Cara Mengendalikan Emosi Pada Anak

8 Cara Mengendalikan Emosi pada Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Emosi negatif bukanlah hal yang buruk. Orangtua perlu memahami hal ini serta membantu anak agar bisa belajar dan tumbuh dari emosi negatif yang dirasakannya.

Saat sedang merasa kesal, bosan, bahkan sedang lelah, anak-anak sering berubah menjadi pemarah. Ada banyak alasan hal tersebut bisa terjadi. Namun, hal yang paling memengaruhi adalah usia anak yang belum matang dan membuatnya belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi negatif alias amarah.

Meski terkesan buruk, anak-anak sebenarnya perlu untuk mengenali dan merasakan berbagai macam emosi, termasuk yang bersifat negatif. Namun tentu saja, perlu ada peran orangtua dalam mengontrolnya. Sebab, membiarkan anak “menikmati” emosi negatif bisa menjadi masalah pada kehidupan sosialnya kelak. Mengontrol emosi negatif pada anak nyatanya merupakan satu kunci untuk membantunya tumbuh menjadi anak yang bahagia dan memiliki sifat yang baik.

Untuk menumbuhkan sifat baik pada anak, menjadi orangtua yang hangat dan selalu menunjukkan kasih sayang pada Si Kecil tidaklah cukup. Dibutuhkan juga keterampilan untuk membantu mengatasi, bahkan menjadi “pelatih” emosional anak. Lantas, bagaimana sih cara mengatasi emosi anak? Yuk, simak cara mengendalikan emosi pada anak berikut ini!

1. Biarkan Anak Mengenal Emosi Negatif

Melampiaskan amarah atau menyampaikan perasaan boleh saja. Namun, tegaskan bahwa hal ini tetap harus dituntun orangtua. Maksudnya adalah agar anak dapat menyampaikan amarahnya dengan cara yang benar.

Contoh menyampaikan atau melampiaskan bukan dengan tindakan melainkan perkataan. Bukan sembarang perkataan, ada peraturan yang dibuat. Yakni tidak boleh kata-kata kasar, dengan begini anak anak diminta mengekspresikan amarah dengan cara yang bijak.

Beritahu pula bahwa saat emosi negatifnya meledak, bisa saja hal tersebut mengganggu orang di sekitarnya. Namun, ibu perlu menyesuaikan cara penyampaiannya pada Si Kecil. Mulailah dengan menunjukkan rasa simpati sebagai cara menghadapi emosi anak. Meski terdengar mudah, tapi hal tersebut ternyata tidak sesederhana itu, lho!

2. Pahami Pemicunya

Sebelum menasehatinya, pastikan Ibu telah mengetahui pemicu amarah Si Kecil sebagai cara mengontrol emosi anak. Dengan mengetahui faktor penyebab kemarahannya, Ibu bisa memberikan informasi pada anak sesuai dengan permasalahannya.

3. Berikan Pilihan pada Anak

Cara mengatasi emosi pada anak adalah dengan memberikan pilihan pada anak saat ia marah. Misalnya, jika anak merasa kesal, Ibu bisa membuatnya memilih untuk menceritakannya atau memberikannya waktu sebentar untuk mengevaluasi kemarahannya.

4. Berikan Dia Waktu

Cara mengendalikan emosi anak yang selanjutnya adalah dengan memberikannya waktu. Saat sedang marah, anak mungkin akan secara tidak sengaja melakukan hal-hal yang buruk. Misalnya, melemparkan barang-barang, memaki, atau bahkan menyalahkan anggota keluarga lain. Jika hal ini yang terjadi, orangtua harus mencoba untuk memberikan waktu pada anak untuk menyampaikan kemarahannya.

Setelah itu, beritahu padanya bahwa apa yang sudah ia lakukan adalah hal yang salah. Beri waktu pada anak setidaknya 5 sampai 10 menit untuk menyendiri atau pergi ke kamar mandi. Setelah batas waktu berakhir, minta ia untuk meminta maaf pada anggota keluarga, lalu merapikan apa yang sudah ia rusak. Namun ingat, pastikan untuk memberi pengertian pada Si Kecil bahwa hal itu tidak baik dan jangan sampai ia terbiasa dan terus menerus mengulanginya. Hal ini sangat penting untuk membantu anak mengetahui bagaimana ia harus bersikap saat emosi negatif menguasai dirinya.

5. Selesaikan Masalah

Setelah anak puas melampiaskan amarahnya, cobalah untuk mengajaknya berbincang dari hati ke hati sebagai cara mengendalikan emosi pada anak. Tanyakan apa yang sebenarnya sedang mengganggu dan membuatnya semarah itu. Sebagai salah satu cara mengatasi emosi pada anak, minta ia menceritakan semuanya dan cobalah untuk mendengarkan apa yang dia sampaikan tanpa menghakimi. Dengan demikian, Si Kecil tidak akan merasa sendiri dan akan lebih percaya diri ke depannya.

6. Tentukan Situasi saat Marah

Saat Si Kecil melakukan ulah yang tak wajar, tentu Ibu merasa kesal dan ingin marah. Salah satu cara membantu anak agar bisa mengendalikan emosi adalah dengan mengajarkannya untuk bersabar dan mengedukasinya di waktu yang tepat.

7. Buat Termometer Kemarahan

Ibu dan anak bisa tetap kreatif meskipun sedang bertengkar. Ibu bisa menyediakan termometer kemarahan. Si Kecil bisa memilihnya sesuai dengan apa yang dirasakannya. Hal ini bisa Ibu jadikan sebagai salah satu cara mengontrol emosi pada anak.

8. Bantu Anak Tidur Terlelap

Saat mulai mengantuk, kadang kala anak melupakan apa yang telah terjadi sebelumnya. Di waktu ini, Ibu bisa kembali membujuk agar anak tidak marah dan melupakan apa yang telah terjadi sebagai cara mengatasi emosi pada anak.

Setelah mengetahui duduk persoalannya, sebagai cara mengontrol emosi pada anak, orangtua bisa mencoba untuk mengajak anak bertukar pikiran dan mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dialami. Setelahnya, biarkan Si Kecil menikmati waktu sendiri dan menenangkan pikiran. Misalnya dengan berjalan di taman atau sekadar bermain dengan hewan peliharaan.