anak sulung, adik baru

5 Tips Mengenalkan Adik Baru pada Anak Sulung

detail-fb detail-wa detail-twitter

Anak sulung yang masih usia balita sebentar lagi akan punya adik? Bisa atau tidak ya, dia menerima kehadiran adik baru dengan baik? Bagaimana bila si Sulung cemburu? Apakah kehadiran adik akan memengaruhi kondisi psikologis anak sulung? Kegalauan-kegalauan ini kerap menghantui. Kelahiran adik memang bisa menimbulkan stres, baik bagi si Sulung maupun Ibu dan Ayah1. Khawatir boleh saja, tapi jangan sampai cemas berlebihan ya, Bu. Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

Adik Baru, Senang Sekaligus Cemburu

Kehadiran adik baru umumnya akan menimbulkan perasaan campur aduk bagi anak sulung. Senang sekaligus cemburu. Biasanya, 3 minggu setelah kelahiran sang adik, si Sulung jadi menunjukkan perubahan perilaku, seperti jadi lebih nakal, lebih caper alias cari perhatian, atau jadi tidak mau menurut1. Kondisi ini kerap bikin Ibu jadi stres. Tapi jangan sampai terbawa emosi ya, Bu. Coba perhatikan, si Kakak sebenarnya tertarik, lho, dengan adik bayinya. Bahkan tak jarang ia ingin ikut terlibat merawat si Adik dan menunjukkan kasih sayangnya1. Maka, pandai-pandailah dalam memerhatikan perilakunya ya, Bu. Pastikan pula nutrisinya tercukupi, karena dengan pencernaan yang baik (happy tummy) akan membuat anak memiliki hati yang bahagia (happy heart), dan anak dengan mood yang baik akan lebih terbuka dan menerima hal-hal baru.

Mengenalkan Adik Baru kepada Anak Sulung

Usia anak sulung saat memiliki adik akan sangat memengaruhi cara ia bereaksi terhadap kehadiran sang bayi. Si Sulung yang berusia kurang dari 2 tahun biasanya belum terlalu paham apa artinya punya adik. Tantangannya lebih berat bila anak sulung berusia 2 – 4 tahun. Di usia ini, anak biasanya masih sangat dekat dengan orang tua, sehingga kehadiran adik bisa menimbulkan perasaan cemburu2. Namun, berapa pun usia anak sulung, Ibu dan Ayah tetap perlu melakukan pendekatan agar ia bisa menerima kehadiran adik barunya dengan gembira, sehingga mereka tumbuh menjadi saudara yang kompak.

Jelaskan pada si Sulung, Ia akan Punya Adik

Pertama kali, tentu Ibu perlu menjelaskan kepada si Kakak, sebentar lagi ia akan punya adik2. Ceritakan dengan bahasa yang sederhana, sesuai usianya, tentang keseruan yang akan dialami saat kelahiran adiknya nanti. Ini juga bisa menjadi momen untuk mempererat bonding Ibu dengan si Kakak, lho.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah anak sulung memahami hal ini, antara lain dengan:

  • Mengajaknya membaca buku tentang bayi, keluarga, serta konsep kakak-adik2 ,
  • Belanja perlengkapan bayi2 dan ajak si Kakak untuk memilih
  • Melihat album foto si Sulung saat masih bayi, sambil bercerita soal kelahirannya dan saat ia masih bayi dulu2. Katakan bahwa adiknya nanti akan mirip seperti dirinya dulu: kecil, lucu, dan menggemaskan.

Persiapkan si Sulung untuk Mandiri

Ajari anak sulung untuk lebih mandiri sebelum si Kecil lahir. Menurut pengalaman banyak ibu, hal ini akan memberi kesempatan bagi ibu maupun anak untuk rehat sejenak, setelah persalinan3. Ibu pasti sangat lelah pasca melahirkan, dan butuh waktu untuk beristirahat. Kalau anak sulung mandiri, Ibu bisa lebih tenang beristirahat, dan si Sulung pun bisa mengurus dirinya sendiri tanpa kehadiran Ibu. Tentu, mengajarkan kemandirian pada si Kakak harus disesuaikan dengan usia dan perkembangannya3. Di usia balita, anak sulung bisa mulai diajarkan hal-hal berikut:

  • Memakai baju sendiri3.
  • Menggunakan toilet. Sebaiknya, selesaikan toilet training sebelum si Adik lahir. Bila tidak memungkinkan, lebih baik tunda dulu program toilet training hingga beberapa bulan setelah kelahiran adik bayi2. Biarkan si Kakak terbiasa dulu dengan kondisi rumah yang memiliki anggota baru, sebelum mulai beradaptasi dengan toilet training.
  • Bila si Sulung biasa tidur bersama Ibu dan Ayah, dan usianya sudah cukup besar untuk tidur sendiri di kamarnya, maka lakukan penyesuaian ini sebelum si Kecil lahir, agar ia terbiasa.

