Kembali ke Ibu Perlu Tahu

Jarang Disadari, 5 Kebiasaan yang Baik Ini Ternyata Bisa Asah Anak Pemalu Jadi Lebih Berani, Lho!

Punya anak berani yang tak takut menghadapi hal-hal baru, tentu jadi dambaan setiap orangtua. Misal, berani mengajak berteman dengan ora...

4 min
29 Apr 2022
Bagaimana cara mengubah anak pemalu jadi lebih berani?

Artikel ini belum diulas

Punya anak berani yang tak takut menghadapi hal-hal baru, tentu jadi dambaan setiap orangtua. Misal, berani mengajak berteman dengan orang baru, berani menyapa orang yang lebih tua, hingga berani ketika berada di lingkungan yang baru. Lalu, bagaimana kalau si Kecil bukanlah anak yang berani seperti di atas? Tak perlu khawatir, Bu, karena keberaniannya bisa ditumbuhkan lewat beberapa kebiasaan yang baik di rumah. 

Yuk, simak hal-hal apa saja yang bisa Ibu lakukan untuk membuat si Kecil yang pemalu jadi lebih berani

Kebiasaan yang Baik untuk Melatih Anak Lebih Berani

Di masa pandemi ini, ketika akses ke dunia luar masih belum begitu leluasa, dan pertemuan dengan orang-orang - termasuk teman sebaya anak - masih terbatas, anak mungkin menjadi jarang berinteraksi. Kurangnya intensitas si Kecil dalam bergaul atau bermain dengan teman sebaya membuat ia mungkin menjadi canggung dalam berinteraksi dan kesulitan untuk melakukan hubungan sosial yang baik.

Psikolog anak dan keluarga, Samanta Elsener, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa meski saat ini kita menghadapi situasi pandemi yang menantang, orangtua harus tetap memberikan stimulasi kognitif dan sosial emosional pada anak agar ia tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bagaimana caranya? Simak penjelasannya di bawah ini, Bu.

1. Memperkenalkan hal baru sebanyak-banyaknya pada anak

Salah satu hal yang bisa dilihat dari anak pemalu adalah si Kecil tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencoba hal baru atau bahkan menunjukkan potensi dirinya.2 Misalnya, si Kecil tidak berani ketika diminta menyanyi atau membacakan puisi oleh gurunya sebagai bagian dari tugas sekolah. 

Menurut Samanta, kondisi pandemi memang telah membatasi interaksi anak dengan lingkungan sekitar. Salah satu dampaknya, anak mulai bergantung pada gawai (gadget), lebih senang menyendiri, dan sulit bersosialisasi.

Beberapa kebiasaan yang baik dapat melatih anak jadi lebih berani

Nah, untuk mengatasi hal itu, cobalah Ibu paparkan sebanyak mungkin hal-hal baru pada si Kecil, serta beri kesempatan padanya untuk melakukan hal-hal baru tersebut. Bila selama ini ia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, misalnya, tak ada salahnya sesekali Ibu mengajaknya ke pasar, jalan-jalan ke taman, atau sekadar berkeliling kompleks di sekitar rumah.  Cobalah ajak si Kecil untuk menyapa tetangga yang ditemuinya di jalan, atau sekadar membantu membayar belanjaan kepada pedagang di pasar. 

Atau, bisa juga Ibu terjunkan langsung si Kecil pada lingkungan di mana ia harus bersosialisasi dengan orang lain, seperti mendaftarkannya ke kursus online, klub olahraga, atau playdate dengan teman sekolahnya. 

2. Bersilaturahmi ke rumah kerabat

Akan lebih mudah mendorong si Kecil bersosialisasi dengan kerabat atau saudaranya dibandingkannya dengan orang baru yang sama sekali belum ia kenal.2 Meki belum pernah bertemu sebelumnya, setidaknya si Kecil tahu bahwa ia memiliki hubungan kekerabatan dengan Paman A atau Tante B. Jadi, mengapa Ibu tak mencoba membawanya berkunjung ke rumah kerabat yang jarang ditemuinya?

Jika tak bisa berkunjung secara langsung, lakukanlah secara virtual lewat panggilan video. Ajak si Kecil ikut berinteraksi dengan kerabatnya, termasuk dengan orang dewasa. Pilih topik obrolan yang bisa melibatkan si Kecil di dalamnya, sehingga lama-kelamaan ia akan terbiasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

3. Kenali bakat dan minat anak

Ibu sudah tahu apa yang menjadi bakat dan minta si Kecil? Jika sudah, maka pupuklah bakat dan minta tersebut hingga si Kecil menemukan kepercayaan diri lewat kemampuan yang dimilikinya itu. Tahukah Ibu, setiap anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Namun, seringkali rasa malu membuat si Kecil takut dan tak percaya diri untuk menunjukkan apa yang menjadi kesukaannya. Bahkan anak-anak pemalu pun sesungguhnya ingin melakukan dengan hal-hal yang disukainya, namun ia dibatasi oleh ketakutan dan kesulitannya untuk berekspresi. 

