa apa saja, ya? Seiring usia bayi bertambah, ia akan semakin banyak menunjukkan keterampilan baru yang mengagumkan, Bu.

Salah satu perkembangan bayi yang bisa Ibu nantikan di umur 10 bulan ini adalah langkah pertamanya. Ia juga mungkin akan mengucapkan kata pertamanya pada bulan ini, meski tentunya belum lancar berbicara. Still, it’s a big thing to celebrate!

Perkembangan Berat dan Tinggi Badan Bayi 10 Bulan

Panjang dan berat badan bayi Ibu di usia 10 bulan ini tentu sudah mengalami kenaikan yang drastis dari sejak ia lahir. 

Pertambahan ini adalah hal yang lumrah terjadi, Bu, karena sekarang kebutuhan gizinya ikut berubah. Semakin besar usia si Kecil, ia juga membutuhkan energi yang lebih banyak untuk bertumbuh kembang. Maka selain dari ASI, ia sekarang sudah bisa mendapatkan tambahan gizi dari makanan pendamping ASI (MPASI). 

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI rata-rata berat badan dan panjang badan bayi 10 bulan adalah sebagai berikut: 

  • Bayi laki-laki: 9,2 kg dengan panjang badan sekitar 73,3 cm.

  • Bayi perempuan: 8,5 kg dengan panjang badan sekitar 71,5 cm.

Pertambahan tinggi dan berat badan adalah salah satu aspek tumbuh kembang yang harus Ibu pantau. Kenapa, ya, ini penting?

Salah satu alasannya karena berat dan panjang badan menjadi salah satu patokan untuk mengetahui apakah bayi sudah bertumbuh sesuai jalur grafik pertumbuhan WHO atau belum.

Beberapa bayi mungkin beratnya sedikit menurun di bulan ini, tapi biasanya penurunannya tidak terlalu besar. Jadi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir. Turunnya berat badan bayi biasanya dikarenakan ia jadi lebih aktif bergerak di bulan ke-10 ini, sementara mungkin porsi dan jadwal makannya belum disesuaikan. 

Akan tetapi bila berat dan tinggi badan bayi di usia 10 bulan ini sangat kurang dari rata-rata di atas dan membuat Ibu khawatir, baiknya berkonsultasi dengan dokter anak, ya, untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang tepat.

Sebab, memantau pertumbuhan fisik bayi juga sangat penting untuk mendeteksi risiko masalah kesehatan yang terkait asupan gizi, seperti gizi buruk, wasting, stunting, kwashiorkor dan marasmus, hingga obesitas.

Baca Juga: 4 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Bayi 10 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Perkembangan fisik tidak hanya menjadi satu-satunya tolak ukur milestone bayi 10 bulan. Berbagai keterampilan motorik, kognitif, hingga komunikasi juga menjadi aspek dari tumbuh kembang yang sehat. 

Ibu pasti bertanya-tanya, bayi di usia 10 bulan ini bisa apa saja, ya? Jangan khawatir, berikut adalah berbagai perkembangan bayi 10 bulan yang perlu Ibu ketahui selengkapnya. 

1. Bisa Berdiri Sendiri

Setelah merangkak di bulan-bulan sebelumnya, sekarang otot-otot kaki bayi Ibu semakin kuat, lho! Kini, bayi 10 bulan bisa mengangkat tubuhnya sambil berpegangan dan bangkit berdiri. Ibu bisa membaca gerak tubuhnya dan membantunya berdiri dengan memegangi tangannya.

Ini tidak terjadi secara begitu saja, lho, Bu. Awalnya si Kecil mungkin akan berdiri sambil berpegangan pada furnitur rumah, lalu di hari lain mungkin mulai sedikit demi sedikit melangkah sambil tetap berpegangan. 

Selanjutnya sambil terhuyung-huyung, ia mungkin akan menghampiri tangan Ibu yang menantinya. Kemudian, bayi Ibu sekarang sudah bisa berjalan sendiri! Meskipun tertatih dan terjungkal beberapa kali, hal ini tidak akan mencegah bayi Ibu untuk terus mencoba dan menjelajahi seisi rumah. 

Oleh karena itu, langkah pertamanya juga akan menjadi sebuah langkah besar menuju kemandirian si Kecil untuk mengeksplor dunia sekitarnya. Persiapkan mental Ibu, ya. Sebab, mulai saat ini ia akan terus tumbuh besar dan tidak menjadi bayi mungil yang bergantung sepenuhnya pada Ibu lagi.

2. Menggenggam Benda dan Mengendalikan Jari Tangan

Tahukah, Bu? Perkembangan lain yang bisa Ibu perhatikan pada bayi 10 bulan adalah si Kecil yang sudah bisa mengendalikan gerak tangan dan jari-jarinya.

Ia sekarang sudah bisa menggenggam benda dan melepaskan genggamannya, atau menjepit benda menggunakan jempol dan jari telunjuknya. Ia juga sudah bisa memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain.

Bayi senang sekali bermain-main dengan memasukkan benda atau mainan ke dalam wadah, lalu mengeluarkannya, dan melakukannya secara terus menerus.Di usia ini juga, si Kecil sudah bisa memungut dan menggenggam benda-benda kecil, dan menyusun benda-benda tersebut berdasarkan ukurannya.

Ia memiliki koordinasi mata dan tangan untuk menempatkan balok ke dalam tong, kemudian membuangnya lagi, atau menumpuk beberapa mainan cincin multi-warna pada sebuah tiang.  Don’t hold your breath, karena bayi Ibu bisa terus menerus melakukan permainan ini.

Bayi 10 bulan juga mulai senang memperhatikan sesuatu karena ia mulai tertarik dengan konsep sebab-akibat. Misalnya, saat main mobil-mobilan, ia akan memperhatikan putaran roda yang membuat mobil itu bergerak. Ketika sedang makan, ia mungkin akan melemparkan atau menjatuhkan makanan. Ia mungkin juga akan berpura-pura menangis untuk melihat reaksi yang dilakukan Ibunya. 

Koordinasi antara mata dan tangannya juga semakin membaik. Sekarang, ia sudah bisa memegang sendoknya sendiri saat makan, Bu. Hebat, ‘kan?

3. Memegang dan Menyuapi Makanan Sendiri

Selain memegang benda, bayi 10 bulan sudah bisa mengambil makanannya sendiri dengan jari dan memasukkan makanan ke mulutnya. 

Perkembangan bayi 10 bulan ke 11 bulan adalah sudah bisa mengunyah dan menelan lebih baik seiring dengan gigi anak juga mulai tumbuh lebih banyak. Selain itu, bayi Ibu juga mulai mahir minum dengan sippy cup.

4. Mengoceh Walaupun Suaranya Belum Jelas

Bayi mungkin akan mengucapkan kata pertamanya di bulan ke-10 ini. Oleh karena itu, ia juga akan semakin senang berceloteh. Jadi, selalu siap siaga pegang handphone ya. Don’t miss these precious moments!

Celotehannya pun kini sudah punya arti dan ia sudah bisa mengaitkan apa yang diucapkan dengan apa yang dimaksud. Misalnya, mengucap “mamma” ketika ingin dipeluk Ibu, ‘cu-cu’ untuk minta minum susu, atau “mpus” ketika melihat kucing kesayangan temannya bermain.

Untuk melatih kemampuan bicaranya, Ibu bisa menjawab ucapan si Kecil dengan mengatakan, “Iya, nak. Itu kucing warna abu-abu”, atau “Oh, adik mau minum susu ya?”

5. Tersenyum Lebar dan Sedikit Malu-Malu Bertemu Orang 

Sifat bayi ternyata baru benar-benar mulai muncul pada masa perkembangannya di usia 10 bulan, Bu. Bayi mungkin terlihat sangat supel, selalu tersenyum lebar kepada siapa saja yang ia jumpai, atau bahkan sedikit lebih pemalu. 

Bayi juga mungkin tampak menyembunyikan wajahnya ketika ada orang asing yang bermaksud baik mencoba mendekatinya. Bayi Ibu mungkin menolak dengan berani atau menilai situasi terlebih dahulu sebelum menerima orang lain.

Dari sisi perkembangan emosionalnya, bayi 10 bulan mulai terlihat kalem atau mudah mengalami perubahan suasana hatinya dengan cepat. Hal ini cukup memperlihatkan tahap perkembangan emosi pada bayi.

6. Meniru Ucapan dan Tindakan Orang Tua

Seiring bertambahnya usia bayi Ibu, termasuk menginjak usia 10 bulan, Ibu dan Ayah sebaiknya mulai memperhatikan ucapan dan tindakan yang dilakukan di depan bayi. 

Kenapa? Pasalnya, bayi 10 bulan bisa semakin pintar meniru ucapan dan tindakan yang dilakukan oleh orang tuanya, lho! Tidak percaya?

Sebagai contoh, ia mungkin akan mengambil kain dan mencoba membersihkan debu perabotan rumah, atau memegang telepon di telinganya dan meletakkan kembali. 

Tak hanya itu, ia mungkin juga mulai meniru cara orang tuanya berkomunikasi. Misalnya, mengucapkan seruan seperti "Uh-oh!" atau menggelengkan kepalanya.

Ibu dan Ayah pasti kagum, ya, dengan banyaknya detail kebiasaan orang tua yang bayi perhatikan, bukan?

Sayangnya, kemampuan bayi 10 bulan ini mungkin tidak berlaku ketika buah hati Ibu lahir secara prematur. Sebab, tumbuh kembang bayi prematur membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai salah satu kemampuan kognitif ini.

7. Menjelajah untuk Bereksplorasi

Coba perhatikan baik-baik deh, Bu. Di umurnya yang 10 bulan ini, bayi sudah bisa memutuskan sendiri jika ia ingin pergi, baik dengan merangkak, menjelajah, atau berjalan. 

Menariknya lagi, bayi 10 bulan sudah bisa memeriksa atau membuka furnitur hampir semua yang ia lihat, seperti panci dan wajan di lemari dapur atau botol-botol di bawah wastafel. Hebat, ya?

Baca Juga: Perkembangan Bayi 7 Bulan dan Cara Stimulasinya

Masih penasaran apa lagi hal-hal hebat yang bisa dilakukan si Kecil di bulan ini dan selanjutnya? Yuk, cek milestone bayi Ibu tiap bulannya lewat tools Bebe Journey!

Di sini Ibu juga bisa mengakses berbagai fitur edukatif dan menarik lainnya untuk mendukung si Kecil tumbuh hebat, seperti jadwal vaksin, grafik pertumbuhan, hingga panduan MPASI. 

Tips Stimulasi Bayi 10 Bulan

Perkembangan bayi 10 bulan bisa berjalan optimal apabila Ibu juga melakukan stimulasi dengan tepat. 

Lantas, apa yang harus dilakukan Ibu untuk stimulasi bayi 10 bulan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bu!

1. Sediakan Ruang Eksplorasi untuk si Kecil

Melansir dari laman Very Well Health, Ibu perlu menyiapkan atau menyediakan satu area di rumah sebagai ruang bagi si Kecil untuk bereksplorasi. 

Ibu bisa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah dengan menyediakan berbagai mainan, seperti mobil-mobilan, boneka, bola, dan barang-barang lain yang ramah anak. Misalnya, menciptakan rintangan dari bantal, selimut, atau menggunakan kotak kardus berukuran cukup besar. 

Ibu bisa mengajaknya bermain menyembunyikan mainan favoritnya dan meminta si Kecil untuk mencarinya. Langkah ini berguna untuk melatih koordinasi mata dan tangannya, lho.

Hal yang paling penting pada fase ini, Ibu hanya perlu mengawasinya secara intens dan menciptakan lingkungan rumah yang aman untuknya menjelajah. Jadi, jauhkan benda-benda yang tajam, yang berukuran sangat kecil, maupun yang sangat besar dan mudah dijaungkau si Kecil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya pisau, peniti, taplak meja, barang pecah belah, dan benda lainnya. 

Bila perlu, beri pengaman di tiap sudut meja di rumah, Bu, agar tidak membahayakannya saat belajar berdiri dan berjalan, tutup laci atau pintu agar tidak mudah dibuka, dan tutup stop kontak listrik.

2. Ajarkan si Kecil Berdiri dan Berjalan

Bila bayi Ibu belum bisa berjalan, jangan cemas, ya, Bu. Perlu Ibu ketahui juga bahwa setiap bayi tumbuh berbeda satu sama lainnya. Namun, Ibu bisa melatih kemampuan berjalannya dengan membuat bayi berdiri di depan dinding. Kemudian, ulurkan tangan Ibu untuk memancingnya melangkah kecil ke arah Ibu.

Meskipun sambil tertatih dan terjungkal beberapa kali, hal ini tidak akan mencegah bayi Ibu untuk terus mencoba dan menjelajahi rumah. Hal yang paling penting adalah Ibu terus mendampingi di sampingnya agar si Kecil dapat bertumbuh kembang dengan baik. Dorong dan beri ia semangat, karena ia bisa belajar banyak setiap saat di mana pun dan kapan pun.

Saat ia ragu atau takut untuk mulai belajar melangkah, bimbing tangannya dan perlahan lepaskan agar dia bisa belajar melakukannya sendiri. Jangan lupa memberi pujian setiap ia berhasil melakukannya, ya, Bu, seperti “Duh, pintarnya anak Ibu.”

Baca Juga: Cara Melatih Anak Berjalan dengan Tepat, Ibu Wajib Tahu

3. Sering Ajak Ngobrol

Bila Ibu belum pernah mendengar kata pertamanya, mungkin dalam beberapa bulan ke depan kemampuan berbicaranya akan mulai lebih berkembang. 

Oleh karena itu, Ibu bisa melatih komunikasinya dengan berbicara langsung kepada bayi, menyebutkan hal-hal yang menarik baginya, dan menggunakan namanya dalam percakapan.

