melatih kepedulian anak, mengajarkan anak peduli

Tanamkan 5 Hal Ini untuk Melatih Kepedulian Anak dari Rumah

detail-fb detail-wa detail-twitter

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, karena kepribadian anak setelah dewasa tak bisa lepas dari bagaimana pola pendidikan yang diterapkan orang tua. Salah satu bentuk kebaikan  yang diharapkan orang tua dari anaknya adalah peduli pada sesama. Lalu, bagaimana ya cara untuk melatih kepedulian anak?

Mengajarkan anak peduli pada sesama akan membentuknya tumbuh menjadi pribadi yang penyayang, berempati, dan mampu bersosialisasi dengan baik. Ibu mau, kan, memiliki anak dengan kepribadian seperti itu?

Kalau begitu, yuk, mulai lakukan 5 hal ini untuk melatih kepedulian anak!

Membantu Ibu di Rumah

Melatih kepedulian anak harus dimulai dari rumah, Bu, karena dari sanalah anak mulai belajar mengenal hal-hal baik ataupun buruk1. Ibu bisa menumbuhkan sikap peduli, misalnya dengan membiasakan si Kecil membantu Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga. Mulailah dari hal sederhana, seperti membantu Ibu menyiapkan meja makan, merapikan tempat tidur, atau membereskan mainan dan buku-bukunya.

Saat si Kecil merasa bahwa bantuan mereka dibutuhkan dan disambut dengan baik, ia akan lebih percaya diri untuk memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkannya.

Meniru Perilaku Baik dari Orang Tua

Si Kecil belajar dari orang tua dan lingkungannya. Untuk itu, dalam mengajarkan anak agar peduli pada sesama, Ibu harus menunjukkan pada si Kecil sikap peduli pada orang lain. Jangan sekadar menasehati, karena proses belajar si Kecil awalnya dilakukan dengan cara melihat dan meniru terlebih dahulu2. Untuk itu,  jangan biarkan si Kecil meniru dari luar lingkungannya, karena mungkin saja apa yang ia lihat dan tiru  tak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin Ibu tanamkan pada dirinya.

Ibu bisa mencontohkan  sikap penuh belas kasih dan peduli pada orang lain dalam keseharian, misal memijat pundak Bapak ketika terlihat lelah sepulang bekerja, mengajak asisten rumah tangga makan siang bersama, hingga bersikap baik pada pengemis yang ditemui di jalanan. Dengan begitu, si Kecil pun diharapkan akan mengadopsi sikap-sikap tersebut.

Suka Melibatkan Diri dalam Kegiatan Sosial

Sejak dini, biasakan si kecil untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, misalnya beramal ke panti asuhan, berzakat, atau sesederhana memberi uang kepada pengamen di jalan. Ketika ia sudah mulai besar, Ibu bisa mengajaknya untuk terlibat dalam kegiatan sosial, misalnya menyisihkan uang jajannya untuk berdonasi, menyumbangkan pakaian bekas pakai yang masih layak kepada anak-anak di panti asuhan, atau mengajaknya bekerja sukarela ketika ada bencana atau musibah di lingkungan sekitar.

Pembiasaan ini akan menumbuhkan kemampuan anak untuk berempati. Anak yang memiliki kemampuan berempati akan lebih mampu mengerti atau memahami apa yang orang lain rasakan secara emosional3. Dengan adanya rasa empati, si Kecil akan terus termotivasi untuk berbuat baik karena telah tumbuh rasa peduli terhadap sesama di dalam hatinya.

Pupuk Rasa Senang Bersosialisasi

Kemampuan bersosialisasi sangat penting bagi pembentukan karakter si Kecil. Anak yang terampil bersosialisasi umumnya akan memiliki perkembangan emosi yang lebih baik. Dari kegiatan sosialisasi ini, si Kecil akan belajar bagaimana bertingkah laku yang baik, berempati, dan mengasah kepedulian terhadap sesama4.

Bagaimana cara mengajarkan si Kecil bersosialisasi? Berikan ia kesempatan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya serta orang-orang di sekitarnya tanpa memilih-milih. Lalu Ibu juga bisa mengenalkannya pada beberapa komunitas yang ia sukai, misalnya komunitas menggambar atau menari. Dari sana diharapkan ia akan mengenal banyak teman-teman baru yang memiliki kegemaran sama. Ini akan meningkatkan kemampuan sosial si Kecil.

Terbiasa Menunjukkan Perhatian dan Kasih Sayang

Si Kecil akan belajar peduli pada orang lain ketika ia mendapat perlakuan yang sama. Jika ia tumbuh di tengah keluarga yang menyayanginya, ia akan tumbuh menjadi anak yang peduli pada orang lain di sekitarnya5,6. Sebaliknya, anak yang merasa kekurangan kasih sayang justru akan tumbuh menjadi anak yang hanya mempedulikan dirinya sendiri. Oleh karena itu, pastikan Ibu melimpahkan perhatian dan kasih sayang kepada si Kecil.

Dorong si Kecil untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang pada orang-orang terdekatnya. Ibu bisa memberinya contoh dengan menunjukkan kasih sayang yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, misalnya memenuhi kebutuhan fisik dan emosional si Kecil, memberi perhatian padanya, menghargai kepribadiannya, serta meluangkan waktu bersamanya. Dengan begitu, si Kecil pun akan tahu bagaimana cara ia menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain.

Bagaimana, Bu, sudah siap melatih kepedulian anak dari rumah? Jangan lupa, dukung juga perkembangan si Kecil dengan nutrisi seimbang yang membantunya tumbuh maksimal, ya. Seperti susu pertumbuhan Bebelac 4 yang mengandung minyak ikan omega 3 dan omega 6 yang lebih tinggi daripada formula sebelumnya, serta dilengkapi dengan 13 vitamin, dan 5 mineral dan FOS:GOS yang telah dipatenkan.

 


 

Referensi

1. A. Tabi'in. 2017. Menumbuhkan Sikap Peduli pada Anak melalui Interaksi Kegiatan Sosial. Retrieved from: https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Ijtimaia/article/download/3100/2309. [Diakses 19 November 2020]

2. Suhail Ahmad Azmi, et al. 2014. Role models and occupational ambitions of in-school male adolescents. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4261211/.   [Diakses 22 November 2020]

3. Keshia B. Wagers, M.A. and Elizabeth J. Kiel, Ph.D. 2019. The Influence of Parenting and Temperament on Empathy Development in Toddlers. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6533135/.  [Diakses 23 November 2020]

4. Maryam Maleki, et al. 2019. Social Skills in Children at Home and in Preschool. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6681026/.  [Diakses 20 November 2020]

5. Patricia A Thomas, et al. 2017. Family Relationships and Well-Being. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5954612/.  [Diakses 19 November 2020][JJ6] 

6. Boele, S., Van der Graaff, J., de Wied, M. et al. Linking Parent–Child and Peer Relationship Quality to Empathy in Adolescence: A Multilevel Meta-Analysis. J Youth Adolescence 48, 1033–1055 (2019). Retrieved from: https://doi.org/10.1007/s10964-019-00993-5. [Diakses 20 November 2020]

 

 

Tag