Jadi, misalnya si Kecil sangat suka dengan dinosaurus, Ibu bisa mencoba mendorong ia untuk menceritakan hal-hal unik seputar dinosaurus yang ia ketahui. Apresiasi pengetahuannya, ya, Bu. Misal dengan mengatakan, “Wah, ternyata kamu sudah mengenal jenis-jenis dinosaurus, ya? Hebat banget! Ibu saja nggak tahu, lho, kalau jenis dinosaurus ada sebanyak itu. Yuk, kita ceritakan juga ke Ayah!” 

Ketika si Kecil membagikan kecintaannya ini kepada orang lain, secara tak langsung ini akan memupuk kepercayaan diri sekaligus kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain, lho. 

4. Mengajak anak memecahkan masalah

Anak berusia 5 tahun seharusnya sudah bisa diajak berdiskusi dan mampu mengutarakan pendapatnya. Si Kecil akan membangun kepercayaan diri ketika ia berhasil memecahkan suatu masalah lewat hasil pemikirannya.

Oleh karena itu, cobalah biasakan untuk mengajak si Kecil berdiskusi tentang hal apapun di rumah. Termasuk ketika Ibu hendak membeli furnitur baru di rumah, atau sekadar menentukan film apa yang akan ditonton keluarga saat akhir pekan ini. 

5. Mengajak anak berolahraga

Kebiasaan yang baik berikutnya untuk memupuk keberanian anak adalah berolahraga. Ya, olahraga dapat membantu si Kecil menjadi lebih berani. Misal, ketika si Kecil diperkenalkan dengan cabang olahraga baru, maka akan muncul rasa penasaran bagaimana cara melakukan olahraga tersebut. 

Olahraga juga bisa membantu si Kecil belajar mengambil risiko, misal saat ia melompat terlalu tinggi, ia berisiko terjatuh.

Pilihan olahraga untuk anak bisa beragam, Bu. Tapi, untuk memupuk keberaniannya, Ibu bisa memasukkannya ke klub olahraga beregu, seperti sepakbola. Ini sekaligus bisa jadi sarana si Kecil untuk berhadapan dengan orang lain, termasuk ketika ia harus tampil di depan umum untuk pertandingan.

Bersosialisasi dengan teman sebaya akan menumbuhkan keberanian si Kecil

Bagaimana, Bu, sudah tahu kebiasaan yang baik apa saja untuk memupuk keberanian anak? Ingat, Bu, karena anak-anak adalah peniru ulung, maka Ibu juga perlu menunjukkan teladan padanya bagaimana menjadi orang yang berani. Jangan memaksa anak jadi berani, kalau Ibu pun tak pernah percaya diri saat bersosialisasi dengan tetangga.  

Dan jika si Kecil masih belum siap untuk menjadi anak yang berani, tidak apa-apa, kok. Jangan memaksa ketika si Kecil masih ingin "bersembunyi" dan belum siap menjadi anak yang berani bersosialisasi. Ada waktunya anak bertahan di zona nyaman, dan akan ada saatnya pula ia siap menjadi berani. Yang penting, Ibu jangan menyerah, ya!

Sementara itu, jangan lupa untuk terus memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan Bebelac 5 yang mengandung minyak ikan, serat pangan, serta vitamin dan mineral penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Nutrisi dan stimulasi yang tepat akan menjaga si Kecil tumbuh hebat dengan keberaniannya yang membanggakan Ibu. 

Sudah siap menerapkan kebiasaan yang baik ini pada si Kecil, Bu?
 



Reference:

1. Natalie Christner, et al. 2021. Children’s psychological well-being and problem behavior during the COVID-19 pandemic: An online study during the lockdown period in Germany. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8221463/ [Diakses 18 Maret 2022]

2. Nurfajani, et al. 2021. Analisis Permasalahan Anak Pemalu Pada Usia 5-6 Tahun di Kelompok B TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Diambil dari: https://jim.bbg.ac.id/pendidikan/article/download/303/137  [Diakses 17 Maret 2022]

3. Olga L. Walker and Heather A. Henderson. 2012. Temperament and Social Problem Solving Competence in Preschool: Influences on Academic Skills in Early Elementary School. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3551269/ [Diakses 18 Maret 2022]



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait