Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Perhatikan 3 Hal Ini Saat Membacakan Cerita Dongeng Anak, Momen Bonding Sebelum Tidur Jadi Lebih Seru!

Manfaat membacakan cerita dongeng anak tak perlu diragukan lagi. Sejumlah penelitian sudah membuktikan kaitan antara stimulasi bahasa se...

3 min
15 Feb 2022
Membacakan cerita dongeng anak bisa jadi ajang bonding bagi Ibu dan si Kecil.

Artikel ini belum diulas

Manfaat membacakan cerita dongeng anak tak perlu diragukan lagi. Sejumlah penelitian sudah membuktikan kaitan antara stimulasi bahasa sejak usia dini, dengan perkembangan kecerdasan anak.1 Kali ini kita akan bahas tentang manfaat membacakan cerita dongeng anak dan bagaimana caranya agar kegiatan tersebut semakin berkesan untuknya. Selain itu, ternyata kegiatan ini juga bisa membantu mempererat bonding dengan si Kecil, lho. Yuk, simak apa saja manfaatnya, Bu!

Manfaat Membacakan Cerita Dongeng Anak Sejak Usia Dini

Membacakan cerita dongeng dapat meningkatkan minat baca si Kecil.

Si Kecil yang terbiasa dibacakan dongeng sebelum tidur, pasti akan selalu menanti-nantikan momen ini. Tak hanya menantikan cerita menarik yang akan Ibu bacakan untuknya, tetapi si Kecil juga sangat menantikan momen kedekatan yang tercipta dengan Ibu saat membaca dongeng. Selengkapnya, inilah manfaat membacakan cerita dongeng anak sejak usia dini.

1. Mendukung kecerdasan kognitif si Kecil

Kemampuan mengingat, memproses informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan, itu juga termasuk dalam kecerdasan kognitif. Dan ini bisa ditingkatkan dengan membacakan cerita dongeng anak. Lewat cerita dongeng, anak-anak mendapat pengetahuan tentang kehidupan dan dunia.1

Pada intinya, yang paling penting dalam kegiatan membacakan cerita untuk anak, bukan hanya proses melafalkan huruf demi huruf itu, Bu. Namun percakapan yang terjadi antara Ibu dan si kecil ketika membahas cerita yang sudah dibacakan. Di sini, Anda sudah menjembatani apa yang ada di dalam cerita, dengan realita kehidupan sederhana versi si kecil.

2. Membantu penguasaan bahasa

Membacakan cerita dongeng anak sejak usia dini dapat membantu anak memperkaya kosa kata, yang artinya penggunaan bahasanya pun kian berkembang. Selain itu, kosa kata yang kaya juga meningkatkan keterampilan anak berkomunikasi, yang nantinya akan berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi pada anak.1

3. Penanaman karakter anak usia dini

Dalam dongeng, umumnya terdapat nilai-nilai budi pekerti atau nilai-nilai karakter yang baik untuk ditiru si Kecil. Nilai-nilai yang biasanya ada di dalam dongeng, misalnya moral, budi pekerti, kejujuran, kebaikan, kemandirian, keagamaan dll. Nah, Ibu bisa menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak melalui kegiatan mendongeng.2

4. Meningkatkan bonding antara orangtua dan si Kecil

Salah satu manfaat terpenting membacakan cerita dongeng anak adalah Ibu dapat menghabiskan waktu bersama si kecil. Ini merupakan kesempatan untuk menumbuhkan ikatan dengan si Kecil, lho. Kedekatan ini termasuk salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan anak.1 Dari sini, anak bisa merasa dicintai dan sejahtera. Begitu pula dengan Ibu, melihat si kecil nyaman dalam dekapan, tentu Ibu akan merasakan bahagia yang tak dapat digambarkan.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Membacakan Cerita Dongeng Anak

Ciptakan suasana yang mendukung saat membacakan dongeng untuk anak.

Membaca cerita dongeng haruslah menjadi momen yang menyenangkan baik bagi Ibu maupun si Kecil. Selain memilih cerita dongeng yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak, juga penting untuk menyampaikannya dalam bahasa sederhana yang sesuai dengan pemahaman anak. Bacakan cerita dengan lambat, dengan ucapan yang jelas, dan tak perlu terburu-buru. Apabila cerita tersebut bergambar, jangan lupa untuk menunjukkan gambarnya kepada si Kecil, Bu.1,3 
Dan yang tak kalah penting, Ibu sebagai pendongeng harus terlihat bersemangat dalam menyajikan cerita. Tujuannya, supaya si Kecil tertarik mendengarkannya. Itu sebabnya, perhatikan intonasi, mimik wajah, dan gerakan tubuh saat mendongeng, ya.1,3
Untuk itu, Ibu perlu tahu tips membaca dongeng anak yang seru dan berkesan buat si Kecil. Simak beberapa kiat berikut.

1. Gunakan intonasi suara yang beragam

Menggunakan intonasi dan bahasa tubuh saat membacakan cerita dongeng anak akan membuat kegiatan ini menjadi semakin berkesan. Ibu dapat mengubah-ubah intonasi suara sesuai dengan karakter di dalam dongeng yang Ibu bacakan.1 Misalnya, suara untuk karakter si kancil berbeda dengan suara untuk karakter raksasa.

2. Gunakan bahasa tubuh dan alat peraga

Jangan lupa juga untuk menggunakan bahasa tubuh. Misal, saat menggambarkan adegan harimau menerkam kancil, Ibu bisa berdiri sambil melompat seolah sedang menerkam. Jika ada alat peraga seperti boneka atau boneka jari, tentu akan lebih baik.1 Kreatiflah selama mendongeng dan sesuaikan ekspresi dengan cerita yang Anda bacakan.

3. Ajukan pertanyaan terbuka selama mendongeng

Mengajukan pertanyaan terbuka selama atau setelah selesai dongeng dibacakan dapat menstimulasi proses berpikir anak. Pertanyaan terbuka, misalnya begini: "Menurut kamu mengapa singa pergi ke hutan? Menurut kamu, apa yang akan terjadi selanjutnya?"1,3

Selain itu, Ibu juga bisa meminta si Kecil untuk menceritakan kembali cerita dongeng yang sudah didengarnya. Ini tak hanya melatih memorinya, tetapi juga merangsang kreativitas si Kecil dalam menggunakan kalimat saat ia menceritakan kembali sebuah cerita.1,3

Supaya momen membaca dongeng jadi lebih menyenangkan, kini Bebelac menghadirkan Bebestory yang dapat mendukung Ibu dalam mengajarkan nilai kebaikan kepada si Kecil melalui cerita dongeng. Di Bebestory, selain Ibu bisa menonton beragam video dongeng interaktif hingga sinopsisnya, Ibu juga bisa membuat cerita sendiri bersama si Kecil, lho. Seru, kan?

Nah, sebelum Ibu mulai membaca cerita sebelum tidur, jangan lupa siapkan dulu segelas Bebelac 3 untuk menemani si Kecil. Bebelac 3 membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, karena mengandung zat gizi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhannya, seperti minyak ikan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6, FOS dan GOS 1:9, serta vitamin dan mineral. Tak hanya mendukung happy tummy alias pencernaan yang sehat, tapi juga happy heart atau mood yang baik, dan happy brain alias kecerdasan anak.

Selamat bersenang-senang dan memperkuat bonding lewat cerita dongeng anak, ya, Bu!


Referensi:

1. Rukiyah. 2018. Dongeng, Mendongeng, dan Manfaatnya. Diambil dari: https://ejournal2.undip.ac.id [Diakses 9 Februari 2022]

2. Siti Fadjryana Fitroh dan Evi Dwi Novita Sari. 2015. Dongeng Sebagai Media Penanaman Karakter pada Anak Usia Dini. Diambil dari: https://journal.trunojoyo.ac.id  [Diakses 9 Februari 2022]

3. Ireska T.Afifa dan Catharine Mayung Sambo. 2016. Membaca Bersama Bayi. Diambil dari: https://www.idai.or.id  [Diakses 9 Februari 2022]



Artikel Terkait