cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini

Cara Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini

detail-fb detail-wa detail-twitter

Dalam proses tumbuh kembang si Kecil, selain memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan fisik, penting juga bagi Ibu untuk memperhatikan perkembangan kemampuan sosial anak. Perkembangan sosial emosional anak tak sekadar kemampuan mengatur emosi. Lebih dari itu, kemampuan sosial merupakan bekal penting yang akan memengaruhi perilaku anak hingga ia dewasa kelak dimana kemampuan ini dibutuhkan saat ia berada di dunia kerja nantinya. Emosi yang stabil diperlukan untuk menghadapi beragam tekanan kerja serta membina relasi dengan rekan sekantor. Itu sebabnya, Ibu perlu tahu cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini.

Apa Itu Kemampuan Sosial Emosional?

Apakah Ibu sering melihat si Kecil tak mau berbagi mainan dengan temannya? Atau selalu ingin menyendiri dan tak ingin berbaur dengan teman-teman sebayanya? Keduanya bisa jadi tanda si Kecil membutuhkan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan sosial emosionalnya1.

Perkembangan kemampuan sosial emosional si Kecil dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor keturunan, lingkungan, dan faktor lainnya1. Itu sebabnya, ada beberapa anak, yang memiliki kemampuan beradaptasi sangat tinggi, di mana ia tak sungkan saat bertemu orang baru, mudah berbaur di lingkungan baru, dan ramah pada orang-orang yang bahkan baru ditemuinya. Bisa jadi, kedua orang tuanya memang memiliki pembawaan yang luwes dan mudah bergaul.

Tapi, Ibu tak perlu khawatir berlebihan jika si Kecil bukan termasuk anak yang luwes dan mudah bergaul. Ada 5 cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini yang bisa Ibu lakukan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak. Apa saja?

Jadilah Contoh buat Si Kecil

Ibu pasti tahu kalau anak-anak merupakan peniru ulung. Apapun yang dilihat, terutama dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya, akan ditiru olehnya.

Beberapa sikap baik dapat Ibu tunjukkan lewat perilaku sehari-hari untuk membantu mengembangkan kemampuan sosial si Kecil1. Mulailah dari hal-hal yang sederhana, seperti menyapa tetangga ketika berpapasan, berkomunikasi yang baik dengan setiap orang termasuk asisten rumah tangga, tidak mudah emosi saat menghadapi situasi yang sulit, dan masih banyak lagi.

Ajak Bermain dengan Teman Sebaya

Bermain juga bisa jadi salah satu cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini. Lewat bermain, si Kecil akan belajar cara memahami diri, orang lain, dan lingkungannya2.

Bermain merupakan proses interaksi, baik dengan teman bermain maupun alat-alat yang digunakan untuk bermain. Ketika bermain, si Kecil mungkin akan mengalami konflik dengan temannya. Ia mungkin akan mengalami rasa takut, malu, khawatir, atau marah saat bermain. Tapi, ini semua merupakan bagian dari tahap perkembangan kemampuan sosial emosional yang harus dihadapi. Jadi, sering-seringlah mengajak si Kecil bermain, terutama bermain yang melibatkan interaksi dengan teman sebayanya.

Ajari untuk Berbagi

Di usia dini, wajar jika si Kecil masih sulit berbagi mainan dengan teman atau saudaranya. Tapi, bukan berarti Ibu bisa terus-menerus memberikan toleransi.

Salah satu perkembangan kemampuan sosial anak dapat dilihat dari seberapa mampu ia mengendalikan sifat egoisnya. Ketika si Kecil sudah bisa berbagi mainannya dengan rela, tidak menangis ketika diminta berbagi, itu berarti ia telah memiliki kemampuan sosial emosional yang baik2.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan si Kecil untuk berbagi? Saat bermain, misalnya, Ibu bisa mendorong si Kecil untuk memainkan mainannya bersama-sama dengan temannya. Atau Ibu bisa mengajak si Kecil untuk mengumpulkan pakaian atau mainan yang sudah tidak dipakai untuk disumbangkan kepada anak-anak yang lebih membutuhkan. Jangan lupa, berikan pujian ketika ia mulai menunjukkan kemampuan untuk berbagi.

Bercerita dan Membaca Dongeng

Bercerita, membacakan buku, atau mendongeng juga bisa jadi cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini. Studi klinis mendukung para orang tua untuk menerapkan program membacakan buku dengan suara jelas dan bermain sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan sosial-emosional anak untuk hasil jangka panjang3. Tentu saja cerita yang dipilih haruslah yang mengandung nilai-nilai positif untuk dijadikan contoh dalam kehidupan nyata si Kecil.

Tanpa harus mendikte, lewat kebiasaan bercerita ini, lama-kelamaan si Kecil akan mengerti dan menjadikan nilai positif tersebut sebagai bagian dari dirinya4. Agar kegiatan ini lebih menyenangkan, sambil bercerita atau membaca dongeng, Ibu bisa memberikannya segelas Bebelac 3 untuk si Kecil, yang diperkaya dengan kandungan minyak ikan, omega 3 dan omega 6. Susu ini juga mengandung FOS GOS dengan rasio 1:9 serta 13 vitamin dan 9 mineral.  Selain itu, Ibu juga bisa memberikan makanan bernutrisi tinggi yang merupakan makanan favorit yang baik untuk pencernaan yang baik. Dengan saluran cerna yang terjaga baik, maka otak akan bekerja memproduksi hormon serotonin yang menghasilkan perasaan senang pada anak. Sehingga si Kecil bisa memiliki akal yang kreatif dan tumbuh hebat.

Perkenalkan Si Kecil dengan Pengalaman Baru

Mengembangkan kemampuan sosial anak juga bisa dilakukan dengan memperkenalkannya berbagai pengalaman baru. Ajaklah si Kecil melihat situasi, suasana, hingga pemandangan yang baru. Cara ini diyakini dapat meningkatkan kemampuannya dalam beradaptasi.

Tidak sulit, kok, memperkenalkan si Kecil dengan pengalaman baru. Tak harus pergi jauh ke luar negeri atau tempat-tempat baru yang belum pernah ia datangi. Sesederhana Ibu menyusun rencana piknik bersama keluarga di taman dekat rumah, atau mengajaknya main layangan di lapangan terbuka. Lakukanlah hal-hal sederhana yang selama ini belum pernah dilakukan. Itu sudah cukup untuk memberinya pengalaman baru yang bisa mengembangkan kemampuan sosialnya. Selama menikmati pengalaman baru ini, si Kecil tentunya juga akan berinteraksi dengan orang-orang baru yang ditemuinya di tempat tersebut.

Itulah 5 cara mengembangkan sosial emosional anak usia dini yang bisa Ibu lakukan. Tentu saja, pendampingan sangat penting di fase ini, supaya Ibu bisa tetap memantau apakah perkembangan sosial emosional yang diraihnya sudah optimal atau belum. Dan jangan lupa, dapatkan tips lain tentang nutrisi si Kecil di sini.

 


Sumber:

  1. Nurjannah. 2017. Mengembangkan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Keteladanan. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/334511338_MENGEMBANGKAN_KECERDASAN_SOSIAL_EMOSIONAL_ANAK_USIA_DINI_MELALUI_KETELADANAN [Diakses 28 Desember 2020]
  2. Mira Yanti Lubis. 2019. Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Bermain. Diambil dari: https://core.ac.uk/download/pdf/322503389.pdf [Diakses 30 Desember 2020]
  3. Mendelsohn, A. L., Cates, C. B., Weisleder, A., Johnson, S. B., Seery, A. M., Canfield, C. F., ... & Dreyer, B. P. 2018. Reading aloud, play, and social-emotional development. Pediatrics, 141(5).
  4. Herawati, et al. 2016. Hubungan Antara Penggunaan Metode Bercerita deeeengan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun di Kelurahan Ciri Mekar Kec. Cibinong Kabupaten Bogor. Diambil dari: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/ANDRAGOGI/article/view/1070 [Diakses 29 Desember 2020]