Buat si Sulung Merasa Bangga

Munculkan rasa bangga kepada anak sulung dengan mengatakan bahwa sekarang ia sudah besar, mandiri, dan sebentar lagi akan jadi kakak. Berikut hal-hal yang bisa Ibu lakukan:

  • Belikan kaos dengan warna favoritnya, bertuliskan “Aku Seorang Kakak”2,3.
  • Buat anak sulung merasa bangga dengan menunjukkan kelebihannya dibanding si Adik, seperti sudah bisa makan sendiri, berenang, naik sepeda, dan lain-lain3.
  • Bila memungkinkan, minta suami atau anggota keluarga lain untuk mengajak si Sulung mengunjungi Ibu dan adik bayi di Rumah Sakit2. Setelah Ibu pulang, ajaklah si Sulung ke tempat favoritnya, untuk merayakan kelahiran sang adik2.

Libatkan si Kakak untuk Ikut Merawat Adik

Melibatkan anak sulung dalam merawat sang adik, akan menumbuhkan rasa kasih sayangnya. Cara ini juga akan membuatnya merasa dibutuhkan dan tidak ditinggalkan. Banyak sekali lho, Bu, hal-hal kecil tapi bermakna yang bisa dilakukan si Sulung:

  • Ajaklah si Sulung mendendangkan lagu untuk adik bayi2.
  • Minta si Kakak untuk membantu menyiapkan perlengkapan mandi adik, hingga membuang popok2.
  • Saat Ibu menyusui adik, biarkan si Sulung berada di dekat Ibu. Ia bisa sambil membaca, atau bermain dengan suara pelan. Ibu juga bisa menjelaskan bahwa dulu, kakak pun menyusu seperti adik2.

Jangan lupa untuk memujinya saat bersikap penuh kasih sayang kepada si Adik ya, Bu2.

Beri Perhatian Sama Besar

Walau si Kecil akan menyita perhatian, jangan lupa untuk tetap memberi perhatian kepada si Sulung ya, Bu. Saat ia mengunjungi Ibu di Rumah Sakit, dekaplah ia dengan hangat, biarkan adik bayi digendong dulu oleh anggota keluarga lain. Saat berfoto atau mengambil video, jangan pernah lupa untuk selalu menyertakan si Kakak. Dengan begini, anak sulung percaya bahwa cinta Ibu dan Ayah tidak berubah, meskipun dengan kehadiran adik baru3.

Demikian beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengenalkan adik baru pada si Kakak. Terapkan setiap hari dengan pemahaman sederhana disertai kasih sayang ya, Bu. Bukti kasih sayang ini juga bisa dilakukan dengan memberikan Bebelac 3 yang diperkaya dengan berbagai kandungan penting, seperti DHA, minyak ikan, omega 3 dan omega 6. Bebelac juga diperkaya dengan prebiotik FOS GOS dengan rasio 1:9 serta 13 vitamin dan 5 mineral. Dengan demikian Ibu bisa mendukung anak untuk memiliki saluran pencernaan baik (happy tummy), sehingga mood si Kecil bisa tetap terjaga (happy heart) dan membuatnya semakin kreatif mengenal hal-hal baru (happy brain).

Yuk, mulai diterapkan dari sekarang agar kakak dan adik saling menyayangi. Diterapkan perlahan setiap hari ya, Bu. Dapatkan tips pola asuh lainnya di sini.

 


Sumber sitasi:

  • Brenda L. Volling, et al. (2014). Children's Responses to Mother-Infant and Father-Infant Interaction with a Baby Sibling: Jealousy or Joy? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4196720/ [Diakses 31 Desember 2020]
  • Mayo Clinic. (2020). New Sibling: Preparing Your Older Child. Diambil dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/new-sibling/art-20044270 [Diakses 31 Desember 2020]
  • Brenda L. Volling. (2012). Family Transitions Following the Birth of a Sibling: An Empirical Review of Changes in the Firstborn’s Adjustment. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341504/ [Diakses 31 Desember 2020]
Tag