Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Perlu Ibu Ketahui

Setelah melalui proses persalinan di rumah sakit, tiba saatnya Ibu membawa pulang bayi ke rumah. Menjalani hari-hari pertama bersama bay...

4 min
02 Mar 2022

Artikel ini belum diulas

Setelah melalui proses persalinan di rumah sakit, tiba saatnya Ibu membawa pulang bayi ke rumah. Menjalani hari-hari pertama bersama bayi tentu bukanlah perkara mudah. Terutama soal cara merawat bayi baru lahir.

Mulai dari cara menggendong, menyusui, merawat tali pusat, memandikan, menjemur, sampai mengenali pola buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK), Ibu perlu memelajari semua itu dalam waktu yang singkat. Bisakah?

Tenang, Bu. Artikel ini akan memberi berbagai tips dasar seputar cara merawat bayi baru lahir. Baca terus sampai habis, ya! 

1. Cara Menggendong Bayi Baru Lahir

 

Menggendong bayi adalah kemampuan alami yang akan datang dengan sendirinya begitu Ibu punya bayi. Tapi, tetap saja, bagi ibu baru, menggendong bayi baru lahir mungkin akan terasa canggung dan kaku.

Cara yang paling sederhana dan mudah adalah dengan meletakkan bayi di lekukan salah satu lengan Ibu, dan lingkarkan lengan yang lain di sekitar bayi. Ini adalah posisi paling nyaman untuk bayi, dan bahkan bisa membuat bayi tidur nyenyak, lho.1

Lalu, ketika Ibu sudah mulai luwes menggendong bayi, bisa dicoba posisi menggendong di bahu. Caranya adalah dengan mencondongkan bayi ke atas bahu dan menopang punggung dan lehernya dengan lengan Ibu. Posisi ini juga akan terasa nyaman buat bayi, karena memungkinkannya untuk mendengar detak jantung dan napas Ibu.1 

2. Cara Menyusui

Menyusui bukan sekadar memasukkan payudara ibu ke dalam mulut bayi. Perlu teknik yang benar agar bisa sukses menyusui. Salah posisi  dan cara menyusui, bisa membuat si Kecil jadi malas menyusu, lho. Belum lagi ditambah masalah puting Ibu akan menjadi lecet dan nyeri.2

Nah, berikut adalah langkah menyusui yang benar:

  • Posisikan bayi dengan benar, yaitu bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.2
  • Perut bayi menempel ke tubuh ibu.2
  • Mulut bayi berada di depan puting ibu.2
  • Lengan bayi yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di antara tubuh ibu dan bayi. Sedangkan tangan yang di atas boleh dipegang ibu atau diletakkan di atas dada ibu.2
  • Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.2
  • Kemudian, bibir bayi dirangsang dengan puting ibu agar membuka lebar. Pastikan puting serta areola masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi.2

3. Cara Merawat Tali Pusat

Perawatan tali pusat merupakan salah satu yang cukup membingungkan, terutama pada ibu baru. Kebanyakan merasa takut untuk menyentuhnya, khawatir tertarik dan lepas hingga menyebabkan infeksi.

Tali pusat biasanya akan puput atau lepas dalam waktu satu minggu setelah bayi lahir. Tapi, pada beberapa kasus, bisa saja lebih lambat hingga 10-14 hari setelah bayi lahir. Tali pusat akan mengering dengan sendirinya dan terlepas dari tubuh bayi.3

Selama tali pusat masih menempel di tubuh bayi, usahakan agar tali pusat tetap kering karena kondisi basah dan lembap dapat memicu pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi.3

Selama menunggu tali pusat lepas, Ibu tidak perlu membersihkannya dengan sabun ataupun cairan lainnya. Dan biarkan tali pusat terbuka tanpa ditutup. Begitu pula saat bayi memakai popok, usahakan tali pusat tidak tertutup popok.3

Perhatikan beberapa tanda umum infeksi pada tali pusat, di antaranya tercium bau dan dapat terlihat nanah, tampak kemerahan pada kulit sekeliling tali pusat, nyeri tekan di sekitar pusat, dan dapat diikuti dengan demam.3

Jika ditemukan tanda-tanda infeksi, segera bersihkan ujung tali pusat menggunakan alkohol swab 70%, dan tetaplah menyusui bayi. Kemudian, segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.3

4. Cara Memandikan dan Membersihkan Bayi Baru Lahir

Sebelum tali pusat lepas, Ibu dapat memandikan bayi dengan waslap atau spon yang dibasahi air hangat. Kemudian setelah tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan baik dengan memasukkannya ke dalam bak berisi air hangat, atau menyiramnya.4

Gunakan sabun dan sampo khusus bayi yang memiliki formula khusus untuk kulit bayi yang masih sensitif. Tidak perlu menggosok tubuhnya dengan keras, cukup mengusap bagian yang ingin dibersihkan dengan lembut.

Membersihkan mata dan telinga

Bersihkan kotoran mata dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat, kemudian usap dimulai dari arah bagian dalam mata ke luar.4

Begitu juga dengan telinga bayi, tidak perlu dibersihkan sampai ke bagian dalamnya meski Ibu melihat ada kotoran di sana. Cukup bersihkan bagian daun telinga dan belakang telinga dengan waslap hangat.4 

Baca Juga: Ini Peralatan Bayi Baru Lahir yang Bisa Ibu Siapkan

Membersihkan kemaluan bayi

Bersihkan kemaluan bayi dari bagian depan ke arah belakang menggunakan kapas yang sudah dibasahi air bersih ataupun handuk basah. Ingat, Bu, jangan membersihkan popok dari bagian bawah anus ke arah kemaluan, ya, karena bisa membawa bakteri di anus untuk masuk ke dalam kemaluan.4

5. Cara Menjemur Bayi

Menjemur bayi baru lahir sudah menjadi kebiasaan dan menjadi salah satu cara merawat bayi yang benar. Tujuannya adalah untuk menghangatkan tubuh serta merangsang bayi supaya haus, sehingga bayi akan cenderung minum susu lebih banyak.5

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Ibu ketahui mengenai menjemur bayi baru lahir:

  1. Dilakukan selama 5-30 menit, sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 4 sore, sebanyak 2 kali sehari.6
  2. Tetap gunakan pakaian dan oleskan tabir surya (minimal SPF 15) 15-20 menit sebelum paparan, hanya pada kulit yang terpapar saja.6
  3. Hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore, karena jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi pada periode tersebut.6

6. Pola Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB)

Ibu, jangan heran jika bayi tidak kunjung buang air kecil atau buang air besar setelah lahir. Normalnya, bayi akan BAK dalam 24 jam pertama dan BAB paling telat dalam 48 jam pertama. Setelah itu, bayi akan BAK 5-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali per hari.4

Perhatikan popok si Kecil. Warna BAK yang baik adalah jernih dan berwarna kuning tidak berwarna pekat. Sedangkan warna BAB akan berubah dari warna hitam pekat, menjadi hijau, dan akhirnya berwarna kekuningan di usia sekitar 5 hari.4

Ketika usia bayi mencapai 2 bulan, Ibu mungkin akan bingung karena ia mulai jarang BAB. Bahkan, si Kecil bisa tidak BAB selama satu minggu!7

Tak perlu khawatir, Bu! Sepanjang bentuk feses masih lunak, jarang BAB merupakan hal yang normal. Lain halnya kalau feses tampak keras dan berbentuk bulat, ini baru tergolong sembelit atau konstipasi.7

Nah, Bu, itulah 6 cara merawat bayi baru lahir yang penting untuk diketahui. Ayuk dipraktikkan cara merawat bayi yang benar, Bu agar kondisi si Kecil selalu terjaga.


Reference:

  1. Bobbi Michels. 2019. The Best Way to Hold and Carry Your Baby. Diambil dari: https://azopt.net/hold-and-carry-your-baby/  [Diakses 5 Januari 2022]
  2. Rulina Suradi. 2013. Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar [Diakses 9 Desember 2021]
  3. Devina Angela. 2016. Perawatan tali pusat bayi baru lahir. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir  [Diakses 9 Desember 2021]
  4. Nina Dwi Putri, Amanda Soebadi. 2014. Perawatan Bayi Baru Lahir. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir [Diakses 9 Desember 2021]
  5. Sefya Hayu Istighfaricha. 2019. Menjemur ‘Bayi Kuning’, Efektifkah? Diambil dari: https://fk.unair.ac.id/menjemur-bayi-kuning-efektifkah/  [Diakses 9 Desember 2021]
  6. R. Adhi Teguh P. Iskandar dan Francisca Bunjamin. 2015. Menjemur Bayi dengan Tepat. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat  [Diakses 9 Desember 2021]
  7. Agus Firmansyah. 2015. Tinja Bayi: Normal atau Tidak? (Bagian 1). Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/tinja-bayi-normal-atau-tidak-bagian-1  [Diakses 9 Desember 2021]


Artikel Terkait