melatih anak menjadi pintar

Cara Melatih Anak Menjadi Pintar

detail-fb detail-wa detail-twitter

Setiap orang tua tentu sangat berharap anaknya tumbuh menjadi pintar dan berprestasi. Selain memberikan fasilitas terbaik mulai dari mencarikan sekolah nomor satu, menyediakan gadget terbaru sebagai media pembelajaran, hingga memberi kursus tambahan, Ibu juga bisa lho mulai melatih si Kecil dari rumah sebagai dasar pendidikan mereka.

Melatih anak menjadi pintar dapat dilakukan dengan memberi stimulasi. Stimulasi ini bisa Ibu berikan di luar jam sekolah si Kecil. Tidak perlu serumit yang dibayangkan, karena semua bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari di rumah dan sekitarnya. Meski tampak sederhana, stimulan ini bisa tertanam di benak sang anak. Apa saja stimulasi tersebut?

Sebelum melatih anak, sebaiknya Ibu kenali terlebih dulu gaya belajarnya agar anak lebih pintar di sekolah.

Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Anak

Setiap anak belajar dengan cara yang berbeda. Jadi, Ibu tidak bisa memaksakan si Kecil harus selalu duduk diam, membaca dan menghapal setiap pelajarannya. Kalau tak sesuai dengan gaya belajarnya, anak bisa stres, lho.

Dengan mengenali gaya belajar yang tepat, Ibu jadi lebih mudah untuk membimbing si Kecil dalam memahami dan memroses informasi dengan lebih baik1.

Ada tiga kategori gaya belajar yang umum, yaitu auditori, visual, dan kinestetik. Untuk anak dengan gaya belajar auditori, misalnya, ia akan lebih cepat belajar melalui indera pendengaran. Contohnya, mendengarkan penjelasan dari guru di kelas. Sedangkan pada gaya belajar visual, si Kecil akan menyerap pembelajaran dengan lebih baik melalui indera penglihatan, seperti membaca buku atau melihat gambar. Terakhir, untuk gaya belajar kinestetik, si Kecil perlu praktik langsung dengan cara menyentuh dan memeragakan pembelajarannya agar ia mengerti1.

Nah, di antara ketiga gaya belajar di atas, yang mana gaya belajar si Kecil, Bu? Ibu dapat memberi stimulasi yang sesuai untuk membantu proses belajar saat di rumah agar anak jadi pintar di sekolah.

Dorong si Kecil untuk aktif dan kreatif

Di luar waktu belajar, jangan biarkan si Kecil hanya bermalas-malasan di rumah. Dorong si Kecil untuk aktif melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan, salah satunya adalah dengan berolahraga.

Jika si Kecil suka aktivitas fisik, misalnya, ajak ia menari menirukan gerakan dari kanal YouTube favoritnya. Tak hanya menyenangkan, kegiatan olahraga ini juga bermanfaat bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan si Kecil. Ini karena olahraga bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak, sehingga otak dapat menerima lebih banyak oksigen dan nutrisi yang membuatnya cenderung akan bekerja lebih baik dan membuat anak jadi cerdas2.

Pastikan si Kecil, yaitu anak dan remaja berusia 6 tahun ke atas, melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit sehari3. Beragam aktivitas fisik bisa dilakukan, Ibu bisa mengajaknya berjalan kaki, berlarian, atau bersepeda keliling kompleks. Selain itu, si Kecil juga harus memperkuat otot dan tulang mereka dengan latihan kekuatan, seperti sit up, push up, dan main lompat tali, setidaknya 2 sampai 3 kali seminggu2. Tentunya kegiatan ini disesuaikan dengan usia dan kemampuan si Kecil ya, Bu.

Ajak si Kecil belajar dari sumber lain di sekitarnya

Selain dari materi pelajaran yang diajarkan di sekolah, untuk melatih anak menjadi pintar, dorong ia untuk belajar banyak dari berbagai sumber, bukan hanya dari guru, tetapi dari orang-orang di lingkungannya, dari teman, dari buku, dan dari internet. Belajar pun tidak harus di ruang kelas, melainkan bisa juga di sawah, di taman, di halaman, dan sebagainya4.

Saat hujan, misalnya, si Kecil bisa belajar mengenai tanda-tanda akan turun hujan, penyebab turunnya hujan, hingga penyebab petir yang muncul saat hujan. Atau, ketika ia bermain di halaman dan menemukan daun kering di tanah, Ibu bisa mengajaknya mengumpulkan dedaunan tersebut, dan mengamatinya satu-per-satu. Akan tampak bahwa warna daun-daun kering itu tak ada yang sama sama persis. Kemudian ajak si kecil mencari tahu lebih lanjut lewat video di YouTube atau internet, apa yang menyebabkan daun-daunan itu kering, gugur, dan berubah warna.

