Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Pelekatan Menyusui yang Benar untuk Mencegah Puting Lecet

Pelekatan menyusui yang benar sangat penting lho, Bu. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari puting lecet dan membuat si Kecil mendapa...

4 min
11 May 2022

2 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Pelekatan menyusui yang benar sangat penting lho, Bu. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari puting lecet dan membuat si Kecil mendapat nutrisi yang cukup selama menyusu. Puting lecet saat menyusui mungkin menjadi persoalan hampir semua busui, terutama ibu baru yang tengah belajar memberikan ASI. 

Puting lecet dapat mengganggu proses pemberian ASI. Puting lecet, luka dan perih bahkan menjadi alasan terbesar yang menyebabkan seorang ibu berhenti menyusui lebih awal.1 Nah, agar ibu tidak mengalaminya, yuk, belajar mengenai pelekatan menyusui yang benar.

Baca Juga: 10 Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Menanganinya

Penyebab Puting Lecet

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatannya, dan direkomendasikan pemberiannya secara eksklusif pada bayi baru lahir hingga 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun bersamaan dengan pemberian makanan tambahan.

Namun, terkadang proses menyusui sering kali diselingi ‘drama’ yang membuat prosesnya tidak berjalan semulus yang diharapkan. Salah satu kendala yang paling sering terjadi adalah puting lecet. Kasus puting lecet dan luka seperti ini ternyata dialami oleh 80% sampai 90% ibu menyusui, lho! Luka dan lecet puting ini biasanya terjadi pada 30 hari pertama pascapersalinan.1.2 

Ada beberapa kemungkinan penyebab puting lecet, berikut di antaranya:1

  • Posisi menyusui yang salah dan cara bayi mengisap puting yang tidak tepat 
  • Infeksi puting susu oleh bakteri Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans. 
  • Isapan bayi yang terlalu kuat atau bahkan terlalu lemah.
  • Terlalu pendeknya frenulum atau jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Kondisi ini sering juga disebut tongue-tie. 
  • Iritasi akibat membersihkan puting menggunakan sabun yang keras.

Pelekatan yang Benar untuk Mencegah Puting Lecet

Meskipun teknik menyusui adalah proses alamiah dan bagian dari naluri ibu, bukan berarti semua ibu akan langsung mahir melakukannya. Teknik menyusui, terutama dalam hal posisi dan pelekatan saat menyusui, adalah satu hal yang perlu dipelajari. Selain mencegah puting lecet, juga membuat bayi bisa menyusu dengan efektif. Bayi pun akan mendapatkan nutrisi cukup dari ASI dan ibunya terhindar dari masalah menyusui.3

Ibu bisa belajar cara menyusui yang benar, dengan memperhatikan posisi dan pelekatan bayi berikut ini:4

1. Posisi menyusui yang benar

  • Pegang dan letakkan bayi pada salah satu lengan, letakkan kepala bayi dekat lengkungan siku ibu dan tahan bokong bayi dengan telapak tangan ibu. 
  • Tempelkan perut bayi ke tubuh ibu.
  • Pastikan mulut bayi berada di depan puting ibu.
  • Letakkan lengan bayi yang ada di bawah dalam posisi merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Pegang tangan bayi yang di atas atau diletakkan di dada ibu.
  • Telinga dan lengan yang di atas usahakan berada dalam satu garis lurus. 
  • Di awal menyusui, bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan biasanya otomatis akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan puting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.

3. Pelekatan menyusui yang benar

Setelah bayi mengisap puting dan areola, lakukan pelekatan yang benar dengan rambu-rambu sebagai berikut:4

  • Pastikan dagu bayi menempel ke payudara ibu.
  • Mulut bayi harus terbuka lebar.
  • Sebagian areola, terutama yang berada di bawah, dimasukkan ke dalam mulut bayi.
  • Bibir bayi terlipat keluar.
  • Pipi bayi tidak boleh kempot. Jika kempot artinya tidak mengisap, tetapi memerah ASI.
  • Tidak boleh terdengar bunyi decak, yang boleh adalah bunyi menelan.

Jika semua sudah dilakukan, ibu tidak kesakitan dan bayi tenang menyusu, artinya pelekatan yang dilakukan sudah benar.4 

Nah, Bu, sudah ada gambaran, ya, tentang bagaimana pelekatan menyusui yang benar agar puting tidak lecet. Tetap semangat dan terus rajin berlatih ya, Bu. Bila perlu, mintalah bantuan konselor laktasi untuk memastikan Ibu telah melakukan posisi dan pelekatan menyusui yang benar!


Referensi:

  1. Azin Niazi dkk. (update terakhir 2018). A Systematic Review on Prevention and Treatment of Nipple Pain and Fissure: Are They Curable? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6168189/. [Diakses pada 23 November 2021]
  2. Kamila Juliana da Silva Santos (update terakhir 2016). Prevalence and factors associated with cracked nipples in the first month postpartum. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4975913/ . [Diakses pada 23 November 2021}
  3. Getahun Tiruye. (update terakhir 2018). Breastfeeding technique and associated factors among breastfeeding mothers in Harar city, Eastern Ethiopia. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5791732/  [Diakses 23 November 2021]
  4. Rulina Suradi. (update terakhir 2013). Posisi Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang benar. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar. [Diakses pada 23 November 2021


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait