7 Cara Mengatasi Sembelit Saat Hamil dan Penyebabnya

Sembelit saat hamil adalah hal yang kerap terjadi, dan merupakan keluhan pada sistem pencernaan terbanyak nomor dua setelah mual. Diperk...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
21 Apr 2022
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH


Sembelit saat hamil adalah hal yang kerap terjadi, dan merupakan keluhan pada sistem pencernaan terbanyak nomor dua setelah mual. Diperkirakan 11 sampai 38 persen ibu hamil mengalami sembelit, yang ditandai dengan jarang atau sulit buang air besar atau BAB.1 Kondisi ini tentu membuat Ibu merasa tak nyaman, karena selain menyebabkan Ibu sulit buang air besar (BAB), juga tak jarang membuat perut terasa sakit. 

Tapi, Ibu jangan khawatir. Sembelit saat hamil dapat diatasi, bahkan dicegah. Yuk, simak pembahasan di bawah ini untuk mengetahui lebih jauh cara mencegah sembelit saat hamil.

Penyebab Sembelit saat Hamil

Secara umum, risiko sembelit saat hamil akan semakin besar jika Ibu sebelumnya sudah memiliki riwayat sembelit.3 Namun, ada beberapa hal umum lainnya yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami sembelit. Inilah beberapa di antaranya:

1. Perubahan Hormon

Saat hamil, tubuh Ibu memproduksi hormon progesteron lebih banyak. Peningkatan kadar hormon progesteron ini menyebabkan otot di sekitar usus berelaksasi. Akibatnya, pergerakan usus menjadi lebih lambat dan menyebabkan Ibu mengalami susah BAB.1

Hal ini juga ditambah dengan peningkatan penyerapan air di usus, yang menyebabkan feses mengering dan menjadi lebih keras, sehingga lebih sulit untuk dikeluarkan.1

2. Kurang Bergerak

Gaya hidup yang tidak aktif atau jarang berolahraga juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami sembelit. Dan sayangnya, ketika hamil, tak sedikit ibu yang justru mengurangi aktivitasnya. Minimnya aktivitas fisik dapat menurunkan tingkat metabolisme, yang artinya menyebabkan kinerja usus juga ikut melambat. Inilah yang memicu sembelit.

Ibu hamil yang harus bed rest atau dirawat di rumah sakit karena kondisi tertentu pada kehamilannya juga berisiko mengalami sembelit. Selain karena minimnya aktivitas, juga karena mereka mengalami stres emosional yang merupakan salah satu penyebab sembelit.2

3. Kurang Asupan Serat

Saat hamil, Ibu cenderung mengalami perubahan pola makan. Misalnya akibat ngidam makan makanan tertentu, atau faktor mual sehingga Ibu cenderung menolak makanan tertentu. Ibu hamil yang lebih banyak mengonsumsi daging karena ngidam, dan minim asupan serat, dapat menyebabkan sembelit. Terlebih, jika ibu hamil kurang minum, maka risiko sembelit pun semakin meningkat.3

4. Konsumsi Suplemen Tertentu

Untuk mendukung perkembangan janin, dokter mungkin akan meresepkan suplemen zat besi atau kalsium. Suplemen yang tidak diserap baik oleh tubuh dapat menyebabkan sembelit saat hamil.1

Mencegah Sembelit Saat Hamil

Sembelit saat hamil pastilah sangat mengganggu kenyamanan Ibu dalam beraktivitas. Tapi tenang saja, karena sembelit saat sebenarnya dapat diatasi dan dicegah dengan mudah. Inilah beberapa cara yang dapat Ibu lakukan:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Mengonsumsi lebih banyak serat dapat membantu mengatasi sembelit saat hamil. Makanan berserat bisa Ibu dapat dari berbagai jenis sayur, buah, serta serealia, seperti gandum, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 

Ibu hamil membutuhkan serat sekitar 25-30 gram per hari, yang terdiri dari serat larut dan serat tidak larut. Serat larut akan mengalami fermentasi di usus besar dan memperlambat pengosongan lambung, menahan air, dan membentuk gel. Contoh makanan yang mengandung serat larut adalah apel, jeruk, dan stroberi.

Sedangkan serat tidak larut lebih sulit difermentasi dan memperpendek waktu transit di usus dan memperbesar massa feses. Serat tidak larut banyak terdapat pada sereal, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Perbanyak Minum Air

Asupan makanan tinggi serat perlu dibarengi dengan minum air yang banyak. Cairan dapat membuat feses menjadi lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan. 

Ibu hamil membutuhkan tambahan asupan cairan 300 ml/hari dibandingkan mereka yang tidak hamil,4 yaitu menjadi sekitar 2.650 ml/hari. Selain dari air minum, Ibu bisa memenuhi asupan cairan ini dari kuah sup dan jus buah. Namun, hindari minuman bersoda dan kopi, ya, karena dapat menarik cairan keluar dari dalam tubuh melalui urine.3

3. Olahraga

Aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu mencegah sembelit saat hamil.2 Aktivitas fisik yang disarankan diantaranya adalah olahraga ringan yang dilakukan minimal 30 menit sehari.5 Jika tidak bisa dilakukan setiap hari, setidaknya Ibu bisa melakukannya 3 atau 4 kali seminggu.  

Jenis olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil adalah berjalan kaki atau senam hamil.3 Namun, untuk mendapatkan saran terbaik mengenai aktivitas fisik atau jenis olahraga yang tepat, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan, ya. 

4. Hindari Menunda BAB

Tahukah Ibu bahwa menunda BAB bisa memicu sembelit?2 Itu sebabnya, Ibu sebaiknya tidak menahan atau menunda BAB. Begitu terasa ada dorongan untuk BAB, segeralah ke toilet, ya!

Berikut ini beberapa cara mengatasi sembelit saat hamil yang perlu Ibu ketahui.

7 Cara Mengatasi Sembelit saat Hamil

  1. Minum cairan yang cukup
  2. Cukupi kebutuhan serat
  3. Konsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering
  4. Pertimbangkan konsumsi suplemen sebagai alternatif
  5. Konsumsi probiotik
  6. Hindari menunda BAB
  7. Pastikan aktif bergerak

Nah, itulah cara mencegah sembelit saat hamil yang bisa Ibu lakukan. Tapi ingat, ya, Bu, selalu konsultasikan pada dokter kandungan mengenai setiap keluhan yang Ibu rasakan, termasuk jika ada gejala tambahan lain seperti mual, sakit perut, atau muntah. Dokter akan mencari cara terbaik dan teraman untuk mengatasi sembelit yang sesuai dengan kondisi kehamilan Ibu.  

Baca Juga: Mengatasi Preeklampsia Saat Hamil

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Magan Trottier, et al. 2012. Treating constipation during pregnancy. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3418980/ [Diakses 9 November 2021]
  2. Wenjun Shi, et al. 2015. Epidemiology and Risk Factors of Functional Constipation in Pregnant Women. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4514689/ [Diakses 9 November 2021]
  3. Ligat Pribadi Sembiring. 2017. Konstipasi pada Kehamilan. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/323106867_Konstipasi_pada_Kehamilan [Diakses 9 November 2021]
  4. Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 9 November 2021]
  5. Sally K. Hinman. 2015. Exercise in Pregnancy. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4622376/ [Diakses 9 November 2021]


Artikel Terkait