payudara-bengkak-dan-sakit-saat-menyusui

4 Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Sakit saat Menyusui

detail-fb detail-wa detail-twitter

Payudara bengkak dan sakit saat menyusui pasti sering dialami para ibu menyusui. Rasanya sangat tidak nyaman, ya, Bu. Tapi Ibu tidak perlu panik dan mengambil tindakan berlebihan. Payudara bengkak adalah hal yang normal di masa menyusui.1 Meski begitu, ibu wajib tahu cara mengatasi payudara bengkak dan sakit saat menyusui agar tak berlanjut menjadi masalah yang lebih serius. Ada 4 cara mudah untuk mengatasinya, lho. Simak yuk, Bu.

Penyebab Payudara Bengkak dan Sakit Saat Menyusui

Payudara bengkak dapat membuat ibu frustasi. Pada saat keinginan menyusui begitu kuat, dan bayi pun mulai pintar menyusu langsung, malah terjadi pembengkakan payudara, atau yang disebut engorgement. Kondisi ini dapat menghambat keberhasilan menyusui, bahkan sebagian ibu jadi menyerah memberikan ASI secara langsung pada bayinya.1,2

Pembengkakan payudara adalah kondisi yang menyakitkan dan sangat tidak nyaman untuk ibu menyusui. Biasanya bengkak pada payudara ini dialami di periode awal setelah ibu melahirkan.2

Bengkak pada payudara yang tidak diatasi segera juga dapat bekembang menjadi penyakit yang lebih serius, yaitu radang atau infeksi payudara.2

Mengapa payudara bisa bengkak saat menyusui? Inilah beberapa penyebabnya:

1. Produksi ASI tidak sebanding dengan pengosongan payudara

Pasca melahirkan, biasanya setelah hari ketiga, ASI yang dihasilkan ibu sudah sangat banyak, sementara kebutuhan ASI bayi baru lahir belum terlalu banyak. Inilah yang menyebabkan payudara ibu membengkak, keras dan nyeri untuk beberapa hari.1

Pengosongan payudara yang tidak memadai ini dapat menyebabkan masalah, seperti saluran susu yang tersumbat hingga infeksi payudara. Semuanya akhirnya berdampak pada suplai ASI ke bayi yang tidak mencukupi.2

2. Teknik menyusui yang tidak tepat

Teknik menyusui yang benar penting untuk memastikan keberhasilan menyusui. Teknik yang salah dapat menyebabkan pembengkakan payudara.2

Teknik menyusui yang benar ditentukan dengan pelekatan mulut bayi pada payudara ibu. Pelekatan bayi harus benar selama menyusui sehingga dapat menghisap secara efektif. Untuk melakukan ini, bayi perlu diposisikan dengan benar, dan Ibu harus terus berlatih untuk melakukan teknik menyusui yang tepat secara terus menerus.2

Perbedaan Payudara Bengkak dan Mastitis

Ada perbedaan antara pembengkakan payudara dan mastitis atau radang payudara. Pembengkakan payudara disebabkan produksi ASI yang berlebihan, sementara pengosongannya lambat. Sedangkan mastitis adalah peradangan pada payudara karena penyumbatan saluran ASI.2 Keduanya sama-sama menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada payudara ibu.

Baca Juga: Nutrisi untuk Ibu Hamil Dukung Perkembangan Janin

Bengkak pada payudara di masa menyusui dapat mempengaruhi area di sekitar puting dan areola saja atau seluruh payudara. Ibu pun bisa mengalaminya pada satu atau kedua payudara.2

Pada kasus mastitis, saluran tersumbat disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara atau mastitis, baik disertai infeksi maupun tidak. Mastitis bisa pula diikuti dengan gejala sebagai berikut:3

  • Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
  • Menggigil
  • Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
  • Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
  • Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
  • Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

Akibat kedua kondisi ini, selain Ibu menjadi tidak nyaman dan kesakitan, juga akan membuat bayi semakin sulit untuk menyusu. Seperti lingkaran tidak terputus, bayi yang menyusu akan semakin membuat payudara bertambah bengkak!3 Jika sudah begini, ibu biasanya jadi khawatir bayinya tidak mendapatkan cukup ASI.

Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Sakit Saat Menyusui

Ada 5 cara mudah mengatasi payudara bengkak dan sakit saat menyusui yang bisa Ibu lakukan sendiri di rumah. 

1. Keluarkan ASI dari payudara

Ibu dapat mengeluarkan sebagian ASI sebelum menyusui, baik secara manual atau dengan pompa agar payudara lebih lembek, sehingga lebih mudah memasukkannya ke dalam mulut bayi.1,4

Jika penyebab bengkak adalah sumbatan atau stasis ASI di lokasi yang lebih dalam di jaringan payudara, maka langkah paling penting adalah mengeluarkan ASI sesering mungkin, mulai dari payudara yang sakit.5

Setelah menyusui, Ibu bisa lanjut memerah ASI dengan tangan atau pompa untuk mengosongkan payudara. Jika ini rutin dilakukan, maka bengkak akan semakin berkurang dan akan sembuh sepenuhnya. Selain untuk mengatasi payudara bengkak, mengeluarkan ASI juga bisa dilakukan saat puting Ibu lecet atau terluka parah.5

2. Kompres payudara

Kompres dan mandi air hangat segera sebelum menyusui dapat memperlancar keluarnya ASI dari payudara. Setelah selesai menyusui, kompres payudara dengan air dingin untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.1,5

3. Pijat payudara

Memijat payudara secara perlahan, dari area yang nyeri ke arah puting dapat mengurangi bengkak dan sakit di payudara.1.4 Pijat juga terbukti efektif untuk mengatasi bengkak akibat mastitis. Dalam beberapa tahun terakhir, pijat limfatik dalam pengobatan mastitis semakin sering dilakukan. Pijat payudara ini bertujuan memperlancar aliran cairan di kelenjar getah bening di bawah ketiak. Caranya, ibu harus memijat permukaan payudara mulai dari areola hingga mencapai bawah ketiak.5

4. Perbaiki pola dan teknik menyusui

Memberikan ASI sesering mungkin dapat mengatasi bengkak di payudara karena bendungan ASI di dalam payudara dapat dikeluarkan. Nyeri karena bengkak di payudara juga bisa diredakan dengan menyusui bayi lebih dari satu posisi, artinya berganti-ganti posisi menyusui.1

Setelah melakukan 4 cara mengatasi payudara bengkak dan sakit saat menyusui di atas, jangan lupa banyak istirahat ya, Bu. Tidur yang cukup, selalu penuhi kebutuhan  nutrisi dengan mengonsumsi makan bergizi, serta jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan. Semua itu bisa membantu mengatasi dan mempercepat pemulihan payudara yang bengkak. Jika kondisi tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk meminta bantuan pada ahlinya, seperti dokter, bidan, atau konselor ASI ya, Bu.
 


Referensi

  1. Badriul Hegar. (update terakhir 2013). Nilai Menyusui.  Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui . [Diakses pada 23 November 2021]
  2. Lindeka Mangesi. (update terakhir 2010). Treatments for breast engorgement during lactation. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4161489/. Diakses pada 24 November 2021
  3. Ema Alasiry (update terakhir 2013). Mastitis: Pencegahan dan Penanganan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan. [Diakses pada 23 November 2021]
  4. IDAI. (update terakhir 2013). Payudara Bengkak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/payudara-bengkak. [Diakses 23 November 2021]
  5. Miri Pevzner dan Arik Dahan. (update terakhir 2020). Mastitis While Breastfeeding: Prevention, the Importance of Proper Treatment, and Potential Complications. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7465810/. [Diakses 23 November 2021]
  6. Ema Alasiry (update terakhir 2013). Mastitis: Pencegahan dan Penanganan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan. [Diakses pada 23 November 2021]
Tag