Bermain kreatif

Melatih anak menjadi pintar bukan berarti Ibu harus terus memaksanya belajar. Si Kecil juga perlu bermain, karena bermain sangat bermanfaat bagi anak-anak lebih dari yang diketahui oleh para orang tua. Bermain adalah kunci untuk belajar, dimana melalui kegiatan bermain dapat membantu memperkaya pembelajaran dan mengembangkan keterampilan utama seperti penyelidikan, ekspresi, eksperimen, dan kerja tim5.

Permainan seperti apa yang dapat melatih anak jadi pintar dan kreatif? Lewat permainan edukatif, si Kecil berkesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Antara lain adalah permainan balok susun, puzzle, atau mainan bongkar pasang lainnya. Permainan-permainan ini bisa merangsang kreativitas si Kecil saat memainkannya.

Ibu juga tak perlu mengandalkan mainan yang mahal. Hanya bermodalkan kardus bekas dan krayon, misalnya, si Kecil bisa mengasah imajinasinya dengan menyulapnya menjadi rumah-rumahan dan bermain dengan boneka-bonekanya di sana. Selain itu, Ibu juga bisa mengajak si Kecil bermain playdoh dan membentuknya menjadi beragam makanan seperti pizza, es krim, donat, dan lain-lain.

Satu hal yang tidak kalah penting, bermainlah bersama si Kecil, Bu. Perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan stimulus yang luar biasa bagi anak.

Beri kesempatan bersosialisasi

Melatih anak menjadi pintar bukan sekadar kecerdasan otak saja. Si Kecil juga harus pintar dalam bersosialisasi, karena hal ini juga sangat penting dalam perkembangan kecerdasan, terutama kecerdasan emosinya.

Pada anak usia dini, keterampilan bersosialisasi akan membantu kesiapannya bersekolah, meningkatkan adaptasi di lingkungan sekolah, serta mendukung kinerja akademik6.

Beri kesempatan si Kecil untuk bersosialisasi seluas-luasnya secara online. Caranya dengan melakukan video call bersama sepupu dan teman sekolah. Dengan begitu, si Kecil tidak hanya memiliki kesempatan bersosialisasi, tapi juga belajar mengenal teknologi yang bisa diaplikasikan saat ia beranjak dewasa nantinya.

Memenuhi nutrisi seimbang

Otak si Kecil akan mengalami pertumbuhan pesat sejak kelahirannya hingga ia berusia 4 tahun. Inilah masa yang keemasan perkembangan otak anak. Untuk mengoptimalkannya, si Kecil membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang.

Selain menyiapkan makanan bergizi dari bahan berkualitas terbaik, Ibu juga dapat memberi tambahan tiga gelas susu  Bebelac 3 dalam sehari yang memiliki kandungan minyak ikan, omega 3 dan omega 6. Selain itu susu Bebelac juga diperkaya dengan FOS GOS 1:9 serta 13 vitamin dan 9 mineral. Nah, nutrisi yang tepat seperti ini mampu mendukung pencernaan yang baik (happy tummy), akal yang kreatif (happy brain), serta hati yang besar (happy heart), sehingga anak tumbuh hebat.

Demikian beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk melatih anak menjadi pintar. Semangat ya Bu, lakukan semua dengan cara yang menyenangkan agar si Kecil tertarik dan ikut bersemangat! Yuk, simak tips lainnya untuk si Kecil yang sudah duduk di bangku sekolah di sini.

 


Sumber:

  1. Beth A. Rogowsky, et al. 2020. Providing Instruction Based on Students’ Learning Style Preferences Does Not Improve Learning. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7033468/ [Diakses 2 January 2021]
  2. Ilona Bidzan-Bluma and Małgorzata Lipowska. 2018. Physical Activity and Cognitive Functioning of Children: A Systematic Review. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5923842/ [Diakses 3 January 2021]
  3. Edward R. Laskowski. 2019. How much exercise a day do children need? Retrieved from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/expert-answers/kids-and-exercise/faq-20058336 [Diakses 5 January 2021]
  4. Tanoto Foundation, et al. 2020. Everywhere is a school, everyone is a teacher. Retrieved from: https://www.tanotofoundation.org/en/news/everywhere-is-a-school-everyone-is-a-teacher/ [Diakses 6 January 2021]
  5. Sarah Mead. 2020. How Do Children Learn Through Play? Retrieved from: https://www.whitbyschool.org/passionforlearning/how-do-children-learn-through-play [Diakses 3 January 2021]

6. Maryam Maleki, et al. 2019. Social Skills in Children at Home and in Preschool. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6681026  [Diakses 4 January 2021]