Ajak bayi bicara dalam berbagai aktivitas sehari-hari, Bu. Tak ada salahnya Ibu melakukan story telling atau bercerita apa saja kepada si Kecil. 

Walaupun bayi belum bisa mengucapkan atau menyebutkan kata-kata dengan tepat, tapi Ibu bisa mengajari kata-kata tersebut secara berulang. 

Ibu bisa pula mengajaknya bahasa isyarat atau nonverbal, seperti menggerakkan tangan ke kiri dan kanan sebagai tanda berpisah atau bye-bye. 

Selain mengobrol, tak ada salahnya Ibu sering-sering mengajaknya bermain cilukba, bernyanyi lagu kesukaannya, atau tepuk tangan sambil bernyanyi. 

Baca Juga: Cara Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

4. Bacakan Buku

Membacakan buku cerita untuk anak secara rutin bisa menjadi salah satu cara stimulasi bayi 10 bulan terbaik dan mudah dilakukan. 

Ibu bisa membacakan buku ilustrasi bergambar dengan nada dan ekspresi wajah yang bisa membuatnya senang dan tertawa. 

Libatkan bayi dengan membiarkannya membalikkan halaman buku yang sudah dibaca, atau menyentuh gambar berilustrasi dalam buku. 

5. Berikan Finger Food

Mengingat bayi sudah bisa menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Sekarang, biarkan bayi Ibu belajar sendiri memakan makanannya, ya, Bu. 

Ibu bisa memberikan si Kecil makanan yang dipotong kecil-kecil sebesar jari (finger food) yang mudah digenggam. 

Finger food yang bisa diberikan kepada bayi bisa beragam, mulai dari wortel, mentimun, stroberi, jeruk, buah naga, anggur, dan lainnya. 

Pastikan juga finger food yang diberikan teksturnya telah benar-benar lunak dan bayi bisa mengunyahnya. Ini dilakukan agar si Kecil mudah untuk menelan makanan yang diberikan dan tidak tersedak saat mengonsumsinya. 

6. Ajarkan si Kecil Makan Sendiri

Perlu diingat, Bu. Menyiapkan makanan yang dimakannya jangan hanya memperhatikan apa yang dimakannya, tapi bagaimana cara bayi Ibu memakannya. 

Dorong bayi makan sendiri menggunakan tangannya, walaupun hasilnya pasti akan berantakan, ini akan melatihnya untuk jadi lebih mandiri di kemudian hari. Meski begitu, tetap awasi selama bayi sedang makan, ya, Bu.

Jadwalkan juga jam makan yang lebih teratur, agar ia bisa disiplin dan Ibu bisa mengawasi kecukupan gizi yang masuk.

Di usia ini, bayi Ibu sebaiknya sudah lepas dari botol. Untuk melatihnya minum sendiri, yuk, latih dia menggunakan cangkir khusus dengan dua pegangan (sippy cup), dan memiliki lubang-lubang yang memudahkan ia memegang sendiri dan meminumnya. 

Jika ia sudah bisa, dorong untuk mulai makan menggunakan sendok. Jangan khawatirkan keruwetan yang ditimbulkan, seperti meja makan Ibu yang berantakan dan ia mengotori bajunya. Nikmati saja semuanya ya, Bu, karena ini akan melatih anak untuk menjadi lebih mandiri

No pain, no gain. Ibu akan melihat hasilnya nanti, ketika ia sudah bisa melakukan semuanya dan pekerjaan Ibu menjadi lebih ringan. Meanwhile, take a deep breath!

Jangan lupa memujinya untuk setiap kemajuan yang berhasil ia raih. Kenapa? Ini akan menambah rasa percaya dirinya, lho, dan baik untuk perkembangan bayi Ibu.

Baca Juga: Mengamati Perkembangan Bayi 12 Bulan

Nah, itu dia penjelasan terkait perkembangan bayi usia 10 bulan, Bu. Semoga bisa membantu Ibu dan Ayah agar lebih memahami dan memperhatikan setiap perubahan tumbuh kembang si Kecil, ya!


Referensi:

  1. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/babys-growth-and-development-10-months-old. Diakses pada 5 September 2022.
     
  2. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/your-10-month-old-baby-development-and-milestones-4172871.  Diakses pada 5 September 2022.
     
  3. Parents. https://www.parents.com/baby/development/10-month-old-baby-development/. Diakses pada 5 September 2022.
     
  4. Parens. https://www.parents.com/baby/development/growth/11-fun-activities-for-babies-6-to-12-months/. Diakses pada 5 September 2022.
     
  5. Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a714/your-10-month-olds-development. Diakses pada 5 September 2022.
     
  6. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf. Diakses pada 5 September 2022.
     


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait