6 Tips Sukses Lakukan Konsepsi Kehamilan

Kehamilan dapat terwujud jika konsepsi atau pembuahan sukses terjadi. Apa itu konsepsi kehamilan? Konsepsi kehamilan adalah proses pembu...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
08 Aug 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Kehamilan dapat terwujud jika konsepsi atau pembuahan sukses terjadi. Apa itu konsepsi kehamilan? Konsepsi kehamilan adalah proses pembuahan atau yang sering disebut dengan fertilisasi.

Meskipun terjadinya kehamilan memang tak bisa sepenuhnya kita kontrol, tapi tak ada salahnya mencoba kan? It's always worth a try, Mom!

Sebelum mencoba melakukan konsepsi, sebaiknya Ibu pastikan bahwa Ibu sedang berada dalam masa subur. Bagaimana pun, peluang kehamilan akan makin tinggi jika Ibu sedang dalam kondisi subur. Karena itu, Ibu dan Ayah perlu menghindari berhubungan badan saat tingkat konsepsi rendah. Apa itu tingkat konsepsi rendah? Tingkat konsepsi rendah adalah saat ovulasi menurun.

Tanda-tanda Fisik Terjadinya Ovulasi

Perhatikan dengan cermat siklus menstruasi Ibu, dan hitung perkiraan masa subur. Ibu juga dapat memperhatikan tanda-tanda fisik terjadinya ovulasi, yaitu :

  • Kenaikan temperatur basal - Saat ovulasi terjadi, temperatur basal akan sedikit meningkat. Memang kenaikannya tak banyak. Mungkin hanya sekitar 0,5 - 1 derajat saja! Jadi, butuh kecermatan memperhatikan temperatur basal Ibu dalam kondisi normal agar terlihat jelas selisihnya.
  • Kondisi cairan vagina - Cairan vagina yang berwarna bening dan licin adalah salah satu tanda terjadinya ovulasi.

6 Tips Sukses Konsepsi Kehamilan

Nah, setelah memperhatikan beberapa hal di atas, silahkan mencoba beberapa tips konsepsi kehamilan berikut ini :

1. Posisi Berhubungan

Memang belum ada penelitian medis yang memastikan dampak posisi berhubungan dengan keberhasilan konsepsi.  Namun, pengalaman banyak pihak menunjukkan bahwa posisi berhubungan yang paling efektif untuk keberhasilan konsepsi adalah:

  • Cara konsepsi kehamilan yang pertama adalah dengan posisi misionaris atau man on top - Ibu pasti ingat hukum gravitasi kan? Secara logika, jelas posisi ini memang memungkinkan cairan sperma mengalir langsung ke dalam rahim. Akibatnya, peluang sperma langsung bertemu dengan sel telur juga makin besar.
  • Posisi rear-entry atau doggy style - Posisi ini memperpendek jarak yang harus ditempuh sperma untuk menuju rahim.

2. Jangan Langsung Berdiri Usai Berhubungan

Usai berhubungan intim, jangan terburu-buru berdiri ya, Bu. Cobalah merebahkan diri sekitar 15-20 menit dengan rileks. Ganjal panggul dengan bantal kecil. Beri waktu sejenak agar sperma bisa berenang dengan tenang menuju sel telur untuk melakukan pembuahan.

3. Usahakan Rileks Agar Tercapai Orgasme

Kami mengerti kalau Ibu sangat ingin hamil. Tapi, jangan terlalu terbebani hingga pikiran Ibu sibuk memikirkan teori ini itu saat berhubungan intim dengan pasangan. Cobalah untuk rileks dan menikmatinya secara alami.

Relaksasi membantu terjadinya orgasme yang dapat membantu meningkatkan peluang konsepsi. Mengapa? Karena orgasme meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi dan membantunya berfungsi optimal. Orgasme juga membantu rahim menghisap cairan sperma masuk ke dalam vagina.

4. Intensitas Berhubungan

Selain saat masa subur, berhubungan intim sesering mungkin juga sangat baik untuk memperbesar peluang terjadinya konsepsi. Terutama pada kasus calon ayah dengan jumlah sperma sedikit atau siklus ovulasi Ibu yang cenderung tidak teratur.

Baca Juga: Benda Terdekat yang Sering Buat Ibu Makin Merasa Panik

5. Nutrisi Pendukung Konsepsi

Nutrisi juga berperan penting bagi kesuburan dan menjadi cara konsepsi kehamilan selanjutnya. Berikut ini beberapa jenis nutrisi pendukung kesuburan:

  • Vitamin C, meningkatkan kesuburan terutama bagi calon ayah. Selain itu, vitamin C juga penting bagi kekebalan tubuh Ibu terutama saat kehamilan terjadi nanti.
  • Vitamin B6, yang merupakan nutrisi pengatur hormon reproduksi dan kesuburan.
  • Zinc, berfungsi meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

6. Libatkan Calon Ayah

Last but not least, jangan hanya sibuk sendiri, libatkan calon ayah sejak awal perencanaan konsepsi. Bantu pasangan Ibu untuk memperhatikan beberapa hal berikut :

  • Stop merokok dan minuman beralkohol.
  • Kurangi stres.
  • Jauhi lingkungan kerja berbahaya, karena beberapa bahan kimia berbahaya bagi kesehatan sperma.
  • Hindari pemakaian celana panjang ketat, karena dapat menimbulkan hawa panas di area kelamin yang tak baik bagi kualitas sperma.
  • Sperma terbaik dihasilkan dari kondisi suhu sejuk. Jadi, upayakan calon ayah tidak mandi air panas sebelum berhubungan intim. Melakukan hubungan intim di ruangan bertemperatur sejuk juga akan lebih baik, Bu.

Selamat mencoba ya, Bu. Tapi tetaplah berusaha rileks dalam menjalaninya. Kehamilan adalah anugrah yang akan tiba di saat yang paling tepat.

Baca Juga: Mengetahui Perkembangan Janin Usia 24 Minggu

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait